
"Kami akan melakukan apapun untuk Anda, Nona," ujar Gery Selay.
Sebuah senyum seringai iblis terlukis jelas di wajah Jessi ketika menatap Gery Selay. Bukan Jesslyn Light namanya jika tak bisa memberikan pelajaran pada lawannya.
Melihat senyum Jessi membuat Gery Selay hanya bisa menelan ludahnya sendiri dengan susah payah. Firasatnya berkata bukan hal baik jika wanita itu sampai tersenyum. Apalagi mengingat siapa Jesslyn Light, tak heran tiba-tiba saja dompetnya bergetar di dalam saku seakan bersiap berpindah tangan.
"Ap–apa yang Anda inginkan, Nona?" Bergetar sudah bibir Gery Selay lengkap dengan wajah pucat pasi. Gigi berderet sampai terdengar saling bersinggungan karena dia mencoba untuk tersenyum di depan Jessi.
"Haiya, tak perlu setakut itu, Tuan Gery Selay yang terhormat." Jessi melangkah mendekat dan meletakkan kedua tangan di bahu Gery Selay. "Ayo duduk di atas! Di bawah sangat dingin, seperti tukang kebun saja. Duduklah anggap saja seperti rumah sendiri!"
Laura dan Nich hanya bisa menahan bibirnya agar tak tergelak melihat tingkah absurd Jessi yang berulang kali menautkan alis. Sepertinya Gery Selay sungguh sial sudah mengganggu sang ibu hamil dengan segala tingkah anehnya.
Jika saja mereka bisa mendengar isi hati Gery Selay dan keluarganya, sudah pasti pria tersebut mengumpat kesal diperlakukan seperti itu oleh Jessi. Namun, sayangnya dia masih menyayangi nyawa dibandingkan harus melawan kedua keluarga berbahaya itu.
Jessi kembali duduk dengan anggun setelah Gery berada di depannya. "Aku hanya ingin kau mengganti semua kerugian suamiku yang telah mengeluarkan banyak dana untuk pesta yang kalian hancurkan."
"Baik, Nona. Akan saya siapkan uangnya."
"No no no no. Aku tak butuh uang. Kalian mengacaukan pesta ganti pula dengan pesta yang serupa. Aku ini bukan deb. collector." Sejenak Jessi menghentikan kalimatnya untuk berpikir. "Ah, karena konsep sebelumnya berakhir buruk, aku tidak ingin sial jika menggunakan konsep yang sama."
__ADS_1
"Maksud, Nona?"
"Aku ingin pindah, pesta di atas kapal pesiar dengan jamuan tujuh hari tujuh malam begitu pula setiap tamunya dan tugasmu menyiapkan semua itu! Jangan lupa umumkan hal itu ke publik bersamaan dengan permintaan maaf. Anggap saja sebagai kompensasi atas kerugian ku, aku yakin mereka akan memahami dan tidak mungkin menghakimi keluargamu."
Seluruh keluarga Gery Selay hanya bisa membelalakkan mata mendengar permintaan Jessi. Bagaimana tidak, pesta di kebun binatang kemarin saja sudah membuat masyarakat iri akan kemewahannya dan sekarang keluarga Selay harus mengganti rugi dengan pernikahan di atas kapal pesiar.
Entah seberapa dalam pria tersebut harus mengoroh uangnya untuk semua itu. Rosa ingin protes, tetapi ibunya segera menenangkan dan menahan agar anaknya tidak ikut campur serta membiarkan Gery mengambil keputusan.
Meskipun Jessi secara tidak langsung sudah menguras habis harta Gery Selay. Namun, apalah daya hati dan pikirantak sejalan, pria itu hanya bisa mengangguk berat dan tetap tersenyum palsu. "Baiklah, Nona. Saya akan mengganti semua itu sebagai kompensasi."
Dia tidak mungkin melawan Jessi karena uang bukanlah hal yang terpenting saat ini. Selama nyawanya masih menyatu dengan raga, hal itu akan lebih baik jika dibandingkan segalanya.
"Bagus, ah, Sayang. Aku lelah, mari kita pulang!" Jessi kembali bergelayut manja di lengan suaminya setelah memberikan hukuman yang pantas kepada Gery dan keluarganya.
"Baiklah, ayo kita pulang!" Tanpa mengucap sepatah kata pada yang lainnya Nich segera membopong sang istri ke dalam gendongannya.
"Tapi, bagaimana urusan di sini?" Jessi enggan untuk meninggalkan ibu mertuanya sendiri. Belum lagi para harimau yang masih berkeliaran di dalam rumah Gery Selay.
"Ada, Mommy yang bisa mengurus semuanya."
__ADS_1
___________
Sementara itu, di dalam rumah Gery, Laura yang ditinggalkan seorang diri oleh anak dan menantunya seolah tak pernah ada hanya bisa mendengus kesal. "Sialan mereka! Malah meninggalkanku sendirian! Apa lihat-lihat?" teriaknya pada istri Gery yang sedari tadi menatapnya.
"Tidak, Nyonya."
"Ah, sudahlah aku juga mau pulang! Kalian tidak menjamu tamu makan! Menyebalkan!" Laura hendak berdiri, tetapi Rose dengan segera memanggilnya.
"Nyonya!" teriak Rose.
"Apa lagi?" Laura mendengus kesal sambil melirik sinis ke arah mereka.
"Ba–bagaimana dengan mereka?" Rose menunjuk para harimau yang mulai menguap karena lelah dan duduk di sampingnya.
"Ah, aku lupa. Kalian rawat dia sebulan! Ingat jangan beri makanan sembarangan! Jika bulan depan ketika aku mengambil kembali berat mereka berkurang satu gram pun. Akan aku pastikan kalian adalah santapan mereka selanjutnya!" Laura hendak melangkah pergi, tetapi kembali menghentikan langkahnya. "Satu lagi, jangan kurung mereka dan biarkan berkeliaran atau mereka akan mengamuk dan menerkam! Selamat bersenang-senang!"
Kali ini Laura dan para anak buah Jessi sungguh pergi meninggalkan kediaman kediaman Gery Selay. Sementara itu, keluarga tersebut seketika terduduk di lantai setelah kepergian mereka. "Apa mereka masih waras?" ujar Rose dengan pandangan entah ke mana merasakan lemas di tubuhnya.
"Kau lihat sendiri 'kan! Bahkan tanpa keluarga Bannerick, Jesslyn Light sudah menjadi wanita yang berbahaya. Ditambah sekarang dua keluarga itu bersatu. Masih untung kau tidak kehilangan nyawa seperti saudaramu!" ucap Gery Selay memperingatkan Rose.
__ADS_1
"Maafkan aku, Ayah."
To Be Continue...