Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Dasar Kolot


__ADS_3

Setelah menyelesaikan segala urusan di Negara X, Jessi dan Nich lantas kembali ke Negara N tanpa membuang waktu. Jessi kembali menyerahkan segala keputusan perusahaan kepada sang kakak dan bersyukur karena Jane bersedia di operasi nantinya. Meskipun ingin rasanya dia menemani sang kakak di masa sulit, tetapi kini bukan kapasitasnya melakukan hal itu dan biarkan Damien saja yang menjalankan perannya sebagai suami. 


Setibanya di Negara N para harimaunya sudah kembali ke kediaman Light. Ada sedikit rasa nyeri di saat mengingat kembali kematian salah satu kucing kesayangannya, tetapi ternyata Gery Selay cukup tahu diri dan mengganti dengan sepasang serigala putih untuk Jessi sebagai permintaan maaf. 


Sejenak Jessi menghela napas panjang melihat hewan-hewan peliharaannya saat ini yang belum bisa membuat moodnya kembali naik. "Maurer, kenapa mereka asyik sekali bermain?" tanya Jessi yang duduk di sebuah kursi ayunan, bersama Maurer di sampingnya. 


"Karena mereka hewan, Nyonya," jawab Maurer. 


Tanpa terasa usia kandungan Jessi sudah menginjak tujuh bulan, semangat dalam menjalankan resepsi pernikahan yang sebelumnya membara, kini terkikis sudah sedikit demi sedikit. Padahal semuanya telah disiapkan oleh Gery Selay sejak bulan lalu, tetapi wanita tersebut selalu saja menunda karena malas dan memilih berlama-lama di Negara X saat itu. 


“Bagaimana kondisi Light Resto saat ini?”


“Baik, Nyonya. Olivia menjalankan semuanya sangat baik sambil sesekali dibantu oleh George."

__ADS_1


"George?" Untuk sejenak Jessi menatap Maurer di sampingnya dengan tatapan tak biasa. Entah mengapa firasatnya kembali berkata akan ada sesuatu yang seru ke depannya. Tanpa terasa sebuah senyum gila kembali tercetak di wajah cantik  Jessi yang membuat Maurer mengernyitkan dahi. "Apa ada sesuatu yang aku lewatkan selama aku tidak ada di sini?" tanya Jessi dengan sedikit mendekatkan tubuhnya. 


"Apalagi yang Anda lewatkan selain pesta pernikahan yang terus mundur sejak bulan lalu?" 


"Cih, aku sudah malas melakukan resepsi. Apa kau mau menggantikan aku?" ujar Jessi dengan nada menggoda, tetapi cukup serius dengan ucapannya. 


"Jangan bercanda, Nyonya! Saya bahkan belum genap dua puluh tahun. Bagaimana bisa menggantikan Anda menikah? Pacar saja tidak punya." Maurer hanya bisa mencebikkan bibir melihat tingkah Jessi yang semakin hari semakin aneh saja. 'Apa Nyonya kesambet setan kebelet di Negara X? Kenapa semakin ngelantur saja?' Batin Maurer. 


"Mau tahu caranya mendapatkan pacar?" Jessi memberikan isyarat pada Maurer agar mendekat ke arahnya. "Ikuti aku nanti malam. Jangan lupa berpakaian seksi!" bisiknya di telinga gadis tersebut tanpa rasa bersalah. 


Malam harinya Jessi sungguh bersiap menggunakan baju seksi yang membuat sang suami di atas ranjang mengernyitkan dahi. "Sweety, apa kau akan pergi?" 


"Iya, membantu Maurer mencari jodoh," jawab Jessi santai sambil memasangkan sebuah anting panjang di telinganya. 

__ADS_1


"Tanpa mengajakku?"


"Ini urusan perempuan, Sayang. Apa kau mau menggunakan dress jika tetap mau ikut bersama kami?" Kali ini Jessi hanya ingin keluar malam bersama Maurer dan bukan suaminya. Entahlah dia hanya merasa bosan dan perlu mencari hiburan, bisa gawat jika Nicholas bersikukuh untuk ikut.


"Kau yakin Maurer yang ingin mencari jodoh bukan dirimu?" Nicholas tampak memicingkan mata menatap dengan embusan kemepul asap cemburu di kepala. Dia sungguh tidak rela istrinya yang berpenampilan super terbuka keluar rumah seperti itu. 


"Iya, apa ada yang salah dengan penampilanku, Sayang. Bukankah aku cantik?" ujar Jessi sambil memutar tubuhnya hingga bagian bawah dress yang dikenakan tampak mengembang memerlihatkan paha mulusnya. 


Tanpa membuang waktu karena merasa geram, Nicholas lantas berdiri dari posisinya dan mendorong tubuh sang istri kembali ke walk in closet. "Pokoknya aku tidak mau tahu. Kau tidak boleh keluar dengan pakaian seperti ini, apalagi tanpa diriku! Cepat ganti pakaianmu!" 


"Tapi, Nich. Aku nyaman menggunakan pakaian ini." Jessi berusaha menolak perintah suaminya, tetapi pria tersebut tampaknya sedang tidak bisa diajak bernegosiasi karena kemarahan terlihat jelas di wajahnya.


"Tukar atau jangan keluar sama sekali!" tegas Nich dengan sorot tajam yang membuat sang istri seketika mengerucutkan bibir.

__ADS_1


"Dasar Kolot. Penyakit Damien sepertinya menular pada suamiku, menyebalkan!" gumam Jessi dengan kesal sambil kembali melangkah untuk mengganti pakaian sesuai perintah suaminya.


To Be Continue..


__ADS_2