Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Keinginan Bumil


__ADS_3

Meskipun kasino adalah tempat yang ramai, tetapi situasi di Casino Light sangat kondusif. Jika hendak mencoba bermain, jangan pernah berpikir untuk curang. Di sini, petugas dan pelayan kasino kerap mondar-mandir berkeliaran. Begitu pun ribuan kamera pengawas di setiap sudut langit yang mengamati segala jenis pergerakan.


Tak jarang banyak tamu yang membuat kerusuhan karena tak terima dengan kekalahan. Apalagi mereka pecandu perjudian, tak heran jika hartanya habis hanya untuk mengikuti nafsu setan.


Ada baiknya sebelum bermain di kasino, tentukan terlebih dulu seberapa besar uang yang ingin dihabiskan. Jangan pernah terlena dengan kemenangan di permulaan, merasa yakin bisa melipatgandakan uang dengan menambah beberapa kali permainan.


Lantaran seperti pepatah asing mengatakan, 'the house will always win'. Artinya 'Tak peduli seberapa besar uang taruhan yang telah dihabiskan, pada akhirnya bandar akan selalu menang'.


Keceriaan tergambar jelas di wajah Jessi. Dia mencoba berbagai permainan slot mulai dari jackpot terkecil hingga yang paling besar tawaran hadiahnya.


"Yes!" Wanita tersebut bersorak senang ketika berhasil mememangkan satu kali permainan dari dua puluh kali dia mencoba. Meskipun hasilnya tidak seimbang dengan apa yang dikeluarkan, tetapi hal itu bukanlah suatu masalah karena semua uang yang wanita tersebut gunakan adalah milik sang suami–Nicholas.


Sementara itu, Nich hanya bisa menatap pasrah ketika istrinya menggamburkan banyak uang di kartunya. Lagi pula tempat ini milik Jessi, sama halnya jika mereka hanya mentrasfer melalui tempat ini.


"Bosan." Wanita tersebut lantas kembali mengedarkan pandangan ke segala arah. "Aku mau yang itu, Sayang."


Bosan dengan permainan slot Jessi beralih menarik lengan suaminya ke meja roulette. Hanya saja dalam permainan ini dia tidak bermain sendirian, tetapi ada pula beberapa orang yang ikut memasang taruhan di sana.


Roulette adalah sebuah permainan judi dengan metode, seorang bandar memutar roda itu ke sebuah arah, lalu melemparkan sebuah bola ke arah yang berlawanan pada sebuah permukaan bulat yang dimiringkan, sehingga berputar mengelilingi roda itu. Bola itu akhirnya jatuh di permukaan roda, pada salah satu dari 37 kotak-kotak berwarna dan berangka pada roda tersebut–dalam permainan roulette Eropa.



Setiap permainan roulette diharuskan menebak angka atau jenis kotak yang merupakan tempat di mana bola akan mendarat. Untuk melakukannya, ada berbagai macam taruhan yang dapat dibuat. Pertama, taruhan bagian dalam di mana koin yang diletakkan pada angka-angka tertentu, secara umum memiliki peluang mendapatkan hasil yang lebih baik.


Taruhan straight up pada sebuah angka, dengan hasil 35 berbanding 1. Taruhan split pada dua angka, dengan hasil 17 berbanding 1. Taruhan street pada tiga angka, dengan hasil 11 berbanding 1.


Bertaruh pada tiga angka dapat dilakukan dengan hanya satu keping koin. Taruhan dapat diletakkan pada ujung dari sembarang street –suatu baris kotak dari tiga angka yang berurutan–di meja permainan. Taruhan corner pada empat angka, dengan hasil 8 berbanding 1. Keping koin diletakkan pada garis batas dari keempat angka tersebut.

__ADS_1


Taruhan six line pada enam angka, dengan hasil 5 berbanding 1. Keping koin diletakkan pada tepi dari dua buah street yang berdekatan.


Selain itu masih ada lagi taruhan bagian luar, tetapi jumlah kelipatan kemenangan akan menjadi lebih sedikit karena hanya menebak di antara angka berapa bola tersebut akan berhenti. Ada pula menebak warna merah atau hitam dan ganjil apa genap tempat berhentinya. Hal itu pula yang menjadikan kelipatan koin yang akan mereka menangkan dalam taruhan menjadi berbeda.


Tak perlu banyak waktu, Jessi langsung mencoba meletakkan 5 koinnya di taruhan bagian luar. Yaitu antara angka 13 sampai 24.



Bandar langsung menekan tombol pemutar dan meletakkan bola di putaran itu. Namun, sayangnya benda tersebut berhenti di angka dua belas, sehingga koinnya pun diambil oleh bandar dan hanya beberapa orang yang bertaruh sesuai dengan angka itu yang mendapatkan kembali modal mereka.


"Tak apa! Tak apa! Kita coba lagi." Jessi menyemangati dirinya sendiri, kemudian meletakkan kembali koinnya di empat tempat taruhan bagian luar. Masing-masing berisikan lima koin, sehingga total semua taruhannya ada dua puluh.


Roulette kembali di putar, hingga beberapa saat kemudian bola itu malah berhenti di angka nol. Artinya sekali lagi Jessi tidak mendapatkan apa pun.


"Yak! Apa kau mempermainkanku?" Jessi mendengus kesal sambil menunjuk alat permainan itu, hingga membuat beberapa orang yang bermain bersamanya dalam satu meje hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Jessi.


"Maaf, istri saya sedang hamil. Jadi, dia agak emosian." Nich yang merasa tidak enak dengan kawan semeja permainan itu pun meminta maaf dengan tingkah istrinya.


"Nak, coba biarkan suamimu yang bermain! Mungkin keberuntunganmu ada padanya," saran seorang pria tua di meja permainan itu.


"Sayang, aku harus meletakkan di angka berapa?" Jessi langsung menatap suaminya dengan ekspresi manjanya.


"Terserah kau saja, asalkan senang." Nich bermaksud untuk membiarkan istrinya bermain sampai puas, tetapi wanita tersebut langsung membuang muka ke arah pria yang tadi memberi nasihat dengan wajah berang.


"Kau lihat, Pak Tua! Suamiku bahkan tidak mau membantuku." Jessi berdecak kesal sambil mengeluarkan tanduk di kepalanya. "Menyebalkan!"


Para orang tua itu pun hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah sepasang suami istri tersebut. Sementara itu, Nich yang mendengar keluhan istrinya mau tak mau menebak dengan asal. "Lima."

__ADS_1


Jessi memicingkan mata menatap ke arah suaminya yang terlihat asal menjawab. Lalu, melihat ke arah pria tua di sebelahnya lagi yang sudah mulai memasang taruhan.


Dia pun lantas kembali meletakkan lima koin di angka lima dan roulette kembali berputar. Secara ajaib bola tersebut sungguh berhenti di angka lima, sehingga Jessi memenangkan taruhan sebanyak 175 koin.


Wanita tersebut langsung girang dan memeluk ke arah suaminya dengan raut wajah bahagia. "Kau memang keberuntunganku."


"Senang?" tanya Nich sambil mengelus punggung istri dalam pelukannya. Wanita itu dengan cepat mengangguk. "Sudah puas? Ayo kita pulang!"


Pria tersebut melihat jam di pergelangan tangannya, tak terasa sudah tiga jam mereka menghabiskan waktu di kasino ini, hingga waktu sudah hampir pagi.


"Sebentar! Sekali lagi." Jessi kembali ke meja roulette, lalu menatap suaminya. "Sayang."


Nich hanya bisa mengembuskan napas perlahan dan menjawab sekenanya. "Dua puluh tiga."


Pria tersebut hanya menebak karena memang tidak ada trik khusus dalam permainan ini dan hanya mengandalkan keberuntungan. Namun, Jessi segera meletakkan semua koin miliknya di angka dua puluh tiga dan kembali bertaruh.


Roulette pun kembali berputar, dengan jantung yang berdegup kencang Jessi mencoba untuk menyemangati diri sendiri. "Dua puluh tiga, dua puluh tiga, dua puluh tiga."


"Yei!" Wanita tersebut langsung bersorak girang di kala bola sungguh berhenti di angka dua puluh tiga. Dia pun segera menangkupkan kedua tangan di pipi suaminya dan mencium bibir Nich berulang kali.


Tingkah sepasang suami istri tersebut membuat para pensiuanan di meja itu hanya bisa menggelengkan kepala melihat keromantisan di meja perjudian.


"Senang?" tanya Nich.


Jessi mengangguk dengan cepat. "Sebentar!" Wanita tersebut lantas menyerahkan seluruh koin miliknya kepada para pria tua yang masih bermain.


"Nah, untuk kalian. Terima kasih sudah menemaniku bermain." Dia lantas melambaikan tangan kepada mereka dan bergerak meninggalkan meja perjudian untuk melangkah keluar bersama sang suami.

__ADS_1


Keinginannya sudah terpenuhi, sehingga dia tak lagi merengek menginginkan sesuatu karena melihat wajah lelah suaminya.


To Be Continue....


__ADS_2