Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Rosa


__ADS_3

Seorang pria bergegas meninggalkan lokasi dengan panik layaknya tamu undangan lainnya. Dia melangkah menuju sebuah mobil di mana seorang wanita sudah menunggunya di sana.


"Kita gagal," ujarnya sambil meletakkan bokong di kursi dan menutup pintu dengan keras.


"Apa?" Wanita tersebut membelalakkan mata menatap ke arah pria tersebut dengan tajam. "Bagaimana itu bisa terjadi?"


"Kita bahas nanti. Cepat pergi sebelum mereka menemukan kita!" ujar pria tersebut sambil memasang sabuk pengaman di tubuhnya.


Wanita tersebut hanya bisa mengangguk dan segera menancap pedal gas meninggalkan lokasi. Lagi pula kehadirannya tadi sudah diketahui orang lain tadi. Bisa bahaya jika mereka tetap berada di tempat itu terlalu lama.


Di sisi lain, setelah kepergian Jessi, Nich bergegas memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari tahu siapa yang berani mengacaukan acaranya. "Jika satu jam aku belum mendapatkan kabar, jangan harap kalian masih menatap hari esok! Terutama kau!" tunjuknya pada Willy.


"Ba–baik, Tuan." Willy hanya bisa menjawab dengan terbata-bata. Baru kali ini dia melihat sisi di mana tuannya terlihat begitu mengerikan dalam menghadapi masalah. Apalagi pria tersebut tidak pernah mengetahui sisi lain dari bosnya selama ini.


"Bawa dia bersama kalian!" ucap Nicholas pada anak buah Jessi.


Mereka pun mengangguk serentak dan bergegas menjalankan tugas, sedangkan Laura di samping Nich segera menenangkan putranya yang terlihat sangat emosi. "Tenanglah, Son! Kita pasti bisa menemukan orang yang berniat mencelakai Jessi."


Pria tersebut hanya mengangguk sambil mengatur kembali napasnya yang tak beraturan. "Aku akan menghancurkan tanpa sisa jika sampai menemukannya."


"Kira-kira siapa yang masih memiliki dendam dengan istrimu, Son?" tanya Michael.

__ADS_1


Nicholas hanya bisa menggeleng kecil. Sejauh ini semua musuh istrinya sudah mendapatkan balasan yang setimpal, sehingga dia sendiri tidak mengerti siapa orang itu. Berani sekali mencari masalah hingga membeli nyawa manusia untuk membawa bom bunuh diri.


Melihat ekspresi Nicholas, kedua orang tuanya hanya bisa mengelus punggung putra mereka dengan lembut. "Kita pasti bisa menemukannya."


Berbeda dengab Nicholas yang masih mencari tahu keberadaan musuh istrinya. Sepasang pria dan wanita sudah kembali ke rumahnya. Namun, hal baik ternyata belum juga menyapa keduanya. Setibanya di kediaman seorang pria paruh baya sudah menanti dengan duduk di kursi sambil bersilang kaki.


"Dari mana saja kalian?" tanya pria tersebut dengan wajah datar.


"Bukan urusan, Ayah!" jawab wanita tersebut.


Pria paruh baya tersebut lantas berdiri dari posisinya dan membanting koran di tangan dengan keras ke atas meja. Hingga membuat sang istri di sampingnya terlonjak kaget melihat kemarahan sang suami.


"Bukan urusanku kau bilang?" Pria tersebut lantas melangkah mendekati putrinya dan langsung mengayunkan tangan hingga sebuah tamparan keras mendarat di pipi wanita tersebut. "Bukankah aku sudah memberimu peringatan agar tak ikut campur urusan adikmu dan menyentuh mereka!"


Sebuah tendangan dari Gery Selay mendarat dengan keras di kaki pria muda tersebut. Namun, belum puas dia melampiaskan emosi putrinya sudah kembali menantang sang ayah. "Ini bukan salah dia, Ayah! Aku yang menyuruhnya melakukan hal itu!"


"Apa kau paham sedang berurusan dengan siapa kali ini, hah?" Rasa geram akan sikap putrinya yang selalu membuat masalah tak lagi mampu dia tutupi, sedangkan istrinya di belakang hanya bisa mengusap punggung pria tersebut.


"Sudahlah, Yah! Bukan salahnya juga, lagi pula dengan kekuasaanmu bukan hal sulit untuk menutupinya," ujar sang istri.


"Menutupi kau bilang?" Gery menatap tajam ke arah istrinya dengan mata yang melebar sempurna dan otot leher menegang. "Berapa kali aku harus menutupi semua kesalahan Rosa, hah? Tapi, putrimu yang tidak tahu diri malah mencari masalah dengan orang itu! Harusnya kalian sadar seberapa seriusnya semua ini!"

__ADS_1


"Apa hebatnya keluarga itu, Yah? Bukankah—" Belum sempat Rosa melanjutkan kalimat, Gery sudah kembali melayangkan sebuah tamparan keras di sebelah pipi putrinya.


"Jaga bicaramu!" Tangan Gery sampai bergetar hebat karena semua ini. Dia tak habis pikir bagaimana jalan pikiran putri tirinya tersebut.


Rosa Selay, putri tiri dari Gery Selay. Dia merupakan saudara kembar dari Rossi Chasney yang terpisah akibat perceraian kedua orang tua mereka. Rossi hidup bersama ayah kandungnya, sedangkan Rosa mengikuti ibunya yang kemudian menikah dengan Gery Selay sang pejabat kaya raya.


Meskipun terpisah, selama ini keduanya berkomunikasi dengan baik. Bahkan tak jarang Rosa membantu perekonomian ayah dan adiknya tersebut. Hingga dia mengetahui jika saudara kembarnya sudah tewas karena seorang wanita yang membuatnya menyimpan dendam.


Apa yang dilakukan lambat laun diketahui oleh Gery, hingga pria tersebut memotong fasilitas dan malah menjadikannya pemberontak yang selalu mencari masalah.


Melihat banyaknya kesalahan Rosa yang berimbas memperburuk reputasi Gery, pria tersebut akhirnya meletakkan seorang penjaga di samping putrinya. Namun, kini keduanya malah kembali mencari masalah. Hal yang sangat membuatnya pusing bukanlah keluarga Bannerick, melainkan Jesslyn Light. Dia sudah melihat sendiri bagaimana kekejaman wanita tersebut kepada musuh-musuhnya.


Gery Selay juga tahu, jika apa yang terjadi dengan Barron Night dan Jerry Morning adalah hasil dari perbuatan wanita tersebut. Namun, dia memilih bungkam demi keselamatannya sendiri. Akan tetapi, kini putrinya malah mencari masalah.


Tak lama kemudian, suara benturan keras di wilayah kediaman Gery layaknya gerbang yang didobrak paksa membuat pria tersebut seketika membelalakkan mata. "Matilah kita! Dia sudah menemukanmu!"


To Be Continue....


Hai Hai Hai.


Ada yang mengira seperti ini??

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan ikuti juga grup rissa audy di beranda depan ya. Masih anget karena baru diajukan siang tadi.


Terima kasih untuk yang bersedia menanti.


__ADS_2