Dangerous Woman Jesslyn

Dangerous Woman Jesslyn
Keluarga Alexander ( Part.1 )


__ADS_3

"Bagaimana bisa aku menikahimu jika aku adalah pamanmu?" Alex berbicara sambil tersenyum.


"Paman? Tapi aku tidak punya bibi?"


Alex menggaruk pangkal hidungnya, ternyata berbicara dengan Jessi sama menyebalkannya seperti berbicara dengan Samantha.


"Aku adalah saudara dari ayahmu. Kami adalah kembar. Jadi, kau bisa memanggilku Paman, ungkapnya.


Mendengar ucapan pria di depannya ekspresi Jessi langsung berubah. "Apa kau mengenal keluargaku?"


Alex mengangguk. "Sangat mengenal karena aku juga keluargamu!"


"Bagaimana bisa aku percaya padamu? Jika aku bahkan tak pernah bertemu denganmu selama hidupku!" Firasat Jessi berkata buruk dengan hal ini, dia merasa harus menyiapkan mentalnya kali ini.


"Aku akan bercerita sebentar!" Alex lantas mulai bercerita.


Dahulu kala, di Negara N ada sebuah keluarga yang harmonis dan romantis. Dialah Keluarga Alexander, mereka tinggal di sebuah rumah mewah di kawasan terpencil di negara itu.


Rumah itu dihuni oleh sepasang suami istri David Alexander dan Samantha. Mereka memiliki dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan yang berusia delapan tahun lebih muda dari kakaknya.


Anak itu diberi nama Demian Alexander dan juga Jenifer Alexander. Kehidupan mereka sangat baik, kadang kala orang tua mereka juga menginap di sana demi bertemu dengan cucu-cucunya.


David adalah seorang Jaksa Eksekutor, dia berperan sebagai pelaksana putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (eksekutor) dalam perkara pidana. Di mana jaksa ini bertindak untuk dan atas nama negara atau pemerintah dalam kasus tata usaha negara.


David adalah orang yang jujur, dia terkenal sudah banyak menjebloskan para pejabat bermasalah ke dalam penjara. Bahkan ada yang sampai dihukum mati. Mereka menyebutnya Dewa Keadilan.


“Suatu hari, aku tengah merintis bisnisku sendiri di Negara X, tiba-tiba aku mendapatkan pesan darurat dari kakakku. Dia memintaku untuk kembali, menjaga kedua anaknya dan mengubah identitas mereka.” Alex menghela napasnya sejenak.


Dave pergi ke Negara X semenjak pernikahan kakaknya dan Samantha. Dia hanya sesekali kembali ke Negara N untuk menjenguk keluarganya.


Dave dan David adalah saudara kembar identik. Karena permintaan kakaknya pula dia ikut mengubah namanya dari Dave Alexander menjadi Alex Barrack, dan Demian Alexander menjadi Damien Barrack.


“Ketika aku kembali ke rumah mereka, aku hanya menemukan rumah kosong tak berpenghuni. Aku sendiri bingung dengan apa yang terjadi dengan mereka? Aku mencari kalian di seluruh sudut rumah itu. Namun, hanya Damien yang aku temukan tergeletak tak berdaya di sebuah ruang sempit.”


Damien mendekati Alex. Dia menggenggam erat tangan keriput itu. “Saat itu aku langsung membawanya ke rumah sakit, dia mengalami dehidrasi karena lama menungguku datang. Dia bilang pelayan kalian sudah berpesan agar tidak keluar apa pun yang terjadi."


"Namun, ketika aku mencarimu kembali aku sudah tidak menemukanmu di tempat-tempat kalian biasa bersembunyi. Jadi, kami berusaha mencarimu hingga sekarang.” Alex menundukkan kepalanya, dia merasa gagal menjalankan amanah dari kakaknya.

__ADS_1


Alex membawa Damien pindah ke Negara N, mereka tinggal di daerah yang berlawanan dengan tempat tinggal Jessi dulu. Mereka juga hidup berpindah-pindah tempat demi mencari Jennifer yang hilang.


“Apa kau pernah mencari tahu penyebab Keluarga Alexander itu menghilang?” Jantung Jessi berdegup kencang saat ini. Nich menggenggam tangan wanitanya mengetahui Jessi sedang dalam kondisi yang tidak baik saat ini.


Alex mengangguk. “Aku pernah melakukannya dengan menyewa seorang Detektif Swasta. Namun, kabar buruk juga yang aku dapatkan. Dia dan istrinya mengalami kecelakaan dan kendaraannya masuk ke jurang.”


Jessi menyipitkan matanya mendengar itu. "Kau menyewa detektif dan dia juga meninggal bersama keluarganya?"


Alex mengangguk. "Sejak itu aku sadar, jika kejadian ini sengaja dilakukan oleh seseorang yang tidak aku ketahui. Karena itu juga aku terpaksa mengawasi Damien dari jauh agar mereka tidak menemukannya."


"Aku tidak tahu masalah apa yang membuat keluarga Alexander hilang dalam semalam, bahkan beritanya juga tidak muncul di satu pun laman koran. Seolah keluarga kita tidak pernah ada di kota ini." Alex meletakkan tangan tuanya di pipi Jessi. "Ini adalah wajah Samantha saat pertama kali kami bertemu. Aku bahkan tidak memerlukan tes apa pun demi membuktikannya."


"Tapi aku perlu bukti!"


Alex kembali menghela napasnya, memang tidak mudah ketika seseorang tiba-tiba datang dan mengakuinya sebagai keluarga.


"Mungkin kau memiliki sebuah kalung pemberian ibumu!" Alex mengangkat kepalanya, dia mengingat tentang kalung yang selalu dipakai Samantha dahulu.


"Kalung! Kalung apa?"


Jessi menatap Nich, dia merasa tidak pernah memiliki kalung seperti itu.


"Kau bisa menanyakannya pada nenek nanti!" ujar Nich.


"Kau memiliki keluarga di sini, Nak?" Alex memegang tangan Jessi.


"Iya, aku masih memiliki seorang nenek dan juga kakak angkat."


"Bagaimana kalau kita menemuinya?" Damien memberikan saran.


Jessi menoleh ke arah Nich kembali. Prianya hanya mengangguk. "Baiklah! Ayo kita ke rumahku!"


Mereka lantas berdiri, tetapi Jessi menahan tangan Nich. "Kalian keluarlah terlebih dahulu!"


Alex dan Damien meninggalkan ruangan itu terlebih dahulu. Nich kembali meletakkan bokongnya di sofa. "Ada apa, Sweety?"


"Nich, aku merasa mereka tidak berbohong!" Jessi masih merasa lemas di tubuhnya mengetahui kenyataan yang tak pernah dia ketahui sebelumnya.

__ADS_1


Nich menarik tubuh Jessi, membawanya ke dalam dekapannya. "Tenanglah! Ada aku bersamamu!"


Tanpa sadar buliran hangat mengalir di pipi Jessi, dia sedikit syok mendengar kenyataan ini. "Bagaimana jika bener keluargaku dibantai seseorang? Apa yang harus aku lakukan, Nich?"


Nich mengusap punggung wanitanya, memberikan ketenangan padanya. "Kita akan mencari tahu nanti. Ingatlah ada aku di sisimu yang akan terus membantumu!"


Jessi mengangguk, dia menyerahkan kunci motor di sakunya kepada Nich. "Bisakah kau mengendarai motor! Aku sedang ingin menghirup polusi!"


Nich menyentil dahi Jessi. "Kau memang pandai merusak suasana!"


Jessi hanya mengusap-usap dahinya, sambil mengerucutkan bibirnya.


Cup.


"Sudah aku katakan, jangan menunjukkan ekspresi itu di sembarang tempat!"


"Aku hanya melakukannya di depanmu!"


Nich tersenyum mendengar pengakuan Jessi, dia lalu mengambil kunci motor di tangan kekasihnya ini. "Aku akan berganti pakaian sebentar."


Nich masuk ke dalam ruang pribadinya, dia mengganti setelan jasnya dengan pakaian casual, dia keluar ruangan sambil mengenakan jaket hitam di tubuhnya.


Jessi melihat penampilan Nich yang berbeda dari biasanya, dia kini terlihat lebih muda. Membuat Jessi terpesona untuk beberapa saat.


"Ekhem ... ayo cepat!" Jessi langsung berdiri dari kursinya, dia tidak ingin terlalu larut dalam pesona Nich.


Sepanjang perjalanan ramai karyawan yang memperhatikan mereka. Pasangan paling fenomenal di Bannerick Group, dengan penampilan mereka yang serba hitam dan Casual. Mereka terlihat seperti sepasang remaja yang sedang memadu cinta.


Nich melangkah di lobby gedung dengan menjinjing helm di tangan kirinya dan menggenggam tangan Jessi di sebelah kanannya. Terlihat Alex dan Damien sudah menunggu mereka di dalam mobil.


"Kalian ikuti kami! Kami akan pergi menggunakan motor." Nich lalu memasangkan helm di kepala Jessi dengan senyum yang selalu mengembang di wajahnya.


Semua orang yang menyaksikan adegan itu dibuat meleleh dengan keromantisan Nich dan Jessi. Termasuk Alex dan Damien, mereka tersenyum melihat pasangan yang serasi itu.


Setelah membantu Jessi, dia mengenakan helmnya sendiri, lalu menaiki motor besar itu. Nich melingkarkan tangan wanitanya di perutnya. "Pegangan yang erat!"


TBC.

__ADS_1


__ADS_2