
Pagar besi gagah dan tinggi kini roboh untuk kedua kali. Dirusakkan oleh orang yang sama hanya dalam hitungan bulan. Jessi seakan tak bisa jika harus bertamu secara baik-baik karena pihak Gery sendiri sudah berani menghancurkan pesta pernikahannya.
Setibanya di pelataran kediaman Gery, Jessi dan Laura turun dari truk disambut tatapan tajam dari Nicholas. Pria tersebut berdiri di depan mobil dengan berkacak pinggang menatap keduanya. "Bisakah kalian jelaskan padaku apa maksudnya semua ini?"
Jessi seketika mengatupkan bibir ke dalam mulutnya agar terkunci rapat, otaknya memikirkan bagaimana caranya agar sang suami tidak murka atas apa yang mereka lakukan. Perlahan langkah kaki wanita tersebut bergerak mendekati Nicholas dan bergelayut manja di lengan pria itu. "Sayang, maafkan aku dan Mommy. Ini semua karena Baby yang ingin ikut menikmati pertunjukan," ujarnya seraya mengerucutkan bibir agar suaminya mau mendengarkan.
Benar saja, alasan Baby selalu membuat Nicholas menghela napas panjang. Sejenak pria tersebut menelisik wajah istrinya, kenapa Jessi selalu saja mengidamkan hal yang tidak wajar. "Benar permintaan Baby?"
Sang istri mengangguk dengan cepat, sedangkan Laura meminta anak buah yang lainnya untuk membuka pintu sangkar truk berisikan harimau di dalamnya tanpa menghiraukan sepasang suami istri yang masih saling berdiskusi.
"Baiklah ayo!" Nicholas akhirnya memilih mengalah. Lagi pula mereka sudah sampai di sini. Apa lagi yang perlu dikhawatirkan.
"Ayo!" Jessi melangkah sambil menggandeng tangan suaminya, tetapi berhenti sejenak untuk melihat para harimau yang turun. "Apa kalian sudah siap?" tanyanya pada para harimau itu.
__ADS_1
"Kalian boleh mengacaukan tempat ini. Tapi, jangan membunuh siapa pun, ingat!" Para harimau hanya menyahut Jessi dengan auman cukup keras dan mengerikan.
Suaranya auman tersebut bahkanbisa didengar sampai ke dalam rumah di mana para penghuninya hanya berani mengintip di balik tirai sambil bersembunyi. "Apa yang harus kita lakukan, Yah?" tanya Rosa kepada Gery Selay.
"Baru sekarang kau merasa takut? Di mana keberanianmu tadi, hah?" jawabnya sembari berbisik.
"Aku mana mengira dia akan menemukanku secepat itu. Lagi pula apa itu yang mereka bawa?" Rosa dan Ibunya seketika membelalakkan mata tak kala mendengar auman harimau berulang kali di rumahnya. Bukan hanya itu, tetapi ukurannya yang bahkan lebih besar dari tubuh manusia seketika membuat nyali Rosa menciut.
"Bukankah sudah Ayah bilang jangan bertindak gegabah? Lihat hasil perbuatanmu sekarang! Harusnya kau duduk diam di rumah dan tak perlu ikut campur dengan urusan mereka! Semua ini pasti tak akan terjadi." Berulang kali mereka mengintip di balik tirai. Namun, sayangnya Jessi dan Nicholas bukanlah orang yang sabar dalam bertamu.
"Jangan-jangan! Aku mohon jangan makan aku!" Rosa memohon sambil menangkupkan kedua tangannya. Sebelumnya dia sudah mendengar dari pengawal jika kegagalan mereka terjadi karena orang suruhan dimakan harimau dan Rosa tak ingin hal itu terjadi padanya.
Sementara itu, Jessi dan Nich melangkah memasuki kediaman tersebut dan langsung duduk di ruang tamu tanpa menunggu dipersilakan. "Selamat sore, Tuan Gery Selay sekeluarga!" Wanita tersebut melambaikan tangan ke arah mereka, sedangkan pandangannya berhenti di kala melihat seorang perempuan yang sangat mirip dengan Rossi. Namun, hal itu jelas mustahil karena Brian sendiri yang mengaku sudah membunuh wanita itu.
__ADS_1
"Nona, Tuan. Aku mohon maafkan tindakan Putriku!" Gery Selay langsung bersimpuh di hadapan sepasang suami istri tersebut membuat Jessi hanya tersenyum miring menanggapinya.
"Jadi, kau mengakui jika itu adalah kesalahan keluargamu? Sepertinya aku tak perlu repot-repot menyadarkan kalian." Jessi mengambil toples kaca berisikan makanan ringan di meja tersebut dengan santai, seakan rumah itu adalah miliknya sendiri. Hal tersebut tentu saja membuat Laura menggeleng kecil melihat tingkah menantunya. Ternyata Jessi memiliki gaya berbeda dalam pembalasannya kali ini.
"Nona, maafkan aku! Aku mohon jangan biarkan harimau ini memakanku!" Suara teriakan Rosa yang takut akan harimau di atasnya terdengar begitu jelas.
Mereka menjilati pipi wanita tersebut layaknya seekor anjing pada majikannya. Namun, hewan itu jelas lebih mengerikan daripada anjing, sehingga mampu membuat Rosa pucat pasi karenanya. Niat hati ingin melarikan diri setelah menyerang, kini malah dirinya sendiri yang diserang secara terang-terangan.
"Sayang, haruskah aku memaafkan mereka?" tanya Jessi kepada Nicholas sambil menyuapkan makanan ringan ke mulut suaminya.
"Jangan dimaafkan! Orang-orang seperti mereka pantas diberi pelajaran!" Laura lebih dulu menjawab sebelum putranya. Sebuah jawaban yang membuat satu keluarga tersebut membelalakkan mata karena kalimatnya. Mati sudah mereka jika sampai Jessi sungguh tidak mau memaafkan kesalahan Rosa.
To Be Continue...
__ADS_1
Maaf ya teman-teman. Up nya sedikit karena satu keluarga lagi sakit.
Semoga di manapun teman-teman berada selalu diberikan kesehatan.