
Sang surya telah menampakkan cahaya, berpusat ditengah menandakan bahwa hari telah siang. Grand Opening Jaguard Guard 2 telah bermula. Banyak wartawan yang menghadiri acara pembukaan perusahaan jasa keamanan baru terbesar di Negara N.
Para tokoh petinggi mulai berdatangan, terutama mereka yang berada di bidang kepolisian dan militer. Perusahaan besar turut andil meramaikan acara, termasuk Bannerick Group karena pada dasarnya sebuah usaha pastilah memerlukan jasa pengamanan yang bagus jika ingin tetap bertahan.
Banyak orang yang berspekulasi jika pemilik tempat ini memiliki hubungan baik dengan Tuan Muda Nich. Karena dia tidak pernah menghadiri undangan sebelumnya.
Banyak calon pengguna jasa yang ingin melihat kemampuan yang dimiliki Jaguar Guard. Baik dari kalangan artis, pebisnis, maupun pejabat yang biasanya memerlukan pengamanan ketat dalam keseharian.
Dengan sengaja Jessi meminta Jackson untuk mengundang Barron Night. Pria tua itu pasti tidak akan membuang kesempatan begitu saja. Mereka pasti akan bertindak untuk menghancurkan keluarga kecil itu.
Hari ini Jackson adalah tokoh utama dalam drama grand opening dibantu oleh Mario. Sementara, Jessi, George, Maurer, serta Olivia berada di balik panggung. Mereka mengamati jalannya kegiatan di sebuah ruangan yang luas, dengan banyak layar yang menampakkan kondisi di dalam mau pun persekitaran gedung itu.
Setiap anggota Jessi memasang earpiece di telinga untuk saling berkomunikasi, mereka mengerjakan sesuatu sesuai dengan perintah sang empu.
"Nona, seseorang menaiki Gedung C melalui tangga." Maurer menatap lekat layar di depannya dengan saksama.
"Olivia, pergi ke atap!"
"Baik, Nona." Wanita itu pergi membawa sebuah senapan Sako TRG 42 di tas punggungnya.
Jessi memang sudah melatih Olivia secara pribadi agar menjadi seorang sniper karena belum ada yang menguasai bidang itu selain dirinya. Oleh karena itu, wanita cantik ini tak hanya menguasai bela diri, tetapi juga seni persenjataan.
"Pantau yang lain lagi!"
Terlihat di layar beberapa orang yang tampak seperti wartawan tengah berkumpul di antara mereka.
"Dia!" Jessi menunjuk gambar seorang pria di layar. "Singkirkan!"
"Baik, Nona," ujar George.
George memberikan perintah pada anak buah di belakangnya untuk melakukan apa yang diminta Jessi.
Acara akan dimulai satu jam lagi, Jessi tidak akan membiarkan acaranya kacau karena siapa pun, terutama Barron Night dan antek-antrknya.
"Bagaimana kondisinya?" Jessi duduk dengan menyilangkan kaki, menatap layar sambil menyeruput kelapa muda segar.
Olivia yang berada di atap gedung A langsung mengambil posisi. Dia menembak orang suruhan Barron yang berada di sebrang bangunan tepat di kepala, membuatnya jatuh seketika. Suara tembakan sangat halus, membuat siapa pun tidak akan menyadari apa yang sudah terjadi.
"Atap aman," ujar Olivia.
"George urus mayat di atap!"
__ADS_1
"Baik, Nona."
Sementara anak buah George yang lain masih berusaha melumpuhkan lawannya. Mereka terlihat saling beradu kekuatan di basemen parkir.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya pembunuh.
"Kau tak perlu tahu!" Dia langsung melemparkan tiga buah Shuriken.
Senjata tersebut langsung tepat mengenai dahi, dada, dan kaki pembunuh, membuatnya langsung jatuh tak berdaya.
"Wartawan aman," lapornya.
"Urus mayatnya sekali! Jangan tinggalkan jejak!"
"Baik, Nona."
"Mario, cek lokasi sekitar sekali lagi!"
"Iya." Mario yang berada di lantai utama jalannya acara langsung bergerak menelusuri area lokasi. Dia berjalan sambil melihat apakah ada sesuatu yang mencurigakan.
Mario menelusuri bahkan hingga ke bagian catering, dia terbiasa dengan cara kerja Jessi yang detail. Terlihat seorang pelayan pengantar makanan bukan seperti pekerja pada umumnya.
"Nona, izin bertindak! Seorang pelayan catering di bagian konsumsi." Mario melaporkan sambil masih mengawasi gerak gerik pria tersebut.
"Hati-hati, dia membawa senjata! Jangan lakukan di keramaian!"
"Baik, Nona." Mario mengikuti lebih dahulu ke mana pria itu bergerak terlebih dahulu.
Kali ini Barron sungguh menyiapkan banyak rencana cadangan jika saja satu rencananya gagal. Mario mengubah ekspresinya, lalu memanggil pria yang di maksud.
"Kau!"
Pria itu menunjuk dirinya sendiri. Mario mengangguk membuat pelayan melangkah mendekatinya. "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?
"Pergilah ke tempat parkir! Ambil kue di dalam mobilku!" Mario menyerahkan sebuah kunci mobil kepada pria tersebut.
"Baik, Tuan."
Pria itu menerima kunci mobil Mario lantas berjalan menuju area parkir.
"Target menuju area parkir, Nona."
__ADS_1
"George, urus area parkir."
"Baik. Nona"
Tak selang beberapa waktu, George melihat target yang di maksud Jessi. Dia melemparkan Shuriken, tetapi orang itu mampu menghindarinya. Adu kekuatan pun tak terelakkan lagi, mereka saling menyerang satu sama lain. Namun, sama-sama berhasil meloloskan diri.
Pembunuh itu mengeluarkan pistol di balik bajunya. Dengan segera George menggunakan metode berlatih bersama kucing Jessi, dia berlari mendekati target, menggunakan mobil sebagai pijakan, lalu mendarat di bahu, dan memutar kepala target dengan cepat menyebabkan lehernya patah. Hal itu membuat pembunuh limbung, dengan segera George menebas leher musuh dengan belati seperti menyembelih hewan.
"Parkir, aman."
"Bereskan segera!" ujar Jessi.
"Lokasi clear." Mario selesai meninjau lokasi, tidak ada lagi orang yang terlihat mencurigakan.
"Jackson, waktunya pertunjukan."
Beberapa saat kemudian, pembawa acara mulai melakukan aksinya. Riuh tepuk tangan menambah ramai suasana pembukaan. Acara dilakukan di luar gedung sebagai bentuk peresmian nama perusahaan baru.
Sebuah pita di depan pintu masuk gedung menjadi tanda akan dibukanya perusahaan baru tersebut. Sambutan demi sambutan dilakukan oleh berbagai jajaran petinggi militer. Hingga tak lama kemudian, pembawa acara mengenalkan CEO baru untuk memberikan sepatah kata.
"Kita sambut CEO Jackson pemimpin Jaguar Guard 2," ujar pembawa acara.
Jackson berjalan ke atas mimbar, pria tampan berkepala empat itu masih terlihat berkharisma dan mempesona di mata kaum hawa.
"Terima kasih untuk setiap undangan yang sudah berkenan hadir di acara kecil kami ini. Tak banyak yang dapat saya sampaikan, tetapi saya ingin mengajak dua tamu undangan melalui undian untuk membantu saya memotong pita peresmian."
Sebuah wadah kaca di bawa ke hadapan Jackson, dia mengambil dua buah undian yang sudah di tentukan sebelumnya. Pembawa acara membacakan nama orang yang beruntung.
"Tuan Nicholas Bannerick, dari Bannerick Group." Riuh tepuk tangan di saat nama sang tuan muda di panggil. Dia pun berdiri dari duduknya dan bersalaman dengan Jackson layaknya partner bisnis pada umumnya.
Selanjutnya, pembawa acara menyebutkan nama kedua yang beruntung ikut memotong pita. "Tuan Barron Night, dari Kepala Departemen Kepolisian."
Riuh tepuk tangan kembali terjadi, Barron menyalami Jackson dengan rasa benci tentunya. Dalam hatinya bertanya-tanya, kemana perginya orang-orang suruhannya. Mengapa mereka belum juga menjalankan tugasnya.
Mereka bertiga memotong pita peresmian sebagai bentuk diresmikannya perusahaan Jaguar Guard 2 itu.
"Terima kasih untuk kedua tamu terhormat yang sudah bersedia membantu saya untuk memotong pita. Sebagai bentuk apresiasi dari kami, akan ada sedikit hadiah yang akan kami kirimkan ke kediaman kedua tamu terhormat," ujar Jackson.
Grand opening berjalan dengan lancar. Jessi tersenyum puas melihat ekspresi buruk di wajah Barron. Jelas dia terlihat sangat murka kali ini. Selanjutnya hanyalah acara hiburan pertunjukkan sebagai tambahan untuk menarik minat para konsumen pengguna jasa tentunya.
Banyak calon costumer yang sudah mulai mendaftarkan diri melalui website, mau pun langsung terutama kalangan artis.
__ADS_1
TBC.