DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
100. Membalas


__ADS_3

" Astaga...matanya melihat mana kenapa tiang besi sebesar itu ditabrak nya?" merasa konyol


segera berlari menghampiri Tania ...


"sejak kapan tiang ini menghalangi jalan?" ujar Tania setengah sadar.


" kenapa malah menyalahkan tiangnya?, tiang ini juga sebelum aku datang ke sini juga sudah ada!" Segera menggendong Tania dan segera membawanya kembali ke paviliun.


" Panglima, kenapa kepalamu ada 3 bukan kepalamu ada 5 eh 7...wah Panglima kau menjadi banyak!" berbicara tidak jelas.


" Haduh, kau memang tidak bisa membuat orang tidak khawatir!" menghela nafas.


" Eh...eh..eh...kenapa dengan Tantanku?, kau apakan menantumu?" khawatir berlebihan.


Panglima meletakan Tantan di sofa...


" Haiiih, aku sepertinya terlalu keras padanya!"


Panglima merasa kasihan .


" itu ,itu, kenapa kening Tantanku, benjol seperti itu apa kau menghajar menantuku?"


emosi jiwa meluap.


" ibu jangan berisik, dia menabrak tiang saat latihan!"


" Aduh, sayangku...kasihan ibu akan mengambil minyak untuk dioles ke keningnya aduh kenapa jadi begini?"


" Tak apa, dia harus melatih Fisiknya lebih kuat lagi, ini baru lari 100 putaran, belum yang lainnya waktu kita tidak banyak!" ujar Panglima.


" Duoooonggggg.....!" Maya memukul kepala Panglima dengan wajan.


"Aahhhh...ibu sejak kapan ada wajan ditangnmu?"


" Biar kau tahu ini wajan sama kerasnya dengan kepalamu!"


" Duooooong!!" memukul kan lagi.


" Eh... ibu kenapa memukul Panglima begitu keras?" Tania sudah mulai sadar dan berusaha untuk duduk.


" Aduh Tantanku...syukurlah kau sudah sadar, jika tidak aku akan memukul putraku sampai mati!" memeluk Tania.


" Ironis, ibuku tidak menginginkan ku!" Gumam Panglima.


" Diam kau brengsek, kau ini memang kejam tidak punya hati!, Kau Tahu Tantanku baru saja sembuh kau sudah membuatnya begini...aduh,aduh...malang sekali nasib Tantanku!" Drama berlebihan.


Tania masih kebingungan...ini sebenarnya bagaimana bisa begini.


panglima memegang keningnya, karna merasa Risi dengan ibunya yang sangat berlebihan.


" Ibu, ini urusanku dengan Tania, Ibu Sammy masih sakit ,ibu urus Sammy saja sanah!"


Panglima memanggil anak buahnya,


" Bawa nyonya besar dan adikku pulang ke kediamanku, sebelum aku berangkat bertugas jangan biarkan mereka datang ke paviliun ku!"


" Siap laksanakan!!"


" Eh, eh ...tidak bisa , aku harus menjaga Tantanku dari manusia besi ini ,lepaskan ,lepaskan!"


memberontak.


" Nyonya maaf ini perintah panglima!"


" Dasar anak sialan, lihat saja sampai kau menyiksa Tantanku!!" sangat kesal.


" Kakak tampan, itu kenapa kau sangat kejam pada bibi?" ujar Memei sangat heran.


" Memei, aku titip ibuku dan adikku ya?"


" Ah...yayaya selamat tinggal kakak cantik dan tampan!" Mei mei berlari menyusul Maya dan Sammy yang di bawa oleh anak buah panglima.


sekarang hanya tinggal Tantan dan panglima saja.


Tantan masih belum mengerti...

__ADS_1


" Apa yang kau lamun kan?" melambaikan tangan pada Tantan.


"Oh, apa aku baru bangun dari kematian?, kenapa ribut sekali?,itu ibu berbuat apa kenapa panglima menyuruhnya kembali?" masih bertanya - tanya.


Seingatku aku bukannya sedang berlatih dengan panglima lari 100 putaran...


Tania mencoba mengingat


Panglima memeluk Tania dengan Erat...


" eh....?" Tania terkejut.


" Aku harus bagaimana padamu?, sebenarnya aku sangat takut meninggalkanmu, untuk waktu yang tidak sebentar!" meneteskan air matanya.


" Panglima, kau menangis?"


" Sayang, tolong katakan!, aku harus bagaimana?"


semakin erat memeluk Tania.


Dia benar-benar takut, dan mengkhawatirkan ku?


apakah dia yang di hadapanku ini adalah Panglima?


" Panglima, jangan sampai orang tahu bahwa aku adalah kelemahanmu!, bukankah itu adalah yang terbaik?"


Benar, Jika orang lain tahu Dia adalah kelemahanku, maka orang pasti akan menargetkannya...


kenapa aku tidak memikirkan itu...


dalam hati panglima.


" Hmmm...maafkan Tania jika membuat panglima khawatir, namun Tania bukan Tania yang dulu!"


" Bagaimana kau meyakinkan ku?"


" Panglima di mana keyakinan mu padaku?, kenapa tiba-tiba hilang?"


" mmm...iya baiklah aku tahu!, sekarang bagaimana keadaanmu?"


" Hanya sedikit pusing saja ...!"


" Tak apa, aku hanya kurang siap saja hari ini , tenang saja aku ini hebat tahu!" menyombongkan diri


" Hahah.. baiklah aku sangat lega!, Istirahat lah aku akan memasakan makan lezat untukmu!"


" Baik ,aku merepotkan panglima!"


Hmmm...sangat meremehkan ku, aku hanya belum siap saja, hari ini kau sungguh sangat kejam panglima aku akan membalasmu!,


aku harus berpura-pura lemah hari ini...


heheheheheh...karna dirimu yang memaksaku untuk membalasnya...


Dalam hati Tania memiliki niat tidak baik.


setelah makan dengan baik dan di rasa Tantan sudah mendingan.


" Panglima...!"


panggil Tania manja.


" Iya sayang....!" menjawab dengan sepenuh hati.


wah dia seperti memiliki kepribadian ganda,


Tadi Di area latihan dia sungguh sangat kejam dan menakutkan, dan saat terlepas dari sana dia berubah menjadi Pria penuh kasih.


dalam hati Tania seakan tak percaya.


" Hmm... kemarin aku membeli make up baru"


" Iya kenapa?"


" Aku ingin mencobanya apakah itu sungguh make up terbaik atau tidak!"

__ADS_1


" Aku tidak melarangmu untuk berdandan sayang, tapi jangan sering-sering menggunakan riasan tebal...itu tidak cocok untukmu, lagi pula biarkan kulitmu itu bernapas dengan baik tanpa menggunakan riasan!"


" Baik aku tidak akan merias wajahku!" Penuh dengan semangat.


" Mmmm, Baguslah...jadi kedepannya kau hanya membeli untuk perawatan kulit saja agar tetap terawat, tidak perlu make up-make up tebal!"


"Iya lagi pula aku juga tidak pandai merias!"


" Hmmm lalu kenapa kau membelinya?"


" Untuk belajar berdandan!"


" Sudah ku bilang kau sudah sangat cantik seperti ini mau diapakan lagi?"


"Mmmmmm...tapi kan pasti ada acara-acara tertentu yang mengharuskan aku memakai riasan, jadi aku ingin belajar sedikit agar tidak usah merepotkan orang lain!"


" Ya boleh sayang...apapun yang terbaik menurutmu aku akan mendukung!"


" Sungguh?"


"Iya lah...mana ada panglima tidak bersungguh-sungguh dalam ucapannya?"


"Panglima terbaik,...baik kalau begitu karna aku ingin belajar berdandan apa panglima mau membantuku?"


" Boleh.. dengan senang hati!"


Tania segera masuk ke kamarnya mengambil peralatannya.


" Wah kau sudah seperti make over artis kau membelinya sangat lengkap!"


" Ibu yang memilihkan ini, katanya ini sangat ringan di wajah!"


" Benarkah?"


" Benar atau tidak mari kita coba!"


Tania menarik Panglima dihadapannya.


Saatnya balas dendam...jika di area pelatihan menjadi kelemahanku, maka biarkan paviliun ini menjadi kelemahan mu...heheheh


dalam hati Tania.


" Tunggu apa yang ingin kau lakukan?"


" Panglima baru saja mengatakan bahwa Panglima slalu bersungguh-sungguh dengan ucapan apakah sudah lupa?, karna wajahku sedang kurang baik,bahkan ada benjolan dikeningku, bagaimana aku ingin belajar merias?"


" Tunggu...!!, kau ingin menjadikanku sebagai bahan percobaan?"


" Iya karna aku bosan dan ini yang menurutku terbaik!" berwajah menyedihkan.


Anak nakal ini mau membalas dendam padaku, lihat saja besok aku akan balik membalasmu,


berani sekali dia memintaku untuk diriasinya...


Haiiiiis...hanya dia yang berani melakukannya...


aku tidak bisa mengingkari ucapan ku, dia mengambil prinsip ku untuk menjebakku...


anak nakal ini memang paling bisa...


dalam hati panglima kesal namun tak bisa apa-apa.


"Lakukan sesukamu!" tegas panglima menahan kesalnya.


" Wah panglima memang slalu memegang ucapan ya...aku tidak salah memilihmu i lope you!"


" Sudah lakukan saja jangan berisik!"


" Laksanakan!!, aku harus sambil melihat tutorial dulu!"


Sambil melihat tutorial, Tania langsung mempraktekkan secara perlahan pada Panglima.


Bersambung...


Author...

__ADS_1


Betapa nasib malang menimpa Panglima...


ketemu sabtu Ya...


__ADS_2