DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
64. Perubahan


__ADS_3

" Panglima, tolong jangan keras kepala, Kau bukan anak kecil lagi!" ujar Jendral Petter menasehati Panglima.


" Mmmm, diamlah jangan terlalu cerewet!"


" Okey, baiklah!"


" Jendral, bisakah aku minta bantuanmu?"


" Apa?"


" tolong urus orang-orang yang aku bawa itu!"


" Siapa?, mereka para bandit?"


" Ya, mereka sudah membantuku dalam tugas sampai tuntas!"


" Panglima, mereka akan di proses secara hukum di negara kita, apa yang bisa ku lakukan?"


" Bantu untuk meringankan hukuman mereka!"


" Panglima, mereka harus di hukum sesuai aturan yang ada, mereka juga sudah membunuh banyak orang tak bersalah!"


Ya Tuhan, apakah yang di hadapanku ini sungguh Panglima, kenapa tiba-tiba jadi manusiawi sekali?"


dalam Hati Jendral Petter.


" Aku percaya Kau akan membantuku bukan?"


" haisss okelah!, lalu untuk beberapa orang asing itu bagaimana? kabarnya juga banyak orang asing yang kau bawa!"


" Aku sudah meminta Zoo untuk mencari informasi tentang mereka dan akan mengantarkan mereka ke negaranya!"


" Baiklah, Panglima kau istirahatlah, aku akan melihatnya ke sana!"


" Terimakasih Jendral! "


" Yoo, sama-sama!" Jendral Petter segera menuju ke sana.


"Jendral, selamat malam!" Sapa Zoo pada Jendral Petter.


" Mmm, kau masih berjaga. disini?"


" ya Jendral, apa ads yang bisa saya bantu!"


" Dimana para bandit-bandit itu? "


" sebelah sini Jendral! " Menunjuk ke arah jeruji besi yang terdapat ratuasan orang bandit .


" Apa?, mereka banyak sekali?"


" Ya Jendral, Besok mereka akan di serahkan ke polres untuk menjalani masa hukuman!"


" Lalu di mana orang-orang Asingnya?"


" Di sana!" Menunjuk arah berlawanan.


" kenapa ada anak kecil!" Jendral mendekati orang-orang Asing itu.


" Mereka korban penculikan Jendral, mereka akan di jual di pasar gelap!"


" oh, jadi bagaimana apa mereka sudah bisa di antar pulang besok?"


" Ya, beberapa yang sudah terkonfirmasi bisa di antar pulang!"


" apa pulang???" teriak seoran gadis kecil


" Hei, kenapa kau terkejut ?" tanya Jendral Petter heran.


" Paman, aku tidak mau pulang!, kalian ini menculik kami kan?"


" Jaga bicaramu anak kecil, kami tidak menculikmu, justru menyelamatkanmu!" ujar Zoo kesal.


" Anak kecil, siapa namamu?" tanya Jendral Petter.


" Meimei paman, paman itu kemarin membunuh orang dan menculik kami ke sini!" Ujar Meimei menujuk ke arah Zoo.


" Hei sudah ku katakan aku tidak menculik!" mulai emosi.


" Hhahaha, sudah Zoo dia hanya anak-anak!"


" Siap Jendral! "


" Mei, bagaimana kau bisa ada di sana?" Jendral Petter mencoba mencari tahu

__ADS_1


" aku, disuruh ibuku ikut seorang kakak-kakak, jika aku ikut kakak itu kata ibuku aku bisa mendapatkan apapun yang aku mau, permen, kue, es cream, ya sudah aku ikut kakak ,dan tiba-tiba paman inu bersama gerombolannya menculik kami paman!"


" Astaga!" Zoo masih sangat kesal.


"Jadi kau lebih memilih permen dari pada ibumu?"


" dia bukan ibu kandungku, dia sangat galak, dan suka memukul meimei, memei jarang di beri makan, oleh ibu, kalau tidak membantu ibu mencari uang!"


hmmmm, Anak ini usianya 6tahun kurang Lebih, sungguh kisah yang cukup tragis.


dalam Hati Jendral Petter.


" Apa kau mau ikut dengan Paman?"


" apa paman mau menculikku?"


" jika aku ingin menculikmu aku tidak perlu bertanya padamu!"


"oh ya benar, apa paman punya banyak kue?"


" Ada, jika kau mau ikut dengan paman kau bisa makan kue sesukamu!"


" Baik aku mau!" tanpa ragu-ragu


aduh dia benar-benar mirip suzy. sangat mudah di rayu..


dalam hati Jendral tersenyum gemas.


" Apa Jendral mau mengadopsinya?"


" mmm, urus ini untuk ku Zoo, dan lagi untuk orang-orang itu juga nanti tolong di urus!, oh ya siapa yang membantu Panglima di antara mereka?"


" Itu di pojok sana , namanya budiana, dia memiliki 2 anak dan istrinya hamil tua, dan yang di sebelahnya itu dia juga diculik dan dijual di pasar gelap, dan menjadi budak!"


" kau bantu untuk pulang ke negaranya, untuk budiana biar aku yang urus!"


" Baik Jendral!"


Jendral Petter menggendong Meimei dan membawanya ke Toko kue ayahnya.


Toko kue


" Paman Tokonya Tutup, apa kita tidak jadi makan kue!"


" Tenang saja kau bisa makan kue sepuasmu!, kau lancar dalam berbahasa indonesia, siapa yang mngajarimu?"


" Oh ya?, di mana ibu kandungmu sekarang? "


" Ibu sudah tidak ada, karna sakit keras!"


" Oh ya ibumu, pandai berbahasa indonesia ya?"


" mmm, ibu orang indonesia, kata ibu begitu!"


" oh, begitu jadi apa kau tahu ,sekarang kau ada di mana?"


" Di mana paman?"


" Kau sedang di indonesia! "


" oh ya?, waaaa aku akan tinggal di sini ,paman aku boleh tinggal di sini kan?"


" Boleh saja!"


" Terimaksih paman!" memeluk Jendral Petter dengan girang.


Hmmmm, entahlah anak ini membuatku, harus membawanya, ya sudah bawa saja, ...


dalam hati Jendral Petter.


Jendral Petter menekan bel di toko Ayahnya, ya toko sekaligus rumah ayah Jendral menjadi Satu.


" Tuan muda Jendral, anak siapa ini?"


" apa ayah sudah tidur?"


" Belum tuan muda Jendral, tuan sedang membuat kue untuk Nona Suzy!"


" oh, ...!" Segera menerobos masuk.


" Ayah, ...!"


" ada apa kau anak sialan, kau tidak bisa menjaga suzy dengan baik sekarang datang ke sini tengah malam untuk apa?"

__ADS_1


mengomel sambil mengolah adonan.


" hmmmmm bau kuenya sangat enak sekali...kakek apa aku boleh makan kuenya!" ujar meimei tergoda.


" Kakek??? " menoleh dan terkejut.


" Petter ini anak siapa?, kenapa dia memanggilku kakek ?, jangan katakan kau sudah memiliki anak di luar nikah! ,siapa ibunya kau ini bagaiman bisa?, kau tidak boleh menyakiti Suzy, aku hanya akan mengakui Suzy sebagai menantuku, jika dia memang cucuku ya sudah biar ku rawat, kau jangan memberitahu suzy dia akan terluka!"


***Ayahku sungguh sangat lembut hati, bagaimana bisa dia bisa berpendapat seperti itu tentang anaknya?, Tuhan tolong sehatkan akal pikiran ayahku!


dalam Hati Jendral Petter***.


" Paman kakek kenapa?"


" Mana ku tahu, sudah kau pilih sana kue sesukamu dan makan bersama paman yang di luar, pamab akan berbincang dengan kakek tua ini!"


" Baik!"


segers mengambil semua kue yang di meja dan pergi.


" Hei,itu punya Suzy!" teriak anton.


" Ayah, buat lagi saja !"


" Kau ini dasar Cacingan kecil, siapa anak itu?"


" Mm, dia yang membawa pulang Panglima, dia korban penculikan yang akan di lelang di pasar gelap, dia yang paling kecil aku membawanya! "


" oh syukurlah, aku kira dia anak diluar nikah mu!"


" Ayah kau bahkan lebih tahu aku ini bagaimana, kenapa masih berpikir yang tidak-tidak!"


" Ya sudah, anak itu cukup lucu,lalu kau mau apakan?"


" menjadikanya istri!"


" istri kepalamu, kau mau jadi pedofil?"


" Ya aku angkat menjadi anaklah , kenapa masih tanya"


" Kau tumben punya hati untuk membawanya pulang, kau bukan orang seperti itu!"


" Mmm, dia sangat polos, sehingga mudah dibohongi"


" namanya juga anak kecil!, kau ini bagaimana, biarkan dia menjadi anak ayah kau buat anak sendiri saja dengan Suzy nanti, aku mau cucu pertama itu cucu kandung tentunya, untuk anak ini serahkan pada ayah!"


" Aisssh, Suzy masih dalam keadaan kurang baik, dan Ayah tahu Tantan pun juga masih belum sadar kan diri, sebaiknya pernikahan ini di tunda dulu ayah!"


" Itu salah kalian yang tidak bisa menjaga mereka dengan baik!"


" Iya itu aku pun juga merasa bersalah!"


" Bagus jika kau mengerti salah, Ayah tidak ingin ada kedua kalinya!"


" Mmm baik ayah,... anak ini aku percayaka. pada ayah jika begitu!"


" mmm tinggalkan saja dia di sini!, aku akan merawatnya kau pelang dan istirahatlah!"


" Baik ayah, aku pulang dulu!"


" Ya, ...!"


Akhirnya anak ini punya hati juga, Suzy dan Tantan memang yang terbaik, mmm aku harap Tantan segera sadar,..


dalam Hati Anton.


" Mei, kau mau tinggal di sini dengan kakek itu, tapi kau harus memanggilnya Ayah sekarang, dan memanggilku kakak!, Mengerti? "


" Mau, oke ayah tua dan kakak tua terimaksih! "


astaga anak ini sama menyebalkannya dengan Suzy dan Tania.


" Baiklah, paman harus kembali ke distrik militer, baik-baiklah di sini okey!, paman, bantu jaga mei mei ya!"


astaga ada apa dengan Jendral? apa aku tidak salah dengar?


dalam hati Robin terkejut


karna kali pertamanya Petter meminta tolong dengan lembut.


bersambung...


Author

__ADS_1


pikiran Panglima dan Jendral sepertinya agak tercerahkan ya!


hohoho


__ADS_2