
" Paman, aku dengar paman goal untuk proyek besarnya,selamat ya paman!"
Aihh, pasti Lu xian yang memberitahu kedatanganku.
dalam hati Juan
" Oh ya Terimakasih!, duduklah dan bergabung kami akan makan !"
" Oh baik paman!"
Oh, aku masih disambut dengan hangat di sini, heheh...aku sangat pengertian memberi selamat pada paman, di mana anak ****** itu?, bahkan dia tidak tahu kepulangan paman Huan, ya tetaplah aku yang terbaik
Xian membanggakan diri.
" Yoyoyo sudah siap mari kita makan !" Tantan dengan semangat membawa masakannya keluar
" Kaaaa kaaaauuuuuu!!!?" Xian terkejut
" Eh ada kak Xian....selamat datang!" Tantan menyambut dengan ramah, karna Dex sudah memberitahu bahwa xian akan datang
" Bagaimana bisa kau ada??" tanya Xian tak percaya.
" apa?? tentu kami yang menjemput tuan besar di bandara!!" sahut Dex
" Apa????"
Sial jadi itu tadi perbuatan mereka,?
Brengsek mereka pasti sengaja membuatku basah kotor dan pulang, tidak aku harus menahan diri.
" Eh adik Tantan, ini oleh oleh dari tuan besar saya simpan ya?" Jack sengaja memanasi hati Xian.
" Oh iya sayang hadiah kita dari Tantan aku Simpan ya?, jangan sampe kotor ini adalah hadiah berharga!" sambung maya menambahkan.
"Oke...!" Huan kebingungan.
Sialan kenapa aku tidak terpikirkan memberi hadiah untuk paman, aku sangat dipermalukan, tenang tenang jangan menyerah.
dalam hati Xian antara panas dan kalah telak.
"paman maafkan Xian yang hanya membawa diri, karna tadi sangat tergesa-gesa!"
Tergesa - gesa kepalamu, bahkan kau sudah menunggu 2 jam di depan rumah dalam hati Dex kesal.
" Santai, bagaimana kabar ayahmu?"
Anak ini suka berbohong rupanya, sungguh aku tersadar tidak ada point plus didalam anak ini.
dalam hati Huan kecewa berat pada Xian.
" Baik paman!"
" Semuanya, ayo kemari sudah siap!!!'
Tania menggelar tikar,di samping meja makan, dan menata semua masakannya di bagian tengah.
Xian - Xian tertawa melihat kelakuan tantan.
" Pfffffttty, ada meja makan kenapa kau malah memakai tikar?, apa kau tidak terbiasa makan di meja makan?"
" Apa maksudmu?
" Kau meminta paman makan di bawah??"
" memang kenapa?"
" Tolong jangan samakan dengan levelmu!"
__ADS_1
" Tak apa ayo ke Sana!"
Sahut Huan yang justru senang dengan suasana yang sedikit konyol dari Tantan.
" Aku juga tidak mengerti, memang kenapa kalau makan lesehan dengan Level?, " ujar Dex sinis
" Benar, nona mainlah agak jauh...anda terlalu udik!" Sambung Jack.
"Xian - Xian bukan udik, dan mungkin mainya terlalu jauh, hehehehe" sahut Maya.
" sudah sudah kita makan saja, paman Hu...ini rendangnya sangat pedas, ini juga pedas, untuk paman Zie Tantan juga memasak yang tidak pedas ini, ini ,ini, untuk yang lain pasti makanan semua tidak ada masalah bukan?"
" Tentu tidak, Seon dan Mei bisa makan yabg tidak pedas!"
" Yayayaya ibu dan semuanya ayooo makan!!!" ajak Tantan semangat.
" tidak Ada sendok??" tanya Xian - xian
" Kak Xian kita pakai tangan aja!, lebih Nikmat, ayo cuci tangan dulu yuk!"
mereka pun segera mencuci tangan bergantian, kemudian mereka makan bersama sambil bercerita dan menjadi lebih akrab satu sama dan hanya Xian - xian yang tak bisa masuk dalam obrolan mereka.
" Tantan adalah menantu terbaik!!" Huan Zang keceplosan dan mengabaikan ekpresi Xian - xian
mendengar perkataan yang keluar dari bibir Huan , Xian - xian berhenti mengunyah karna terkajut.
" Tentu, Tantan no.1 dihati !" Sahut Maya sangat bangga.
" Nona Tantan luar biasa tidak masak pedas pun enak ini sangat enak!"
" Tentu paman Adik kami selalu menjadi kebanggaan!" Jack ikut menambahkan dan Dex hanya manggut - manggut.
" eh adik???" Zie terkejut.
" Iya Paman zie, betapa menggemaskan sekali Tantan, siapa yang tidak bisa menyayanginya!" Dex menyatukan kepalanya pada Tantan.
" Benar,putraku itu denganku saja sangat cemburu, apalagi kalian itu!, pasti kulit kepalamu sudah lepas!" ujar Huan Zang.
" Bahahahahahahahhah!" semuanya tertawa sangat lepas
hanya Xian Xian yang kebakaran jenggot...
" Xian apa kamu sakit?" tanya maya.
" Oh, oh ti tidak bibi!"
" Lalu kenapa wajahmu sangat merah dan berkeringat?"
" oh kakak kepedasan?" tanya Tantan.
" Tidak!!!"
" Adik, dia sudah sebesar itu jika tidak bisa mengatasi kepedasannya itu sangat aneh!"
brengsek, kenapa di sini aku Malah seperti orang Lain?, wanita ****** ini benar - benar merampas perhatian semua orang, bahkan Paman Huan sudah memihaknya tanpa ragu, lihat saja, aku akan menghancurkan reputasimu sampai mereka akan berbalik membecimu!
Dalam hati Xian yang sudah sangat mendidih
" Nona, kendalikan ekspresimu!" Bisik anak buah Xian mengingatkan.
" Oh?" Xian - Xian segera merubah mimiknya menjadi terlihat baik .
Dasar ****** munafikkkk!
Dex sangat kesal.
"Tantan hari ini aku sangat senang!" ujar Huan Zang.
__ADS_1
" Oh paman, paman setiap hari juga harus senang ,jangan hari ini saja!" jawab Tantan merenges.
" maksud suamiku, apa yang dilakukan Tantan hari ini membuat suamiku sangat bahagia!, dia memang tidak pandai menyangjung orang lain,tapi Tantan adalah orang pertama yang disanjung suamiku didepan banyak orang, bukan begitu sayang???"
" Ya begitulah, Tantan memang yang terbaik!!!"
"Wah, kepala Tantan tidak akan muat memakai helm lagi ini!"
" A haha hah haha" semua tertawa begitu senang.
" jadi Tuan besar, kapan akan mengadakan pengumuman resmi jika untuk Tantan kami sebagai Tunangan Panglima!"
" Tentu saja setelah, Panglima kembali betugas!" jawab Huan Zang tidak memikirkan Xian - xian sama sekali.
"paman, lalu bagaimana peejodohan Ku Dengang panglima kan sudah perjanjian?" Xian sudah tidak tahan lagi.
" eh?" Huan Zang teringat bahwa dia belum membicarakan hal ini dengan Lu Xian, dan juga belum mendapat senjata untuk memutus perjanjian bodoh yang dibuatnya.
" Nanti itu biar paman membicarakan hal ini pada Ayahmu Xian - xian!" Sahut Maya menjadi jubir agar suaminya tidak ragu lagi dengan pilihannya.
" Tapi Bibi!"
" Xian, kau juga tahu putraku tidak setuju dengan perjodohan ini!, jika setuju bukankah kalian sudah memiliki anak sekarang???"
" Tapi kita sudah jodohkan!"
" Xian, maafkan paman Ya !,paman nanti akan berbicara pada Ayahmu!"
" Paman tidak bisa seenaknya membatalkan perjodohan kami hanya untuk wanita pengganggu ini!, ini semua karna dia tiba - tiba muncul!"
" aku bahkan sudah mengenal panglima jauh dari sebelum kakak dijodohkan dengan panglima, kami sudah mengikat janji!,bukankah kakak yang seharusnya menjadi pihak yang kakak tuduhan pada Tantan?"
Tantan tidak mau dianggap pengganggu.
" itu hanya karangan kau saja pasti untuk mendapat dukungan mereka dasar ****** kecil licik!"
suasana mulai memanas...
" Heiiii Xian - Xian, kau ini menyebut adikku ******, kau itu yang ****** berakting menjadi seorang publik figur yang baik dan pandai,elegan sok suciii!, sedangkan bawahanmu terbuka untuk banyak pria!!!" Dex sangat kesal.
" Apa? sekarang malah kau menuduhku dengan sangat kejam, kalian memang jahat Membuatku terlihat buruk di depan keluarga Panglima!" merasa menjadi pihak yang teraniaya.
" Hahahahahah, jangan sok teraniaya, tunggu tanggal mainya!" ancam Dex.
" kalian sangat jahat!, paman bibi Xian - xian mohon pamit, xian - xian sangat menyedihkan!"
berlari keluar dengan air mata buatan yang diikuti oleh anak buahnya.
" Nona!"
"Siapa sih kedua pria itu?" tanya Xian yang segera merubah ekspresinya yang mengerikan.
Bagaimana dia tahu jika aku berhubungan dengan banyak pria diam - diam?
dalam hati
" Nanti kami akan cari tahu!" jawab anak buah Xian.
" Tidak perlulah, paling juga sama kampungan, hemmm dia hanya menggertakku saja!" ujar Xian - xian.
" Sepertinya nyonya!"
" Hei, Kim...aku sangat butuh dihibur...kau tahukan seharusnya membawaku kemana?"
" Tentu nona! " Kim semangat membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Xian masuk dan segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Zang.
Bersambung...
__ADS_1