DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
185. Bergabung


__ADS_3

Yesa, segera berganti pakaian perempuan dan pergi ke tempat tinggal yang ditinggali kakak iparnya itu.


" Yesaa, kau kembali....!"


" Kakak, bagaimana kabarmu, dan Yasmin?"


" Kami baik, kami baru selesai jalan-jalan!"


" Hemmmm pasti menyenangkan...!"


" kau ada apa tiba - tiba pulang tanpa memberi kabar?, pasti ada hal penting!"


" Kak...aku bertemu seseorang dan dia mengatakan jalanku adalah jalan hitam!'


" Siapa orang itu?"


" orang itu, sama seperti ku namun dia bilang, dia hanya berjalan di jalan kebajikan!"


" apa Yang dilakukan sehingga mengatakan bahwa dia berada di jalan kebajikan?'


" aku tidak tahu banyak tentang dia, namun dia menyelamatkan bayi yang mau aku bunuh!"


" kau membunuh bayi?'


" aku di bayar untuk memusnahkan satu keluarga, aku hanya menjalankan perintah dan mendapatkan upah!"


" Maafkan kakak, yang hidup bergantung padamu Yesa, namun kau memang salah jalan Yesa, kau tahu kenapa kakakmu di bunuh?, karna dia menyelamatkan seorang anak kecil ,yang seharusnya ia bunuh!"


" Apa yang salah?, jika aku sama seperti kakak maka aku juga akan terbunuh ,tidak telepas kakak dan Yasmin!'


" Hmmm...tapi kakakmu akan sedih jika kau melakukan hal yang jauh darinya!"


" ah...lalu apa aku harus bergabung dengan orang yang baru aku kenal itu?"


" Bertanyalah dengan siapa dia bekerja, dibawah naungan siapa dia mengabdikan dirinya!, kau harus menempel pada pondasi yang baik !"


" Baiklah, Yesa mengerti....Yesa akan kembali memberitahu kakak jika sudah mendapatkan jawabnya!"


' Tak perlu memberitahu kakak Yesa, kau bisa menilai sendiri mana yang baik dan buruk bukan?, kau bisa memutuskan sesuai penilaian mu sendiri!"


" Jika aku salah memilih dan membuat kakak ikut menanggung akibatnya bagaimana?"


" Aku percaya pada pilihan Yesa!"


" kakak...tolong jaga diri baik-baik ya...Yesa harus segera kembali!'


" Hmm, kau juga harus menjaga dirimu dengan baik!"


" pasti, sampai jumpa kembali"


Yesa pun segera kembali ke markasnya....


...----------------...


Pukul 12 malam Yesa menemui Zero ,


" Pohon yang paling lebat daunnya, semua pohon lebat daunnya, kenapa ada orang seperti dia !"


Yesa mencari - cari pohon yang di maksud Zero.


" Aku sudah keliling tapi kenapa tidak menemukannya!"


Yesa berhenti sejenak, dan berpikir...


" Pohon yang paling Lebat daunnya??, mmmm aku rasa itu sebuah sandi, namanya juga di hutan semua pohon lebat, lalu apa maksudnya??"


Yesa masih terus berpikir....


" Pohon yang paling besar di sini ada 10, yang lain biasa saja, pohon, yang, paling, lebat, daunya?? karna di hutan intinya pasti


( Pohon Lebat ) dan itu ada 10 huruf ...baiklah, kita coba dari pohon , 1 !" Yesa mendekati pohon pertama lalu ke dua, ke tiga dan sampailah di pohon yang ke 10.

__ADS_1


" apa - apaan??, aku tidak menemukannya!" Yesa sudah sangat pusing dengan maksud Zero.


" Pohon lebat ?? ada 2 kalimat... 10 huruf 2 kalimat, pohon besar ada 10 kalau di tambah tidak mungkin, coba di kurang ( 10 - 2 \= 8 ) , pohon ke delapan!" Yesa kembali di pohon yang ke 8.


" Suiiiiiittttttt......!"


" Buuuuuukkkkkkk" Zero turun dari atas pohon


Ternyata Zero sudah duduk di atas pohon sedari tadi.


" Ah. memang tidak sembarangan orang!"


" Kau dari tadi di sini??"


" Ya benar... heheheh...!"


" Dan kau diam saja saat aku seperti orang gila kebingungan?"


" Itu sebagian dari ujian!"


" Sialan,...kau menyebalkan...!"


" Bukankah kemarin kau sudah tahu, jika aku bermain teka teki?"


" aku hanya asal bicara kau malah sungguhan!"


" Ya sudah nyatanya kau orang yang di atas rata-rata...jadi aku hanya butuh mendengar jawabanmu!"


" satu pertanyaan, bisakah kau membawa kakak ipar dan keponakan ku ditempat yang aman?"


" Bisa!"


" Baiklah aku akan bergabung denganmu!"


" Tapi sebelumnya aku akan membawa pada pimpinan ku, aku tidak tahu jika kau wanita, aku belum menanyakan pada pimpinanku, dia mau menerima seorang wanita atau tidak, karena selama ini dia tidak merekrut seorang wanita!"


" Lalu kenapa kau menawariku bergabung?"


" Apa ini sungguh tidak apa- apa?"


" ikuti aku dulu!"


Yesa mengikuti Zero dari belakang, setelah keluar dari hutan, Zero meminta Yesa masuk ke dalam mobil , dan mereka melaju menuju Tahanan militer.


mereka menyamar menjadi petugas dan segera menemui Panglima.


" Siapa pimpinan mu?,kenapa ada di penjara?'


" Nanti kau juga tahu, diam lah jangan banyak bicara sebelum sampai di tempatnya!"


" Hmmm!"


Dan sampailah mereka di bilik milik Leon Zang..


" Panglima...!"


" Oh, ya....apa ini orangnya?"


Leon Zang yang masih membelakangi mereka, tanpa melihat pun sudah tahu jika Zero bersama orang lain


Panglima??


Yesa sangat terkejut,


Jadi inikah Panglima yang sedang banyak dibicarakan oleh masyarakat?.


padahal dia belum menoleh bagaimana bisa tahu ada orang lain selain Zero?'


Panglima baru menoleh ke belakang,


Oh GoD, Tampannya....

__ADS_1


Yesa sangat terpesona dengan Panglima.


" Ya panglima,...!"


" Apa itu artinya dia mau bergabung?"


" Ehnmm dia sih mau bergabung, tapi masalahnya adalah....!"


" Apa? apa minta tunjangan?'


" Bukan, ....!"


" Lalu??, perlindungan?, orang yang tidak bisa melindungi dirinya sendiri, tidak akan di terima bergabung!'


" Bubukan Panglima...!"


" Apa , jangan setengah-setengah!!" tegas Panglima.


" Dia seorang wanita!"


" Apa??, Wanita????" Panglima sangat terkejut.


" Zero, kau tahu aku paling tidak suka merekrut seorang wanita!"


"Maaf tuan bolehkan saya berbicara??"


"apa??"


" Sebenarnya ini karena kesalah pahaman ,aku menyamar menjadi kakakku dan bawahan anda tidak tahu itu,...namun sudah terlanjur begini, lalu apakah saya harus kembali ke jalan yang salah??'


" heeeee...." Panglima tersenyum sinis


" Bawahanku hanya memiliki 2 pilihan, Yang pertama merekrutmu, yang ke dua membunuh mu!!"


" Panglima, bisakah dia menjadi pengecualian?"


" bisakah kau memberiku alasan untuk mengiyakannya?"


" Panglima, dia termasuk orang di atas rata-rata....lagian dia suka menyamar menjadi laki-laki!"


" Ah, aku tidak bisa memasukannya di bawah naunganku, kau kirimkan dia pada Istriku, ...!"


" Apa??, sudah beristri??" Ujar Yes keceplosan.


" Opsss.. maaf ...!" Yesa memukul ringan bibirnya.


" Hal biasa setiap wanita jatuh hati pada Panglima...!" Sahut Zero


" Tidak aku hanya mengaggumi... uhukk!"


" Kau bawa dia untuk istriku, dan jika dia memiliki seseorang yang harus di lindungi, kau bantu amankan, Jika dia menghianati habisi dia, dan lepaskan keluarga nya!"


" Istri??, maaf apa saya hanya harus menjaga istri anda?, tapi saya tidak berkerja untuk itu!"


" Kau jangan lancang, jika tidak tahu seperti apa istri Panglima!"


" Pasti seorang wanita kan?"


" Kau, bisakah menjaga mulutmu?'


" Aku tidak terbiasa melindungi orang, karena aku hanya bisa membunuh orang saja!"


" Angkuh sekali, bawa dia ke sana, jika dia masih merendahkan istriku, Bunuh!!!"


Yesa, tidak takut dengan ancaman Leon Zang.


Sungguh aku sangat malas berurusan dengan wanita lemah, namun Panglima sepertinya pilar yang bisa aku jadikan sandaran, Kita lihat sepayah apa wanita Panglima sampai harus aku jaga.


dalam hati Yesa, merasa dirinya paling unggul.


Ayo likenya jangan lupa

__ADS_1


__ADS_2