DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
223. Memulai perang kedua


__ADS_3

melihat perlengkapan mandinya tiba, Mikel segera naik dan menghampiri Panglima, Panglima dengan telaten menggosok bulu-bulu Mikel dengan sikat mandi setelah selesai di gosok mikel kembali masuk ke dalam kolam renangnya


seketika kolam itu menjadi berbusa dengan bulu-bulu rontok milik mikel.


" Damn, dia tuannya di rumah ini" Gumam Mikel


" Hihihi...!" Yesa terkikik karena Yesa tahu upaya Doney untuk memenuhi kolam sedalam 4 meter itu.


Setelah Mikel sudah ganteng dan wangi, Panglima pun berpamitan.


" Tetaplah menjalankan peran dengan baik kalian di sini...!"


" Baik!" Yesa dan Doney serempak menjawab.


" Sampai jumpa kembali!" Mobil yang di tumpangi Panglima itu pun keluar dari kediaman Utara, ternyata banyak paparazi yang sedang menunggu dengan setia di setiap sudut .


" Mereka adalah pekerja keras!" Gumam Panglima


" Benar, apapun resikonya mereka akan tetap menjalinnya...!"


" Hemmm hidup memang kadang-kadang...!" Panglima menyunggingkan bibirnya.


Mereka segera menuju Markas B


Mobil baru berhenti Mikel sudah melompat keluar,


" Oh ****, aku tidak memegang kuat talinya!" Panglima segera berlari masuk ke dalam.


Benar saja Mikel sudah menyerang beberapa penjaga, kini Mikel berhadapan dengan Singa besar yang berdiri dia jalan menuju ruang tengah, kedua hewan itu sudah menampakan permusuhan yang sangat kuat.


Semua penjaga bersiaga dengan senjatanya yang tertuju ke arah Mikel.


" Letakkan senjata kalian!" perintah Panglima


Semua segera menurunkan senjata mereka, mereka baru teringat jika Panglima memiliki pemeliharaan yang begitu menyeramkan, pawang singa itu memberi isyarat agar singanya menyingkirkan.


Singa itu pun mengikuti perintah pawangnya


mendengar kegaduhan Tantan pun keluar kamar , melihat Tantan Mikel segera berlari kencang.


" Oh siaaall, Mikelllllllllll...!" teriak Panglima begitu lantang.


Mikel seakan teringat dengan perkataan Panglima dia mengeluarkan kuku-kuku kerasnya berusaha mencengkeram keramik agar menghentikan langkahnya, namun keramik itu sangat licin tubuh Mikel tergelincir seperti sedang bermain Es skating , namun dengan lihainya Mikel memutar badannya.


" Brooooooooook...."


Mikel membentur aquarium hingga pecah karena tubuhnya yang besar kuat dan kokoh, seperti singa.


suara pecahan, dan air gemericik, ikan - ikan yang mebanting-bantingkan tubuhnya karena kehabisan napasnya.


Melihat Panglima yang sudah kehabisan kesabaran membuat Mikel menciut di bawah meja tak berani bergerak.


" Sayang, jangan marah...!" Tantan mencoba menenangkan Panglima.


Panglima seketika mereda karena melihat senyum indah seperti anak kecil yang baru mendapatkan coklat.


" Mikel sayang, jangan takut...kau rindu pada ibu??" ujar Tantan lembut, mata Mikel langsung berbinar begitu cerah, namun Mikel teringat Panglima, matanya melirik ke Panglima.

__ADS_1


" Hah, kau harusnya mengingat perkataanku..!"


" Hehe sini Mikel...!" Mikel segera bangkit berlari ringan dan memutari Tantan sambil menggoyang-goyangkan ekornya.


" Oh... Anak baik berhenti!" Mikel pun berhenti Tantan pun mengusap lembut bulu-bulu mikel yang, baru keramas itu.


" OMG.....!!!"


Maya yang sangat terkejut dengan rumah yang porak-poranda.


" Apa yang terjadi??" Ujar Huan


" Ibu ayah dari mana??" tanya Panglima.


" Heheh, kami hanya jalan - jalan kecil di kebun belakang sambil panen sayur dan buah!"


" Ayah, ibu ,jangan sampai melewati batas keamanan...!"


" Tentu saja tenang, kami membawa beberapa penjaga untuk berjaga, lagian kan lumayan ada kebun...!"


" Ya baiklah, yang penting kalian senang...!"


" Tunggu, sebenarnya apa yang terjadi??, heiiiiiii ituuui kenapa kau membawa anjiiing nakal itu ke sini, tidak cukupkah hewan buas itu!" menunjuk beberapa singa besar yang duduk siaga.


" Hentikan ibu, tolong kalian bersihkan kekacauan ini, jangan sampai melukai keluargaku...!" Pinta Panglima pada salah satu penjaga.


" Ehmmm....!" Huan mengangguk paham dengan pemikiran putranya.


" Sayang, Mikel sangat patuh pada menantu kita, dia akan menjaga menantu dan Cucu kita!"


" Hah, kan sudah ada singa!"


" Hahhh, masuk akal, tapi aku tidak nyaman dengan mereka!" menunjuk hewan-hewan buas.


" Ibu bertahanlah, tolong kalian harus berpikir sebelum bertindak dalam waktu dekat ini, aku masih ada urusan!"


Panglima mendekati istrinya, memeluk dan mencium keningnya.


" Apa sudah akan di mulai...?"


" Aku mungkin akan sangat sibuk, jaga diri baik-baik, jangan pernah jauh dari Mikel !"


" Aku mengerti!"


" Aku berjanji setelah ini kita akan hidup dengan damai dan bahagia seperti yang kau inginkan!"


" Baik aku akan menunggumu...!"


" Leon...hati - hati nak....!" Huan Zang memegang pundak putranya yang memiliki beban yang sangat berat itu


" Terimakasih ayah, ...!"


" Leon Putra ku, kau tidak boleh kalah!"


" Tentu saja Ibu... karena aku anakmu, mana mungkin kalah!"


" Ehmmm.... baiklah selamat bertugas Panglima!" Semua memberi hormat pada Panglima, Panglima membalas Hormat dan pergi.

__ADS_1


" Panglima, kita akan memulai dari mana??"


"Kembali pada Josh terlebih dahulu...kita butuh barang milik keluarga Josh untuk memudahkan Zero!"


" Baik, ...!"


mereka pun kembali pada Josh.


" Panglima....!"


" Pak, apakah saya dapat meminta barang milik istri anda dan anak anda??"


" Ada di Vila kecil kami... barang-barang itu sudah lama sekali kami tinggali...kami hanya setahun sekali ke sana!"


" Apakah ada penjaganya??"


" tentu ada tapi dia hanya membersihkan tempat itu saja!"


" Tolong beri alamatnya!"


Josh menulis di lembaran kertas yang di berikan Panglima.


"Ah, Kamar putriku, Di lantai dua, kamarku ada di lantai bawah, di kamar utama, kalian bisa mengambil barang yang bisa menjadi petunjuk!"


" Oke, kami akan segera menemukan keluarga anda!"


" Ehmmm... terimakasih Panglima!"


" Ayo Jack ke sana!" memberikan secarik kertas pada Jack.


mereka segera menuju Vila kecil milik Josh itu,


" Panglima...Di sini kan??"


" Sepertinya iya...!"


" Sepertinya tidak ada penjaga...!"


" Memang tidak ada...tapi sepertinya Cctv masih berfungsi, kau harus menutupi identitasmu dengan baik!"


" Baik, ...!" Jack segera mengganti bajunya, dan memasang beberapa senjata untuk berjaga -jaga.


" Hati-hati...siapa tahu Bi juga memantau Vila ini, aku akan berjaga, pasang alat ini di telingamu dengan benar, agar aku bisa memberitahu saat darurat!"


" Ehmmm...!"


Jack segera keluar dari mobil, dia berjalan santai menuju nomer Vila yang sudah ia ketahui, melihat gerbang itu terkunci Jack segera melompati dinding dengan sempurna.


Vila itu tampak sangat sunyi namun Jack tetap waspada, sebelum melangkah dia akan menelusuri sudut - sudut tempat itu apakah ada Cctv dan sesuatu yang mencurigakan, dengan kacamata canggih itu Jack bisa melihat dengan jelas keadaan sekitar, benda-benda yang memancarkan gelombang signal dan sebagainya.


Jack melangkah dengan santai dan tetap waspada selangkah demi selangkah, tanpa buru-buru, dari jarak 15 meter dia meihat Cctv menyala, dia segera mengambil pistol kecil dan menembak ke arah Cctv itu, oh ternyata itu pistol berisikan bable karet, dia akan menutupi lensa kaca Cctv dengan sempurna sehingga dia tidak perlu membuat suara gaduh yang dapat memancing para warga untuk datang.


Likenya dulu ya bos...


tinggalkan Komentar walau hanya 2 huruf


terimakasih.

__ADS_1


kalau rame mungkin kita akan segera crazy up🥰


__ADS_2