DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
251. Kesetiaan


__ADS_3

" Don...aku tahu kau memiliki hati yang lembut sebagai dokter militer, tapi kau juga yang paling tahu, tugas seorang militer bukan??"


" ah, baiklah Panglima aku tidak akan membuatmu pusing, aku akan pergi sekarang!"


" Ya,...!"


Panglima menyandarkan tubuhnya di pagar balkon,


**Doney, kau kira aku juga tidak memikirkan hal itu, itu kenapa...kita harus slalu pintar dalam memilih seorang pemimpin karena negara kita mengikuti asas Demokrasi, pilihan kita menentukan masa depan kita, sayang di negera kita , banyak manusia yang sangat suka dengan kebaikan palsu, suka menelan janji palsu


dalam hati Panglima**


" Panglima, apa yang kau pikirkan??" Petter yang datang juga untuk melapor.


" Petter,...apa kau juga akan melarangku untuk perang??"


" Ha??, mana mungkin... kita sudah hampir masuk di puncak ketegangan...tidak bisa mundur lagi...!"


Panglima mengangguk


" Apa yang ingin kau laporkan Jenderal??"


" Ehmmmm....soal pembagian prajurit Panglima, saya harus mengirim pasukan saya ke mana??"


" oh ya ....aku akan membuatnya, beri waktu 15 menit Jendral, duduklah...!"


Jendral Petter pun duduk,


" Panglima, kau tampak tidak tenang apa kau mengkhawatirkan Tantan??"


" Istriku memang keras kepala ,tapi aku percaya dia tidak akan melakukan hal di luar kemampuannya!"


" Lalu apa yang kau khawatirkan??"


" Petter, jika kita bisa menekan untuk tidak perang dengan terang-terangan satu-satunya cara adalah dengan senjata kimia, tapi tetap saja ini juga akan mengorbankan nyawa tak bersalah...!"


" Panglima, itu resiko yang harus di hadapi setiap negara, yang berkonflik...!"


" Ya, aku tahu ...aku harus menemui Josh setelah ini, ini sudah ku buat pembagian prajuritmu!" memberikan lembaran kertas pada Petter.


" Baik, biarkan aku ikut denganmu Panglima!"


Dan mereka pun pergi bersama ke tempat Josh.


terlihat Josh memandangi jendela,


" Josh....!"


"Ya Panglima....


"apakah ada informasi??"


" belum ada perintah dari atasanya...!"


" Hem....jika sudah ada cepat kirimkan pesan pada orangku, kau mengerti??"


" Ya mengerti ...!"


" Hemmm....ingatlah dia tidak akan melepaskan keluargamu meskipun kau setia Josh, kau hanya alat untuknya!"


" Lalu bagaimana denganmu Panglima??"


" Denganku??? , tentu saja aku akan membantu membebaskan keluargamu jika kau mau membantuku menjadi mata-mata!"


" Dimana keluarga ku saja aku tidak tahu Panglima...!"


" Kau meragukanku?"


" Tak masalah, itu tergantung pilihanmu, aku tidak bisa memaksamu untuk percaya padaku,...!"


" Petter kita pergi, ...!"


" Tunggu Panglima, aku akan mengandalkanmu...!"


Panglima pun tersenyum dan pergi bersama Petter.


Panglima hanya menjadikan Josh sebagai umpan saja sebenarnya, kesetiaanya tidak penting, karena dengan Josh berhubungan dengan Lux's Panglima bisa mengawasi pergerakan Lux's berhubungan dengan siapa saja, san rencana yang akan mereka lakukan apa saja.

__ADS_1


untuk menemukan Keluarga Josh juga sangat mudah untuk Panglima.


...----------------...


hampir Semua Basecamp sudah di hancurkan oleh orang - orang suruhan Lux's.


Hanya tinggal Satu basecamp yang belum di hancurkan yaitu Bascamp milik Zero.


" Tuan, Panglima sudah mulai kocar-kacir dengan pasukannya, karena mengetahui bahwa Basecampnya sudah hancur berantakan!"


" Hahahahaha.... bagus...bagus...!"


" apa rencana anda selanjutnya tuan??"


" aku akan menyerang dari udara, saja...!"


" Ehmmm, baik tuan...!"


" Kau bisa pergi bersama keluargamu Josh!"


" kemana saya harus pergi??"


" Arah utara akan ada orang menunggumu di sana!"


" Baik terimakasih!"


Josh pun segera menuju utara, Josh bukan orang yang bodoh meskipun dia terlihat sangat lemah.


Josh berjalan mengendap - endap agar langkahnya tidak di ketahui siapapun yang ada di tempat tujuannya.


setelah berjalan cukup lama, Josh bersembunyi di semak-semak, karena melihat 3 orang bersenjata sudah menunggu di pinggiran sungai.


Josh tetap bersembunyi dengan tenang di semak-semak.


" Mana orang yang harus kita habisi, ini sudah lebih dari 2 jam dia tak datang!"


" Ya, apa bos sendiri yang sudah menghabisinya, setelah kita membunuhnya baru kita akan mendapatkan hadiah untuk menikmati anak dan istrinya!"


" Kita hanya akan mendapatkan sisanya, setelah bos puas menikmati!"


" tak masalah ibu dan anak itu cukup sexy!"


" Yaz aku cari signal dulu, kau tetap menunggu di sini, siapa tahu dia sudah dekat!"


Setelah salah satu pergi menjauh, Josh pun segera mengambil batu besar dan memukul kapala belakang orang itu.


" Bokkk"


pria bersenjata itu jatuh tersungkur sambil memegangi kepalanya yang mengeluarkan darah segar.


Josh meraih senjata di tangan pria itu lalu menembakan tepat di kepalanya.


" Dorrrrrrrrrrr, Dorrrrrrrrrr...!"


suara tembakan itu terdengar sampai ditelinga orang yang mencari signal itu.


Dia mengurungkan niatnya menghubungi Bosnya karna berpikir bahwa targetnya sudah di bunuh oleh rekannya, dia pun kembali ke tempatnya.


" oh kau sudah membunuhnya, bagus...!"


" Ya...!"


" Dooooooeeeer doooore dorrrrrr!" Josh menembaknya saat lengah.


" Kalian pikir kalian siapa?, ingin menyentuh keluargaku!!"


gumam Josh kesal dan menggertakan giginya.


Josh segera kembali ke tempat persembunyianya.


" Antarkan aku pada Panglima!" Pinta Josh.


Orang panglima menghubungi Panglima lebih dulu, setelah mendapatkan ijin, dia segera membawa Josh pada Panglima.


" Panglima saya membawanya pada anda!"


" Bawa masuk!"

__ADS_1


terlihat panglima sedang sibuk dengan coretan -coretannya.


" Josh, apa yang ingin kau sampaikan??"


" Panglima...Lux's akan menyerang lewat jalur udara!"


" Lalu??"


" Tolong bawa kembali Keluarga saya Panglima!"


" hahaha, jadi kau sudah yakin memihakku??"


" Ya, aku hanya alat untuk Lux's... dia akan tetap menghancurkan keluargaku...!"


" Zero....!"


" Ya Panglima...!"


" Bawa keluarga Josh ke sini...!"


Josh terkejut, bagaimana bisa keluaganya ada di sini, jangan-jangan panglima masih mengira tawanan yang di selamatkan adalah keluarganya.


" Panglima, kau harus tahu di basecamp itu buka keluargaku!" Ujar Josh.


" Kau pikir aku bodoh...!"


Zero segera membawa anak dan Istri Josh masuk.


Betapa Josh terkejut, istri dan anaknya sudah berada di hadapannya, padahal beberapa waktu lalu keluarganya masih berada di tangan Lux's.


" aku sudah menyelamatkan mereka jauh-jauh hari, ku pikir kau sangat pintar ternyata kau sangat mudah dibodohi oleh Lux's, hanya dengan melihat Video saja kau percaya keluargamu baik-baik saja??!!"


" bagaimana mungkin??"


" Kau dan orang - orang Lux's itu sama bodohnya, Lux's sudah mengeksekusi kuargamu jauh-jauh hari aku menggantikan keluargamu dengan jasad keluarga Bi...!"


Josh terduduk berlutut di depan keluarganya,


" Tapi sayang, sekali anak dan istrimu buta, aku tidak tahu apa yang


dilakukan Lux's pada mereka!, kau sangat pintar dalam menyengsarakan orang - orang yang kau cintai Josh!"


Josh merangkak menghampiri anak dan istrinya yang terlihat seperti orang ketakutan


" Sayang, ini aku....maafkan aku...!"


ujar Josh memegang tangan anak dan istrinya, air mata Josh tak terbendung lagi, dia benar-benar menghancurkan keluarganya sendiri, andai dia tidak tergiur oleh uang panas itu, tidak tergiur akan kehidupan mewah itu, mungkin saat ini ,istri dan anaknya masih bisa tersenyum dan melihat meskipun dengan hidup yang pas-pasan.


namun, nasi sudah menjadi bubur, istri dan anaknya buta dan menderita, penyesalan tinggal penyesalan, tidak akan merubah semua seperti semula.


" Panglima, tolong biarkan saya membunuh Lux's dengan tanganku sendiri!"


" Tidak, Lux's masih berguna untukku...tidak ada yang bisa kau lakukan selain menerima penyersalanmu seumur hidup!"


" Tapi...!"


" Zero, bawa mereka pada Doney...!"


" Baik!"


" Panglima, saya tahu saya tidak bisa di maafakan, tapi beri saya kesempatan sekali lagi...!"


" Aku tidak pernah bersekutu dengan seorang pendusta, yang menempel di mana saja untuk tetap aman!"


" Tidak tolong saya benar-benar dipihak anda, patahkan satu tangan saya, untuk sumpah saya setia!"


" Patahkan tanganya!" perintah Panglima pada bawahannya.


kleeekkkkkkk....


aagggggggggghh.....


" Kau akan membantu membersihkan orang-orang di Kepresidenan bersama ayah mertuaku!'


"Sssssssssshhh....bbbaaaaaik...!"


" Bawa dia pada Jimmie Setelah diobati!'

__ADS_1


" Baik Panglima!"


Josh pun dibawa ke tenda darurat setelah itu di kirim secara tersembunyi kepada Jimmie.


__ADS_2