DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
75 Takdir mengejutkan


__ADS_3

Di rumah sakit..


" Sepertinya tante akan mengadopsi Sammy,...!"


" Ah, kau tahu itu...Ya sudah nanti Meimei ada teman jika memang ibu Panglima mengadopsinya!"


" ah, aku jadi rindu Meimei...! " Ujar Suzy.


" Fokus dulu pada Tantan, jika dia memang sudah membaik, kita akan pulang!"


" Baik, aku akan melihat Tania dulu Jendral! "


Suzy pun masuk, dan segera menyapa sahabatnya yang sudah mulai bisa duduk itu.


" Tantan, kau belum tidur? "


Tantan hanya menggeleng kepala, karna Tania belum bisa bicara dan menggerakan tubuhnya maximal, namun di tahap ini sudah menunjukan kemajuan yang baik.


" Tantan, kau harus semangat...kau harus sembuh, kau tahu aku tidak akan menikah jika kau tidak bertekat untuk sembuh!, Kau tahu betapa menyedihkannya Panglima, melihatmu tak sadarkan diri, selama 24 jam Panglima menjagamu di sini, berharap kau segera bangun dari tidur panjang mu!"


Tania menitihkan air matanya...


"Panglima dan Tante Maya, bergantian selalu menjagamu, mereka sangat takut jika terjadi sesuatu padamu, Tania kau harus bertekat kuat,kami semua sangat menyayangimu, kau mau tahu aku dan Jendral sekarang sudah bisa saling menerima, semalam dia mengutarakan isi hatinya, namun sayangnya aku tidak peka, tadi pagi dia marah dan bersikap dingin, itu membuatku kesal ,dan aku tersesat, ternyata dia sangat peduli padaku dan mencariku!" memberikan kabar bahagia pada Tantan.


Tania tersenyum, terlihat jelas Tantan juga merasa bahagia dengan apa yang di rasakan Suzy.


" Dan kau mungkin punya adik ipar nanti, karna saat aku tersesat dan menangis aku bertemu dengan anak kecil yang juga menagis di sudut jalan, aku menghampiri nya dia baru saja kehilangan ibunya, dan dia membawaku ke rumahnya, saat itu Jendral datang!, dan kami membawanya kemari, dan tante sangat menyukainya dan membawanya pulang ke rumah bibimu!"


Senyum Tania pun semakin mengembang mendengar Cerita Suzy.


Suzy memeluk sahabatnya, untuk memberi Suppot...


" Maaf Tania, aku selalu membawamu dalam masalah...!"


ujar Suzy masih merasa sangat bersalah terhadap Tania.


Tidak Suzy, kau adalah sahabatku satu-satunya...


aku tidak akan membiarkanmu terluka.


dalam hati Tania.


"mmmm, Apa kau mau makan sesuatu?"


Tania menggeleng...


" Kau istirahatlah, aku akan berjaga di sini!"


Ujar Suzy membantu Tania untuk berbaring...


" Paman,sudah menyerah bukan?, sekarang kau fokus pada pengobatanmu, saat Panglima kembali kau harus sudah sembuh!, mengerti! "


Tantan mengangguk...

__ADS_1


" Bagus, Panglima hampir saja tidak pergi bertugas, dia hanya ingin saat kau sadar dialah orang yang kau lihat untuk pertama kali, namun sayangnya, saat dia pergi kau malah sudah sadar, tak apa, kau pasti slalu bisa merasakan kehadiran Panglima yang slalu berjaga di sampingmu!"


sambil mengusap air mata Tania yang mengalir.


" eh aku lupa, jika Jendral Petter juga punya adik, tapi dia perempuan, hehehe kau tahu dia mirip sekali denganmu, dia juga sangat ingin bertemu denganmu!, baiklah kau istirahat sekarang besok kau mulai terapi kan?, Ayo tidur!" Suzy menyelimuti Tania.


Tania pun memejamkan matanya, hatinya terasa damai karna banyak orang yang masih sangat peduli terhadapnya.


Suzy setia berjaga di samping Tania sampai terlelap.


Di kediaman Gress...


" Lihatlah, Adik iparku ini sangat Cantik, sayang sekali dia menikahi adikku yang bodoh itu!"


" Dia, Tentara?"


" Ya, dia Tentara!, Sifat Tania itu sama persis seperti ibunya, wajahnya pun mirip bukan?"


" Iya, kakak...Maya tidak asing dengan wajah ini!"


"oh ya?, karna miri dengan Tania pasti kan jadi tidak asing untukmu!" Ujar Gress.


" Mmm. benar juga ..., tapi kakak kelihatanya sangat menyayangi ibu Tania, sampai memberikan ruang untuk mengenang mendiang ibu Tania!"


" Ya, aku sangat menyayanginya dia paling bisa mengendalikan Adikku, dia bisa merubah, sifat buruk Hatta, mereka saling mengenal saat SMA, dan mereka bersama-sama memasuki pendidikan militer, dan kemudian menikah, dan memiliki Tania!, namun saat Tania berumur 2tahun, adikku dan Ranran mendapatkan tugas untuk maju di medan pertempuran, adikku terluka parah, dan Ranran gugur!" Gress berlinangan Air mata.


" maaf kakak, sudah membuka luka lama!"


" Tak apa, aku akan ceritakan semua, setelah Hatta sadar, dan tahu bahwa istrinya meninggal, dia hampir saja menggila, berapa kali dia mencoba untuk bunuh diri, namun akhirnya dia tersadar, bahwa dia masih memiliki buah hatinya yang harus dia jaga, saat itulah dia sangat protek pada Tania!"


Maya kini tahu alasan dari Hatta Latif yang begitu kolot.


Alasan, Tuan Hatta kolot itu masuk akal, tapi alasan Kolot suamiku ini aku masih tidak bisa mengerti.


dalam hati Maya.


" Ini Foto Tantan, ini Foto ibunya saat masih gadis!"


Memberikan album foto pada Maya.


Mata Maya terbelalak melihat foto masa mudanya ibu Tania.


" Maya, ada apa denganmu?" Gres melihat ada yang tidak beres dalam ekspresi Maya.


" Kakak, kalau boleh tahu siapa nama lengkap ibu Tania ?"


" Namanya, Rania Anjani!" jawab Gress.


" Ra, ra, ra, Rania Anjani? "


Maya segera berlari ke kamarnya tergesa-gesa mengambil dompetnya dan segera kembali ke ruangan tadi.


" kau kenapa Maya?"

__ADS_1


Maya membuka dompetnya, dan mengambil di sebuah foto yang tersimpan rapat di dompetnya.


" Kenapa bisa kebetulan sekali?" Air mata Maya mengalir deras sambil memberikan selembar foto pada Gress.


" ini Ranran kan di sampingmu, apa kalian bersaudara?"


" Tidak, bukan, kami sahabat dari kecil, seperti Suzy dan Tania, kami berpisah saat duduk dibangku kelas 2 SMA, dia dan kakaknya ikut ayahnya pindah keluar negeri, dan saat itu aku tidak pernah bertemu dan tidak pernah mendengar kabarnya lagi, jadi ,dia sudah tiada?"


" Ya dia sudah tiada, dan Tuhan mempertemukanmu dengan putrinya!"


" Kakak, biarkan aku yang merawat Tania, bolehkah itu?, aku akan merawatnya dengan baik, aku akan menjaganya... dulu saat kami masih muda slalu berkhayal jika kita akan menikahkan anak-anak kita kelak, dan mereka berdua pun dipertemukan untuk saling mencintai, aduh aku sangat terharu!" Maya tak bisa menahan air matanya .


" Maya, bukanya aku tidak mau, aku tidak ingin Tania terluka lagi!"


" Kakak, aku berjanji akan menjaganya dengan baik, aku tidak akan membiarkan siapa pun melukai Tania lagi!" bersungguh-sungguh.


Rania, kau boleh tenang karna anak-anak kita sudah saling mencintai tanpa harus kita jodohkan.


aku akan berjuang menyatukan mereka apapun itu, demi kebahagiaan anak-anak kita.


dalam hati Maya.


" Perawatan medis disana tidak sama di sini Maya, kau tahu pasti mana yang terbaik!"


"Tak apa aku akan tinggal di sini sampai Tania membaik!"


" Kau juga punya suami, dan anak bagaimana bisa kau ini malah tinggal di sini?"


" Iya tak apa, suamiku tidak akan mencariku, anakku sudah pasti mendukungku!"


" Ya Tuhan kau ini sudah tua tapi bandel.sekali, tunggu dia benar-benar baik, kau bisa membawanya kembali ke sana untuk perawatan lanjut yang ringan!"


" Terimakasih kakak, kakak sangat baik!"


" Tentu, aku melakukan ini juga untuk Tania, karna dia juga sangat menyayangimu!"


" Oh, ya kau yakin akan mengadopsi Sammy? "


" Yakin kakak, bisa bantu Maya untuk mengurus nya? "


" mmm, tenang, saja sekarang kau istirahatlah... aku juga mau istirahat, tenang saja untuk Samm bibi sudah mengurusnya!"


" Kakak sekali lagi terimakasih, selama di sini maya sudah merepotkan kakak!"


" kita bukan orang lain okey!"


" Ya kakak!"


Maya pun Segera beristirahat, hatinya pun juga lega akhirnya dia mendapat kabar tentang sahabatnya, meskipun tidak baik, tapi sudah merasa Mendapatkan jawaban yang selama ini selalu hinggap di pikirannya.dan lagi putri sahabatnya pun sudah berada didekatnya.


Besambung...


Author

__ADS_1


uh...Takdir memang selalu mengejutkan..hehehe


__ADS_2