
" Ayo cepat suamiku!!!, ini sudah terlambat!"
" Sabar-sabar...!"
"hehehe kau nanti akan bertemu gadis yang disukai putramu, ini acara pertunangan keponakan kita tercinta, dan dia sangat dekat dengan keponakan kita!"
" Apa Ria juga dekat dengan gadis itu?"
" Iya Ria sangat menyukainya!"
" Kalian diam-diam membangun kekuatan dibelakang ku!"
" Pufftttttttttt....hahaha ini bukan kami yang membangun,karna memang gadis itu yang membuat kita jatuh hati, kau pasti sangat penasaran kan?, aku sarankan kau tidak macam-macam!!!" mengingatkan suaminya.
" Yaaa... aku tahu!, tapi aku juga tidak habis pikir Ria bisa mengenal pria jauh itu, dia bukan anak yang suka berpergian jauhkan?, dia saja tidak bisa mengatur jam makannya sendiri,tepat waktu bagaimana dia sempat berkenalan dengan seorang pria hebat di luar sana!"
" Oh itu juga berkat gadis itu, hahhaha !"
" Semua berhubungan dengan gadis itu ya?"
" Ya, kau baru tahu kan betapa hebatnya dia mengendalikan hati orang- orang disekitarnya?"
" Hmmmm...!"
" Sudah ayo terlambat!" menarik dengan paksa.
mereka pun menghadiri acara pertunangan Ria dan Julius....
" Ria selamat akhirnya kau mendapat pria hebat!" Maya memeluk keponakanya itu.
" Ya semoga acara pernikahan kalian lancar sampai hari H!" sambung Huan Zang
" Paman , bibi terimakasih!"
" Eh, Ria...dimana kakak iparmu?, bibi tidak melihatnya?"
" Ria juga menunggu bibi...!" sambil melihat ke arah pintu masuk berharap yang ditunggu pun segera datang.
" Aihhh apa dia tidak datang?" Maya merasa kecewa, karna saat ini Maya sangat berharap bisa memperkenalkan Tantan pada suaminya .
" Riaaaaaa... maaf aku terlambat, aduh aku tidak terbiasa memakai sepatu tinggi!" Membungkuk melepaskan sepatunya dan segera berlari ke arah Ria dan Julius.
" Akhirnya kau datang juga, kami sudah menunggumu!" Ria merasa sangat bahagia.
" Aku pasti datanglah!" memeluk Julius dan Ria bersamaan .
"Hanya kau yang memberikan hadiah special pada kami Tantan!" ujar Julius datar.
" Apa?, aku bahkan tidak membawa hadiah, maaf kakak jangan menyindirku begitu!" ujar Tantan merasa tersindir.
" Maksudku, Lihat sepatumu yang menempel di wajah kami, apa itu sangat tepat?"
"Pufffffft ..."
Maya dan Huan zang menahan tawanya.
" Oh Tuhan, ini tidak benar aku terlalu Bersemangat, aduh maaf kakak Julius aduh maaf Ria sayang!"
" Kau ini sudah cantik kenapa melepaskan sepatu dan berlari, sungguh seorang Tantan!"
__ADS_1
Ria merasa gemas
" uhuk uhuk...!" Maya memberi kode keberadaannya.
" Wah ibu, kapan ibu datang?, ibu aku sangat rindu!" ingin segera beralih ke pelukan maya, namun mata maya terarah pada sepatu yang ada dikedua tangan Tantan.
" Oh... maaf,maaf ibu aku pakai dulu ya, ini aku tadi pinjam milik Suzy hehehe, Tantan mana mau beli sepatu ini, ini juga terpaksa karna gaun ini hanya cocok dengan sepatu tinggi ini!" merasa tidak nyaman.
" aisss dasar anak anak, sini peluk ibumu!"
" Ibuuuuuuu....!" memeluk dengan penuh semangat.
Huan Zang ikut tersenyum ,melihat wajah istrinya yang sangat ceria, saat berhadapan dengan Tania.
" Oh, tunggu...kenalkan ini adalah suami ibu, dia adalah Ayah Panglima, Eh suamiku ayo sapa dengan senyuman!!"
" Yah, .....!" Huan Zang menyapa dengan singkat dan tersenyum tipis.
" Haloo paman , saya Tania ,senang berjumpa dengan paman, aduh paman sangat mirip dengan panglima ya!"
" Sembarangan!!"
" Eh, kau harus melembutkan bicaramu!!"
" Tak apa Ibu, Tantan tidak masalah...heheh !"
Haduh, kenapa ibu dan Ria tidak mengatakan. jika ayah panglima datang, aku kan bisa belajar merangkai kata dulu agar terlihat elegan...
huffftt..aku tadi melepas sepatuku dan berlari, aduh memalukan, aku tidak bisa menjaga image ku haduh panglima tolong...aku kehilangan muka didepan ayahmu...
pasti beliau tidak akan menyukaiku...
" Mana ada kekasih, putramu sudah melamar nya didepan orang banyak!" sahut Maya.
" Putra?, bagaimana kau bisa mengatakan itu putraku, sedangkan dia melamar seorang wanita saja tidak memberitahukan ayahnya?
Tania keringat dingin.
" Siapa suruh kau ini keras hati!"
" Hey, Nak... apa aku terlihat mirip dengan putraku?" ujar Huan zang menunjuk wajahnya.
" Ya paman, sangat mirip!" jawab Tania tidak ragu.
meskipun dalam hati sangat ketakutan.
" Haha...Nak yang mirip itu dia denganku, bukan aku yang mirip dengannya...!"
" Ah, terbalik ya?, maaf jika begitu paman ya,Tania tidak pandai mengolah kata hehehe...!"
" Tak masalah!" wajah Huan kembali datar.
Ayah dan anak memang tidak ada wajah yang bisa menenangkan hati, wajah mereka seakan-akan ingin menerkam mangsanya!
dalam hati Tantan
" Paman , bibi...sudah sampai di sini rupanya, tadi aku mampir ke sana tapi penjaga rumah mengatakan kalian sudah berangkat!"
Xian-Xian yang tiba-tiba muncul.
__ADS_1
" Oh, iya kami sudah dari tadi datang!" jawab Huan tersenyum tipis ,sedangkan Maya tidak mempedulikan nya, Maya menarik Tantan ke tempat Julius dan Ria yang juga sedang menyapa tamu lain.
Sudah ku duga ,****** itu pasti datang, huh
aku harus membuatnya malu, di depan paman Huan...
dalam hati Xian-Xian.
" Paman, itu lah wanita penggodanya...kenapa paman terlihat dekat dengannya?"
" Kami hanya saling menyapa!"
" Paman jangan sampai tertipu dengannya dia pandai berpura-pura, lihat bibi dan Ria pun juga sudah tertipu, paman jangan sampai di bodohi wanita ****** itu!" geram sampai mengepalkan tangannya.
" Apa kau sedang mengajari ku???" wajah Huan terlihat sangat kesal.
" Bu bu bukan begitu maksudnya, paman maafkan Xian yang tidak pandai berbicara sampai salah berbicara!" Panik.
Saat ini perbedaan diantara keduanya sangat berbeda jauh, mata dan pikiranku memang tak bisa memungkirinya, Tania jauh lebih unggul, namun hatiku ini yang masih sulit menerimanya, sungguh hati ini sangat sulit diajak untuk menerima kenyataan, hemmm kenyataannya memang Tania gadis baik, pada saat berbicara meskipun di balas dengan nada tegas pun dia tetap tidak takut dan masih sangat terlihat tenang, namun gadis di depan ku ini sungguh hanya tahu mencela orang, huan
...
berperang dengan Hati dan pikiran.
" Hmmm, nikmati pestanya aku akan menyusul istriku!" berjalan perlahan menghampiri Tania dan Maya.
" Kenapa kau kesini?" ujar Maya bertanya dengan ketus.
" Apa tidak boleh?, kenapa kau ini menjadi sangat galak saat di dekat gadis ini?"
" Aku sedang menjaga nya, jangan harap kau dan gadis. Sialan itu bisa menyakiti Tantanku!"
" Eh, nak...apa aku menakutkan bagimu?" Tanya huan Zang
" Tidak, Tapi jika boleh jujur Tania sedikit takut membuat paman tidak suka pada Tania, hehe!"
" Jadi jangan sampai membuatku tidak suka!"
" hanya orang buta yang. tidak menyukai Tanganku!" sahut Maya percaya diri.
Apa-apaan ini???, pemandangan macam apa?
kenapa Paman malah berbincang dengan ****** kecil itu?, dan aku ditinggalkan di sini sendirian, Aku benar-benar tidak tahan lagi, lihat bagaimana aku memberimu pelajaran kali ini, biar mata semua orang melihat, bahwa kau adalah seorang ******!!
Xian-Xian dipenuhi amarah karna di abaikan.
Maya melihat ke arah Xian-Xian, yang terlihat mengepalkan tangannya.
" Suamiku, tolong kau perhatikan calon menantu pilihanmu hari ini, jangan sampai dia berbuat jahat pada menantumu!!!"
Maya memperingati Suaminya.
Huan Zang melihat ke arah Xian-Xian yang berjalan menuju tempat yang sepi dari keramaian.
**Kemana anak itu pergi?, apa yang sedang dia rencanakan?
Huan Zang memberikan kode pada Zie yang diam-diam slalu mengawasi keamanan Tuannya.
Bersambung**....
__ADS_1