DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
133. Bertemu


__ADS_3

Tantan dan kedua abangnya melakukan perjalanan menuju lokasi di mana Panglima sedang menyamar juga menjadi rakyat biasa.


setelah 3 hari berlayar, mereka pun sampai di tempat tujuan.


" Wah, tempatnya indah banget ya!" Tantan melepas maskernya dan menghirup udara sangat dalam.


" Pakai maskermu lagi, kita ini sedang melakukan misi!" tegas Dex.


Tantan segera memakai maskernya kembali.


" Oh, oh baiklah!" Tantan segera mengenakan maskernya.


" Ingat jaga sikapmu, ini adalah misi bukan pertemuan kekasih yang lama terpisah!" Dex mengingatkan sungguh - sungguh.


" Beres, aku melihatnya baik - baik saja sudah senang!" sambil mengangkat kedua jempolnya.


" Desa ini kenapa sangat sepi?" gumam Jack.


" Hmmm desanya terlihat makmur...Namun aneh ya?"


sahut Tantan.


" Aneh, apanya yang aneh?"


" Mereka sangat tertutup,tidak ada aktivitas diluar rumah, tidak ada anak - anak keluyuran, padahal masih siang,sepertinya mereka tidak menerima orang asing!, atau mereka ini suku pedalaman?"


" Benar juga sih!"


" Kita fokus mencari letak panglima dulu!"


" Bagaimana kita Mencarinya?" tanya Tania


" Bos,memberikan panglima benda yang bisa kami lacak, ah ketemu!"


" Dimana?"


" 2kilo lagi!"


" Kita Jalan kaki?"


" Memang mau naik pesawat?" sahut Dex


" Dex , kenapa kau sangat kesal pada Tantan?"


" Hanya gemas saja , Dia bisa melakukanya secara otodidak, kita mengahabiskan waktu 2 tahun!, untuk menjadi seperti ini!"


" Itu bukan gemas, itu iri!" jelas Jack


" Mana ada aku iri?, dengan anak ceroboh ini, tidak membuat masalah saja nanti aku sudah bersyukur!"


"Iya Tantan, tolong jangan membuat masalah ya?" tegas Jack.


" Iya iya...!"


setelah berjalan sepanjang 2kilometer...


mereka pun sampai di titik panglima berada,


" Sudah sampai?" Tanya Tantan


Dex mengangguk, dan berjalan masuk...


" Ayo masuk!"


"Selamat siang di penginapan indah, ada yang bisa dibantu?"


sapa penjaga penginapan


" Bisa beri 2 kamar?"


" Eh, jangan satu saja , 3 bed!"Sahut Jack.


" Jack, Tantan kan!"


" Ini demi keamanannya juga!" bisik Jack


" Oooo?"


" Diakan sedang menyamar!" bisik jack lagi.


" Yayaya, Satu kamar 3 Bed!"


" Oh baik, mohon memberikan kartu identitasnya!"


" Ini!" Dex memberikan KTPnya.


"Baik, mohon ditunggu...kami akan menyiapkan kamarnya!"

__ADS_1


setelah menunggu beberapa menit, kamar mereka pun siap, mereka diantar Memasuki kamar mereka.


" Tantan istirahatlah, kau bisa memesan makanan jika lapar!" ujar Dex lembut.


" Hmmm, aku mau rebahan dulu, jika Ingin menemui panglima jangan lupa mengajakku!"


" Iya iya...!" Dex mengiyakan


" Dex, Aku yang akan berkeliling mencari kamar Panglima!"


" Kamar sebanyak ini, bagaimana mencarinya?"


tanya Tantan


" Yang jelas pasti,teras balkonnya menghadap ke rumah penduduk, dan pasti dilantai yang paling atas!, dan benda ini yang akan mencari panglima!" menunjukan sebuah benda seperti remot mini.


" wah hebat!" Tania takjub dengan benda - benda canggih milik abang - abangnya.


" Aku jalan dulu!" Ujar jack segera beraksi.


Dia berjalan menaiki tangga, menuju lantai 4 , kemudian berjalan di sepanjang koridor sambil menggenggam, Alat yang dipegangnya.


" Kenapa tidak berbunyi?" Gumam Jack


masih tetap berjalan sampai di ujung, namun tidak ada yang bereaksi dari alatnya.


" Seharusnya di Lantai 4 kan?, atau jangan - jangan Panglima sudah kembali?"


Jack, berbalik Arah berjalan sedikit lebih cepat,


tittttttt tiiiitttt tiiitttt


" Berbunyi!, sebentar aku pastikan lagi!" berjalan maju mundur untuk memastikan.


" Oh, ketemu noner 78!"


Jack segera menekan tombol pada pintu.


ting tong ting tong...


Ceklek....


" Siapa???"


Jack langsung menujukan sebuah kartu pada Panglima, panglima pun segera menyuruhnya masuk.


" Jack???, aku hampir tidak mengenalimu!"


" kami? kau tidak datang sendiri??"


" Ah?????, ya heheh!" Jack merasa canggung.


" Kau dengan Dex?, di mana dia?"


" dia dilantai 2 heheheh!"


" Apa kau menyembunyikan sesuatu?"


" Oh, tidak tidak ada!"


" Bawa aku ke kamar kalian!!" Panglima menarik baju Jack keluar.


" tututunggu, kenapa harus ke kamar kita?"


" Firasatku ada sesuatu yang kau bawa!"


Sial, kenapa tidak pernah bisa lepas dari pandangan Panglima, Matanya sangat Jeli.


" Cepat katakan di nomer berapa?"


" dudududu aapuluh!"


mereka pun sampai di Lantai 2 panglima melihat teliti nomer di pintu.


" Ketemu!" Panglima segera menekan tombol dekat pintu


Tak lama pun pintu terbuka,


" Wooohhhh!" Dex terkejut dan menutup pintunya Kembali.


" Ada apa bang?"Tania keheranan.


Dex mengunci pintu dan berjalan menghampiri Tantan dan berbisik,


" Pakai topi dan maskermu cepat!, diluar ada Panglima!"


" Oh,oh,oh!" dengan panik dan terburu - buru Tantan menganakan masker dan topinya.

__ADS_1


Tingtongtingtongtingtong...


terdengar suara bel yang ditekan berkali - kali.


Dex segera membuka pintunya,


" Heheheh, maaf panglima tadi lupa sesuatu!" ujar Dex merenges.


Panglima pun segera masuk,


" Apa yang kalian sembunyikan?"


" Tidak ada...!" Jawab Dex.


" Oh???, siapa dia??" melihat ke arah tantan yang menundukan kepala.


" Ini adik saya !" Jawab Jack.


" Kau punya adik????"


" hehehhe ya keponakan maksudnya phehehheh!"


" Aihhh, baik lupakan!, kalian di sini akan membantuku kan?, Jelaskan bagaimana kalian bisa tahu jika ada komplotan penghianat dipasukan ku?" Panglima meminta penjelasan, sambil duduk di ranjang sambil menatap ke arah Tantan, yang panglima mengetahui jika dia sedang mencuri - curi pandang


" jadi begini, panglima kan memasukan anak buah anda pada keluarga Xiankan?"


" Mm mm.....!" masih melihat ke arah tania.


" Dia datang membawa tanda anggota anda dan memberi tahu , jika Panglima akan dalam bahaya karna sebagian pasukannya Sudah dikendalikan Luxian!"


" Lalu ?"


" mereka tidak bisa bergerak sembarangan karna sudah menjadi anak buahnya!, mereka meminta tolong pada kami!"


" Oh....ini masalah besar!, jika aku menghabisi pasukanku tanpa bukti, maka aku juga akan dianggap gagal meski misi ini berhasil!"


Panglima berpikir keras.


" kami akan membantu panglima!" ujar Jack.


" mmm...ini kenapa Luxian bisa mengancam sejauh ini?" Panglima kebingungan.


" Emmm ini karna kami menjebloskan Xian - xian ke penjara!" jawab jack lagi


"Ha????" Panglima semakin bingung.


" Jadi, begini kami mendapat misi membunuh seseorang setelah kami selidiki, ternyata targetnya tunangan anda ,lalu bos menerima misi itu!"


" Hey kalian mau menyakiti Tantanku?, tidak semudah itu!, dia tidak akan mudah untuk ditargetkan lagi!"


" hmmm tentu saja tidak bos hanya mengambil uangnya saja!, lalu kami ditugaskan menjaga adik,eh nona Tantan!"


" lalu kalian membantu Tantanku balas dendam?, dan Xian berakhir di penjara?" Panglima tidak beralih memandang ke arah Tantan yang menyamar.


" Ya begitu bos!"


" Lalu???" Panglima berjalan mendekati Tantan.


" ah???" Jack terkejut.


" Luxian menargetkan aku dan keluargaku pasti ya???"


" Bebenar panglima!"


" Jadi, aku sudah menemukan jawabanya!"


" Oh??? APA itu?" Jack dan Dex bingung.


" Hmm mm, kenapa kau membawa keponakanmu??" tanya panglima.


" mm mm karna, Karna ..." jack tergagap.


" karna akan bergabung dengan kami!" Sahut Dex


" Yayayayay !"


" Hehehehe!" mereka bertiga meringis.


Panglima melihat lebih jeli lagi dari ujung rambut sampai kaki,


Haduh, matilah aku jika ketahuan...


Tania mencoba untuk tenang agar tidak ketahuan.


Namun panglima semakin mendekat,


" Oke, lupakan dulu!...kita focus pada tugas berat ini!!!"

__ADS_1


Tania pun bernafas lega.


bersambung...


__ADS_2