DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
252. Yang Kedua


__ADS_3

" Apa-apaan, kau membawanya ke sini??"Ujar Jimmie yang sangat kesal melihat Josh.


" Panglima yang menyuruh saya membawanya kemari, untuk membantu anda membersihkan kabinet - kabinet yang bermasalah!"


" Aku tidak membutuhkannya, berikan saja pada Mikel...!"


" Mikel??"


" Ya, mikel kau mau daging segar??"


tanya Jimmie


namun tiba-tiba mikel memberikan ekspresi ingin muntah


" Apa??"


" Pfffffffffffttttttttt " Jack dan Dex tak kuasa menahan tawanya.


" Bos, mikel saja tidak menyukai daging penghianat!" Ujar Jack.


" Ah benar saja,...!"


" Bos, sudahlah lagian itu perintah Panglima, dia juga sudah kehilangan satu tangannya, kita jangan sampai gagal juga ,jika tidak nasib kita akan sama seperti dia!"


Ujar Dex memberi saran


mengingat dia dan bosnha sudah gagal sekali, dan tidak mungkin ada kesempatan kedua lepas dari hukuman Panglima jika sampai gagal.


" Ah, kau benar aku hampir kehilangan kakiku saat itu, ...kau sini kau lihat daftar nama dan wajah orang - orang ini...!"


Josh yang dulu sangat di hormati dan ditakuti, kini hanya seperti tumpukan sampah yang tidak berarti,


" Lihat baik-baik, masih untung Panglima mematahkan satu lenganmu, padahal aku lebih lega jika Panglima membunuhmu, kau adalah rubah tua yang sangat licik, kau kira aku tidak tahu itu??!!!"


" Saya hanya bertugas membantu, jika kau tidak suka diam dan jangan banyak komentar!" pungkas Josh


" Hem, benar aku tidak harus membuang omong kosong pada sampah!"


" Bos, anda harus tenang...tidak ada waktu untuk berdebat, kita harus segera membersihkan sampah-sampah itu sampai tak tersisa!"


" Benar....!"


Jimmy pun kembali Fokus pada pekerjaannya.


...----------------...


Panglima membuat keadaan sedikit kacau untuk mengecoh musuhnya.


Panglima mengirim seperempat pasukan Jenderal untuk menuju Basecamp untuk membantai orang - orang yang bertugas menghancurkan Bascamp.


Beberapa pasukan diperbatasan di tarik mundur.


Kekisruhan yang disengaja dibuat di dalam anggota - Anggota kabinet dan pejabat - pejabat tinggi karena pencopotan dan pergantian paksa oleh Jimmy.


Kekacauan negara itu sudah menyebar luas ke seluruh penjuru.


Panglima memanfaatkannya untuk mengetahui negara mana saja yang mengincar negaranya itu.


masyarakat pun tetap tenang, karna itu sudah di katakan oleh pemimpinnya jika hal itu akan terjadi, akan terjadi beberapa kekacauan di negera mereka karena adanya perombakan besar-besaran pada orang - orang dalam pemerintahan.

__ADS_1


maka dari itu Panglima mengirim para lansia dan balita ke daerah yang cukup jauh dari daerah yang sedang terjadi konflik, lalu melatih masyarakat yang produktif untuk wajib militer.


Panglima juga sudah memprediksi di titik mana musuh akan menyerang, semua sudah Panglima atur.


" Panglima, Negara H mendapatkan pasokan senjata dari negara M dan juga F...!"


" Ehmmm...begitu??"


" Ya panglima!"


" Kalau begitu sampaikan pada Jimmie untuk mengadakan Vaksin secara merata untuk masyarakat!"


" Baik saya mengerti Panglima!"pergi dengan kilat


" Kau apa yang kau laporkan??"


" Pasukan Jenderal sudah sampai di Basecamp Zero, tapi malah di kira nyonya mereka pihak musuh...mereka terkena jebakan yang dibuat boleh nyonya !'


" Astaga, Istriku...sejak kapan dia pandai mengatur jebakan, sepertinya aku melewatkan banyak hal tentangnya!, apakah mereka terluka parah??"


" Ya, sebagian besar mereka terluka parah, dan luka ringan!"


" Kirim pasukan cadangan ke sana dan tambahkan team medis, aku lupa dia tidak akan mengenali pasukan Jenderal Petter!"


" Ya benar, karena simbol pasukan Jenderal berbeda dengan pasukan Panglima!"


" Bawa simbol pasukanku, dia akan membukakan gerbangnya, lalu sampai di mana orang - orang itu??"


" Mereka masih menuju Basecamp ke empat!"


" Hemm , masih ada waktu cepat' selesaikan sebelum mereka menghabiskan bascamp terakhir!"


Panglima memegangi keningnya, dia melakukan kesalahan kecil tapi berdampak cukup besar,


" Panglima, pasukanku terluka...!" ujar Jenderal Petter yang datang.


" Aku lupa, jika Istriku tidak mengenali pasukanmu, aku sudah mengirim team medis dan pasukan cadanganku!"


" Baiklah, jika begitu aku tenang....!"


" Tenang saja keluargamu juga sudah aman, mereka akan segera dipindahkan di basecamp yang baru, memang harus begini ,lelah berpindah-pindah!"


" Ya asalkan mereka selamat Panglima!"


" Sepertinya musuh sudah akan meluncurkan serangan!"


" Benar, mereka akan menyerang, di kota ini, karena di sini adalah. ibukota kita, tapi aku sudah memindahkan sebagian penduduk ke utara dan selatan!"


" Tapi mereka menyerang dalam bentuk apa dulu Panglima??"


" Entah itu tembakan brutal dari udara atau rudal, aku tidak tahu, yang jelas kita akan menyerang negera tetangga ini dengan senjata biologi terlebih dahulu, karna negara ini paling dekat dan posisinya paling menang untuk menyerang, di belakang itu posisi negara ini cukup strategis melepaskan serangan senjata besar, ...kita akan menyerang dengan senjata biologi jika mereka masih tidak terpengaruh senjata kimia akan kita lepaskan!"


" Ehmmmm... baiklah, tugas mu memantau semua drone - drone ya berterbangan, beberapa hari ke depan mereka akan mengamati penjagaan-penjagaan, terutama di perbatasan, hati-hati dalam berurusan dengan drone, mereka bisa meledakkan itu kapan saja, jadi tembaki saja jika menangkap signal asing terdektesi!"


" Tapi, bagaimana jika itu tidak terdeteksi??"


" itu PR untukmu Jenderal, kau bisa bicarakan pada Zero soal itu!"


" Baik, aku akan menemui Zero sekarang!"

__ADS_1


" Oke!"


Petter pun segera menuju tempat latihan


ternyata mereka dilatih cukup keras oleh Zero,


" Zero apa kau sibuk??"


" Tidak Jenderal...apa yang bisa saya bantu?"


" Aku ditugaskan untuk mengawasi Drone, tapi takutnya mereka memiliki Drone yang tidak terdeteksi, apa kau punya solusi mengatasi hal itu??"


" Oh, ya...itu cukup sulit tugasmu Jenderal...!"


" Ya, ku rasa kau tahu solusinya Zero!"


" Aku baru selesai memodifikasi metal detektor Jenderal, aku rasa setiap drone yang mereka gunakan pasti memiliki alat peledak, itu bisa membantumu mengatasinya Jenderal!"


" Wah itu benar, aku akan memakai alatmu itu Zero, ...!"


" Tapi aku belum mencobanya, tapi metal detektor ini cukup sensitif jadi dia akan otomatis menghancurkan sesuatu yang terdektesi olehnya, takutnya alat ini salah sasaran karena Jenderal memiliki banyak pasukan dengan alat peledak!"


" Ini solusi dengan masalah baru Zero!"


" Hahahaha Tenang Jenderal, ...bisa kita atur, senjata kita memiliki kode, kita masukan pengecualiannya di sini, semua kode senjata yang kita miliki masukan dalam sini untuk identifikasi, dengan begitu dia tidak akan salah sasaran!"


" Oh Zero, kau memang andalan kami...!"


" Silahkan di pelajari Jenderal...jika ada yang tidak mengerti tanyakan pada saya...!"


" oke, aku akan mempelajarinya, lanjutkan pekerjaanmu!"


Jenderal Petter pun pergi, Dan Zero kembali melatih.


" Zero, apa sungguh akan terjadi perang??"


tanya Yesa mendekat.


" Ya, ....mau bisa ikut ke bascamp baru Yesa, besok beberapa truk akan membawa para Lansia ke sana!"


" Aku akan tetap berjuang bersama panglima di garis depan!"


" Seharusnya kau tidak keras kepala Yesa!"


" Apa kau mengkhawatirkanku???!"


" kita adalah rekan, kita akan mengkhawatirkan satu sama lain bukan??"


" Zero tidakkah pernah sedikit pun kau tertarik padaku??"


" Aku sudah menikah Yesa, jangan membicarakan hal yang tidak penting!"


"Kenapa kau sangat baik padaku Zero, aku sampai salah paham dengan kebaikanmu!"


" Maafkan aku yang terlalu baik, mulai sekarang aku tidak akan terlalu baik, aku tidak ada waktu bersantai, aku pergi dulu!"


" Zero.... seandainya boleh aku tidak keberatan menjadi yang kedua!"


" Apa??, Yesa...gunakan akal sehatmu...aku tidak ada waktu untuk memikirkan masalah pribadi, di sini kita tidak untuk membahas perasaan, cukup aku tidak ingin berbicara denganmu lagi!" tegas Zero sangat kesal.

__ADS_1


Zero segera pergi meninggalkan Yesa, sebenarnya dia juga tidak ingin seperti itu pada Yesa, tapi Yesa terlalu terang-terangan, membuat Zero menjadi tidak nyaman sama sekali, karena dia takut membuat Nisa bersedih.


__ADS_2