
" Jendral maafkan aku karna slalu membuat banyak masalah padamu!" sambil memapah
" kau bisa menyetirkan?"
" Bisa Jendral, apa kita kembali ke distrik sekarang? "
" Ya!"
" Baik!"
" nona terimaksih banyak, nona ini obat untuk Jendral, nona tolong rawat Jendral! "
" Baik paman, sampaikan pada ayah kami pulang dulu!"
Suzy dan Jendral pun berlalu pergi.
" akhirnya Jendral mendapatkan pendaping!" Robin merasa sangat lega.
Tapi Tuan benar-benar kejam, jika nyonya masih hidup, posisi Tuan pasti yang babak belur.
" mereka sudah pulang?"
" sudah tuan, tuan apa tidak keterlaluan?, apa itu akan baik-baik ke depannya?, mereka belum saling mengenal satu sama lain ,apa lagi saling jatuh Cinta!"
" Biarkan mereka menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayangnya setelah menikah, itu lebih baik!"
" Tapi tuan benar-benar tega memukuli Jendral! "
" Dia akan tahu nanti, bahwa pukulan yang ku beri itu tidak seberapa, aku ayahnya aku tahu yang terbaik untuknya, kali ini aku harus berterimakasih pada Panglima juga, ayo kembali bekerja!"
Ya Tuhan, ampunilah dosa tuan hamba, bagaimana ada seorang ayah yang sudah menghajar putranya habis-habisan masih bisa tersenyum bahagia.
Robin menggeleng kepala.
Dikediaman Jendral Petter.
" Jendral aku akan mengoleskan ini padamu!" dengan perlahan dan pasti Suzy mengoleskan obat pada wajah Petter.
...***Astaga, aku benar-benar akan menikahinya, ini sebuah bencana atau anugrah?...
...dalam hati Jendral***...
" Jendral aku minta maaf, sekali sungguh!" dengan setulus hati.
" apa kau sungguh-sungguh mau menikah denganku?"
" Aku sudah bersumpah pada ayah Jendral, mana aku bisa mengingkari sebuah sumpah, aku juga harus memikirkan cara untuk menyampaikan hal ini pada orang tuaku!"
" apa orang tuamu sulit dihadapi?"
" Tidak Jendral, mereka slalu berpikiran terbuka, dan slalu menghargai keputusanku!"
" Mmmm,..."
" Jendral jika nanti kita menikah, Jendral tidak bisa jatuh cinta pada Suzy , tidak apa-apa , jika jendral ingin bercerai karna sudah memiliki wanita yang di cinta itu tidak apa-apa! "
" apa kau suka menjadi Janda?"
" siapa yang mau menjadi Janda, namun pernikahan ini tidak berdasarkan keinginan kita berdua!"
Betapa bodohnya dia...
Jendral tersenyum dalam hati .
" apa kau bisa jatuh cinta padaku?"
"oh????" Suzy tak bisa menjawabnya.
...Jika Jendral memiliki hati yang hangat, pasti wanita akan mudah jatuh cinta, tapi dengan sifatnya yang sangat angkuh, wanita mana yang akan jatuh Cinta?...
" sudahlah, tidak usah kau jawab menikah ya menikah saja, aku tidak ingin ada perceraian, jika kau menikah denganku, ya sudah jangan mengaharpkan perceraian, namun saat menikah kau berharap bercerai, sudah biarkan saja ayahku memukulku sampai mati!"
" Jendral kita tidak saling mencintai, apa ke depanya bisa baik-baik saja?"
" kita tidak tahu ke depannya, sudah terlanjur jalani saja, jika kau benar-benar menjadi istriku, aku akan berusaha memperlakukanmu dengan baik!"
astaga, apakah dia benar-benar Jendral?
" bisakah, kau katakan pada Panglima, aku meminta Cuti untuk beberapa hari!"
" baik, Suzy segera ke tempat Panglima! "
dikediaman Panglima.
tok tok tok...
__ADS_1
" Tantan...Panglima... buka pintunya!"
tak lama pintu pun terbuka.
" Suzy kau sudah baikan?" Tantan memeluk sahabatnya dengan gembira.
" Ya, Tantan, apa Panglima ada di dalam?, aku ingin berbicara dengan Panglima! "
" ada. dia sedang mandi, ayo masuk saja seperti biasa, kenapa seperti orang lain?"
Suzy pun masuk dan menceritakan semuanya pada Tantan.
" Apa?,apa kau hamil? kenapa secepat itu?, apa Jendral menindasmu?"
" apa yang kau katakan Tantan?"
" lalu kenapa kau mau menikah dengan Jendral secepat itu, Panglima saja, tahu batasannya, karna kita belum menikah!"
" siapa hamil?" Sahut Panglima yang baru selesai mandi.
" Suzy! "
" Tidak-tidak bukan seperti itu panglima! "
" Ceritakan dengan tenang!"
"Baij Panglima!" Suzy pun menceritakan semuanya sedetail mungkim pada Tania dan Panglima.
" Jadi seperti itu huahahahahhhahaahahah" Panglima tertawa puas.
" Panglima, kenapa kau menertawakan temanmu, itu sangat kejam, paman memukul Jendral! "
"hahahahah, Suzy percaya lah bahwa Jendral tidak seburuk di luarnya, di dalam hatinya dia adalah pria yang hangat!"
" Suzy. apa kau tida menyesali keputusanmu?"
" tidak, bagaimana pun nanti itu semua sudah keputusanku, Jendral sudah banyak membantu dan ku repotkan, bagaimana bisa aku diam saja melihatnya di hajar sampai mati, ini semua juga karna diriku yang tidak berpikir panjang. sehingga membuat Jendral seperti ini!"
" Ya sudah kau kembalilah, biarkan Jendral beristirahat sampai pulih!"
" Terimaksih Panglima, Tania Aku kembali dulu!"
Suzy pun segera pergi.
"Itulah paman Anton, dia saja berani menghajar anak orang, apalagi anaknya sendiri!"
" Suzy semoga Jendral bisa bersikap baik padamu!"
" Tenanglah, Jendral selalu melakukan apa itu tugasnya, jika dia menjadi suami dia akan melakukan tugas seorang suami dengan baik!"
" paman sangat cerdas sekali, kita baru membantu satu langkah, paman sudah langsung bisa menyekak mereka berdua! , haduh temanku akan menikah!"
" Ya, jangan remehkan pria melow itu, otaknya penuh dengan taktik licik! tenanglah sayang aku juga sebenarnya tidak sabar untuk menikahimu!"
" aku sabar Panglima, jalan kita panjang!"
Panglima bermanja di pangkuan Tania,
" aku iri pada mereka belum saling mencintai tapi bisa langsung menikah, namun kita yang sudah saling mencintai harus berjuang dulu menyingkirkan dia, dan membuat ayahku mengubah keputusannya!"
" hmmm belum lagi dengan ayahku!" Sahut Tantan.
" Sayang, percayakan padaku aku akan membuat semuanya mudah!"
" Aku percaya pada lelakiku!"
" Haiiis, rasanya ingin melampiaskan semua hasratku, namun itu tidak bisa sekarang, bersabar untuk waktu yang indah, kalau begitu cium aku!"
" tidak mau!" tersipu malu.
" ini perintah sayang!"
" Tidak mau!, Panglima apa kau benar-benar tidak akan menerima tunanganmu?"
" Tidak!, kau slalu menanyakan hal yang sama, aku bosan dengan pertanyaanmu!"
" Aku hanya takut jika suatu,sa..."
"ssssssssst, jangan kau lanjutkan, jika kau lanjutkan aku akan menciummu seharian!"
" Siap, Tania diam!"
Panglima segera bangkit dan memeluk Tania,
" percayalah aku hanya menginginkanmu tidak ada yang lain,orang seperti kami tidak di ijinkan poligami, jadi kau bisa tenang!"
__ADS_1
" hahahahha aku juga tahu itu, sudah aku ingin beristirahat!"
Tania segera masuk ke dalam kamarnya.
****
" Makanan anjingmu sudah habis?"
" sudah kakak senior, aku mau ambil lagi boleh?"
" Tentu saja, apa kau jalan kaki lagi? tumben sekali sore ini baru datang?'
" iya, kakak, hehehe tadi ada tambahan latihan kusus!"
" latihan kusus?, kenapa aku baru dengar?"
" heheheheh, iyakah? kita kan beda generasi kakak mungkin beda heheh!"
masak iya aku harus jujur jika dilatih kusus Panglima sendiri?
" ah begitu, baiklah aku mau sekalian pulang, aku antar ya!"
" oh?"
aku lupa, kan aku mengaku tinggal di asrama? masak iya aku dari asrama membawa makanan ini ke paviliun, itu lebih jauh dari sini...astaga bagaimana ini?
" kenapa bengong ayo!"
" mmmm kakak aku jalan saja ya!"
" mana tega, ayo cepat naik!"
" mmmm, kakak bisa antar aku ke dekat paviliun panglima, emmm tadi aku juga diminta panglima untuk membawakan sekalian makanan anjing!"
" ha??? ketempat panglima?"
siapa yang berani menginjakan kakinya di sana tanpa perintah?
" jika kakak keberatan Tantan jalan kaki saja!"
aku bukan pria jika membiarkan dia jalan kaki bukan?, apapun yang terjadi hadapi saja.
dalam hati Leon wang.
"Ayo naiklah!"
" ah, baik!"
Tantan pun di antar ke paviliun Panglima oleh Leon wang.
" apa kau yakin panglima memintamu untuk mengantar makanan anjingnya?"
" Ya, turunkan saja kakak di sini biar sisanya aku yang urus!"
" aku tunggu di sini, setelah itu aku antar ke asrama!"
" tidak-tidak, kakak kembali saja aku nanti gampang kok!"
" mana boleh, cepat masuk aku tunggu, aku tidak beranin menginjak halaman Panglima tanpa ada perintah!, hati - hati dengan anjingnya!"
" ah????, serius kakak kembali saja tak apa!"
ouuug ouuuug ouuuug...
terdengar suara michel menggonggong.
" Ya Tuhan jangan keluar, jangan keluar!" Leon wang sudah komat kamit tak karuan.
terbukalah pintu paviliun Panglima keluar lah Micel sambil menggonggong keras.
" awas tantan!"
" tenanglah kak, dia baik!"
" baik apanya, anjing ini tidak jauh menakutkan dari Panglima! " menarik dan menyembunyikan Tania di belakangnya.
" Siapa yang menakutkan?" Panglima keluar dari paviliun.
sambil melihat ke arah tangan Leon wang menggenggam erat tangan Tania.
Bersambung....
author
wah, seruuu nih apa yang akan terjadi ketika panglima melihat Leon wang menggenggam erat Tania.
__ADS_1