DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
177. Tikus Bau


__ADS_3

mendengar rekaman itu, hati Ria sangat tersentuh, Maya dan Suzy pun ikut tersentuh.


" Aduh anak ini ternyata benar - benar pria sejati, bibi akan mendoakan yang terbaik untuk kalian!" Maya sangat tersentuh dengan perkataan Jimmie yang sangat tulus.


Ria pun meneteskan air matanya,


" Lah kok malah menangis?"ujar Tantan.


" aku sangat menyesal, hiks hiks hiks...!"


" Kau malah menyesal mendengar hal ini??'


" Ya huhuhuhu....!"


" ya sudah kalau memang tidak cinta jangan di paksakan, aku tidak akan mendorong mu lagi ke Jimmie!" Tantan merasa bersalah.


" Bukan ,bukan itu kakak ipar maksud Ria....!"


" Lalu apa yang kau sesalkan Ria?" Sahut Suzy bertanya.


"Kenapa baru sekarang Ria menyadari ketulusan kak Jimmie....!"


" Ohhhhhhhhhhhwalahhh....!" semua berseru serempak.


" Keponakanku yang paling cantik, Tuhan sudah mengaturnya dengan indah sayang, jika kau sangat mudah didapatkan, maka kita juga akan mudah tersisih kan, memang harus ada perjuangan lah, kau tak tahu pamanmu juga mati-matian mengejar bibimu ini, setelah bibi jatuh hati, kita masih berjuang mendapatkan restu orang tua kita, itulah kenapa bibi dengan pamanmu meskipun bibi dan paman sempat pisah ranjang, kami masih saling mencintai dan merindukan satu sama lain, dan semoga hanya maut yang memisahkan kita!"


" Iya benar juga, aku dan Panglima juga sama, kami terpisah selama 5tahun, meskipun kita mengikat janji, jika Tuhan tidak berkehendak maka kita tidak akan dipertemukan lagi!"


sambung Tantan.


" Aku, sangat pemalu untuk berhubungan dekat dengan laki-laki, aku tidak pernah dekat dengan laki-laki mana pun sampai aku dipertemukan dengan Jendral dan akhirnya kami menikah!, aku mendapatkan sahabat suami dari sahabatku, heheheh...!" Sahut Suzy.


" ah, manis sekali kisah cinta kalian!" Ujar Ria.


" Jika nanti kau benar-benar berjodoh dengan Jimmie, kau juga akan menganggap semua yang kalian lalui manis!"


ujar Maya.


" Ayo Ria...kau harus menunjukan keyakinanmu pada Jimmie jika kau benar-benar ingin bersamanya...!"


" Ya, baiklah...aku akan menunjukkan bahwa aku sungguh - sungguh menerimanya!"


" hehehehe...bagus sekali semangat ya!"


" Baik kakak ipar terimakasih atas dukungan nya semua!"


" tentu saja, kami slalu berharap kau bahagia!"


Sahut Maya.


mereka berpelukan berempat dengan bahagia dan saling menjaga.


...----------------...


Sampailah Jimiie di tempat Panglima bertugas,


" Jim...apa yang kau lakukan?" Panglima yang menyadari kehadiran Jimmie yang tanpa sedikitpun suara .


" Oh, panglima...aku sudaj berusaha keras tidak berisik tapi kau masih bisa mendengarnya!"


" Katakan apa yang membawamu kemari??"

__ADS_1


" hemmm, Panglima ingin mendengar berita baik atau tidak baik dulu!"


" Tidak baik dulu!" Tegas Leon.


" Yang di incar sekarang adalah para pemerintah Panglima, saat ini mereka pasti mencoba segala cara agar pemerintah menjadi pro dan tidak menyelesaikan kasus ini!"


" Lalu apa kabar baiknya?"


" Aku di terima oleh Riaaaa....Yeeeessss!"


" Itu juga kabar buruk untukku!" ujar Panglima cuek.


" Panglima jahat sekali kau, bagaimana bisa kabar buruk??"


" Bisalah,....bisa...!"


" Apa kau tidak setuju dengan hubunganku dan Ria??"


" Aku hanya kasihan jika Ria terpaksa menerima mu!"


" Yeeee jangan salah, semua ini karna Tantan, aku yakin Tantan akan meyakinkan Ria untuk ku!"


" Berani - beraninya kau memanfaatkan istri panglima untuk persoalan pribadimu!!!"


" Panglima, ini justru tuduhan yang terbalik!"


" Terbalik kepalamu!"


" Dia memanfaatkan hubungan ku dengan Ria, untuk memeras 1 rekeningku, yang berjumlah besar!"


" Tentu saja, jika tidak seperti itu maka itu bukan istriku!, bagus itu hahahahahaha!,. memperistrinya adalah keberkahan bagiku dan keluarga ku!"


" Jimmie ku ingatkan kembali, jika kau sampai melukai Ria aku akan membunuhmu dan membuatmu menderita!"


".Baik, aku sudah memegang janjimu!"


" Ya panglima, aku tidak akan mengingkari janji, lalu bagaimana kita akan menyelesaikan masalah ini??"


" Ya, aku akan pergi denganmu!"


" Kau meninggalkan pasukanmu lagi??"


" Tak masalah!"


" Panglima, kau harus berhati-hati, banyak orang yang akan menjatuhkanmu!"


" Aku tidak takut, aku tahu konsekuensinya jika ketahuan, tugas kita adalah bagaimana.menyelsaikan masalah ini agar tidak ketahuan!"


" Panglima, kau tidak bisa begini terus meninggalkan tuga dan pasukanmu itu melanggar hukum!"


" Ayolah Jimmie...jangan terlalu khawatir padaku, kita harus mengkhawatirkan bangsa dan negara kita yang mulai tidak sehat ini!"


" Panglima, kau tidak bisa mengatakan semua itu, tolong katakan padaku, rencanamu biar aku yang melakukannya!"


" Tidak Jimmie..


kita lakukan bersama, pasukanku akan baik - baik saja!"


". Panglima, aku yang akan menanggung konsekuensi nya untukmu!'


" Tutup mulutmu, Panglima harus berdiri dikakinya sendiri jika bermasalah, panglima tidak bisa melibatkan orang lain untuk menyelamatkan dirinya sendiri!"

__ADS_1


" Hmmm baiklah, nanti malam kita kembali ke ibu kota, kita akan tumpas semuanya, jangan sampai kejahatan ini merajalela dan menyengsarakan rakyat kita!"


" Ya, karib...kau bisa laporkan ini pada Jendral di perbatasan utara dan kembalo lagi ke sini!"


" Baik, bagaimana jika Jendral ingin ikut?"


" Jenderal tidak akan ikut, dia lebih mengerti apa yang harus dia lakukan!"


" Oh, baiklah....sampai jumpa nanti malam!"


" hmmm....!"


Jimmie pun segera pergi keperbatasan utara untuk menyampaikan pesan pada Sang Jendral.


...Astaga Panglima di kira perbatasan utara itu cuma 5 langkah apa, malam suruh kembali, untunglah aku mengerti jalan - jalan rahasia...


setelah 5 jam perjalanan sampailah Jimmie diperbatasan Utara dan bertemu dengan Jendral Petter...


" Hai Jenderal apa yang sedang kau lamunkan??" Jimmie menyadarkan sang Jenderal dari lamunan.


" Oh, Jimmie apa yang ingin kau sampaikan??"


" Kau belum menjawab pertanyaan ku!"


" Kita di kirim ke sini, namun ini adalah hal yang percuma, sedangkan pokok masalahnya ada di orang - orang kota!"


" Itu juga yang ingin aku sampaikan, jika aku dan Panglima akan berangkat ke ibu kota!"


" Jangan!!, takutnya ini adalah jebakan untuk Panglima,.... panglima saat ini menjadi incaran banyak orang untuk menjatuhkan!"


" Kata panglima, Jenderal lebih tahu apa yang harus dia lakukan!"


" Baik aku mengerti....tolong jaga panglima Jimmie!"


" Tentu saja, Jenderal kau juga harus menjaga diri, istrimu slalu menunggumu pulang dengan kemenangan!"


" Baik, kembalilah pada Panglima agar tepat waktu datang ke ibukota!"


Jimmie segera menghilang, dan kembali kepada panglima,....


Jam 3 pagi Jimmie baru sampai pada Panglima.


" Terlambat 1 jam!" tegas panglima.


" Hei panglima aku bukan anak buahmu!" ujar Jimmie protes sambil terengah-engah.


" Aku juga tidak akan mengakuimu sebagai bawahanku!"


"istri dan suami sama - sama menyebalkan!"


Tanpa memberikan waktu Jimmie istirahat, Panglima segera menarik Jimmie untuk berangkat ke ibukota.


dengan penyamaran yang sangat Trampil keduanya sampai di ibukota di siang hari,


" Panglima , dari mana kita memulainya??"


" coba cari tahu transaksi - transaksi uang yang mencurigakan kita mulai dari penerima dana terbesar akhir akhir ini!"


" Baik!" Jimmie dengan keahliannya pun segera melaksanakan perintah Panglima.


**Berani - beraninya mempermainkan Panglima kalian ini tikus besar yang sangat bau...

__ADS_1


jika aku tidak bisa memenggal kepala kalian, para petani akan mengalami gagal panen dan Rakyat hidup menderita, sepertinya akku harus menggunakan ular besar dan banyak untuk menghabisi kalian.


dalam hati Panglima yang sangat kesal**.


__ADS_2