DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
178. Membagi Tugas


__ADS_3

Setelan mendapatkan informasi yang di minta oleh Panglima, Jimmie segera melapor pada Panglima siapa yang menerima dana yang mencurigakan.


" Hemmm... syukurlah mertuaku tidak terlibat!" Panglima merasa sangat lega, karena mertuanya tidak masuk daftar pencarian.


" ketika melihat, ada nama - nama perwira tinggi yang masuk, aku juga sangat takut jika ada nama ayah mertuamu!"


" Dia memang senior panutan!"


" Ah, tapi mertuamu, tipe - tipe penghemat dalam sebulan paling banyak hanya menarik uang sebesar 10 juta, tapi dia rutin mentransfer uang sebesar 15 juta ke satu rekening sama setiap bulannya!"


" oh ya, apa kau memeriksa penerimanya siapa?"


" Ya, tentu saja aku juga penasaran, ke mana uang itu di berikan!"


"Kemana??"


" Yayasan penyalur Bantuan!"


" Ah, syukurlah...aku hampir berprasangka buruk dengan mertuaku!"


" kau mengira mertuamu termasuk pendana untuk para pemberontak ya?, hahaha wah kau menantu durjana Panglima!"


" Ya... meski dana itu tidak besar,tapi cukup membantu pasokan pangan kan?, kau itu yang menyampaikan informasi suka setengah-setengah!, hati - hati jika kau seperti itu pada orang yang tidak sabar , bisa menjadi bencana!"


" hahahaha, aku juga sama panglima makanya aku tidak ingin berdosa sendiri aku ajaklah dirimu juga heheheh!"


" apa kau ingin mengingkari janji pada Ria?, tenang saja setelah kau mati, aku akan membuat pesta meriah untuk melepasmu ke alam baka!"


Seketika Jimmie langsung kicep, tidak berani berbicara.


" Oh siapa yang tidak suka uang, istri ku saja sangat menyukainya!" Panglima menghela nafas panjang.


" maka dari itu jika ingin menjadi bajiiingan ,bajingan sekalian jangan setengah-setengah, kasihan malaikatnya yang mencatat!"


" Ya Jimmie...kau sangat tahu dirimu sendiri, kau cukup tahu diri menyebut diri sendiri!"


" Hei aku tidak sedang membicarakan aku sendiri!"


" Oh benarkah, baguslah jika begitu!"


" Aku juga heran mereka ini juga gila uang, tapi mereka juga rajin memberi bantuan pada anak - anak terlantar!"


" Kau bisa melihat, perbedaan orang baik alami dan buatan kan Jimmie!"


" Oh tentu saja, mereka terang - terangan memberi bantuan mereka sedang membangun image baik!"


" Malaikat tidak akan mencatat kebaikan untuk mereka, kenapa kau memusingkan hal itu, biar malaikat yang mengurusnya, kau urus saja semua data dengan baik, dan akurat!"


" Lagian aku juga bercanda panglima, kenapa kau ini panglima, kau sangat rindu dengan istrimu ya??"


" Tentu saja aku sangat merindukannya!"


" Panglima meski kita sangat dekat keberadaannya dengan istrimu, kau tidak boleh menemuinya saat ini, tunggu tugas ini selesai!"


" Rasanya ingin menemuinya sebentar karena dia sedang mengandung anakku...!"


" Tidak bisa, tidak hanya istri Panglima ,istri Jendral juga sedang mengandung!"


" Iya iya...aku tahu aku tidak akan melakukan hal bodoh, bukankah targetnya adalah aku?"

__ADS_1


" Ya, bisa jadi...kita sudah mendapat semua data akuratnya...ada 5 perwira, ada 20 orang dari anggota kepolisian, ada 15 orang dari orang - orang pengadilan, dan hampir semua menteri ikut mendapat dana segar!"


" salin sebanyak 10 data...berikan copyan pertama pada Jendral, berikan data yang asli pada mertuaku, sisanya berikan pada istriku, sisanya kau tahu kan?"


" Ya aku mengerti!"


" setelah ini namaku di pertaruhkan, jadi aku tidak bisa mengurusi hal ini lagi!"


" Aku mengerti Panglima...aku akan membawa satu bagian, sisanya akan ku bagikan pada anak buahmu yang terlihat dan yang tidak terlihat!"


" Hmmm, saat kau memberikan ini pada Ziro, suruh dia mengurus dari bawah terlebih dahulu baru ke atas, jangan terbalik!"


" Panglima jika begitu kita berpisah sampai di sini!"


" Ya, katakan pada istriku jangan mengkhawatirkan apapun yang terjadi nanti mintalah agar lebih memikirkan kandungannya, semua akan baik-baik saja!"


" Baik, hati - hati Panglima!'


" Hmmm..!"


mereka pun berpisah, Panglima kembali ke tempatnya bertugas, sementara Jimmie masih tinggal.


" Bos...!"


" keluar lah...!"


" Apa tugas saya...?"


" Aku menugaskanmu untuk terluka, bawa barang bukti ini, dan jangan melawan biar mereka mengambil data ini!" Ujar Jimmie memberi perintah pada Anak buahnya dengan sigap anak buahnya pun segera melaksanakan tugasnya.


Benar saja, baru keluar dan berjalan tidak terlalu jauh anak buah Jimmie sudah ada yang mengikuti, anak buah Jimmie mengarahkan langkahnya menuju tempat yang sepi, tak lama anak buah Jimmie pun di serang dan di lukai.


" Seharusnya mereka sudah pergi cepat cari kawanmu dan jangan biarkan dia mati!" pinta Jimmie pada anak buahnya.


" Haduh, musuh - musuh ini mengira, mereka bisa sekali dayung 2 pulau terlampaui, masalahnya kalian ini mencari masalah dengan orang - orang yang salah!"


gumam Jimmie.


setelah berlalu sekitar 3 Jam barulah jimmie bergerak, dia menuju ketempat perwira untuk memberikan bukti data yang asli,kemudian lanjut ke tempat Tantan,


" Hei Tantan, kau belum tidur?"


" Ada apa kau datang ditengah malam begini?, kau bukanya bersama panglima?"


" ini, ada yang harus ku sampaikan padamu, ini kau simpan ini, lalu panglima menitip pesan agar kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun, kau harus menjaga kandunganmu, jangan gegabah !"


" Apa hanya itu, apa dia tidak bisa memberikan ini sendiri?"


" Tidak, Panglima adalah target di sini!"


" Oke aku mengerti kau bisa lanjutkan tugasmu!" ujar Tantan Santai.


" Kau tidak rindu pada Panglima??"


" Sangat rindu, tapi aku tahu situsnya, dan aku harus menjaga amanah ini bukan?" Sambil mengelus perutnya.


" Wah setelah kau mengandung, kenapa kau menjadi lebih dewasa?, apakah kau tantan yang asli??"


" Hei, Jimmie kau pergilah jika tidak aku akan membuat Ria membatalkan niatnya!"

__ADS_1


" Oh, baik - baik... sekarang aku percaya jika ini Tantan, ok bye!"


Jimmy menghilangkan dengan cepat.


Tantan membuka data itu pada komputernya.


Dia melihat semua isi data tersebut,


" Hemmm, sepertinya suamiku mendapatkan masalah besar, anakku, berdoalah agar ayahmu slalu baik - baik saja!" Gumam Tantan sambil mengelus perutnya.


Baiklah, kita lihat dulu bagaimana mereka menargetkan suamiku, dengan cara yang sama aku akan membalasnya nanti.


dalam hati Tantan.


" Sepertinya data yang ini tidak akurat, lalu data yang asli di pegang siapa??" gumam Tantan.


kemudian Tantan melihat lagi versi datanya.


Ini kopian ke 7, ada berapa data yang di gandakan, tapi ini tidak bisa menjadi barang bukti, jadi sebenarnya apa rencana suamiku ini?


dia memberikan ini padaku, bukan untuk aku gunakan sebagai barang bukti tapi untuk apa??


lalu data yang asli itu seperti apa?


" Baiklah besok, lagi...aku tidak boleh gegabah!"


Tantan menyimpan lagi data tersebut dengan aman.


sementara Jimmie menemui Ziro orang kepercayaan Panglima yang memimpin pasukan bayanganya di luar kepentingan militer.


" Ziro, ziro....!" Jimmie memanggil - manggil dengan Lirih, dan tiba-tiba sudah ada orang berdiri dihadapan Jimmie.


" Ahz kau ini sungguh bukan manusia!"


" Apa ada perintah?"


" Hemm, Panglima memintamu mengurus dari yang paling bawah ke atas, jangan terbalik!"


" Laksanakan!"


Ziro pun sudah menghilang lagi tanpa jejak.


" Astaga mereka ini seharusnya pasukan hantu buka. bayangan!" Gumam Jimmie ,


Setelah itu Jimmie menuju ke camp Jenderal Petter, ternyata Jenderal Petter sudah membuat kelompok - kelompok kecil dari pasukannya.


" Jimmy berikan apa yang kau dapat pada anak buah ku disebelah kanan dan kiri, satu padaku!"


" Apa kau tahu rencana Panglima?"


" tidak tahu, namun sangat jelas Panglima dalam masalah, itu berarti aku pun bersama pasukanku sama!"


" Baiklah, ini untukmu...aku juga akan membagi sesuai yang kau minta pada pasukanmu!"


setelah selesai membagi, Jimmie kembali menghampiri Jendral.


" aku akan mengurus hal yang akan ku urus..!"


Jimmie pun pergi, dia menuju ke tempat yang terakhir harus dia datangi sebelum matahari terbit, dan sebelum semuanya terjadi.

__ADS_1


__ADS_2