
" Tantan, kita kembali saja!" Panglima sudah tak tahan karna Anton selalu mendoktrin hal-hal yang tidak baik pada Tania.
" Ingat kau harud bisa menjodohkan Suzy dengan putraku!" ujar Anton mengingatkan.
" maaf paman aku bukan biro jodoh!"
errrr weeeerrrrrrrr
suar mixer yang dinyalakan.
" astaga ...paman sejak kapan ada mixer ditanganmu?" Leon terkejut.
" katakan sekali lagi apa yang kau katakan tadi!"
sambil menyodorkan mixer ke arah Leon.
" oh. aku mengatakan aku akan menjodohkannya!"
mencari aman.
" ahahahahahahahha, hahahahahah"
Tania tertawa sangat puas hari ini.
"Paman kita kembali dulu, trimakasih kuenya!"
Leon menarik tangan Tania pergi meninggalkan toko kue ayah Jendral.
sampailah mereka di paviliun Leon.
" Suzy ...apa kau masih tidur?"
membuka pintu kamar.
" Tantan kau sudah kembali?"
segera bangkit dari tempat tidur.
" Ya suzy, oh ya aku ingin memberitahumu, jika aku mungkin akan tinggal di sini satu bulan lagi !"
" apa?, kau kan sudah menemukan panglima, apalagi yang kau cari?"
" Aku masih ingin tinggal di sini sedikit lebih lama saja!"
" ah?, bagaimana nanti jika ayahmu tahu? "
" semoga saja tidak Suzy!"
jika kau tahu alasan yang sebenarnya kau mungkin akan mencekikku sampai mati
dalam hati tantan.
" apa pun keputusanmu aku akan ikut!"
" jadi kau masih mau tinggal di sini juga?"
" Ya, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri!"
penuh dengan semangat.
" Dia kan sudah ada aku ... kau tidak perlu khawatir Suzy!" sahut panglima.
" Panglima, aku masih belum percaya padamu!"
" jika belum percaya kau boleh tetap tinggal, untuk menjaganya!"
" Ya aku akan tetap tinggal!"
" hehe trimakasih Suzy , kau memang yang terbaik!"
memeluk sahabatnya.
" tapi, aku di sini merasa seperti obat nyamuk di antara kalian, his menyedihkan sekali, jomblo seperti aku ini hik hik!"
" Bagaimana dengan Jendra petter? dia juga jomblo!" Leon langsung merekomendasikan Jendral petter.
" Tidak, tidak mau, dia dingin sekali, aku setiap hari slalu di persulitnya, bagaimana hidupku nanti?, aku hanya ingin hidup bahagia !"
" Dia orang yang sangat baik, kau hanya perlu mengenalnya lebih baik saja Suzy!" Leon mencoba mengarahkan pikiran positif pada sahabat Tania itu.
" Kalau dokter, Jendral petter bagaimana?, dia lebih baik dan lembut, apa dia jomblo?"
__ADS_1
Tania dan Leon saling menatap mendengar pertanyaan dari Suzy.
Leon menarik Tania ke luar.
" Apa dia sudah bertemu Donie?"
" Ya, pernah sekali, saat itu kami diperiksa oleh dokter donie!"
" ah, seperti nya Jendral petter jauh di bawah rata-rata di mata wanita!" ujar Leon menilai sahabatnya.
" lalu bagaimana, sepertinya dokter Donie juga tidak buruk untuk Suzy , dia juga sepertinya tidak dekat dengan wanita!"
" tidak, tidak kita harus menjodohkan Suzy dengan Jendral!, Donie meskipun tidak dekat dengan wanita tapi banyak sekali pengaggumnya!"
" oh ya?, lalu bagaimana dengan mu panglima? "
" ah, aku?, aku mana peduli dengan wanita selain dirimu, hehe apa kau takut jika aku tergoda oleh wanita lain?"
" Silahkan di coba panglima, aku akan melapor pada Ayah Jendral! "
" Bagus, kau sudah mendapat pendukung lebih banyak sekarang!"
" tentu saja, sudah kembali lagi ke topik awal bagaimana rencana kita!"
Leon membisikan rencananya pada Tantan .
" apa kau mengerti?"
" bagaimana jika nanti ketahuan?"
" sudah coba dulu saja, untuk rencana awalnya!"
mereka segera masuk kembali menemui Suzy dengan ekspresi penuh tanya.
" Apa yang kalian bicarakan di belakangku?" tanya Suzy.
" mmmm, jadi begini panglima mengatakan bahwa sebenarnya, Dokter Donie sedang pendekatan dengan adik sepupunya, begitu!, apa kau patah hati?"
" Tentu saja , tidak!"
" Bagus, sebaiknya kau mencari option lain Suzy!" Ujar Leon lega.
" apa????" Tania dan Leon terkejut dengan pemikiran Suzy.
" Sayang, apa temanmu sering terbentur saat mengikuti latihan?"
" aku rasa tidak, hanya saja dia terlalu sering dihukum oleh Jendral petter! "
" ah, sepertinya kepalanya harus di benturkan ke tembok sekali-sekali, bagaimana dia bisa mengatakan bersaing secara sehat dengan orang yang dikatakan sedang pendekatan! "
Leon sedikit geregetan.
" mmm, tapi jika masih tahap pendekatan itu juga tidak bisa dikatakan salah kan panglima?, hanya saja itu memang sedikit ekstrim!"
" Apa kau kenal dengan adik sepupuku Suzy?"
" yang mana panglima?, aku hanya tahu adik panglima yang juga dokter itu, eh jangan katakan dia orangnya?'
" Ya memang dia orangnya kau sudah bertemu kan?"
" sudah, dia sangat baik dan ramah sekali!"
" ya dia memang sangat baik, jadi kau pasti tahu kau harus apa kan?"
" Tentu saja tahu. panglima! "
" bagus suzy, kau memang sahabatku!" menepuk bahu sahabatnya dengan bangga.
" Ya Tantan. aku akan menemui keponakan panglima, dan mengatakan akan bersaing sehat denganya, aku tahu dia orang baik!" mengungkapkan penuh dengan keceriaan.
Leon segera menarik Tania keluar lagi
" sepertinya kita harus membawanya ke rumah sakit untuk memeriksa kepalanya!"
ujar Leon kesal.
" aku juga berpikir otaknya sepertinya juga bermasalah !"
" sepertinya hukuman Jendral sudah membuatnya, kehilangan akal sehat!"
"Jendral memang yang harus bertanggung jawab untuk hal ini!"
__ADS_1
" Sepertinya rencana awal tidak bisa dilakukan!"
" lalu bagaimana?" Tania tak bisa berpikir lagi.
" Begini saja, biarkan mereka tinggal satu atap bagaimana? "
" bagaimana bisa, keduanya tidak akan mau!"
" siapa yang berani menolak perintah, Panglima!"
" ah, itu juga masuk!, tapi apa alasanmu untuk meindahkan suzy ke paviliun Jendral? "
" tidak ada alasan, kita buat mereka mempunyai alasan sendiri!"
" aku tak tahu makasudmu Jendral! "
" hehehe, bagaimana jika kita terus bermesraan didepan sahabatmu itu ...?"
" memangnya kenapa?"
" biar dia merasa. sungkan sendiri dan menepi ke paviliun Jendral! "
" apa akan berhasil?"
" Jika tidak mencoba nya kita juga tidak tahu!"
" okeh, baiklah! aku setuju!"
" bagus kita bisa memulainya dari sekarang!"
" siap panglima! "
Tunggu?, kenapa di sini aku yang merasa terjebak?
dalam hati Tantan merasa janggal.
heheheh, sekali mendayung 2 pulau terlampaui,
selain aku bisa menjodohkan mereka, aku juga punya waktu berduaan yang sangat efisien dengan Tantan...hehehhee
dalam hati Leon .
" kalian kenapa suka sekali, berbicara di belakangku?" Suzy mulai kesal.
" hehehe, jika di depanmu aku takut nanti jiwa menjomblomu meronta-ronta!" ujar Leon sambil medekap Tania ke peluknya.
" menyebalkan sekali, aku akan mencari pasanganku dengan segera!"
" boleh, silahkan!, sayang kita nonton film saja yu,aku ada banyak koleksi film terbaru!" ujar Leon pada Tantan.
" oke, ayo Suzy kita menonton bersama! " ajak Tantan.
" aku tidak minat aku mau jalan-jalan keluar saja!"
segera bangkit dan berlalu.
" hehehe, sepertinya rencana panglima berhasil!"
" tentu saja, jangan panggil aku panglima jika tidak memiliki banyak rencana! "
" baik, aku tidak bisa memungkirinya!"
" Ya, sekarang tinggal kita berdua, bagaimana jika kita melakukan sesuatu yang berkeringat !"
" Tidak!" Tania segera menjauh dari Leon.
" aku hanya ingin mengajakmu, memindahkan, barang diruang tamu itu ke belakang, apa yang kau pikirkan sayang?, kau tidak sedang berpikir yang lain kan?"
" tidak tidak, ayo cepat aku bantu memindahnya!" dengan wajah memerah.
***hihihi, lucu sekali jika dia sedang malu, heheheh
Leon merasa sangat gembira.
Bersambung dulu deh....
author
hmmmmm gimana kelanjutan rencana mereka ya?
like dan komen jangan lupa
__ADS_1