DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
38. Menjodohkan


__ADS_3

" Tantan, kita kembali saja!" Panglima sudah tak tahan karna Anton selalu mendoktrin hal-hal yang tidak baik pada Tania.


" Ingat kau harud bisa menjodohkan Suzy dengan putraku!" ujar Anton mengingatkan.


" maaf paman aku bukan biro jodoh!"


errrr weeeerrrrrrrr


suar mixer yang dinyalakan.


" astaga ...paman sejak kapan ada mixer ditanganmu?" Leon terkejut.


" katakan sekali lagi apa yang kau katakan tadi!"


sambil menyodorkan mixer ke arah Leon.


" oh. aku mengatakan aku akan menjodohkannya!"


mencari aman.


" ahahahahahahahha, hahahahahah"


Tania tertawa sangat puas hari ini.


"Paman kita kembali dulu, trimakasih kuenya!"


Leon menarik tangan Tania pergi meninggalkan toko kue ayah Jendral.


sampailah mereka di paviliun Leon.


" Suzy ...apa kau masih tidur?"


membuka pintu kamar.


" Tantan kau sudah kembali?"


segera bangkit dari tempat tidur.


" Ya suzy, oh ya aku ingin memberitahumu, jika aku mungkin akan tinggal di sini satu bulan lagi !"


" apa?, kau kan sudah menemukan panglima, apalagi yang kau cari?"


" Aku masih ingin tinggal di sini sedikit lebih lama saja!"


" ah?, bagaimana nanti jika ayahmu tahu? "


" semoga saja tidak Suzy!"


jika kau tahu alasan yang sebenarnya kau mungkin akan mencekikku sampai mati


dalam hati tantan.


" apa pun keputusanmu aku akan ikut!"


" jadi kau masih mau tinggal di sini juga?"


" Ya, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri!"


penuh dengan semangat.


" Dia kan sudah ada aku ... kau tidak perlu khawatir Suzy!" sahut panglima.


" Panglima, aku masih belum percaya padamu!"


" jika belum percaya kau boleh tetap tinggal, untuk menjaganya!"


" Ya aku akan tetap tinggal!"


" hehe trimakasih Suzy , kau memang yang terbaik!"


memeluk sahabatnya.


" tapi, aku di sini merasa seperti obat nyamuk di antara kalian, his menyedihkan sekali, jomblo seperti aku ini hik hik!"


" Bagaimana dengan Jendra petter? dia juga jomblo!" Leon langsung merekomendasikan Jendral petter.


" Tidak, tidak mau, dia dingin sekali, aku setiap hari slalu di persulitnya, bagaimana hidupku nanti?, aku hanya ingin hidup bahagia !"


" Dia orang yang sangat baik, kau hanya perlu mengenalnya lebih baik saja Suzy!" Leon mencoba mengarahkan pikiran positif pada sahabat Tania itu.


" Kalau dokter, Jendral petter bagaimana?, dia lebih baik dan lembut, apa dia jomblo?"

__ADS_1


Tania dan Leon saling menatap mendengar pertanyaan dari Suzy.


Leon menarik Tania ke luar.


" Apa dia sudah bertemu Donie?"


" Ya, pernah sekali, saat itu kami diperiksa oleh dokter donie!"


" ah, seperti nya Jendral petter jauh di bawah rata-rata di mata wanita!" ujar Leon menilai sahabatnya.


" lalu bagaimana, sepertinya dokter Donie juga tidak buruk untuk Suzy , dia juga sepertinya tidak dekat dengan wanita!"


" tidak, tidak kita harus menjodohkan Suzy dengan Jendral!, Donie meskipun tidak dekat dengan wanita tapi banyak sekali pengaggumnya!"


" oh ya?, lalu bagaimana dengan mu panglima? "


" ah, aku?, aku mana peduli dengan wanita selain dirimu, hehe apa kau takut jika aku tergoda oleh wanita lain?"


" Silahkan di coba panglima, aku akan melapor pada Ayah Jendral! "


" Bagus, kau sudah mendapat pendukung lebih banyak sekarang!"


" tentu saja, sudah kembali lagi ke topik awal bagaimana rencana kita!"


Leon membisikan rencananya pada Tantan .


" apa kau mengerti?"


" bagaimana jika nanti ketahuan?"


" sudah coba dulu saja, untuk rencana awalnya!"


mereka segera masuk kembali menemui Suzy dengan ekspresi penuh tanya.


" Apa yang kalian bicarakan di belakangku?" tanya Suzy.


" mmmm, jadi begini panglima mengatakan bahwa sebenarnya, Dokter Donie sedang pendekatan dengan adik sepupunya, begitu!, apa kau patah hati?"


" Tentu saja , tidak!"


" Bagus, sebaiknya kau mencari option lain Suzy!" Ujar Leon lega.


" apa????" Tania dan Leon terkejut dengan pemikiran Suzy.


" Sayang, apa temanmu sering terbentur saat mengikuti latihan?"


" aku rasa tidak, hanya saja dia terlalu sering dihukum oleh Jendral petter! "


" ah, sepertinya kepalanya harus di benturkan ke tembok sekali-sekali, bagaimana dia bisa mengatakan bersaing secara sehat dengan orang yang dikatakan sedang pendekatan! "


Leon sedikit geregetan.


" mmm, tapi jika masih tahap pendekatan itu juga tidak bisa dikatakan salah kan panglima?, hanya saja itu memang sedikit ekstrim!"


" Apa kau kenal dengan adik sepupuku Suzy?"


" yang mana panglima?, aku hanya tahu adik panglima yang juga dokter itu, eh jangan katakan dia orangnya?'


" Ya memang dia orangnya kau sudah bertemu kan?"


" sudah, dia sangat baik dan ramah sekali!"


" ya dia memang sangat baik, jadi kau pasti tahu kau harus apa kan?"


" Tentu saja tahu. panglima! "


" bagus suzy, kau memang sahabatku!" menepuk bahu sahabatnya dengan bangga.


" Ya Tantan. aku akan menemui keponakan panglima, dan mengatakan akan bersaing sehat denganya, aku tahu dia orang baik!" mengungkapkan penuh dengan keceriaan.


Leon segera menarik Tania keluar lagi


" sepertinya kita harus membawanya ke rumah sakit untuk memeriksa kepalanya!"


ujar Leon kesal.


" aku juga berpikir otaknya sepertinya juga bermasalah !"


" sepertinya hukuman Jendral sudah membuatnya, kehilangan akal sehat!"


"Jendral memang yang harus bertanggung jawab untuk hal ini!"

__ADS_1


" Sepertinya rencana awal tidak bisa dilakukan!"


" lalu bagaimana?" Tania tak bisa berpikir lagi.


" Begini saja, biarkan mereka tinggal satu atap bagaimana? "


" bagaimana bisa, keduanya tidak akan mau!"


" siapa yang berani menolak perintah, Panglima!"


" ah, itu juga masuk!, tapi apa alasanmu untuk meindahkan suzy ke paviliun Jendral? "


" tidak ada alasan, kita buat mereka mempunyai alasan sendiri!"


" aku tak tahu makasudmu Jendral! "


" hehehe, bagaimana jika kita terus bermesraan didepan sahabatmu itu ...?"


" memangnya kenapa?"


" biar dia merasa. sungkan sendiri dan menepi ke paviliun Jendral! "


" apa akan berhasil?"


" Jika tidak mencoba nya kita juga tidak tahu!"


" okeh, baiklah! aku setuju!"


" bagus kita bisa memulainya dari sekarang!"


" siap panglima! "


Tunggu?, kenapa di sini aku yang merasa terjebak?


dalam hati Tantan merasa janggal.


heheheh, sekali mendayung 2 pulau terlampaui,


selain aku bisa menjodohkan mereka, aku juga punya waktu berduaan yang sangat efisien dengan Tantan...hehehhee


dalam hati Leon .


" kalian kenapa suka sekali, berbicara di belakangku?" Suzy mulai kesal.


" hehehe, jika di depanmu aku takut nanti jiwa menjomblomu meronta-ronta!" ujar Leon sambil medekap Tania ke peluknya.


" menyebalkan sekali, aku akan mencari pasanganku dengan segera!"


" boleh, silahkan!, sayang kita nonton film saja yu,aku ada banyak koleksi film terbaru!" ujar Leon pada Tantan.


" oke, ayo Suzy kita menonton bersama! " ajak Tantan.


" aku tidak minat aku mau jalan-jalan keluar saja!"


segera bangkit dan berlalu.


" hehehe, sepertinya rencana panglima berhasil!"


" tentu saja, jangan panggil aku panglima jika tidak memiliki banyak rencana! "


" baik, aku tidak bisa memungkirinya!"


" Ya, sekarang tinggal kita berdua, bagaimana jika kita melakukan sesuatu yang berkeringat !"


" Tidak!" Tania segera menjauh dari Leon.


" aku hanya ingin mengajakmu, memindahkan, barang diruang tamu itu ke belakang, apa yang kau pikirkan sayang?, kau tidak sedang berpikir yang lain kan?"


" tidak tidak, ayo cepat aku bantu memindahnya!" dengan wajah memerah.


***hihihi, lucu sekali jika dia sedang malu, heheheh


Leon merasa sangat gembira.


Bersambung dulu deh....


author


hmmmmm gimana kelanjutan rencana mereka ya?


like dan komen jangan lupa

__ADS_1


__ADS_2