
" Apakah sudah puas untuk waktunya?"
" puas terimakasih Suamiku!"
" Mungkin. ini akan memakan waktu lama! sampai benar-benar negara kita aman dari ancaman, ku harap kau slalu bersabar menunggu, dan tolong jaga buah hati kita!"
" Tenang Panglima, ada kami yang akan menjaganya!" Sahut Deks dan Jack yang tiba-tiba muncul.
"OMG, abang - Abang!" Terkejut dan senang bukan main.
" Kalian kenapa ke sini?, bukanya mengurus bos kalian!"
" Bos kami, sudah ada yang merawat kami diperintahkan untuk menjaga Tania selama Panglima bertugas!" Deks menjawab dengan tenang.
" tapi aku tidak meminta?"
" Tidak perlu di minta,karna kami adalah abang - abangnya!" sahut Jack.
" Abang, abang...ih lama sekali tidak bertemu?, kalian kemana saja?, syukurlah kalian datang!"
" Tentu saja, kami akan slalu ada di saat kau kesepian!"
" Yea...ayo masuk -masuk, kita sudah lama tidak membicarakan hal - hal yang baik!"
" Siapa aku, dimana aku???" Panglima yang terabaikan.
" Sayang, ....!"
" Ya, Panglima.???"
" Aku masih di sini loh!"
" Oh, iya.... panglima hati - hati di jalan ya!, selamat bertugas dengan baik, jaga diri bye!" sambil menggandeng kedua abangnya masuk.
Jaack dan Deks, baru tersadar jika panglima terabaikan oleh keberadaan mereka, mereka hanya nyengar - nyengir merasa berdosa, sambil sesekali menunduk pada Panglima.
" Daaaarrrr....!" Pintu tertutup.
Panglima masih, berdiri di depan pintu dengan wajah kebingungannya.
" Dua makhluk, ini benar-benar merebut perhatian istriku, bukankah seharusnya istriku merengek memeluk, dan bermanja?"
" Panglima, saatnya berangkat!"
" Oh, ya!"
Sudahlah, ada Jack dan Deks aku juga tidak menjadi khawatir, ah.... kuharap ini tidak akan lama, istriku sedang mengandung, seharusnya aku menemaninya ,bukan 2 cecurut itu.
" Tantan, itu Panglima kan belum pergi kenapa kau menutup pintunya?" ujar Jack khawatir panglima marah.
" Dia akan pergi, sudah ,sudah tidak apa, abang kemana saja selama ini?"
tidak perduli dengan Panglima.
"Sudahlah Jack, bawaan orok...!" Bisik Deks lirih.
" ah, kami tentu saja pulang berkumpul dengan keluarga sebentar sebelum kejadian tembak - tembakan itu!"
" Ah, begitu !, Bagaimana kabar Kak Jimmie?"
" Sudah ada Ria yang merawatnya!"
" Oh, aku baru tahu betapa dalamnya kasih sayang bos tidak jelas itu pada Ria, hmmm..aku merasa salah atas kejadian itu, dan belum sempat meminta maaf pada Ria!"
" Untuk apa, meminta maaf?"
" Berkat kau, dia tahu jika Yulius tidak sungguh - sungguh mencintainya!"
" Benar juga, namun rasanya juga tidak enak jika tidak meminta maaf pada Ria!"
__ADS_1
" Ya sudah, jika kau ingin bertemu bersama Ria, kami akan aturkan waktu dan antar!"
" Wah, semua jika ada abang - abang, terasa sangat mudah!"
" owh....ada Deks dan Jack di sini?" Maya yang baru datang dari berbelanja.
" Halo bibi!" Jack
" hay Bibi!" Deks.
" Kalian ke sini menjenguk Tantan kami??"
" Ya, selain itu kami juga akan menjaganya selama Panglima bertugas!"
" Ah, kalian perhatian sekali pada Tantan kami, kalau begitu bibi harus merepotkan kalian ya, lebih banyak yang menjaga lebih bagus!"
" Tentu saja tante!"
" Kalian juga harus menjaga Suzy , dia juga anak tante kan istri Jenderal loe!"
" Hah??" Jack dan Deks kebingungan.
" Oh, abang - abang belum berkenalan ya dengan sahabatku itu, nanti kita main ke sana!"
" Kami tahu namun tidak dekat seperti kita Tantan, Dan juga tidak enak dengan Jendral!"
" Pokoknya dia juga adik kalian sama seperti ku!"
" Oke, bertambah satu adik juga tidak masalah!"
" Baiklah, aku tenang karena Tantan dan Suzy tidak akan bosan jika ada kalian !"
" Iya bibi!"
" Baiklah, lanjutkan mengobrolnya, bibi harus memasak !"
mereka bertiga reonian, banyak hal - hal yang mereka ceritakan selama tidak bertemu.
" Itu tidak seru abang, ...!"
" Tasya, kau akan menjadi seorang ibu, kau harus menahan egomu, demi anakmu!"
" Kalian menceramahiku, macam sudah berkeluarga saja, kalian kapan membawakan kakak ipar untukku!"
" Jika bos, berhasil menaklukkan Ria maka kami juga akan mencari pendamping!"
" Kenapa begitu, apa ada aturan kalian tidak boleh mendahului bos kalian menikah?"
" Tidak ada, hanya saja Bos kami itu tidak memiliki siapa - siapa, dia hanya memiliki kami, jika kami belum menikah ,kami benar-benar bisa menjaganya sepenuhnya, namun jika kami sudah berkeluarga, kami tidak akan bisa menemaninya setiap waktu!" ujar Jack
" Kalian sangat baik dan setia, aku sampai terharu!"
" Dan juga, selagi kami masih belum berkeluarga kami juga bisa slalu ada untukmu Tantan!"
" makanya cari kakak ipar yang baik dan pengertian!"
" Tentu saja, kau tenang saja soal itu...!"
Deks mengusap kepala Tantan lembut.
" Jika begitu ayo kita bantu Kak Jimmie mendapatkan Ria, kita harus membuat banyak moment agar mereka bisa menjadi lebih dekat!"
ujar Tantan.
" Dia masih berusaha sendiri Tantan!"
ujar Jack.
" Aku ingin mereka cepat bersatu, ayo kita bantu secara diam-diam saja!"
__ADS_1
" Tantan, kau ini sedang mengandung, bisakah tidak memikirkan orang lain dulu!"
" Kak, Jimmie dan Ria bukan orang lain untukku!" Mengsedih.
" Kenapa kau jadi melow begini sih??" Jack tak habis pikir.
" Mungkin bawaan orok!" Bisik Deks.
" Mereka berdua memiliki kisah cinta yang tragis sekali, mereka itu sama - sama korban bucin kan?"
" Iya benar!, biarkan saja mengalir apa adanya!"
Deks tidak ingin terlibat.
" Ya sudah jika abang - abang tidak ingin membantu, aku akan membantu mereka dengan caraku sendiri!"
keras kepala.
Jack dan Deks saling menatap, memberi isyarat.
" Ya, kalau Tantan sudah berniat tidak akan ada yang bisa menghalangi, baiklah aku akan bergabung!". ujar Jack.
" Hemmm, aku akan membantu juga, meski sebenarnya ini aku tidak mau!" Sambung Deks.
" Kalian terpaksa sekali?"
" Tidak, mana ada terpaksa, sudaj kita pikirkan itu nanti saja, masih sangat banyak waktu untuk itu!"
" Aduh, kalian serius begitu membahas apasih?" Maya yang baru selesai memasak.
" Ibu, apa ada yang perlu di bantu?" Tantan mengalihkan topik.
" Sudah selesai, ayo Tantan, bersiap makan, oh ya tolong Jack atau Deks Panggil Suzy ke sini untuk makan, anakku yang satu itu tumben belum datang?" Gumam Maya karna biasanya saat jam , jam makan Suzy akan datang.
" Biar Jack saja tante!"
Jack segera berlari menuju paviliun Jenderal Petter.
Jack menekan tombol bel berkali - kali namun tidak ada jawaban, Jack akhirnya pun menyerah dan kembali setelah 10 menit menekan bel namun tidak ada jawaban.
" Lama sekali, kalian...loh mana Suzy?"
" Sepertinya istri Panglima tidak ada di rumah bibi?"
" Eh, mana mungkin, jika dia ingin pergi pasti berpamitan pada bibi dulu!"
" Aku sudah menekan bel berkali-kali selama 10 menit, namun tidak ada yang membuka pintu!"
" Oh, biar aku telpon dulu, mungkin ketiduran!"
Tantan segera menelpon sahabatnya itu.
ponselnya berdering namun juga tidak di angkat, Tantan mencoba menelpon 5x namun tetap tidak ada yang mengangkat.
" Coba aku telpon Anton dulu!"
Maya juga mencoba menghubungi sahabatnya, namun suzy tidak ada bersamanya.
" Tantan, coba kau telpon mamanya!"
" Mama dan papanya Suzy kan sedang keluar negeri ibu!"
" Oh, ini ada apa?, ayo coba kita dobrak saja pintunya!"
" Apa Jendral tidak memberikan, pengawal peribadi?" ujar Jack heran.
" ada to, pasti...!"
" Tapi paviliun Jenderal tidak ada satu pun ajudan atau pengawal!"
__ADS_1
" wah abang jangan menakutiku!" Tantan dan Maya mulai tidak tenang.
Bersambung....