DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
58. Penculikan


__ADS_3

" Ada urusan apa kalian menghadangku?"


" Kami tidak ada urusan hanya saja, kau sudah menyinggung orang yang seharusnya tidak di singgung!"


" Siapa?"


" Sudah kau tak perlu tahu, sekarang ikut saja, bawa wanita di dalam mobil juga!" ujar salah seorang Preman.


" Berhenti!!!, jangan pernah menyentuh temanku!"


" tangkap paksa!"


Tania segera menghadang, dan terjadilah baku hantam,...


" Nona bagaiamana ini?" ujar Sopir Suzy ketakutan


" Jendral, Jendral angkat telphonenya, jika kau tidak datang kita batal menikah!" gumam Suzy.


tutttttt utttttuuuuutttt...


" Haloo.."


" Jendral to....aaaaaaaaaaa" Suzy menjerit karna para preman sudah mengepung mobilnya, dan Tania sudah jatuh tak berdaya.


" jangan sentuh nonaku!"


Booooookkkkkkk


preman itu memukul sopir Suzy hingga tak sadarkan diri.


" Ayo menurutlah, jika kau tidak ingin bernasib seperti temanmu!"


" Tidak, tidak tolong, aku akan memberikan berapa pun yang kau mau asal lepaskan kami, hikhikhikhik!"


" Hahahahahahah, orang yang membayar kami itu sudah lebih dari cukup, kalian sangat berharga rupanya hahahahahahah!"


" Jangan, jangan....!" teriak Suzy.


" Bawa dua wanita ini ke gudang!!"


Suzy dan Tantan dibawa oleh segerombolan Preman itu.


Di distrik Militer.


" Cepat lacak ponsel ini ada di mana,?!!!" perintah Jendral pada anak buahnya.


beberapa menit kemudian.


" ini posisi ponsel yang jendral minta, ada di jalan Radar 6!"


" Siapkan pasukan ,kesana!!!"


sial apa yang terjadi padamu, ...


kau harus baik- baik saja bagaimana aku nanti menjelaskan pada ayah dan otang tuamu


dalam hati Jendral Petter Panik.


Di TKP.


" Jendral, hanya ada Sopir saja dan ponsel ini!"


Ini milik Suzy, ...


" bawa sopirnya ke rumah sakit, sebagian cek Cctv dekat-dekat sini"


" Baik!!"


" Jendral sopirnya masih sadar!"


Jendral Petter segera menghampiri sopir Suzy.


" Apa yang terjadi? "


" Tuan nona saya di culik, tadi kami dihadang segerombolan Preman ,nona Tantan juga dipukuli sampai tak berdaya, dan nona Suzy dibawa paksa!"


" apa yang kau ingin dari Ciri-ciri mereka? "


" Tuan, aku mengingat salah satu plat nomer mobil mereka!"


" berapa?"


" AD 7717 Z"


" bawa sopir ini ke rumah sakit, dan lacak plat nomer segera! "


" Siap laksanakan!!"


" eh tunggu, sebaiknya kau jangan mengabari orang tua Suzy dulu, aku akan menyelamatkannya!"


" Baik!"


Sopir Suzy di antar salah satu anak buah Jendral Petter ke rumah sakit , sebagian melalukan tugasnya.


" Jendral kami harus bagaimana!"

__ADS_1


" Kita ikuti Jalan ini, di sini hanya satu jalur, mungkin kita bisa menemukannya!"


" minta polisi menutup semua akses jalan utama kota!'


Aku akan menghabisi kalian tak tersisa.


Jendral Petter membuka ponsel Suzy untuk melihat-lihat barangkali ada petunjuk.


" ponsel saja tidak dikunci, anak ini memang tidak memiliki keamanan untuk dirinya!" gumam Jendral Petter.


serius dia memberiku nama my husband?


wajah Panglima memerah.


Tunggu ini bukan waktunya untuk memikirkan itu.


Jendral segera mengalihkan ke galery,


" ini, ini dia sempat merekam saat Tantan di serang, hanya 10 detik?, aih ini akan memakan waktu lama!"


tunggu - tunggu, Panglima pasti tidak akan pergi tanpa memberikan perlindungan pada Tantan.


Jendral Petter segera menghubungi orang kepercayaan Panglima di bagian informasi.


" Hallo, ya Jendral! "


" Nona kalian di culik, apa Panglima tidak memberi keamanan untuk wanitany?!"


" Panglima memberikan gelang pada nona, kami akan melacaknya sekarang! "


"lakukan!"


hahhhhh Syukurlah, 2 anak ini Memang tidak bisa membuat orang lain tenang.


drrrt drrrt drrt


" Ya hallo...!"


" Jendral, titik kordinatnya menunjuk ke ara perbukitan tinggi, belakang pemandian air panas!'


" kirim letak akuratnya!"


" Baik!"


panggilan pun berakhir.


" Kerahkan semua pasukan ke perbukitan gledah,semua rumah-rumah, gudang atau tempat- tempat tertutup!"


" Baik Jendral! "


" ah, masuk!, ikuti titik kordinat ini!" Jendral Petter memberikan ponselnya.


hmmmm, mereka ini menyinggung siapa?


sampai di culik dan dihajar,...


kalian benar-benar ....


" Jendral jalan ini menuju ke hutan kecil!"


" ikuti!"


" tapi Jendral, signal nya hilang!"


" Astaga, kalau begitu mereka suruh untuk turu masuk dalam hutan, hutan kecil ini, jika sampai tidak bisa menemukan mereka,bunuh diri saja kalian!"


Jendral Petter segera turun, dan berjalan memasuki hutan kecil, begitu juga anak buah Jendral Petter membagi bagian dan berpencar.


Satu jam kemudian...


"10-2 (posisi) Jendral?"


Jendral Petter melihat pohon-pohon di sekelilingnya.


banyak lumut tumbuh pada satu sisi batang pohon, maka itu bisa mengarah ke arah barat.


dalam hati Jendral Petter.


" barat hutan!"


" Lombok irian (Laporan informasi) sisi timur hutan ada gudang!"


" Randu ! ( dimengerti ) 8-1-9 ( situasi?)"


"Tka ( Terkendali/ Aman )"


" Formasi melingkar!" perintah Jendral.


" 8-6! ( Di mengerti )"


saatnya membalik arah, mencari sisi yang tidak ditumbuhi lumut agar pasti, meski hutan ini tidak besar namun terlalu lebat.


dalam hati Jendral Petter.


Setelah berjalan begitu jauh, Jendral Petter pun tiba di timur hutan.

__ADS_1


"Ini bukan sebelah barat?" Gumam Jendral Petter.


***Ah. tanah ini meninggalkan bekas ban...


hmmm Hutan ini meski kecil,namun terkenal menyesatkan,karna orang yang masuk tidak akan bisa keluar lagi, aku tahu sekarang kenapa di sebut menyesatkan, Preman-preman ini rupanya yang memainkan.


Jendral Petter mengikuti bekas ban itu dan mengarahkannya pada pohon-pohon besar yang mengeliling sebuah gudang besar.


" Jendral, anda anda sudah tiba?"


" Fery, apa semua sudah siap?"


" Sudah Jendral!"


" pancing, mereka semua keluar! "


" Baik!"


Fery segera mengomando regunya untuk meluncurkan serangan kecil.


" Bos, ada tembakan dari luar!"


seorang berlari masuk melapor.


" mungkin itu pemburu binatang!"


" Adakah yang berani masuk ke hutan kita?"


" aku melupakan itu, sudah berapa lama hutan kita tidak memiliki tamu?, saatnya bermain-main!, kalian cepat bereskan pengganggu itu, aku ingin bermain-main dengan 2 kucing liar ini dulu baru membunuhnya!"


" Baik bos!, kami pergi bereskan mereka!"


mereka pun keluar dari markas mereka.


gerombolan preman itu justru keluar berpencar.


" Mereka mau ke mana?" Gumam Fery bingung.


"mereka membawa senjata, pasti menduga tembakan itu peluru menyasar dari para pemburu liar!"


" masikah ada pemburu yang berani masuk ke hutan ini, setalah 7 kawanan orangbhilang begitu saja disini, bahkan yang ikut mencari tak kembali "


" Sudah buka. waktunya untuk mengingat sejarah, pecah formasi alihkan semua preman untuk jauh dari gudang ini!"


" Siap laksanakan!"


" sisakan 5 prajurit siaga di sini!'


" laksanakan!"


Fery segera memecah formasinya dan memberi kode pada regunya sesuai arahan Jendral.


ketika sudah aman saatnya Petter meneronos masuk ke dalam gudang.


Tak salah lagi mereka benar-benar pembantai manusia ....


dalam hati Jendral Petter yang berjalan di atas tulang belulang manusia yang berceceran di mana - mana.


ke adaan di dalam gudang.


" Anak manis menurutlah, jika kau menurut aku bisa menjadikan kau budak dan tidak akan membunuhmu!" ujar ketua Preman itu bernego dengan Suzy yang masih merengek menangis.


" Tantan bangun, apakah kita akan mati di sini? hiks hiks hiks, Tantan bangun ayo kita pegi dari sini!"


" Hahahahahahahah, temanmu sudah sekarat, siapa suruh, sudah terluka parah masih mencoba untuk melawan!, hahahhaha biarkan dia, dia sedang menunggu ajalnya, kau menurut saja dan memuaskanku maka aku akan berbelas kasihan padamu! " menarik Suzy ke dalam peluknya.


" jangan, jangan, tidak ,tidak , lepaskan!" memberontak ingin melepaskan diri.


"Pllllaaaaaaaakkkkkkkkkkk"


" Dasar wanita membosankan, tidak tahu diuntung!, aku tidak akan lembut sedikit pun padamu!"


kroeeeeeeeeeekkkkkkkkkkk


di robeklah pakaian Suzy, hingga terlihat bagia sisi tubuhnya.


" Jangaaaaaaaaaan !!!!!, bunuh saja aku. bunuh saja aku!" teriak Suzy sekeras-kerasnya dengan nada gemetar karna sekujur tubuhnya gemetaran, karna ketakutan namun Suzy masih berusaha untuk menutupi bagian tubuhnya yang terbuka.


" itu suara itu!" Jendral Petter segera masuk ke dalam gudang.


Suzy tunggu aku!


" ahahahahahahah, kau teriakan saja sampai suaramu itu habis, karna itu sia-sia!" Sambil melepaskan bajunya.


"Tidak ampun, jangan sentuh aku, jangan mendekat!"


" ahahhhaha, kau hanya perlu menikmatinya!"


" tidaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk!"


bersambung....


author


aduh aku kok jadi deg-deg an , Jendral cepat datang!!!!!

__ADS_1


__ADS_2