
" Panglima anda sudah kembali???"
Mikel yang mengenali aroma tubuh Panglima segera menggonggong kegirangan menghampiri Panglima.
" Oh anak baik, ...." Panglima mengusap kepala Mikel dengan lembut.
" Menantuku bagaimana kabar anakku??, dan cucuku??" Hatta langsung menghampiri Leon.
" Ayah tenang saja Anak dan cucu ayah sudah di Paviliun kami!"
" Syukurlah..."
" ayah bisa ke sana tolong bawa mikel bersama Ayah!"
" Bagus, tolong bawa Mikel ya paman...oke hati-hati dijalan " Jimmie langsung sumringah seperti terlepas dari beban besar.
" Aih...Mikel tidak menurut dengan ayah bagaimana nanti??"
" Mikel, ikutlah dengan ayah dan temui istri dan anakku, jaga mereka dengan baik!"
oouuuug ouuuuug...
" Oke ayah, aman...!"
" Baiklah, Mikel ayo kita berdamai untuk menemui anak cucuku!"
" ooooouuuuuug"
Hatta pun segera pergi bersama mikel dan kedua ajudannya, menuju distrik militer.
" Panglima, apakah aku bisa menemui Ria??"
" tidak!!"
" Kejam, Jenderal bertemu istrinya, Zero juga, Panglima pun sama, lalu bagaimana denganku???"
__ADS_1
" kau belum punya istri ..."
" Ria akan menjadi istriku, ayolah Panglima aku sangat rindu pada Ria..."
" Duduk !!, kita segera selesaikan konfliknya "
" Baiklah...,biar Dex dan Jack yang menjelaskan!"
" Panglima kami membantu 15 negara menangani kasus virus ini, dengan beberapa tawaran yang yang menguntungkan..."
" Negera sebelah juga meminta bantuan medis kami, juga negara S dan K tapi ditolak oleh bos..."
" Yaz beberapa negara membantu untuk permohonan mereka tapi Bos belum menanggapinya lagi..."
" Berikan undangan pada 3 negara itu untuk mengirim perwakilan datang ke perbatasan, dan meminta negara V dan P juga datang !"
" Baik..."
" Siapkan bukti-bukti yang kita miliki, semua dengan detailnya, dan juga perjanjian untuk tidak menyerang secara terang-terangan atau pun diam-diam...jika perjanjian itu di langgar maka, semua negara boleh membantu negara kita meratakan negara mereka!"
" aku sudah mengirim orang menyusup lagi dan menyebarkan senjata biologis dengan dosis 2 "
" Apa??"
" Tidak apa-apa, barang kali mereka menolak, maka kita serang lagi..."
" ah baiklah!"
" Jimmie kau selesaikan semuanya dengan baik jika ini berhasil, aku akan memberikan pernikahan mewah untukmu dan juga Ria...!"
" aku sendiri juga bisa membuat pernikahan mewah ku sendiri!"
" Tapi bisa menikah dan tidaknya tergantung bagaimana kau menyelesaikan tugas pokok ini, aku akan mengatur kembali bagian kemiliteran, sekarang banyak anak-anak muda tertarik untuk menjadi abdi negara... setelah urusan konflik selesai tidak ada ancaman lagi untuk negara kita, rombak lagi bagian kepolisian dan juga bagian pengadilan!"
" Baiklah baik...kau menang Leon...kau memegang kelemahan ku!"
__ADS_1
" Jack bantu aku siapkan perjanjiannya, dan Dex, kau hubungi perbatasan untuk mengatur semuanya..."
" Aku akan menambahkan keamanan berlapis, jadi kalian bisa tenang, mungkin akan ada sedikit adu fisik...!"
" Ya itu pasti..."
" berarti kau sudah tahu siapa yang menyerang kapal Zero??"
tanya Petter.
" Tahu, sebenarnya ada yang membocorkan setengah rencanaku, untuk peneroran, tapi untuk mereka tidak tahu rencanaku sebenarnya, ada yang menyampaikan jika kami akan menyerang jalur laut...mereka melipat gandakan kemanan laut, dan menyerang kapal Zero yang terdeteksi,..."
"Siapa??"
"aku belum tahu, tapi karena itu rencanaku berhasil, jadi kecepuannya membantu rencanaku dengan sempurna, tapi kita harus kehilangan satu nyawa!"
" Panglima, Lux"s kan berada di perbatasan, bisa besar kemungkinan dia kan??"
" Ya sepertinya itu benar...!'
" tapi siapapun itu belum penting sekarang!"
" Panglima, bagaimana cara membawa pulang mertua Jendral , apa sudah bisa membuka Akses internasional??
"Jangan, buka nanti jika kita sudah mendapatkan kesepakatan perdamian, setelah itu baru kita buka akses internasional!"
" Baik!"
" tak masalahkan Petter??"
" tak masalah, yang terpenting mereka aman sudah cukup..!"
" Ehmm tentu itu pasti..."
" Lihat Panglima dampak global dari senjata biologis yang kita buat!" Jimmie memperlihatkan Laptopnya pada Panglima dan Petter .
__ADS_1
Panglima dan Jendral pun cukup terkejut, karena dampaknya cukup mengerikan juga .