DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
225. Benda tercela


__ADS_3

" Sudah Jack?, kenapa begitu lama?, apa yang terjadi di dalam??"


" Wah, jika tahu penjaga itu menyewakan tempat Josh aku tidak perlu susah-susah melompati dinding pagar tinggi itu !"


" Ha??"


" Ya, dia menyewakan villa itu secara ilegal...karna aku ketahuan, aku pura-pura menginap!"


" ehmmm, lalu apa yang kau dapat??"


" Ini, hehehehe....!" mengeluarkan apa yang dia bawa.


" Jack kau tidak bercanda??"


Melihat Jack membawa Brra dan ****** ***** begitu banyak.


" Tidak, ini pasti sudah menyatu dengan keringat mereka, walaupun sudah di cuci hehehe!"


" Aih, sudahlah...!"


Panglima memang tidak akan berdebat dengan anak buah Jimmie yang terkenal playboy itu.


" Ini sangat membantu bukan Panglima??"


" Yayaya, aku tahu apa yang kau pikirkan di otakmu, kita pergi dulu dari sini!"


Jack pun segera menghidupkan mesin motornya dan melaju pergi meninggalkan Villa Josh.


" Berikan. itu pada Zero...!"


" tentu saja.....!"


" setelah itu kita susun rencana untuk menyelamatkan Jenderal dan Mertuaku!"


" Siap!"


dan setelah menempuh perjalanan panjang sampailah mereka di bascame.


" Zero, ini... selamat bekerja!" memberikan tumpukan brra dan ****** *****.


" Jack apa kau sedang bercanda??"


" Tentu tidak, itulah yang bisa ku ambil dan kupastikan itu milik anak istri Josh, merek dan braa itu bermerk terkenal, orang biasa tidak akan mampu membeli satu Bra dengan harga, hampir 10 juta...!"


" Ha???" Zero terkejut mendengar penuturan Jack, tapi Jack adalah playboy cap kecap, jadi Zero percaya, jika Jack benar - benar hafal dengan merk dalaman yang di pakai oleh para wanita sosialita.


" Sial, sangkar wanita sangat mahal..!" Gumam Zero melihat dalaman yang kini beralih di tangannya .


Panglima pun tersenyum melihat ekspresi Zero yang gelagapan menyentuh dalaman wanita.


" Zero, tolong kau cari di gunung - Gunung aktif, ada 127 gunung aktif cari dengan membagi pasukan menjadi 127 orang...!"


" Ha??, baik tapi barangnya hanya ini bagaimana bisa??"


" Potong saja rata Zero...!" ujar Jack memberi solusi.


" Ha??"


" Jangan membuang waktu Zero,... cepat lakukan tugas mu!" tegas Panglima.


" Baik-baik...!"


" Kami pergi oke??"


Jack masuk kembali ke dalam mobil dan segera pergi meninggalkan bascamp di bawah nauangan Zero.


" Jack, kau melakukannya dengan sengaja!"

__ADS_1


Anak buahku akan melihat ku dari sudut pandang lain sekarang


dalam hati Zero.


Zero segera keruangannya, dia meletakkan tumpukan Bra dan CD milik keluarga Josh


" Baiklah, kita akan lihat dengan jelas berapa ukurannya!" Zero mencapitnya dengan ujung jari telunjuk dan jempolnya.


" Zero sebenarnya apa yang kau lakukan??" Zero kembali meletakkan bra itu dan memukul kepalanya.


( Maklum yea guys dia tidak pernah melihat barang-barang itu secara langsung)


dia segera mengambi CD itu, memegang ujung kanan kiri dan menariknya


" Sialan ini CD Jumbo milik siapa??Gumam Zero keheranan.


Drrrrrrt drrrrrr t


pesan masuk


Zero segera membuka


" Zero berhenti memainkan barang itu, jangan heran itu yang besar adalah CD untuk ibu hamil, kau tidak perlu heran, kikikiki... setelah negara konoha aman, mari kita pergi ke tempat Harem langgananku...hohoho"


" Bajjjiiingan....dia sengaja melakukannya!"


Dengan sangat kesal dia segera mencincang Brra dan cd itu menjadi 127 bagian, karena gunung aktif di negara konoha ada 127 yang aktif dari 127 itu ada 69 yang paling aktiv.


" Baiklah, tempat berbahaya adalah tempat yang paling aman untuk tempat persembunyian!"


Setelah semua di pastikan tidak berbentuk barang tercela itu, Zero segera memanggil beberapa ketua kelompok nya yang sudah di baginya, Nisa gadis muda yang sekarang sudah cukup kuat, setelah berlatih, ikut dalam kelompok yang di bentuknya.


" Sekarang kalian bergerak sesuai titik yang sudah kita tentukan!"


" baik" mereka segera berangkat kecuali Nisa dia berada di satu team dengan Zero.


" Kau berhenti bermain-main, saat ini tidak ada candaan apapun!" tegas Zero.


" Baik!"


Heeee bos ada apa hari ini? aneh sekali.


dalam hati Nisa .


" Ini pertama kali kau menerima misi, jangan mengecewakan aku...!"


" Baik!"


" Kau harus berusaha keras, kau akan mendapatkan bayaran tinggi atas pencapaianmu!"


" Ehm..."


" Kroscek kembali senjata dan barang bawaanmu!"


" Baik!"


Nisa segera mengecek semuanya setelah pasti lengkap dia segera berdiri.


" Siap bos!" tegas Nisa.


" Ikut aku!"


Zero hanya berdua saja dengan gadis didikannya berusia 16tahun itu, sementara yang lain memiliki 10 kelompok dalam teamnya.


" Bos, apa berdua saja tidak apa-apa?"


" Apa kau meremehkanku??"

__ADS_1


" Tidak berani!"


" Karena kau adalah beban maka cukup aku menanggungnya sendiri, jika terlalu banyak orang itu akan sulit untuk rekanmu!"


Nisa menelan ludahnya, dia ingin marah tapi Zero adalah bosnya sekarang, karena dia ingin balas dendam maka itu tidak boleh mempengaruhinya.


...----------------...


Di sisi lain Panglima dan Jack mengawasi kediaman kepresidenan untuk, melihat siapa saja yang keluar masuk ke kediaman kepresidenan itu.


" Panglima, apa Bi akan ke sini??"


" Iya itu pasti, ...!"


Setelah 3 hari mengawasi rumah kepresidenan akhirnya mereka memiliki titik temu di mana saat penjaga sedikit lengah dalam pergantian shift.


Panglima mengambil tas kecil dan mengaitkan di pinggangnya,


" Panglima, aku saja...ini sangat berbahaya untukmu!"


" Tapi...!"


" Panglima, jangan sampai lukamu terbuka lagi itu akan menjadi rumit, sekarang kita harus kuat karena akan memulai peperangan yang sesungguhnya!"


" hmmm, baiklah!" panglima pun menyetujuinya


" Kau bisa lewat pintu samping di sana ada pintu kecil, kuncinya ada di bawah pot sebelah kanan, ambil jalan kiri, di sana pasti ada 3 penjaga di depan pintu, masuk lewat jendela nomer 2 berjalan menempel dinding agar tidak tertangkap cctv , sampai di dekat tangga , angkat karpet merah yang ada di dasar tangga, itu pintu memasuki ruang bawah tanah tanpa melewati para penjaga!"


" Panglima bagaimana anda tahu??"


" Josh yang memberitahuku...!"


" Sepertinya Josh sudah berusaha memahami kediaman kepresidenan dengan baik...!"


" Ehmm, dan kau saat akan masuk itu, ada sandinya, 102271 pintu itu akan terbuka, dan kau harus menghalangi kamera sebelum memasuki pintu cadangan itu...!"


" Ya, ya.... apalagi panglima??"


" Di dalam ruang bawah tanah, hanya ada beberapa orang tidak begitu berbahaya , katanya tidak ada Cctv tapi, karena ayah dan Jendral di sana bisa jadi sudah di pasang Cctv!"


" Di mana saklar listriknya Panglima??"


" Aku tidak tahu, tapi kita bisa membuat Gardu PLN konslet, agar semua padam dan menunggu kang listrik datang memperbaikinya!" Ujar Panglima.


" Itu kedengarannya bagus, tapi rumah kepresidenan kan pasti memiliki Genset kan Panglima??"


" Putus kabelnya saja Jack, Genset harus berada di tempat datar dan memiliki sirkulasi udara yang baik, pasti di luar ruangan tapi tetap terlindungi dari panas dan hujan, tempat seperti itu pasti dekat tempat penjemuran, jika tidak ya bisa juga di ruang bawah tanah dengan Ventilasi yang tepat!"


" Baiklah, jadi mari kita pikirkan untuk merusak genset!"


" Ya benar, tapi kamera juga tetap harus kau perhatikan, karena dia masih bisa bekerja saat listrik padam!"


" Oh benar juga, baiklah...aku pergi dulu panglima jika aku sudah menemukan tempat Gensetnya, aku akan mengabarimu!"


" tidak kabari aku setelah kau mendapatkan Jendral dan ayahku, jika itu terjadi kau tidak akan bisa masuk ke ruang bawah tanah!"


" Benar juga setelah merusak genset aku akan masuk ke ruang bawah tanah lebih dulu!"


" Baik, aku akan bertindak setelah kau memberiku kabar!"


" Oke aku masuk!"


Jack segera berjalan menuju arah yang sudah di beritahu oleh Panglima, Jack orang yang cukup Genius dalam mengingat sesuatu.


" Oke, saatnya menyelamatkan Jenderal dan Paman Latif!"


Gumam Jack bersemangat

__ADS_1


__ADS_2