
Jendral Petter terus berdiri di depan Jendela, siapa tahu, Suzy akan segera kembali.
Namun hari sudah hampir petang Suzy belum kembali,
" Aku telpon tante Maya dulu!" Jendral Petter segera menghubungi Maya.
" Maaf tante, apa Suzy di sana?"
" Suzy?, oh apa kalian masih di sini?, aku berjaga dari semalam sampai sekarang belum melihat Suzy di sini!" Jawab Maya meyakinkan.
" Aduh, dari pagi dia pergi belum kembali tante!" Jendral Petter mulai khawatir.
" Kau harus segera mencarinya Petter dan lapor polisi!"
" Ya tante! " Jendral Petter segera mengakhiri panggilanya, dan dia pun segera pergi mencari Suzy kesegala arah.
" Tunggu, aku harus tenang, jika tidak aku tak akan bisa menemukannya!"
Jendral mencoba menenangkan diri dan berpikir kemana dia harus memulai pencariannya.
" ah, minta pihak hotel untuk melihat CCTV, seharusnya mereka punya untuk area depan hotel!"
Jendral Petter, Segera kembali ke hotel, dan meminta bantuan bagian keamanan untuk melihat Cctv bagian luar hotel.
" Dia keluar pukul, 08.00 pagi...!" Gumam Jendral melihat ke arah layar dengan serius.
" Ah, ini dia.. dia ke arah selatan, oke sekarang aku harus meminta bantuan polisi untuk melihat rekaman CCtv arah ke selatan!"
setelah meminta bantuan polisi dan mendapatakan rekaman, di sepanjang jalan ke utara, akhirnya Jendral Petter tahu harus kemana dia mencari Suzy.
Jendral Petter segera menuju arah selatan di mana Suzy berjalan ke arah selatan dan berbelok ke gang kecil, karna hasil rekaman hanya sampai di situ saja.
hmmmm, kau harus baik-baik saja, jangan sampai kau kenapa-napa...
dalam hati Jendral yang tidak tenang.
Jendral Petter menyusuri jalan yang lumayan jauh dan sepi,
" Bagaimana dia bisa jalan sejauh ini, sampai sini?"
Gumam Jendral Petter.
Dia tidak membawa ponselnya, haduh wanita ini tidakkah bisa sehari saja membuat orang Tenang.
" Hari sudah mulai petang ,sebenarnya kemana kau ini pergi?" masih mencari sekeliling, sambil mengecek ponselnya barang kali polisi sudah menemukan Suzy lebih dulu.
" hiks hiks hiks, ....!" Terdengar suara merengek
Jendral Petter mencari asal suara itu...
" Suaranya dari gang ini!"
" Suzy....!" Jendral Petter mencoba memanggil.
namun tak ada sahutan.
Jendral melangkah perlahan, menyusuri gang kecil dan sepi itu.
" hiks hiks hiks hiks..mommy...hiks hiks!"
"Suaranya di belakang Gerobak ini!" Jendral Petter segera melihat di belakang gerobak.
" Suz...oh?"
rupanya buka. Suzy...
Sudahlah, aku tidak ada urusan dengan orang ini, aku akan mencari Suzy dulu....
Jendral Petter segera berbalik dan melangkah pergi.
"Jendral....!"
mendengar suara yang tak asing, untuknya Jendral Petter segera menoleh.
" Jendral, Jendral, syukurlah kau datang, aku hampir putus asa mencari jalan kembali ke hotel! " ujar Suzy sangat girang karna akhirnya Jendral Petter datang.
" Kau, apa bodoh?, kenapa bisa pergi ke tempat sejauh ini ?, tidak membawa ponsel apa kau sengaja membuat ku khawatir? " mengomel tak henti.
__ADS_1
" Maaf, karna aku sangat kesal denganmu Jendral, kau slalu berubah-ubah, kadang perhatian ,kadang baik ,kadang cuek, itu membuat Suzy bingung dan kesal tapi Suzy tidak berani marah pada Jendral! " tanpa sadar air mata Suzy berlinang.
" Siapa suruh kau meragukan perkataan ku!"
" Maaf, maaf, sekarang aku mengerti dan tidak akan meragukanmu Jendral! "
" Jadi kau percaya dengan apa yang ku katakan padamu kemarin?"
"mmm percaya!"
" Lalu bagaimana denganmu?"
" tentu saja, saja aku juga merasakan hal yang sama pada Jendral! "
" Sungguh?"
.
" Jendral apa kau meragukanku?"
" Ya, aku ingin kau membuktikanya agar aku percaya!" Bermaksud balas dendam.
" Ya,kita bahas itu nanti, aku akan memberikan makanan ini pada anak itu dan memberinya uang!"
"kau mengenalnya?"
" Ya, tadi aku menangis sepanjang jalan dan bertemu dengannya, dan dia menunjukan jalan ke sini, dia baru saja kehilangan ibunya, dia tinggal seorang diri di sini!"
" Oh ya, kasihan sekali ,apa sungguh tidak ada keluarga?"
" Entahlah Jendral, aku juga tidak tahu, tapi orang-orang disini sangat acuh padanya!"
" Oh ya?"
.
" mmm, ...ayo makanlah!" Memeberikan bingkisan makanan pada anak yang masih menangis dibelakang Gerobak.
" hallo, apa kau mau kami antarkan ke panti asuhan?" ujar Jendral Petter.
Anak itu menggeleng kepala...
" Suzy, ini di negara orang kita tidak bisa seenaknya sendiri, kita tidak tahu aturan negara di sini!"
" Kalau begitu kita ke kantor polisi untuk menanyakan aturan - aturan di sini, sekalian mencari tahu tentang keluarga anak ini!"
" baiklah, sekalian aku juga harus melapor bahwa aku sudah menemukanmu!"
mereka pun segera menuju kantor polisi, untuk menanyakan aturan dan mencari tahu informasi keluarga anak itu
Setelah menunggu ,mereka pun mendapatkan apa yang mereka cari.
" Anak ini yatim piatu, kita antar saja ke panti asuhan!" ujar Jendral Petter.
" Mmm, tapi sepertinya dia kurang sehat, kita bawa di ke rumah sakit, untuk periksa dan sekalian menjenguk Tantan!"
" Mmmm, baiklah...!"
mereka membawa anak itu ke rumah sakit untuk di periksa.
" mmm, dia hanya tidak makan dengan baik!"
" Ya,karna tidak ada yang mengurusnya, ayo Samm... kakak gendong!"
" Biar aku yang menggendongnya!"
Jendral Petter segera menggendong anak laki-laki yang sudah diketahui bernama Sammy itu yang berumur 7tahunan.
mereka menuju ruangan Tantan, terlihat Bibi Chu dan Maya setia menunggu bergantian.
" Tante...!" sapa Suzy
" aduh, kau kemana, tante sangat khawatir syukurlah kau baik-baik saja!"
" iya tante, Suzy tersesat tak tahu jalan kembali!"
"eh ini siapa?, apa kerabatmu?" tanya Maya menunjuk anak yang berada di gendongan Jendral Petter.
__ADS_1
" Dia yang menunjukan jalan pada Suzy, sayang sekali dia anak yatim piatu Tante, Suzy berencana mengantarnya ke panti asuhan! "
" ah, anak baik...yang malang, kau tampan sekali...sini sama Bibi! " mengambil dari gendongan Jendral.
" Mommy....! " panggil Sam pada Maya.
" apa?" semua terkejut mendengarnya.
" Aduh,...baiklah jika kau mau memanggilku mommy boleh sekali!" sangat girang.
" Mommy...! "
" aduh lucunya...siapa namamu?"
" Sammy...!"
" Okey Sammy, ikut mommy pulang ya ke rumah bibi Gress...!"
Jendral Petter dan Suzy menggaruk kepala.
" Yeah...!" jawab Sammy tanpa ragu.
" Jendral, Suzy...anak ini serahkan pada tante ya, ehmmm...bolehkah kalian yang bergantian berjaga sebentar di sini?, kalian capek pasti ya?"
" Tidak tante,... biar kami yang gantian menjaga!"
" Terimakasih ... Bibi Chu kita istirahat dulu! "
Maya dan Bibi Chu segera kembali ke kediaman Gres.
Di kediaman Gress...
" Aduh, Maya... anak siapa yang kau bawa?" ujar Gress yang terkejut.
kini keduanya sudah sangat akrab seperti kakak beradik.
" Namanya Sammy Kakak, dia dibawa oleh Jendral dan Suzy, mereka bilang dia anak yatim piatu!"
" apa kau berencana mengangkatnya?"
" mmm, Ya, tapi Maya tidak tahu aturan untuk memgadopsi di negara ini!"
" Ya sudah nanti kakak bantu!"
" Terimaksih kakak, maaf merepotkan kakak!"
" iya, tak apa...memang kau tidak butuh pendapat suamimu?"
" Sudah biarkan saja, orang kolot itu menua kesepian, Maya tinggal di kediaman Leon kakak, sudah lama berncana untuk mengadopsi namun belum sempat, nah ini datang Sammy, memanggilku Mommy, aduh lucunya,...!"
" hahahah kenapa kau bisa menikahi orang kolot seperti suamimu?"
" Entahlah ...Sammy...kau mandilah dulu, dan ini pakaian barumu!" Memberikan pakaian yang di belinya tadi.
" Okey, mommy!"
"Bibi Chu tolong ya..!" ujar Maya.
" Baik nyonya...!" Bibi Chu membawa Sammy untuk membersihkan dirinya.
"Nasibmu tidak jauh dari mendiang adik iparku, salah memilih adikku menjadi suaminya!"
" Ohya?, aku penasaran dengan rupa ibu Tania kakak, apa kakak memiliki foto ibu Tantan?"
" Ada, aku menyimpan Album pernikahan adikku, dan beberapa foto - foto masa muda Ranran, yang sengaja aku simpan untuk Tantan, apa kau mau lihat?"
" Boleh...!"
" Ayo ikut denganku!" Gres berjalan menuju satu ruangan dan Maya pun mengekor.
Nama ibu Tania kenapa terasa sangat akrab ditelingaku..
dalam hati Maya
Bersambung...
Author
__ADS_1
Like dan komen dan juga gift nya jangan lupa...
terimakasih kakak...