DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
42 Terbukanya Hati dan Pikiran


__ADS_3

setelah selesai sarapan, suzy ke dapur untuk mencuci.


kemudian melihat dalam lemari Es apakah ada sesuatu yang bisa di masaknya.


" wah... lengkapnya, sepertinya saat pertama membukanya tak ada apapun,aku akan memasakan sup ayam brokoli untuk Jendral dan paman!"


Suzy, memang tidak pandai memsak, kecuali untuk memasak brokoli,menu yang satu itu adalah, menu andalanya karna brokoli makanan favoritnya,hanya itu saja kelebihan dia memasak yang lain zonk.


Suzy bersenandung riang sambil memasak, dengan sepenuh hati.


Dan sup ayam brokoli pun siap tersaji, Suzy berjalan mendekati tangga.


" Jendral, ayo sarapa!!!!!!" teriak Suzy memanggil.


" Jendral!"


namun tidak ada sahutan, Suzy terpaksa melanggar aturannya, eh lebih tepatnya memang tidak bisa menaati aturan yang ada, Suzy naik ke lantai dua membawakan Jendral Petter sup ayam brokoli buatannya.


wahhhhh, lantai dua ini sangat luas ya hanya ada satu ruangan, apa ini kamar Jendral?


Suzy meletakkan supnya di meja depan pintu,


dan perlahan membuka pintu kamar Jendral Petter.


(Author: Suzy kamu benar-benar Lancang!)


" Jend,...oh?" Suzy terkejut dengan apa yang di Lihatnya.


(Author: apa yang dilihat ya?, apa yang anda pikirkan readers?)


" Lancang!!!, siapa yang menyuruhmu naik ke lantai dua?!!" Jendral Petter benar-benar di buat marah besar oleh Suzy semilikiti weleh-weleh.


"Ma, ma, maaf Jendral!" Suzy gemetaran ,terlihat jelas hawa membunuh terpancar dari sorot mata Jendral Petter.


(Author: Bunuh!, bunuh!, bunuh!, biar Author menggantikan peran Suzy Jendral!)


Apa Jendral Petter sedang menangis?


dalam hati Suzy bertanya-tanya dengan apa yang di lihatnya.


"keluar!!!" dengan nada lantang.


tapi Suzy masih tetap berdiri di depan pintu, seperti patung.


"Jendral, apa kau menangis?" mencoba bertanya penuh dengan keberanian diri.


" Apa urusanmu!, pergi dan anggap saja kau tak melihat apapun!" sambil meletakan bingkai foto yang di lihatnya.


" Baik Jendral, maafkan Suzy...namun jika Jendral butuh seseorang untuk mendengarkan, Suzy bisa menjadi pendengar yang baik!"


" Aku tak butuh rasa ibamu!"


" Baik Jendral, Suzy memasakan sesuatu untuk Jendral, makanlah dulu, baru Suzy akan pergi!"


" siapa kau memerintahku?"

__ADS_1


" Jendral sudah merawat Suzy dengan baik beberapa hari ini, ini ucapan terimakasih Suzy Jendral! "


" aku tidak butuh!, bawa kembali masakanmu itu!"


" Ah, Baik Jendral maaf sudah membuat Jendral marah, Suzy akan membawa pergi Sup Brokolinya!" melangkah dan mengambil supnya.


" tunggu apa yang kau masak?"


" Hanya Sup ayam brokoli saja, hanya ini yang bisa Suzy masak! "


" Bawa ke sini!"


" apa?"


" Bawa ke sini!, aku harus mengulangi barapa kali?"


" Siap Jendral! "


Suzy dengan gembira membawakan Sup buatanya pada Jendral dan meletakan di meja Jendral Petter.


Suzy melihat bingkai Foto yang di pegang Jendral Petter tadi , terlihat seorang wanita sedang menggendong anak kecil.


" apa ini, ibu Jendral?, dan yang di gendonganya apakah Jendral? "


" apa kau wartawan?"


" hehehe ,Suzy tidak bertanya lagi Jendral!, makanlah aku akan menunggu untuk membawa mangkuknya kembali!"


" kau ini kenapa suka melanggar aturan?, bukankah sudah ku peringati!"


" Maaf, maaf, hanya itu namun kau tak merubah sikapmu!"


sambil melahap sup buatan Suzy.


apa?, Sup ini benar-benar enak?, apa sungguh gadis ini yang membuatnya?, aku kira setelah ibu meninggal aku tidak akan bisa menikmati sup brokoli yang enak lagi. bahkan ayah saja tidak bisa memasak seperti buatan ibu, tapi sup ini benar-benar mirip dengan sup ibu, meskipun sedikit berbeda.


" Jendral kenapa melamun?, apa tidak enak?, aku padahal sudah percaya diri, karna aku paling handal memasak brokoli!"


Jendral Petter mengabaikan Suzy.


Suzy mrngambil mangkuknya,


" apa kau mau mengambil lagi, apa yang sudah kau berikan?"


" Oh, jadi Jendral masih mau!"


" aku hanya menghargai kerja kerasmu!, diamlah dan tunggu aku sampai selesai makan!"


"Baik!"


bilang saja kau menyukainya, hisss angkuh sekali, tapi Jendral benar-benar menangis, kata Tantan, Jendral menanggung rasa bersalah atas kematian ibunya, apa dia masih menyesalinya?, Tak ku sangka Jendral yang terlihat luar biasa ini ,sangat Rapuh di dalam hatinya.


" Jendral, apa aku boleh tahu, apa yang membuat Jendral menangis?"


" Diam!!!"

__ADS_1


" Baiklah, hanya saja Suzy sangat penasaran!"


" kau sungguh, ingin tahu?"


" Ya, ...!"


" Aku lah yang membunuh ibuku!"


" apa?, bagaimana mungkin?"


" mungkin saja, karna aku adalah anak yang bodoh, yang suka berlari sembarang di jalan!"


" Suzy mengerti, jadi ibu Jendral meninggal karna menyelamatkan Jendral, bukan begitu Jendral? "


" kenapa kau berpikir begitu, kenapa tidak berpikir aku ini psikopat?"


" Jendral meskipun Jendral sangat galak , tapi Jendral adalah orang baik, mana mungkin psikopat memiliki rasa penyesalan!"


" kau pintar juga! "


" Jendral, itu bukan kesalahan Jendral, Jika Suzy menjadi seorang ibu, Suzy akan melakukan hal yang sama dengan ibu Jendral, karna ibu kita sudah berupaya keras mengandung dan melahirkan kita dengan bertaruh nyawa,dan itu untuk memberikan kita kehidupan di dunia, seorang ibu akan slalu bertaruh nyawa untuk melindungi anaknya, ibu Jendral sudah melakukan tugasnya menjadi seorang ibu yang luar biasa, jika Jendral hidup dalam penyesalan, maka ibu Jendral akan sedih melihatnya, dan apa yang di korbakan sia-sia karna anaknya hidup dalam penyesalan, padahal ibu Jendral berkorban, agar Jendral tetap hidup baik seperti yang diharapkannya!"


" Apa yang kau katakan itu sungguhan?, apa kau pernah melihat seorang ibu melahirkan?, dan kau juga belum menjadi seorang ibu!"


" Aku adalah lulusan kebidanan, namun aku berhenti menjadi bidan!"


" Kau seorang bidan?, dan kau berhenti? kenapa kau tidak terlihat seperti bidan? kau juga masih muda!"


" Ya aku salah mengambil jurusan, aku asal mengambilnya, namun aku menyukainya tanpa ku sadari!"


" lalu kenapa kau berhenti? "


" saat itu pertama kalinya aku menangani pasien pertamaku di rumah sakit,bersama dokter yang bertugas malam itu,


Dan kami mendapatkan pasien yang tidak mudah, namun dia adalah seorang ibu yang membuktikan bahwa keberanian dan kasih ibu bisa mengalahkan segalanya. Ia bersedia menjalani prosedur operasi demi menyelamatkan nyawa bayinya, sekalipun nyawanya sendiri jadi taruhannya.


Awalnya, ia harus menjalani operasi caesar biasa untuk melahirkan anaknya. Namun, dokter baru menemukan bahwa ternyata ia memiliki emboli cairan ketuban. Kondisi dimana masuknya cairan ketuban, sel bayi, atau bahan lain dari rahim menuju ke sirkulasi darah ibu hamil saat melahirkan.


Sebelum ditemukan masalah tersebut, dokter sudah mengetahui bahwa denyut jantung bayinya semakin melemah. Kondisi ini pun membuat nyawa bayinya terancam.


Dokter memberikan dua pilihan pada sang ibu. Yang pertama, menjalani operasi caesar dengan anestesi yang akan menyelamatkan hidupnya namun membunuh bayinya.


Pilihan yang kedua adalah menjalani beberapa prosedur operasi yang dilakukan dengan kesadaran penuh. Pilihan kedua ini akan menyelamatkan bayinya, namun akan mempertaruhkan nyawanya,


Dengan penuh kerelaan, Ia memilih pilihan yang kedua. Ia rela mengorbankan nyawanya demi kehidupan bayinya.


Dan sebelum meninggal, ibu itu sempat bertanya pada dokter akan berat badan bayinya


Kasih ibu memang tak ada batasnya,


Kasih sayang seorang ibu merupakan salah satu kasih sayang yang murni dan tidak dapat dijelaskan dengan sekedar kata kata. Bahkan demi menyelamatkan anak di dalam kandungannya, seorang ibu rela membiarkan nyawanya melayang.


jadi Jendral bahagialah karna kau memiliki ibu yang hebat, beliau bertaruh untuk kehidupanmu yang baik dan bahagia, jangan pernah Jendral menyia-nyiakan pengorbanan ibu Jendral, seperti halnya Jendral memutuskan untuk menjadi abdi negara, Jendral pun juga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air karna rasa Cinta Jendral pada negeri ini, bukan begitu Jendral Petter? "


Seketika gadis ini benar-benar berbeda dan menakjubkan, dan terlihat sempurna dan tidak lemah, kata-kata sungguh membuka hati dan pikiranku,

__ADS_1


dalak hati Jendral Petter yang masih tenggelam dalam kekagumannya.


__ADS_2