DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
124. Abang dadakan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


" Nona, hari ini Tuan Huan, akan tiba pukul 12.00 di Bandara!" Jack memberitahu Tania.


" Okey, kita beri kejutan paman ,kita jemput Ke Bandara!"


" Siap Nona!"


" Kita harus sampai di sana jam 11!"


" Nona, mau menunggu?"


" Iya, aku mau buat papan tulisan untuk menyambut paman Huan!"


" Apa itu perlu?, Tuan besarkan pulang ke negara sendiri nona!"


" Ya memang kenapa?"


" Tidak apa - apa Nona, biar saya siapkan papan tulis nya!"


" Ya...terimakasih Dex!"


" Apa hadiahnya juga, kita siapkan sekalian?"


" Boleh!, aku akan memasak makan siang untuk paman jika begitu!"


" Oh, nona tahu selera tuan besar?"


" Tentu, yang penting pedas, untuk paman Zie dia tidak suka pedas!"


" Nyonya saya juga suka pedas!"


Sahut Jack.


" Apa-apaan kau ini Jack, kau mau minta nona membuatkan mu?"


" Kenapa?"


" Nona, saya sukanya pedas tapi sedang!" ujar Dex yang juga merequest.


" Heleh dasar!!, kamu juga mau!"


" Aihhh, kalian....nanti aku bagi juga untuk kalian!"


" Wah terimakasih nona!" Jack kegirangan.


" Dex juga terimakasih nona!"


" okey aku, ke dapur dulu!" Tania pun bergegas pergi ke dapur untuk memasak.


" Jack, kau tahu...Entah kenapa hatiku tenang mengawal Nona!"Dex mencurahkan isi hatinya


" aku juga merasakannya, nona sangat natural, kebaikannya tidak di buat -buat loh!"


" Hemm, pantas saja Panglima, jatuh hati padanya!"


" Ya, tapi perjalanan cinta mereka cukup rumit yah?, sedangkan perjalanan cinta jendral mulus sekali ya?"


" Eh kau tahu dari mana?"


" Tahulah, aku kan suka mendengar gosip!"


" Dasar!, andai kita ditugaskan selamanya di sisi Nona!"


" berkhayalmu terlalu tinggi, Bos kita tidak akan memberikan kita pada orang lain!"


" Benar juga, tapi kau tahu Bos sangat suka dengan bayaran tinggi!"


" Lagian kita berdua juga bukan anak buah satu-satunya!"


" Ya itu aku tahu, Tapi ini pertama kalinya bos mengizinkan orang Lain memerintah kita!"


" Heleh, kenapa heran?, kau tahu Panglima itu bukan orang sembarangan dihati bos!"


" Iya aku tahu,Bos juga bukan orang biasa dihati panglima!"


"itu karna hubungan antara bos kita dan panglima yang baik!, atau jangan - jangan bos juga tertarik pada nona?"


" Hei...tutup mulutmu Jack!, kau sembarangan!!!"

__ADS_1


" Oppsss....,aku keceplosan!"


" Bos tidak akan mengkhiyanati sahabatnya!"


" Ya sudah kita tidak membahas itu Dex!"


" Ah, kalian kenapa? sudah lapar?" Tantan membawa beberapa makanan ke meja makan yang dibantu oleh Bibi Chu.


" Wahhhhhhh.....enaknya.....!" Jack tergoda dengan aroma masakan Tantan.


" ini yang sedang, ini yang sangat pedas, ayo kita makan, bibi ayo kita makan!"


" Baik nona!" mereka pun makan bersama sebelum berangkat ke bandara.


"Aduh...kenyang ,nona masakanmu luar biasa, iya kan Dex!"


" Hmm...mantap!, nona adalah istri idaman !"


" hey kau minta di gunduli panglima apa?"


" Aku kan hanya memuji !"


" Aiiihhh kalian ini...Sekarang...kita berangkat yok!"


" Beranggggggkaaaaaaaatttttt!" Dex sangat semangat.


mereka pun bergegas menuju bandara...mereka sangat menghargai pedoman Tantan, lebih baik menunggu Dari pada terlambat.


sampailah mereka di bandara pukul 11.05 ...


" Nona duduklah di sini!, aku yang akan memantau tuan besar!, Dex jaga nona!"


" Baik!!!"


" Kalian sangat berlebihan memperlakukanku!" ujar Tantan.


" Nona pantas mendapatkan perlakuan yang lebih baik!" jawab Dex bangga.


" Tapi aku lebih suka hubungan, seperti teman yang asyik dari pada atasan dan bawahan!"


" Nona, tenang saja kami bisa menjadi apa yang nona mau!, kami sangat bahagia menjaga nona, seperti adik perempuan kami!"


" Setuju, namun hanya boleh di saat kita bertiga saja!"


Hasiiikkk akhirnya aku punya adik perempuan yang sangat menggemaskan!


Dex sangat kegirangan karna dia adalah anak terakhir sedangkan Jack dia tidak memiliki adik perempuan.


" Kenapa begitu?"


" Heheheh, takut panglima marah nanti!"


" Kenapa marah?"


" Nona, apa kau tidak memahami hati priamu?"


" Jangan panggil aku nona lagi!, kan sudah sepakat!"


" Okelah...adiku yang manis panglima tidak pernah suka sesuatu yang iya sukai disukai orang lain!" sambil men cubit pipi Tantab dengan gemas.


" Hey apa yang kau lakukan?" Jack yang tiba- tiba datang.


" apa?, aku sudah sepakat menjalin hubungan kakak adik dengan Tantan secara privasi!" sambil merangkul Tantan sambil menyatukan kepalanya di kepala Tantan.


" Kalau begitu Acc aku juga nona!" melakukan hal sama seperti yang dilakukan dex.


" Yeay aku punya kakak!" Tantan sangat kegirangan.


" Panggil kami abang lah!" pinta Jack


" Abang Jack!, abang Dex!" Ucap Tania manja.


" Uluhuluh uluh...adik kami manis ya!" Dex dan Jack mencubit gemas pipi Tantan.


Mereka bertiga terhanyut dalam kebahagiaan, mereka seperti menemukan sesuatu pelengkap dari apa yang mereka tidak miliki.


" Hey itu paman Huan baru saja lewat!" teriak Tantan.


" Wah aku lupa memberitahu!, aduh ayo cepat kejar!" mereka menggandeng tangan Tantan berlari mengejar ayah panglima.

__ADS_1


" Eh papan nya tertinggal!" Dex mengingatkan


" Sudah tidak terkejar!"


" Haiiii sia sia aku membuatnya!"


" Paman Huaaaaannnnn!" Teriak Tantan keras.


Ayah panglima pun menoleh ...


wajahnya sangat sumringah, melihat seseorang yang memanggilnya.


" Yo adik cepat peluk ayah mertuamu!" bisik Dex pada Tantan.


Jack mendorong Tantan untuk maju.


" Pamaaaaaannnn!" Tania pun memeluk ayah panglima dengan girang.


Huan Zang sangat terkejut dan Senang...


" Wah anak cantik mengejutkan sekali! kau menjemput kami di bandara, kenapa tidak menunggu di rumah?"


membalas pelukan Tantan dan mengusap kepala tantan.


" Aku sengaja paman, wah aku sangat rindu kalian...ayo paman kita pulang!"


Tantan merangkul tangan Huan berjalan.


Huan Zang mengamati Dex dan Jack.


" Hai tuan Huan!" Dex dan Jack melambaikan tangan menyapa.


"Kalian orangnya Jimmie?"


"Benar Tuan!"


" Oh baiklah, ayo kita pulang dulu!"


" Tuan saya akan berkendara sendiri!" ujar Ziie pada Huan.


" Oke!"


" Silakan masuk tuan Nona!" Dex membukakan pintu belakang, sedangkan Jack yang mengemudi.


mereka pun segera menuju kediaman Huan.


"Oh....sepertinya di kediaman Tuan huan ada Tamu terhormat!" Ujar Dex sambil memainkan ponselnya.


" Oh ?, siapa?" Tanya Huan Zang.


" Hehe hehe...Nona Xian!"jawab Dex.


" Bagaimana bisa kau tahu abang?" Tanya Tantan.


" Pokoknya aku akan sangat tahu pergerakannya adikku tayang !" Jawab Dex melupakan Huan Zang yang ada dibelakangnya.


" Wah abang hebat!!!"


" Tentulah, aku kan abangmu!" menengok ke belakang dan melihat ekspresi Huan Zang yang penuh tanya.


Mampuslah keceplosan, karna terpancing dengan panggilan Tantan.


dalam hati Dex.


" Kalian sangat akrab ya!" ujar Huan zang.


Jack hanya menahan tawa,


" Paman, aku menganggap mereka sebagai kakakku,akukan anak tunggal ada mereka Tantan sangat terlengkapi!"


" Paman juga tidak melarang,kalian baru kenal namun sudah sangat dekat ya?"


" Ya Tuan, karna Tania memperlakukan kami sangat baik, dan kami juga tidak memiliki adik perempuan, kami akan menjaganya selama panglima tidak ada!"


" Bagus Trimakasih, tolong jaga dia untuk putraku!"


**Siapa yang tidak menyayangi anak ini, benar -benar pilihan terbaik putraku, hmm mm apa yang dilakukan Xian - xian di rumahku?


Huan bingung harus bagaimana nanti

__ADS_1


Bersambung**...


__ADS_2