DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
67. Tak ada pilihan Lain


__ADS_3

" Maaf, karna Suzy terlalu cengeng!" salah tingkah.


" Mmm, kau harus menjadi lebih kuat lagi!"


" Jendral, apakah tak apa pernikahan kita ditunda?"


" Tak masalah, kita Fokus pada Tania terlebuh dulu,apa kau juga akan menemaninya di sana?"


" Mmm, Suzy tidak pernah suka keluar negeri Jendral, tapi sesekali, Suzy akan mengunjungi Tantan!"


" Ya, doalah yang bisa kita bantu saat ini!, apa kau sudah makan?"


" Belum, Suzy tidak berselera!"


" aku harus makan, tunggulah aku akan mengambil makan untukmu!"


" tidak, Nanti saja Jendral suzy akan makan sendiri!"


Jendral Petter mengabaikan Suzy dan segera mencari bibi Tin.


" Bibi, bisa minta tolong ambilkan untuk Nona?"


" Baik, tuan nona sudah mau makankah, syukurlah!"


" apa dia tidak mau makan akhir-akhir ini?"


" Iya, Tuan nona hanya mau minum.jus saja itu pun sedikit !"


" kalau begitu ambilkan yang banyak bibi!"


Bibi Tin segera mengambilkan makanan untuk Suzy dan memberikan pada Jendral Petter.


" Kata bibi, kau tidak mau makan akhir-akhir ini, apa benar?"


" mmm!" Suzy tidak menyangkal.


" Kau ini adalah Calon istri seorang Jendral bagaimana bisa sangat egois!" mengomel.


" apa salah Suzy Jendral? "


" Lihatlah dirimu di Cermin, kau ini kurus sekali, kantong mata tebal, wajah kusut, apa kau mau mengaku sebagai calon istri seorang Jendral?, apa kata orang jika calonnya tidak terawat, kau sengaja pasti ingin menjatuhkan reputasiku kan?"


" mana bisa begitu , Suzy mana berniat seperti itu, tidak Jendral! ".


" Jika tidak sekarang buka mulutmu ,habiskan makanan ini!"


" tapi itu bukan porsi Suzy Jendral! "


" hitung saja berapa hari kamu tidak makan?, ini kau harus habiskan, jika kau berani tidak makan lagi aku akan memaksamu memakan 2 karung beras!"


" apa?"


" buka mulut!" Tegas.


Suzy pun menurut membuka mulutnya, dan menerima suapan dari Jendral Petter.


"istri seorang Jendral tidak boleh kurus, tidak boleh kusut, harus cantik, slalu tersenyum dan bahagia!, apa kau mengerti?"


mengomel sambil tetap menyuapi.


" mmm, baik!"


apakah, saat ini dia sedang perhatian padaku?


ini bukan seperti Jendral Petter, apakah ini adalah sifatnya yang Asli?, atau Jendral Petter sudah berubah?


Suzy bertanya-tanya dalam hati.


setelah 10x suapan, beserta omelannya yang pa jang kali lebar kali tinggi.


" Jendral, Suzy sudah kenyang!"


" Tinggal.sedikit habiskan!"


Suzy masih menurut, ...


setelah 5 suapan lagi..


" Jendral Suzy sudah tidak kuat!"


" sekali lagi ayo!"


menyuap dengan paksa...


" anak pintar, itu baru calon istri ku! "


Astaga Jendral Petter ini apa mau membunuhku dengan makanan?


" Jendral, kenapa kau masih mau padaku?"

__ADS_1


tiba-tiba bertanya tanpa disadari.


" kau meragukanku lagi?, bukankan aku sudah menjelaskanya padamu?"


" Bukan, bukan begitu...!"


" Lalu apa?, kau yang bersikeras mau menikahiku kan?"


" Benar, tapi itu kan kesepakatan, Jendral kau tahu bahkan aku sudah dilecehkan, apa aku masih memenuhi syarat menjadi istrimu?"


" apa kau menjadikan ini alasan untuk mmbatalkannya?"


" bukan, bukan! "


" aku ingat kan ini yang terakhir kali nya kau menanyakan ini lagi, aku tidak ingin ada yang ke 3x!"


" Baik, tapi tolong beri kejelasannya!"


" Kejelasannya, setelah Tania sadar dari koma mari kita menikah, dan menjadi sepasang suami istri yang saling mencintai!"


"apa Jendral yakin bisa mencintai Suzy?"


Jendral Petter terdiam tak menjawab...


" Bahkan Jendral tidak bisa menjawabnya!"


aku tahu pernikahan ini hanya sebuah kesepakatan, dia tidak akan bisa mencintai ku,


karna semua ini berawal dari ku dan salahku.


" Jika kau mendengar jawabanku, apa kau mau berjanji satu hal?"


" apa itu?"


" Janji dulu!"


" apa?"


Janji apa?, kenapa membuatku serba salah saja,


sudahlah aku akan menanggungya.


dalam hati Suzy


" aku tidak akan mengatakannya!"


" Baik Suzy janji!"


dag dig deug deg dog...


jantung Suzy berdetak begitu kencang, dan wajahnya sangat merona.


" Apa kau sakit?, kenapa wajahmu sangat merah?" Jendral Petter menyentuh kening Suzy .


" ah. aku tidak apa-apa Jendral!" Suzy menepis tangan Jendral karna merasa malu.


" Kau yakin ?, aku akan memanggil Donie untuk memerikasamu!"


panik.


Suzy memegang tangan Jendral Petter untuk mencegahnya, mengambil ponselnya.


" Tidak papa, suzy sangat baik, jika nanti kita memang menikah aku harap Jendral menepati Janji!".


apa dia malu sampai memerah...?


dalam hati Jendral berbubga-bunga.


" Jika kita menikah, dan aku tidak menepati janji, maka kau bisa menembakku tepat di jantung!" meletakkan tangan Suzy di dada.


" itu berati aku membunuhmu, ...!"


" Ya, seorang Jendral yang mengingkari janji hanya pantas untuk mati!"


.


" Baiklah,aku akan mengingat ini!"


" Namun, bagaimana dengan dirimu?, aku juga tidak ingin di khiyanati!"


" Aku, aku...!"


" astaga, kau juga tidak bisa menjawabnya"


aduh, jantungku kenapa menjadi tak karuan aku sampai gugup untuk menjawabnya.


dalam hati Suzy.


" Aku akan mengabdi sepenuh hati pada suamiku nanti!" menjawab dengan malu - malu.

__ADS_1


" Bagus, jadi kita sepakat untuk bersama dan tidak berpisah!"


" Mmm" Mengangguk dengan senang.


" kakak,.... kenapa lama sekali aku juga ingin bermain dengan kakak ipar!"


" Iya Meimei, ayo bermain dengan Kakak!, lihat kakak punya banyak Berbie apa kau suka bermain berbie?" memperlihatkan koleksinya.


" Uwaaaaaaaaaa, cantik-cantik sekali Meimei sangat suka tapi Meimei tidak pernah memilikinya!"


" Oh, ya kalau begitu kakak akan belikan nanti yang baru, ini koleksi kesayangan kakak, jadi kakak tidak bisa membaginya, tapi Meimei bisa memainkannya!"


" Wah kakak baik sekali, ayo kita main...!"


" kau bisa bermain dengan kakak ipar sampai jam 4, nanti kakak akan antar kau ketoko mainan kau pilihlah mainan yang kau mau!" Ujar Jendral Petter.


" tapi ini sudah jam 3, hanya satu jam saja?"


" Mmm, iya kakakmu sangat sibuk Meimei kau harus mengerti kesibukkannya, jika kakak sudah dalam mood baik kakak akan sering-sering mengunjungimu!"


"kakak harus janji lah...!"


" Janji...!"


" Yeaaa.....!"


mereka berdua bermain bersama, Meimei dapat mengembalikan keceriaan Suzy dengan cepat, dan itu membuat Jendral merasa lega.


************


Di rumah sakit,


Leon keluar dari ruang ICu..


"malam. Bibi, ....!"


" Malam tuan Panglima!"


" Dimana Tuan Hatta?"


" Tuan pulang untuk berganti baju tuan!"


" Bi, ini nomor saya, tolong bibi laporkan keadaan Tantan setiap harinya untuk saya!"


" Baik tuan, saya mengerti! "


" Dan, bisakah saya membawa Micel bi?"


" Micel?, dia apa anjing tuan Panglima? "


" Ya,...besok pagi akan ada orang yang mengambilnya!"


" Oh, ya nanti saya akan sampaikan pada Tuan!"


" Terimaksih bibi ,maaf merepotkan bibi!"


" Tidak sama sekali Tuan, Bibi senang bisa membantu, jika nanti Nona sadar bibi langsung mengabari Tuan!"


" mmmm, harus Bi...! dia harus segera bangun!"


" Ya Tuan!"


Leon berjaga di rumah sakit sampai pagi,


Leon masuk ke dalam untuk melihat Tania sebelum di bawa ke Luar negeri untuk pengobatannya.


" Ingatlah untuk segera bangun karna kau sudah berjanji untuk menikah denganku!"


Leon mencium kening Tania begitu lama.


" Maaf karna aku tak slalu ada di sisimu!"


Leon pun segera keluar.


" Bibi, Saya pamit dulu ....semoga perjalanannya lancar selamat sampai tujuan!"


" Terimaksih Tuan, ... Kata Tuan Hatta sudah ada yang mrngambil Micel pagi petang !"


" Oh baik bibi, saya pamit!" Segera pergi meninggalkan rumah sakit.


Tak rela itu pasti, namun untuk saat ini Leon tak bisa melakukan apa pun, yang terpenting Tania mendapatkan perawatan segera,


Leon adalah pondasi keamanan dalam Negara, dia tak bisa mengambil waktu luang sesuka hati, juga tak bisa mengutamakan masalah hatinya, dia harus mengutamakan tugasnya, mengutamakan urusan keamanan negara, bukanya tidak peduli ,karna sebagai seorang Panglima dia tak boleh berhati Lemah.


Bersambung dulu ya...


Author


Hemmmm berpisah lagi deh...

__ADS_1


kasihan mereka ya?


__ADS_2