DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
172. Salah Lawan


__ADS_3

" Kak, Jimmie apa yang kau lamunkan??" ujar Ria yang melihat Jimmie termenung.


" Ah, kak Jimmie apa kau sedang kesulitan dalam sesuatu?"Tanya Tantan


" Ah, pertanyaan yang tepat Tantan!"


" Apa ??"


" Sudah satu minggu ini Musuh tidak bergerak, menurutmu apa yang mereka rencanakan?"


" Oh, ya???, tidak ada gerakan sama sekali?"


" Tidak ada ...!"


" Wah,menurut beberapa bukti yang aku dapatkan, ada beberapa orang besar yang terlibat, salah satunya Devance, yang kedua, Keluarga Baraba, dua lagi aku kok lupa, sebentar aku ingat dulu!"


" Devance, kemungkinan sedang bersembunyi di tempat yang aman, dia sudah tidak memiliki apapun untuk bertindak, dia lebih memilih bersembunyi seumur hidup!"


" Ohya, masuk akal juga....!"


" Ah, aku tidak tahu kalian membicarakan apa!" Ujar Ria mengeluh.


" Sama, hehehe...kita bantu ibu Panglima saja yuk!" Ajak Suzy.


" Ya sudah, yuk....!"


Suzy dan Ria segera menyusul maya di dapur.


" Keluarga Baraba ini dia termasuk orang kaya nomer 7 di sini, ... memang patut di pertanyakan kekayaannya!"


" Tapi, dia tidak pernah terlibat skandal apapun, benar - benar terlihat sangat bersih, bahkan dia rutin memberikan uang bantuan pada panti asuhan, setiap bulannya!"


" Itu namanya pencucian uang Tantan!, yang dia berikan tidak akan mengurangi seperempat dari harta kekayaannya!"


" Wah, orang kaya sangat mengerikan sekali ya!, untung Ayah Panglima sudah di bangkrutkan lebih dahulu oleh Luxian, jika tidak pasti namanya terseret, karna Luxian termasuk Backingan perusahaan Zang!"


" Dia memakan makanan basinya sendiri, ya biar ditanggung sendiri..., jangan pernah mendidik anakmu dengan segalanya, jadi seperti Xian-xian, jika Xian-xian tidak terlalu serakah, Kejahatan ayahanya juga tidak akan terungkap, ya sudahlah,...kenapa membicarakan orang yang sudah tiada!"


" Ya ,mereka sudah menebus kesalahannya di dunia, semoga tenang...!"


" Ya, benar kembali ke topik awal, bagaimana pendapatmu Tantan?"


" Mungkin mereka hanya mengulur waktu kakak, mereka juga sudah belajar dari kesalahan Devance pasti....dan musuh mungkin sudah mengerti jika aku bukan kelemahan Panglima!"


" Oh ya benar, makannya dia menargetkan istri Jenderal sebagai uji coba...!!"


" Oooh parah....itu aku tidak terima kurang ajar!" Tantan mengomel.


" Hadeh, percuma kau mengomel di sini Tantan!"


" Ya, sebenarnya sih sederhana kakak... sebenarnya mereka tidak menargetkan kita!"


" Lalu siapa??, Panglima??, Jenderal???"


" Bukan...!"


" Siapa??" Jimiie mulai serius berpikir.


" Siapa yang mengurus kasus ini???" tanya Tanyan


" Kepolisian, ....!" jawab Jimmie


" Semua kasus pasti perlu prosedur ijin pastinya, ...lihat saja kasus ini akan segera ditutup, dianggap tuntas karna negara sudah aman!"


" Jadi mereka menggunakan istri Jendral agar kita fokus pada keamanan kita begitu??"


" Yoi, saat kita fokus melindungi diri kita ,semua pihak penyidik, dan penegak hukum sudah di sabotase pihak - pihak terkait!"


" Tapi kan nama - nama itu sudah masuk dalam daftar barang bukti yang kau berikan pada kepolisian kan?"

__ADS_1


" Merubah data, dalam sekejab itu bukan hal sulit untuk para paus - paus besar ini kakak!"


Aku tidak sampek berpikir kesana,


dalam hati Jimmie.


" Panglima dan Jendral itu di kirim juga rencana dari mereka, Panglima akan bergerak terus jika tidak diberikan tugas, Panglima adalah orang yang suka merepotkan diri dengan masalah seperti ini!"


" Ya, jika kalian tidak merepotkan diri mana mungkin Devance ini terungkap!"


" Wah, aku sangat menderita saat menyamar saat itu...!"


" Kalau begitu, jangan lakukan itu lagi, biar aku yang melakukannya, aku akan mengajak Panglima untuk ini!"


" Kau kira tidak ada konsekuensinya seorang Panglima meninggalkan tugas??"


" Aku tahu, itu... Tapi Panglima sudah sering seperti itu bukan??, saat kau menemuinya dulu bersama Jack dan Dek, dia juga sedang meninggalkan tugas!"


" Wah, benar- benar Panglima sama nakalnya denganmu ternyata ya kak!"


" Iya benar, dan ternyata yang dikatakan orang itu juga benar!"


" Apa itu??"


" Jodoh itu adalah cerminan diri!"


" astaga menyebalkan sekali kau kak Jimmie, bagaimana kau mengatai seorang ibu hamil??"


" Ah, maaf , maaf lupa aku...okelah setidaknya aku sudah mendapatkan jawaban atas doa - doaku, eh salah atas pertanyaan ku selama ini!"


" kakak, bagaimana kemajuanmu dengan Ria??"


" Kepo lu...!"


" Niatnya aku membantu, jadinya tidak jadi lah...!"


" Apa yang bisa kau bantu??"


" Kau lebih menyebalkan tahu!"


" Siapa dulu yang mulai??"


" itu tergantung kau tulus membantu atau tidak!"


" aku adalah orang yang pamrih kakak, kau harus tahu!"


" Sudah tahu aku!"


" Bagus...!"


" Cepat katakan, apa kau punya ide cemerlang untuk mendapatkan hati seorang Ria??"


" Tentu saja!, tapi ideku sangat mahal tahu...!"


Kali ini biar aku yang memerasnya, aku baru tahu jika kau sudah memeras tabungan suamiku habis - habisan, dalam hati Tantan.


" Jika itu masih berwujud uang bukan masalah besar!, mau harga berapa??"


" Sebentar aku menghitung dulu!"


Tantan komat kamet, menghitung dengan jarinya.


" Apa yang kau hitung, katakan saja jangan terlalu lama menghitung!"


" Aku tidak hitung, untuk Kak Jimmie uang atau Rianyang Paling penting??"


" Rialah...!"


" Bagus..., jika kakak rupiahkan berapa harga Ria di mata kakak?"

__ADS_1


" Tak terhingga!"


" Wah keren sekali, lalu kakak memang memiliki berapa banyak uang??, kenapa mencoba bernegosiasi dengan Tantan ?, takutnya kakak tidak cukup mampu membeli ideku ini!"


" Lihat, ini...!" memperlihatkan nominal di M - bankingnya.


Kedua mata Tantan hampir lepas menghitung angka nol yang sangat banyak itu.


Sial dia bahkan lebih kaya dari suamiku, masih berani menguras tabungan suamiku, ini namanya definisi orang kaya, karna serakah.


dalam hati Tantan.


" Sudah, sudah kau jangan kaget seperti itu, itu masih di satu bank, belum di bank yang lainnya!


" apa masih ada lagi??" terkejut.


" Masih ada 7 rekening, isinya kurang lebih sama!"


"What, semmmvaaakkkkk???!!!"


" Astaga, mulutnya ibu dijaga, astaga...istri Panglima itu harus berhati-hati jika bertindak apalagi berbicara!'


" Ah ya...Baiklah, kalau begitu,semua ini kirim ke rekeningku, aku hanya mengambil satu dari sekian banyak tabunganmu!"


" Heiiii kenapa kau tidak merampok saja sekalian???" terkejut bukan main.


" ah...sudahlah aku tahu Ria memang tidak seberharga itu untukmu, anggap saja aku tidak bernegosiasi padamu!"


Sialan, otak istri Panglima ini terbuat dari apa, dia bahkan menguras uangku 7x lipat uang Panglima yang aku kuras,...


dalam hati Jimmie.


" Cepat, ketik norekmu!" memberikan ponselnya, karena dia sudah percaya jika ide Tantan memang sangat berharga.


Tanpa membuang waktu, Tantan segera mengetikan noreknya dengan wajah yang sangat gembira.


berbeda dengan Jimmie yang terlihat sedikit loyo, karna memindahkan semua uangnya ke tempat Tantan.


Seharusnya aku berhati - hati dengan setiap pertanyaannya, dia sengaja memancingku untuk menunjukan semua kekayaanku, Jimmie kau sangat ceroboh, lihatlah lawanmu ini.


dalam hati Jimmie menyesal.


" wah, masuk....!"


" Kau sangat bahagia nyonya Panglima!" Ujar Jimmie.


" Tentu saja, ini cukup untuk berinvestasi pada ayah mertua dalam pembangunan proyeknya hehe, cukup untuk lahiran, dan lain - lain!"


" Ingat nyonya, serakah itu tidak baik!"


" Kakak kau tahu itu, tapi kenapa sangat suka melakukannya??"


" Tentu saja, aku sama sepertimu,jika idemu itu sangat mahal, maka kemampuanku juga sangat mahal, aku slalu menyelesaikan tugas dengan tuntas dan bersih!"


" Oh ya, keren sih!"


" Memang aku keren, lalu cepat kau katakan apa idemu!, jika tidak berhasil kembalikan uangku 3x lipat!"


" Yaayya,...sini!"


Tantan membisikkan sesuatu pada Jimmie, terlihat Jimmie benar - benar menyimak ide yang diberikan Tantan padanya.


" Apa itu baik???"


" Tentu saja, lakukan saja sesuai saranku ini!"


" Okelah...!"


Jimmie mengangguk setuju...

__ADS_1


Bersambung...


" Marhaban Ya Ramadhan...mohon maaf untuk semua para readers, jika Saya memiliki salah pada kalian, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan, Semoga penuh berkah "


__ADS_2