DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
270. Strong woman


__ADS_3

" Aggghhhhhhhbbbhhb...."


" Tantan, kenapa kau membunuh orang Jenderal??" Suzy yang terkejut karena tiba-tiba Tasya membunuh orang suaminya dengan sekejap mata.


" sssstttttt, kita harus mencari tempat aman, ada berapa penjaga di sini??"


" Hanya ada satu dia..."


" Ayo ikut aku Suzy..."


" Kemana??"


" Di sini tidak aman, sebagian orang di sabotase, kau bergabung saja dengan ibu mertuaku, aku akan menyelesaikan sisanya..."


" apa??"


" ehmmm,..."


Suzy memegangi erat Putranya Barata.


dan berjalan berdampingan dengan Tantan,


" Tania..."


Tantan dan Suzy melihat ke belakang...


" loeh abang Jack???"


" Ya...."


" Dari mana bang??"


" Oh, aku dari tempat Panglima, heheh..."


" Abang harus berhati-hati, karena di sini sebagian orang sudah di sabotase..."


" oh ya aku akan menjaga kalian..."


" Suzy, ayo masuk ke rumahku dan kau dan ibu bersembunyilah di kamar..."


" oh ya..."


mereka pun segera masuk ke rumah.


" Buu ini tantan... buka..."


" bohong jangan mengaku sebagai menantuku..."


" Hah??"


" bu lihat dari lubang pintu...!"


ceklek...


" Suzy masuklah, kunci pintu jangan membuka pintu jika bukan aku yang mengetuknya..."


" Ya..." Maya segera menutup pintu dan menguncinya.


" Abang, kau tolong bantu abang Dex di gudang senjata..."


" Ya..." Jack berjalan seperti orang linglung karena melihat banyak mayat berserakan yang sudah terpisah-pisah .

__ADS_1


Tasya menendang Jack dengan keras dari belakang,


" Katakan siapa kau sebenarnya..."


" Tania aku abangmu Jack..."


" Abangku seharusnya bersama Ayah mertuaku, tidak bersama panglima, kau bukan Abangku, dan lagi dia slalu memanggil ku Tantan..."


"hahahahahaha, karena kau sudah tahu, maka mari kita akhiri permainannya..."


pria itu menarik wajahnya, benar saja dia memakai topeng dengan wajah Jack.


" ha????, kau Josh...."


" hahahahahahaha, sudah tidak ada untungnya kau terkejut karena kau akan mati..."


" Oh ya??"


" Suiiiiuut...."


" ah, micel...dia ini sudah tidak berguna kata panglima, jadi tolong kau selesaikan dalam waktu 5 menit..."


" hahaha anjing ini, hanya seekor...aku tidak akan mati !"


" Micel, di mana kawananmu nak....??"


"ogggg oggg ogggg oggg oggg..." keluarlah kawanan Micel dari setiap sudut ruangan.


" Apa???..."


" kau pasti terkejut bukan, nah...begitulah mereka berakhir... anak-anakku ini sedang mengasah giginya dengan baik, karena sudah lama tidak ikut berperang..."


" Josh ini memang tidak tahu berterima kasih,..."


Tanta melihat mayat - mayat berserakan di seluruh ruangan dengan sangat mengenaskan.


" Ibu, Suzy tetaplah di dalam,jangan keluar dulu ..."


Tantan merebahkan tubuhnya di Sofa dia mengistirahatkan tubuhnya bersama beberapa bagian tubuh yang sudah tidak menyatu lagi itu.


" Tantan, tantan..."


Dex berlarian masuk ke dalam.


" hei kau bangun..." Dex membangunkan Tantan.


" Abang apa yang kau lakukan??"


" kau baik-baik saja??, aku kira kau terluka, kenapa melamun??"


" apa yang dilakukan Panglima sekarang??"


" Dia di Bascamp Zero, untuk memantau situasi..."


" Brengsek itu dia ya,awas saja akan ku hajar saat dia pulang, enak saja dia hanya memantau aku mati-matian membereskan kekacauan di distriknya!!"


"Sabar, sabar Tantan..."


" Abang, apa di luar sudah beres??"


" sudah sudah ku bantai dari mereka yang bukan bagian dari kita..."

__ADS_1


" Josh??"


" Sudah dihabisi oleh kawanan Mikel..."


" Abang aku lelah, aku mau tidur sebentar...tolong bantu bereskan sampah-sampah ini...baru bawa ibu keluar..."


" bagaimana dengan istri Jenderal??"


" Di dalam dengan ibu..."


" Oh baiklah, kau istirahatlah..."


Dex membantu membersihkan mayat yang berserakan itu lalu membakarnya di halaman belakang.


" Tantan, paviliun ini tidak akan nyaman lagi untuk kau tinggali bersama anak-anak!"


" Nanti, jika semua sudah stabil, aku akan pindah ke Paviliun utara saja..."


" Kau bisa membawa mereka ke sana sekarang dan membawa mikel bersama kalian, aku yang akan mengurus di sini..."


" Baiklah!" Tantan langsung mendobrak pintu kamarnya.


"Tantan...."


" ibu, Suzy tidur??"


" iya dia kelelahan...."


" Syukurlah anak-anak juga tidak rewel, ibu siap-siaplah membawa beberapa baju kita akan pindah ke kediaman Utara..."


"kita saja..."


" Dan Micel.."


" Apa tidak apa-apa??, bagaimana jika kita di hadang di tengah jalan??"


" Kita akan baik-baik saja..."


" hemmm" Maya segera memacking beberapa pakaian bayi, dan semua perlengkapan bayi.


" Sudah baju anak-anak saja, kita gampang...!"


ujar Maya.


" Iya, nanti sekalian kita jemput Mei dan juga Seon..."


" Baik..."


setelah mereka siap, mereka pun segera naik ke mobil, Tantan yang mengemudikan mobil itu, sementara anak-anak dan juga maya Suzy di kursi tengah, dan Mikel di samping Tantan.


mereka segera menjemput Mei dan Seon yang sementara tinggal di asrama.


setelah mereka menjemput Mei dan Seon mereka segera menuju ke kediaman Utara.


" Kalian tunggu di sini jangan keluar mobil sebelum aku datang,...


Tantan mengunci mobilnya dan segera masuk untuk memeriksa semua ruang, Tantan tidak mungkin mengecek satu-persatu ruangan, dia segera ke kamar dekat dapur di sana adalah ruang untuk memantau Cctv secara tersembunyi.


Tantan mengecek seluruh ruangan dan memeriksa rekaman satu minggu sebelumnya.


" Hah...tikus ini bisa masuk, tapi jangan harap bisa keluar..."

__ADS_1


__ADS_2