
" mmmmm,...Enak!"
"Apa?" Suzy terkejut.
" kenapa Suzy, apa Suzy mau mencobanya?" ujar Maya dengan ramah.
" Tenang Suzy lihatlah, aku membawa banyak, ini untuk Suzy dan 3 kotak ini untuk kakak- kakak itu!" menunjuk ke arah orang ke percayaan Maya.
" Kalian ayo ikut makan sini, menantuku sudah susah payah, memasak!". ujar Maya
" terimaksih nyonya dan nona, kami akan makan di belakang sambil mendiskusikan sesuatu!"
ujar salah satu mewakili.
" Baiklah ayo suzy makan, Tania ayo makan!"
Suzy segera melahap masakan Tantan
" Waaaaaa Tania ini sungguh masakanmu?"
" Ya Apa kau meragukanku?"
" Ya aku ragu, sampai aku khawatir jika ibu Panglima tidak suka, aku takut ibu Panglima nanti tidak menyukaimu lagi!"
" apa?" Tania terkejut.
" ahahahahah, hahahahah" Maya tertawa mendengar perkataan Suzy.
" Suzy, kau tidak kalah menggemaskannya dengan Tantanku, dengarkan aku , bagaimana pun Tantanku, aku akan tetap menyukainya, itu tidak akan berubah!"
" Wah, Tante Tantan sangat beruntung mendapatkan ibu mertua yang sangat baik seperti tante!"
" Justru tante dan putra tante itu yang beruntung, karna mendapatkan Tania! "
" ibu aku jadi malu..." ujar Tantan bahagia.
" Tantan sekarang aku tak perlu khawatir jika nanti panglima menindasmu pasti ibu panglima akan membelamu!"
" Benar sekali yang dikatakan Suzy, ibu akan meli dungimu, jika putraku sampai berani menindasmu!, aduh suzy kau sangat pandai dan pengertian pantas saja Anton bodoh itu sangat menyukaimu!"
" Tante, kenal dengan ayah Anton?"
" tentu saja si bodoh itu teman tante dari SMP!"
" ah iya aku lupa memberitahumu Suzy, Panglima juga pernah bercerita soal ini, saat menceritakan tentang Jendral! "
" oh, jadi tante tahu semua cerita tentang Jendral? "
"mmm, sebenarnya dia bukan anak yang buruk, dia bersikap dingin pada semua orang setelah ibunya meninggal, karna dia merasa bersalah jika kematian ibunya itu karna dia!"
" kasihan sekali Jendral! "
" mmm, dia tidak mau berbicara pada siapa pun termasuk Leon, entah apa yang terjadi saat SMP Petter baru mau berbicara!, meskipun sampai sekarang dia masih sangat dingin pada semua orang, kecuali Leon, dan sekarang sepertinya Petter juga sangat akrab pada kalian berdua! "
" Jendral orang baik sebenarnya, hanya saja dia terlalu lama menutup diri, jadi sedikit kaku pada kami ibu!" ujar Tania.
" mmm, aku harap Suzy slalu bersabar menghadapi Petter, tante Yakin Petter akan memperlakukan Suzy dengan baik, dia tidak jauh beda dengan putraku ...!"
" Ya tante, Suzy akan berusaha! "
" Ya, kebetulan Suzy di sini, jadi aku akan mengukurmu, dan Suzy bisa memilih disign sesuai dengan selera Suzy!"
" Tante, aku percayakan pada Tante, Suzy ikut saja, Suzy bukan oarng yang mengerti Fashion hehehe!"
" Dari penampilanmu bagaimana tante percaya!"
" Suzy kau membohongi orang yang salah! " sahut Tania.
__ADS_1
" Aiih kau tidak berbohong...!"
" Suzy kau memiliki tubuh yang baik dan kau sangat cantik seperti menantuku, maukah suzy menjadi model butik Tante?"
" Kenapa tidak Tantan Saja tante?"
" Suzy, kau tahu putraku bukan, aku bisa tidak diakui ibu olehnya, jika aku menggunakan Tantan sebagai modelku, dia terlalu protek pada Menantuku yang malang ini!"
" Ibu, Suzy mau pasti tenang saja!"
" Baik tante, Suzy bersedia!"
" Aduh, kaliam ini sungguh manis, ..." mencubit pipi Tania dan Suzy bersamaan .
" Siang tante, Xian datang berkun-..."
" kau!" Xian-Xian terkejut.
" Eh, Xian-xian berkunjung, apa tidak sibuk?"
" Tante, kenapa wanita murahan ini ada di sini?, dia yang sudah menggoda Leon!"
menunjuk ke arah Tania.
" Hei siapa yang kau bilang murahaan?"Sahut Suzy membela Tania.
" Sudah Suzy, kita tidak perlu meladeninya!"
" Xian-xian bagaimana bisa kau mengatakan Tania Murahan?"
" Tante dia yang sudah menggoda panglima, katanya tante akan memberikan dia pelajaran"
" Aduh mana mungkin Tania, ini menggoda panglima? , Tante mengenalnya sangat baik!" Maya berpura-pura sambil memberikan kode pada Tania.
" Tante, harus memberitahu wanita ini jika aku adalah tunangan Panglima!"
" Tapi kalian kan belum bertunangan, Putraku masih sangat keras menolakmu Xian-xian! " ujar Maya
" apa yang kau tertawakan?" Xian-xian sangat kesal.
" Suzy, kenapa kau tidak mengaku jadi tunagan Panglima juga?"
" Hihihi, aku sudah punya Jendral Petter itu sudah sangat cukup, untuk apa aku mengakui seseorang yang bahkan tidak melirikku sedikit pun, aku punya harga diri Tantan!"
" Wah, wanita memang harus punya harga diri, aduh kalian ini sangat lucu!" Maya sangat bangga.
" Tente kenapa baik pada mereka, bukanya tante akan membantuku membuat Panglima untuk menyukaiku?"
" Aduh kasihan sekali, apa perlu kita bantu?" Suzy menawarkan bantuan.
" Diam kau , dasar wanita murahan!"
" Xian-xian, Tante sangat kecewa padamu, kau ini adalah publik figur, kau juga dari keluarga terhornat, kenapa kau ini sangat kasar!!!"
" Ah, bukan ,bukan masksud Xian-xian seperti itu tante, sungguh Xian-xian tidak bermaksud mamaki mereka!"
" Cukup, aku sudah salah menilaimu selama ini, aku tidak butuh menantu seperti mu, aku akan membantu putraku lepas dari perjodohan ini!"
" Tante, tante jangan tante, Xian-xian akan minta maaf!"
" Minta maaf sekarang! "
Sial demi apa aku harus menundukan kepalaku, pada 2 wanita murahan ini?
" Maaf aku tidak bermaksud!" ujar Xian-xian.
" baiklah, jangan sampai terulang lagi, Xian-xian kau pulanglah dulu, Tante ingin menenangkan diri!"
__ADS_1
" apa?, tapi ...."
" apa kau tidak dengar nona Xian-xian? " sambung Tania
Lihat saja aku akan membalas penghinaan ini 3x lipat untukmu.
" kau juga harus pergi!" Sahut Xian-xian.
" Tidak, mereka tidak pergi, mereka masih ada urusan dengab tante!" ujar Maya.
"hihihihihi" Tania dan Suzy terkikik.
" Ayo Tania dan Suzy aku akan mengukur kalian!"
ujar Maya mengabaikan Xian-xian.
Xian-xian pun pergi dengan dendam membara karna dirinya sudah dinpermalukan.
" Haduh maaf kan ibu, Tantan tidak bisa membelamu dengan total untuk memakinya!"
" Tantan mengerti ibu"
" Ya, putraku sedang tidak di sini aku takut membuat keadaannya menjadi semakin rumit, jadi tolong maafkan. ibu!"
" ini bukan salah ibu, ibu tidak perlu meminta maaf, terimaksih ibu!" memeluk dan mncium pipi maya.
" hmmm, menantuku yang terbaik, aku percaya putraku akan menyelesaikan semuanya!" ujar Maya.
" Tantan juga Ibu!"
"kalau begitu kita lanjut untuk urusan Suzy. dulu !"
" Ya benar!" Tantan sangat bersemangat.
Maya segera mengukur Suzy kemudian menunjukan sketsa designya agar Suzy memilih.
" Ah, bagus, kami akan segera menyelesaikannya, Suzy besok datanglah untuk pemotretan!"
" Baik tante Terimaksih ,kalau begitu Suzy harus segera mengantar Tantan pulang!"
" Yayaya jangan sampai di mendapat masalah dari ayahnya!"
" Ibu aku pulang, dulu jika nanti ayah mengijinkan Tantan keluar, Tantan akan sering datang ke sini!"
" Iya sayang, jaga dirimu baik-baik!"
mereka pun segera kembali...
dalam perjalanan kembali, mobil mereka dia hadang beberapa mobil...
" nona, sepertinya kita dalam masalah!" ujar Sopir pribadi Suzy.
" Tantan bagaimana ini?, mereka mau apa?"
" Kita harus tenang Suzy, aku akan keluar kau tetaplah di dalam!"
" Tidak - tidak jangan diluar berbahaya!"
"Kau hubungi saja Panglima Suzy sekarang!, aku akan keluar!"
" Tantan jaga dirimu! "
Tantan pun keluar, ternyata segerombolan preman yang tidak tahu dari mana datanganya.
***Sial saat seperti ini ayah malah tidak mengutus orangnya untuk mengawasiku, mereka ada 10 orang lebih ,tidak perlu dicari mereka pasti kiriman Xian-xian.
Bersambung...
__ADS_1
Author
aduh kalian dalam bahaya ya***?