
" ???????"
" ah, baik Besan coba jelaskan pada kami!"
" ada apa bu??, kalian jangan membuat ayah Mertua bingung!"
" siapa yang membuat bingung?"
" Lalu??"
" Lihat kalian lihat!"
Maya menunjukkan Tespek pada Panglima dan Tantan.
Namun keduanya kebingungan melihat benda yang di tunjukan pada ibu mereka.
" ini apa bu???"
Tanya Panglima sambil membolak - balikan tespeknya.
" Wah???, itukan termometer!" Sahut Tantan.
" Eh, termometer? ,siapa yang demam?" Hatta kebingungan.
" Ahahahahhahah, hahahhahaha!" Maya dan Huan Zang tertawa sangat keras.
Ketiga orang yang tidak paham itu semakin kebingungan.
" Ini Tespek,...kalian tidak mengerti seperti ini???" Maya sangat terkejut
" Ohhhhh...... !" Hatta baru mengerti sambil mengambil tespek itu dari tangan Panglima.
" Oh God...aku akan menimang Cucu??!"
" Cucu??" Panglima dan Tantan saling memandang,karna masih kebingungan
bagaimana satu alat itu, dikatakan cucu, dalam hati Tantan dan Panglima.
" Yeaaaa kita akan menimang cucuuuu...!" ketiga orang tua itu berlonjak - lonjak gembira di depan 2 orang yang masih butuh penjelasan.
" kalian kenapa diam saja??" Tanya Hatta Latif.
" kita kenapa ayah mertua?" tanya Panglima bingung.
" Bodoh, ini adalah tes kehamilan!, dan menandakan 2 garis!!, kalian akan segera memiliki anak!!!!, apa kalian tidak senang??" Ujar Maya yang sudah sangat gemas..
" anak???" Panglima dan Tantan serempak.
" Iya,...makanya tadi ibumu memintamu buang air kecil!" Huan ikut menjelaskan.
" Anak???" Panglima seakan tak percaya.
" Iya anak!!!"
" Anak???" tanya lagi
" Iya iya iya....!" maya sangat gemas dengan kelemotan anaknya.
" Hahaha, kau dengar sayang kita punya anak!" Panglima antara percaya dan tidak.
" anak???"gantian Tantan yang bertanya.
" Iya sayang,anak kita!"
" Anak kita???"
" iya, memang anak siapa lagi??"
__ADS_1
" Aku hamil..?"
" Iya menantuku!" Ujar Huan Zang yang sangat sabar pada menantunya.
" Oh...!" Tantan menahan air matanya, dia merasa sangat terharu, rasanya dia tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya ketika mendengar dirinya mengandung anak panglima.
" Panglima, kita akan punya anak?"
" Iya sayang, terimakasih!" Panglima memeluk dan mencium kening istrinya Panglima juga sangat bahagia, meskipun dalam hatinya juga sangat khawatir, karena keadaan masih belum baik - baik saja.
" hihihi ayah , iibu ayah Huan!, aku akan menjadi ibu!" Tania sangat senang.
" Iya sayang, terimakasih ....mulai sekarang kau harus menjaga pola makan, istirahat yang cukup jangan lakukan hal-hal yang berbahaya lagi ya ,karna ada calon bayimu di dalam perutmu!"
" Iya ibu...!" menurut
" Ah, aku lupa membayar tukang gulalinya!" Hatta Latif kembali ke ruang tamu.
" Bapak - bapak terimakasih untuk gulalinya, ini saya borong semua, tapi dagangannya terserah mau bapak - bapak jual lagi atu di bagi!" Hata Latif memberi masing-masing 1 juta, hitung - hitung Syukuranlah, karna dia akan menajdi kakek, penjual gulali itu pun pulang dengan senyum lebarnya.
Karna Tantan mengandung keluarga Panglima pun memutuskan untuk pindah di Paviliun Panglima untuk menjaga Tantan dan calon bayinya, Panglima sangat menyetujui keputusan ibunya itu, karena memang sebentar lagi Panglima juga akan bertugas ke perbatasan.
...----------------...
Rumah sakit...
" Nak Jimmie... bagaimana masakan bibi?" tanya Ibu Ria.
" masakan bibi tiada duanya...!"
" Ah, syukurlah jika nak Jimmie menyukainya, nak Jimmie setelah keluar dari rumah sakit mau akan tinggal di mana?, dengan siapa?"
" Saya, tidak punya rumah di sini bibi...saya akan kembali ke Amerika!"
" Jauh sekali?, di sana dengan siapa?"
" memangnya nak Jimmie di luar negeri ada pekerjaan apa?"
" Menganggur hehehe...!"
" kata Ria kau punya anak buah, jika kau menganggur bagaimana kau membayar anak buahmu?"
" Ah, pekerjaan saya memang sangat tidak baik bibi, hehehe!"
" Kau membantu panglima, itu pasti pekerjaanmu seperti para detektif atau seperti pengawal khusus!"
" hehehe bibi terlalu berpositif thinking dengan pekerjaan Jimmie!"
" Lalu?"
" Sebenarnya Jimmie lebih ke pembunuh bayaran, dan orang yang suka mencuri dan menjual informasi!"
" Wah, pekerjaan nak Jimmie sangat berbahaya!"
" sama dengan Panglima dan Jendral Petter!"
" Ehnmm,kalian bukanya teman sejak dulu, kenapa hanya nak Jimmie yang tidak masuk militer!"
" Saya, suka kebebasan Bibi!"
" Wah, pantas nak Jimmie belum menikah, kenapa kalian berkawan ini sama semua, Jenderal dan Panglima juga menikah di usia yang terlalu matang!"
" Itu waktu yang pas Bibi, hehehe tinggal memetih buahnya jika sudah matang hehehe!"
" Hahahhaha, nak Jimmie bisa saja!"
" Heheheheh....!"
__ADS_1
" Tapi jika nak Jimmi menikah mungkin tidak akan bebas!"
" Oh yakah bibi?"
" Iyalah, rasakan sendiri nanti jika sudah menikah, istrimu pasti akan lebih ketat dari orangtuamu!"
" Sunnguh begitu?, kok rasanya jadi ingin menikah!"
" Menikahlah...!"
" Sayangnya Ria tidak mau menikah denganku!"
" Siapa bilang, anak itu hanya tidak bisa memahami isi hatinya saja!"
" Apa ini artinya anda merestui saya mengejar Ria Bibi??"
" Tapi, pekerjaanmu sangat berbahaya, aku juga tidak ingin putriku menjanda terlalu cepat, dia orang yang mati - matian menyelamatkan nyawa orang , masak kamu dengan mudah mengambil nyawa orang!"
" Bibi, aku juga tidak membunuh sembarangan orang demi uang, semua itu tetap dijalan lurus menegakan keadilan dan keamanan!"
" Oh,sungguh begitu nak??"
" Ya ,bibi ...! makanya aku jadi teman panglima dan Jendral!"
" Benar juga ya..., tapi itu sangat berbahaya nak, bisakah kau bekerja dengan normal nak?"
" Bisa di atur bibi, jika Ria mau menikah denganku, aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuknya!"
" Ya, sepertinya memang harus bersabar untuk mendapatkan Ria, karena dia anak yang sedikit keras kepala!"
" Tenanglah bibi, sabarku tiada batas untuk putri Bibi!"
" Selama ini Ria ini apa buta, .... bagaimana dia bisa memilih Yulius?"
" Yulius sangat tampan, mapan, dan juga baik hati, wanita mana yang tidak jatuh hati Bibi!"
" Ah, semua yang terlihat itu belum tentu dengan hal yang sebenarnya!"
" Bibi bagaimana pendapat bibi tentang ku?"
" Hehehe ...bibi hanya melihat ketulusan di matamu saat memandang putriku, semoga kau dan putriku adalah jodoh!"
" Tapi, aku sudah ditolak 7x lebih oleh putri bibi!"
" Hahahah, karna kalian kan sudah kenal lama, yang dia lihat hanya cover diluar, dia belum memahami secara mendalam!"
" Baiklah, jika Bibi bilang begitu aku akan mengejarnya sampai dapat!"
" Bibi dan paman mendukungmu nak!"
" Ah, paman juga ada dipihakku?"
" Ya, tentu saja, selain kami kau juga harus meminta pendapat Panglima, karena sejak kecil panglima sangat protektif pada Ria!"
" Ya , aku tahu soal itu bibi, tenang saja!"
" Baiklah, jika begitu...bibi harus kembali...!"
" Bibi terimakasih karena sudah perhatian, pada Jimmie!"
" Ya, nak Jimmie bisa menganggap kami sebagai orang tua Jimmie !"
" Jimmie sangat senang mendengarnya!"
" Bagus, istirahatlah nak!"
" Iya Bibi....!"
__ADS_1
Ibu Ria pun segera pulang, ibu dan Ayah Ria adalah orang yang sangat lembut,dan sangat penyayang, point besar bagi Jimmie karena Jimmie sudah memikat Ayah ibu Ria.