DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
241. Tak terima


__ADS_3

Zero pun duduk di teras pinggiran rumah sakit.


" Ro...ngapain loe??" Jack yang baru keluar dari ruangannya.


" Jack!"


" Kenapa loe??"


" Nggak papa!"


"Cerita aja Ro!"


" Jack kau tahu dari kata menikah nggak??"


" Tahu, kenapa?? kau mau menikah??"


" Jack katakan padaku, apa yang harus di lakukan dengan orang menikah??"


" punya anak!"


" selain itu??"


" aku juga tidak begitu yakin dengan jawabanku, tapi 2 orang yang memutuskan menikah, maka dia sudah terikat janji seumur hidupnya, namun dalam pernikahan akan selalu ada badai, di mana kalian bisa menghadapi dan menjalani semua bersama!"


" hemmm,..."


" kau akan menikahi Nisa??"


" Ya ...!"


" nikahi dia karena kau mencintainya, jangan hanya karena kasihan, dalam berumah tangga Cinta saja tidak cukup kuat untuk mempertahankan pernikahan, apalagi hanya mengandalkan rasa kasihan, terlebih Nisa masih sangat kecil, aku tahu kau sangat baik hati, tapi jangan salah mengambil keputusan!"


" tapi aku akan merasa bersalah seumur hidup jika tidak membuatnya bahagia!"


" baiklah, itu berarti kau sudah jatuh hati pada anak kecil itu...!"


" Ehm, aku juga baru menyadarinya!"


" Bodoh!"


" biar saja!"


" Syukurlah gadis malang itu di cintai orang bodoh sepertimu...!"


" Aku tidak bodoh Jack!"


" Iyaiya...tapi apa anak kecil itu mau menikah denganmu tidak?"


" Tidak tahu Jack, aku memberinya waktu untuk memikirkannya selama tiga hari!"


" semoga, dia mau menerimamu Jack!"


" Ya,ku harap begitu...!"


" Ya semua butuh perjuangan Ro...!"


Zero mengangguk mengerti.


...----------------...


Dokter Dimas pun menjalankan misinya,


orang - orang pun mulai memperhatikan sesosok Figur Hatta Latif,


Dan Bi pun mulai goyah,


terlebih Lux's sudah memberikan peringatan pada Bi,


" bajiiiiingan, bagaimana bisa panglima menemukan keluarga Josh??"


" sepertinya memang gerak-gerik kita sudah di baca oleh Panglima Pak!"


" Sialan ,kenapa Hatta malah menjadi sorotan!"


" Itu pasti rencana Panglima, untuk mendapatkan kursi kepresidenan!"


" Hahahahah, aku tidak habis pikir Panglima sungguh mengerikan, dia bisa menemukan Petter dan Hatta apa di tempat ku ada penghianat??"


" Jika ada, saya akan menghabisinya!"

__ADS_1


" lalu, kau sembunyikan di mana Tuan Lux's???"


" Tuan Lux's ada di perbatasan negara kita!"


" hemmm di sana pasti aaman, aku hanya akan berpura-pura berada di pihak Panglima untuk sementara waktu, kapan undangan pers itu dilakukan??"


" Besok siang Pak!"


" Baiklah, setujui undangan dari Panglima itu!"


" Baik, saya permisi!"


...----------------...


" Panglima, Pak Bi sudah menerima undangan persnya!"


ujar Dex.


" Oke bagus, undang semua wartawan dan juga siarkan secara Live,!"


" sudah Panglima!'


" Siapkan semua barang bukti, rekaman Cctv kecelakaan pak Josh , rekaman dari Ajudan Bi, dan juga rekaman dari Jimmie saat berbicara dengan ajudanya...!"


" Lalu bagaimana dengan Josh dan keluarganya?"


" Tidak jangan keluarkan mereka lebih dulu, aku akan bicarakan hal ini pada pak Josh lebih dulu!"


" Baik Panglima!"


"kenapa tidak kau keluarkan Leon?? itu bisa menjadi saksi hidup!"


"mereka mendapatkan kekerasan Sexual, tentu itu aib, terlebih lagi Pak Josh belum tahu kabar tentang keluarganya!"


" ehmmm, kalau begitu, kita ke sana sekarang dan bicarakan pada Josh...!"


" Iya, tenanglah...nanti kita ke sana!"


" ehmmmm"


" Dex jika semua sudah siap , siapkan pasukan, dan kirimkan ini ke PM juga,kita tidak memerlukan seragam coklat untuk saat ini!"


" Baik!"


Josh terlihat sumringah, melihat keadaan Panglima dan Jimmie.


" Panglima...!"


" iya pak Josh!"


" Bagaimana apa sudah ada kabar dari keluarga saya??"


" ehmmm, iya kami sudah menemukan keluarga anda pak Josh!"


" Apa mereka selamat??"


" Ya, selamat tapi-"


panglima enggan melanjutkan ucapannya.


" Ada apa Panglima??'


" Pak Josh, keluargamu sedang tidak baik, mereka menjadi budak *** untuk Lux"s dan mentalnya sudah kena!"


tangan Josh mengepal kuat, matanya langsung berlinang air mata, bibirnya bergetar hebat, dia sangat marah, sangat marah, ingin rasanya menghancurkan orang biadab itu tapi, kembali lagi dia tahu kesalahan itu juga karena kebodohannya Sendiri.


" Kami akan melakukan pers, Live...kami tidak mungkin menggunakan keluarga anda untuk memberatkan Bi...!"


" Jangan Panglima, saya mohon jangan!" Josh langsung berlutut di hadapan Panglima.


" Panglima, kenapa seperti itu??" Jimmie tidak setuju, maklum lah dia belum berkeluarga jadi tidak mengerti perasaan Josh.


" Jimmie...kau diam saja dulu, Pak Josh berdirilah, ayo jangan seperti ini!"


" Tapi ku mohon jangan publikasikan keluarga saya, tak masalah jika saya yang harus mati, mereka sudah menderita Panglima!"


" orang-orang juga sudah mengiramu mati!" sahut Jimmie ketus.


Panglima menghela nafas panjang,

__ADS_1


" Aku tidak akan melibatkan kalian, kalau begitu biarkan Josh mati, kau bisa mengganti identitasmu dan juga keluargamu! , tapi kalian tidak bisa tinggal di sini!"


" Leon!!!!, aku tidak setuju!, dia orang jahat harus menanggung hukuman!"


" Jim-"


" Tidak, aku akan membunuh Josh, dia tidak bisa lepas dari tanggung jawabnnya!"


menarik Josh dengan kasar dan melemparkan Josh sampai terbentur dinding kamar.


" Kau itu berpura-pura kan??, jangan sok menjadi korban, semua itu ulahmu, kau berkomplot dengan bajiiiingan bajiiingan itu!"


" Jimmie, hentikan!!!, kau akan merusak rencanakku!"


tegas Panglima.


" Tidak, dia juga bersalah dia harus mati!"


"bunuh saja saya,.tapi tolong lindungi keluarga saya!"


"Jimmie, jika kau tidak mau menghargai aku sebagai temanmu, tolong hargai aku sebagai kakak iparmu!" Jimmie langsung membuang tubuh Josh dengan kesal.


" Bagus, sepertinya aku memegang kelemahanmu saat ini" Panglima menyeringai puas.


" Diam kau Leon,cepat selesaikan urusanmu dengan orang tua bodoh ini?"


" Kau keluarlah dulu!"


" Panglima, Rekan anda benar, saya harus menanggung dosa-dosa saya!"


" tentu saja, aku akan menghukummu, tapi saat ini aku masih membutuhkanmu, ingat keluargamu ada ditanganku!"


" Kenapa semua suka sekali mengancam dengan keselamatan keluarga???" ujar Josh lirih.


" Orang lemah, akan slalu seperti itu, akan slalu diancam!"


" Panglima...!"


" Pak Josh, saya tidak mungkin langsung percaya dengan anda, takutnya anda menghianati saya!"


" Anda sudah menemukan keluarga saya, mana mungkin saya seperti itu!"


" Saya tahu, saya akan melepaskan anda jika semuanya sudah membaik, jika rencana saya gagal, saya terpaksa mengeluarkan anda sebagai kartu As saya...!"


" tapi...!"


" Aku akan membuat keluargamu seakan menjadi korban dari kejahatan Bi, seperti janjiku keluargamu dan kau akan berganti identitas! selepasnya!"


" Baik, saya mengerti!, tapi Panglima...jika anda terlalu memaksa, takutnya akan ada perang antar negara"


" Itu biar aku yang pikirkan nanti, jika memang harus perang maka perang saja!" tegas Leon.


" Apa anda sudah yakin? , bagaimana dengan rakyat kita??"


" Sejak saat anda duduk di kursi kepresidenan ,anda tidak berniat memikirkan rakyat, untuk apa sekarang anda memikirkannya??"


" it...it..maaf!"


" hanya karena ingin Keluarga anda hidup mapan?"


" Lihat sekarang dengan keluargamu, kau yang berkhianat pada rakyat, istri anakmu yang menanggungnya!"


" Aku menyesal!, aku pikir Panglima mengerti posisiku!"


" Tentu saja aku tahu, tapi aku tidak tamak akan uang!, tak masalah hidup sulit, asal tidak menyulitkan orang lain!"


" Tapi kau tidak pernah mengalami di posisiku Panglima bagaimana tak di hargai orang lain, karena tak memiliki uang!"


" Kenapa tidak di hargai??, aku pikir itu karena ambisimu yang hanya ingin diakui oleh orang lain, jika itu yang kau kejar kau tidak akan bahagia, justru kau tidak akan menemukan orang -orang yang tulus padamu!"


Josh terdiam,


" Kenapa diam Pak??, apa aku salah bicara?, kau memiliki ambisi besar, namun otakmu dangkal pak!"


"Panglima, katakan apa yang harus saya perbuat ??, agar anda yakin saya tidak akan menghianati anda???"


Panglima membisikkan sesuatu pada telinga Josh, Josh sangat terkejut, bibirnya bergetar hebat bersama dengan tubuhnya.


Bersambung...

__ADS_1


maaf guys 1 episode dulu nanti sabtu 3 deh insyaallah


likenya ya bestie semoga sehat selalu 😘


__ADS_2