
Suzy pun menurut untuk segera tidur, meskipun sangat canggung tidur satu ruangan dengan Jendral Petter.
Jendral Petter mengamati Suzy yang tak bisa diam di tempat tidurnya, terlihat jelas jika suzy tak nyaman untuk tidur.
" Tidurlah aku juga akan tidur, tidak akan terjadi sesuatu! " ujar Jendral Petter menenangkan Suzy.
" Baik Jendral! " Suzy merasa tenang dan segera memejamkan matanya.
Dia akhir - akhir ini banyak sekali perubahannya,dia benar-benar penurut, apa dia benar-benar tidak menyesal menikah denganku? ,aku rasa tidak buruk juga untuk memperistrinya, dia sedikit lebih dewasa sekarang, entah apa yang ayah ajarkan, doktrin apa yang ayah berikan, anak ini bisa menjadi sedikit lebih tenang dan tidak seceroboh biasanya, tidak membuatku kerepotan akhir-akhir ini, kenapa aku jadi tidak sabar untuk segera memperistrinya?.
aiiis sudahlah aku harus tidur.
Jendral segera memejamkan matanya.
Tania membuka pintu Perlahan, untuk melihat situasi di luar.
" hihihihi aku berhasil! " Segera menutup pintu dan melompat di atas ranjang karna senang.
" Yeaaa yeaaa yeaaaa, uhuuuuuuuuuuuu"
Ouuuug ouuuuug
" ah baik-baik Micel aku akan hati-hati, okey mari kita Tidur!"
segera merebahkan tububnya dan menarik selimut...
Panglima apa kau tidur dengan nyaman?, atau kau tidak bisa tidur karna masih menjalankan tugasmu.
dalam hati Tania khawatir.
Tania segera memejamkan matanya,
*******
" Apa? dia tinggal di paviliun Jendral?"
" Ya komandan!"
" Siapkan mobil, cepat kesana!"
apa sebenarnya hubungan mereka?, berani-beraninya anak itu tidak menganggapku sebagai ayahnya, sepertinya kakekmu terlalu memanjakanmu.
Hatta Latif sudah sangat kesal.
Hatta Latif sampai ke distrik militer dan segera menuju paviliun Jendral Petter.
Tania sedang asyik bermain dengan Micel di halaman depan paviliun Jendral Petter.
" Tantan, apa semalam kau tidur nyenyak?"
ujar Jendral menyindir.
" mmm tidak Jendral, aku sangat galau jadi aku bernyanyi untuk menghibur diri!"
" lain kali jika ingin menghibur diri, pastikan bahwa tidak hanya kamu saja yang memiliki telinga!"
" oh, apa itu sangat mengganggu Panglima?, maafkan Tantan jika begitu! "
" mmm, jangan kau ulangi lagi!"
" Siap laksankan!, Micel beri hormat pada Jendral! "
Tania dan Micel dengan tegak memberi hormat pada Jendral.
" astaga anak ini! " Jendral menepuk Jidatnya.
datanglah beberap mobil dan berhenti tepat di kediaman Jendral.
astaga itu mobil ayah, ...
Tania segera berlari untuk bersembunyi.
" Tania tetap di situ!" teriak Hatta Latif yang sudah naik darah.
Tania segera berlindung dibelakang Jendral Petter.
" Tania apa ini yang kau sebut Liburan?, kau berani membohongi ayahmu!, ayo sekarang ikut pulang!"
" Tidak ayah aku tidak mau pulang!"
" Diam... bawa paksa nona pulang!"
" Berhenti jangan berani mendekat!"
" Jendral bagaimana bisa kau membawa anak gadis orang kepaviliunmu, itu sungguh memalukan!"
" Bicarakan baik-baik Tuan Latif, saya menghormati anda sebagai senior saya, dia putri anda !"
" omong kosong apa, aku tidak akan menyetujui hubungan kalian, cepat bawa paksa nona pulang!"
__ADS_1
oooouuug oooouuuug
Micel langsung menyerang anak buah Hatta Latif,
ooouuuggg ooooooougggg
" lumpuhkan anjing itu, bagaimana pun nona harus pulang!"
" Tidak jangan , jangan sakiti anjingku, aku akan ikut pulang!"
Air mata Tania mengalir deras...
" Tania, ..." ujar Jendral Petter yang merasa bersalah karna tak bisa membantunya.
" hiks hiks Jendral tak apa, tolong jaga Suzy untukku!"
segera berjalan menuju mobil,
" tunggu biarkan anjingku ikut pulang!"
" terserah!" ujar Hatta Latif.
" Micel ayo ikut aku!"
ouuuug ooouug ooouggg...
segera mengikuti, Tania pun masuk ke dalam mobil .
" Jendral kali ini aku melepaskanmu!" Berlalu pergi.
Astaga, sepertinya ayahku yang terbaik,
dalam hati Jendral Petter.
" Jendral, Tantan ayooo sarapan! " Suzy menyusul keluar.
" aiiish, Ayahnya membawanya pulang, dan sepertinya tuan Latif salah paham tentang hubunganku dengan Tania!"
" apa?" terkejut.
" mmm, Tania dan Panglima sungguh kurang beruntung mendapatkan ayah seperti mereka!"
" hiks hiks hiks, huhuhuhu " Suzy menangis mendengar hal itu
" hei kenapa menangis?, ayahnya tidak akan minta membunuhnya kan?, aku juga tidak bisa membantu!"
" apa yang bisa kita bantu?"
" huhuhuhuhu hiks hiks hiks aku juga tidak tahu!"
" iya iya kau diam dulu, kita akan mencari cara untuk membantu Tania agar tidak di kirim ke luar negeri!"
" huaaaaaahuhuhuhuhu" masih menangis.
haduh kenapa dia menangis semakin kencang , aku sungguh tidak tahan mendengar nya.
" hiks hiks hiks hiks"
Jendral menarik Suzy ke dalam pelukanya dan mengusap kepala nya lembut.
" Berhenti menangis dulu aku janji akan membantu Tania!"
" sungguh?"
" Sungguh, aku seorang Jendral Petter tidak pernah ingkar janji, kau terlihat sangat jelek saat menangis!" membantu mengusap air mata Suzy.
" aku jelek?" segera berlari ke kamar untuk bercermin.
dimana jelek nya aku?, aku masih merasa sangat cantik, hanya memang tidak glowing sedikit.
masih memperhatikan cermin.
segera kembali pada Jendral
" Jendral aku tidak jelek, apa menurut Jendral aku ini jelek?"
Jendral Petter hanya tersenyum tipis.
" lupakan ayo kita sarapan setelah itu kita pikirkan cara untuk membantu Tania! "
" Baik!"
segera menuju meja makan...
*******
" kenapa kau slalu menentang perkataan ayah, apa hubunganmu dengan Jendral Petter? "
" tidak ada!"
__ADS_1
" jangan berbohong!"
" aku tidak berbohong ayah, aku tidak ada hubungan apa pun dengan Jendral Petter! "
" kurung nona, jaga 24 jam jangan sampai kabur, aku tunggu kau untuk bicara jujur sampai batas besok ,jika tidak kau akan ku kirim ke rumah bibimu !"
" Ayah. apa aku ini benar-benar anak kandungmu?"
Hatta Latif tidak menggubris pertanyaan Tania.
" ayah jawab, jika aku anak kandungmu kenapa kau memperlakukan aku seperti ini?"
" Cepat kurung dia!"
oouuuggg ooouuuuug
" Micel jangan mengotori dirimu untuk menyerang mereka tenanglah!" Tania menenangkan Micel.
Tania pun di kurung di dalam kamarnya bersama Micel yang terus menggongnggong tak karuan.
" Tuan kenapa begitu keras pada Nona?"
" itu yang terbaik untuknya bi"
berlalu pergi...
ke esokan harinya,
" Kau tidak mau jujur?"
" aku sudah mengatakan semuanya ayah aku tidak ada hubungan apa pun dengan Jendral! "
" Cukup,kau kira ayahmu ini bisa dibodohi apa? kau akan ku kirim sekarang kerumah bibimu!"
" Ayah... bisakah aku meminta kebebasanku?, aku ingin melakukan apa pun yang ku mau, jika aku harus melepas nama Latif aku akan melepasnya, tapi ayah tolong berikan kebebasanku!'
" Lancang!"
pllllaaaaaaaaaaaakkkkkkkk
Hatta Latif menampar Tania sangat keras.
" Ayah aku akan mengingat tamparan ini!"
" itu salahku karna aku tidak bisa mendidikmu dengan baik!, kirim nona ke ke Jepang!"
" Tidak ayah aku tidak mau!"
" Diam dan ikuti, bibi tolong jaga nona baik-baik di sana!"
oooouuuggggg ooooggggg
Micel menggigit tangan Latif dengan ganas.
" ahh ahh ahh anjing sialan kau berani menggigitku, akan ku pukul kau sampai mati!"
" tidak jangan, Micel lepaskan!"
Micel pun melepaskan gigitannya dan segera berlari ke arah Tania.
anjing ini bukan anjing biasa, dari mana datangnya anjing ini?
dalam hati Hatta Latif.
" Cepat panggil dokter, tuan Hatta terluka!" ujar bibi
Chu.
dokter pun segera mengobati tangan Hatta Latif.
" bagus Tania anjingmu sungguh kau latih untuk menyerang orang lain!"
Tania hanya diam tidak menjawab.
" Bibi Chu, saat tiba di sana, tolong katakan pada adikku untuk mencarikan calon suami untuk putriku, segera! "
" Tidak ayah, aku tidak mau!"
"aku tidak membutuhkan persetujuanmu!"
ting tong ting tong...
" siapa itu , pagi-pagi sudah bertamu?" ujar Hatta Latif.
Bersambung...
Author
Tuan Hatta kau benar-benar berhati baja
__ADS_1