
Terlihat para prajurit berlari - lari kecil sambil menyanyikan yel-yel dengan sangat gembira seperti mendapatkan kemenangan terbesar.
" Mereka memang prajurit setia" ujar Zero yang melewati para prajurit yang turut bahagia dengan kabar baik yang ada.
Zero segera buru-buru menuju ruangan Tantan,
" Jenderal, nyonya .."
sapa Zero pada petter dan istrinya.
" Zero, Nisa kalian juga sudah mendengar kabar baik"
" Ya, kami sangat senang..."
" ya, ayo ke sana bersama!" ujar Petter yang menggendong Putranya sedangkan istrinya menggendong Manggala .
" kami akan membawa putra Panglima bertemu ibunya..."
" ayo, kami juga ingin bertemu nyonya..." Zero dan Nisa sangat bersemangat.
mereka pun segera menuju ruang perawatan Tantan.
" Sayang, apa sungguhan sudah enakan??" tanya Panglima
" Di perut sini agak perih ..."
" nanti aku akan memberikan obat pereda nyeri..." ujar Doney
" Ya, sabar nanti juga perlahan akan membaik .."
ujar Maya.
" ibu ayah, semua... maafkan Tantan membuat kalian khawatir!"
" Benar, kau ini anak nakal membuat kami hampir mati di tangan suamimu" ujar Huan Zang .
" Maaf ayah..."
" ya, kau harus menjaga dirimu lebih baik kedepannya..."
" ya ayah.."
__ADS_1
" Permisi.... Tantan, akhirnya kau siuman...!" ujar Suzy yang masuk sambil menggendong anak Tantan.
" Ya nyonya Panglima kau memang bernyawa 9 ya... syukurlah " Sahut Petter.
" Suzy Jenderal Petter, akhirnya kita bertemu, wah kau sudah melahirkan, apa anak kalian kembar???, wah selamat ya...!"
" anak kembar???" semua bingung dengan ucapan Tantan.
" Hei, Sayang... apa kau melupakan anak kita??" tanya Panglima terlihat cemas .
" Anak, aku kan belum melahirkan..." Tantan meraba perutnya , namun dia sangat terkejut
" Loh di mana anakku???, anakku??" Tantan melihat ke arah Panglima .
" tidak, tidak...jangan bilang....jangan bilang..." Tantan sudah histeris sendiri.
" Astaga, tenanglah sayang!"
" tenang, bagaimana anakku, anakku!"
" Tantan lihat ini..."
Suzy mendekatkan Manggala pada Tantan.
Suzy menjadi bingung,,,...
" Doney, istriku kenapa?, tidak mungkin dia hilang ingatan, dia mengingat kita semua!"
" Kita lupa memberitahu, jika dia melahirkan Prematur... dia berpikir dia mungkin hanya pingsan dan belum melahirkan !"
" kakak ipar, kau melahirkan Prematur, dan kau tak sadarkan diri satu minggu lebih, jadi bayimu di rawat oleh istri Jendral, lihatlah dia mirip denganmu dan Panglima!" Ria mencoba menjelaskan pada Tantan.
" aku, aku sudah melahirkan??, dia anakku???"
ujar Tantan melihat ke arah Panglima.
" Bukan, dia anak kita sayang,...anak laki-laki ini kau namakan Manggala Dickson kan???"
" Anakku " Tantan segera meraih anaknya dari tangan Suzy dan memeluknya sepenuh hati.
" Sayang jangan takut, mama di sini sayang,anakku Manggala..."
__ADS_1
Panglima pun memeluk keduanya dan melabuhan kecupan di pucuk kepala sang istri.
semua merasakan haru bahagia.
" nyonya, selamat..." ujar Zero yang masih menggendong Grey dan juga mengandeng Nisa.
" Ya, terimakasih...."
" Nyonya, hiks hiks .. akhirnya anda bangun"
" kenapa menangis, aku sudah bangunkan!"
" Ya...saya bahagia nyonya..."
" ayo semua keluar, biarkan Tantan istirahat, semua keluar" Doney mengusir semua agar memberikan waktu istirahat yang cukup untuk Tantan.
Semua pun segera keluar dan pergi beristirahat karena juga lelah setelah hari yang cukup sangat menguras pikiran dan tenaga mereka.
" Doney, maafkan aku...dan terimakasih " ujar Panglima.
" Baiklah, nikmati waktu kalian...aku pergi istirahat!"
Kini tinggal Panglima bersama putra dan istrinya di ruangan itu .
" Kau pasti lelah suamiku "
" tidak, ... terimakasih sayang ..sudah mampu bertahan untukku dan Manggala...!"
Panglima menciumi pipi istrinya terus menerus.
" aku sangat takut tidak bisa melihat kalian lagi, aku merasa telah bermimpi panjang dalam kesepian, tapi tiba-tiba banyak suara ribut masuk dari kalian, dan aku terbangun..."
" semua sudah berlalu sayang, aku akan menjaga kalian dengan baik mulai sekarang!"
" lalu bagaimana dengan peperangan??"
" Astaga, aku lupa... sebentar sayang, aku ingin mengambil sesuatu, kau istirahat dulu dengan Putra kita...aku akan segera kembali!"
" Baiklah, tolong panggil Ria untuk menemaniku di sini..."
" ya Sayang...."
__ADS_1
Panglima baru teringat tentang masalah internal di perkotaan, dan lupa memberikan perintah pada Jimmie.