
Suzy dan Jendral petter pun sampai di paviliun.
" Hmmmm,...akhirnya sampai ...lelah sekali...!"Suzy merebahkan tubuhnya di sofa.
" Istirahat dulu baru kita memasak!"
" Siap Jendral sayang...!"
" Aku akan menata bahan-bahan ini di dapur!"
" aku bantu!" duduk dengan Sigap.
" Tidak usah, Kau istirahat saja sayang!"
" Mana bisa aku kan calon nyonya di rumah ini, mana bisa diam saja, aku juga harus tahu letak-letak.bahannya di mana saja!"
" Ya sudah ,kalau ingin membantu...!"
Jendral Petter dan Suzy dengan kompak menata semua bahan makanan dengan rapi.
"Wah, ini tempatnya terlalu tinggi aku akan kesulitan mengambilnya nanti Jendral!"
Jendral Petter mengangkat pinggang Suzy, agar dapat mengambil kembali bahan yang sudah di tatanya di tempat yang tidak bisa diraih oleh Suzy.
" Kalau begitu letakkan di manapun itu kau bisa dengan mudah mengambilnya sayang!"
" Heheh, besok tambakan rak di sini ya Jendral, itu akan sangat memudahkan Suzy, entah apa ini salah tubuh Suzy yang tidak tinggi atau kesalahan dlsaat didirikan tempat ini! " Ujar Suzy bingung.
" hahahah, nanti kita renov sesuai dengan kenyamanan calon istriku ini ya!"
" Ya trimakasih sayang...!"
" mmmm...!" Jendral Petter mendudukan Suzy di meja dapur dan mendekatkan wajahnya pada wajah Suzy.
Suzy merangkulkan kedua tangannya pada leher Jendral Petter.
" Calon istriku cantik sekali!" untuk pertama kali terang-terangan memuji calon istrinya dengan nada datarnya dan wajah yang datar pula tanpa ekspresi.
" Hahahahahaha" Suzy tertawa melihat Jendral Petter yang berusaha romantis tapi tak sesuai dengan wajah yang terpampang dihadapanya.
" kenapa responmu seperti itu?, bukankah seharusnya kau tersanjung lalu memelukku manja?" ujar Jendral petter bertanya dengan polosnya.
***Aih, apa yang di beritahu di buku yang di berikan Meimei ternyata tidak mempan, awas saja...Meimei akun akan memoles kepalamu sampai klimis...
dalam.hati Jendral Petter***.
" Jendral kau belajar dari mana hal seperti ini?"
" Dari buku yang di berikan Meimei padaku!' Tanpa sadar menjawab dengan jujurnya.
" Eh...!"Jendral Petter Tersadar dengan perkataannya
" hahahahahah, Jendral terimakasih karna sudah berusaha memberikan Suzy kasih sayang yang terbaik, tapi Suzy lebih suka dengan Jendral yang apa adanya seperti biasanya!"
" Benarkah kau sangat suka sifat dinginku yang membosankan itu?"
" Iya....!"
" tapi aku takut jika Suzy akan jenuh dengan sifat membosankanku itu, suatu saat nanti!"
" Tidak, Suzy tidak akan Jenuh, karna Jendral semakin manis setiap hari!"
Jendral Petter mengangkat tubuh Suzy yang ringan itu kedalam.peluknya.
" Sayang, Bulan depan kita menikah ya!" Ujar Jendral Petter sudah tidak sabar dengan pernikahan yang awalnya hanya seperti bahan taruhan saja, dia tidak menyangka bahwa dirinya sudah jatuh cinta pada Sahabat Tania yang sangat merepotkan itu , sekarang justru bisa menempati ruang terpenting dalam hatinya.
__ADS_1
" Tapi bagaimana dengan Tania, bukankah kita harus menunggunya untuk sembuh terlebih dulu baru menikah!"
" Aku tidak bisa menunggu lama, rasanya setiap hari aku ingin melihatmu dari pagi sampai malam!"
Suzy tersenyum sangat bahagia mendengar perkataan yang sangat mendebarkahln hatinya itu.
" Tapi?..."
" Beritahu pada sahabatmu bahwa bulan depan kita akan menikah, mau tidak mau di harus datang!"
" Apa itu kita tidak egois?" tanya Suzy dilema.
" Ya, siapa tahu dia akan termotivasi untuk lebih semangat lagi dalam ke sembuhannya!"
" benar juga, tapi sebelum kita memberitahu pada Tania bukankah kita harus membicarakan masalah ini dengan orang tua kita ?"
" Ah benar juga kita tentukan tanggalnya dulu bersama orang tua kita lalu baru memberitahu Tania! aku telpon ayah dan orang tuamu dulu!"
meletakan Suzy kembali duduk dan segera menghubungi ayah dan kedua orang tua Suzy.
setelah beberapa lama berbincang Jendral Petter kembali pad Suzy.
' Bagaimana Jendral?" tanya Suzy penasaran.
" besok aku akan ke rumahmu dengan ayahku, okey!"
" mmmm, baiklah!"
" tapi sayang, apa kau sungguh ingin menikah dengan ku?"
" Kenapa bertanya seperti itu Jendralku sayang?"
" Aku takut jika kau masih terpaksa menikah denganku!"
' Aku sudah jatuh hati pada Sang pangeran es teh ini! hehehehe' ujar Suzy sambil menyandarkan kepalanya manja pada dada bidang Jendral Petter.
" Es teh?, apa di matamu ini aku hanya seperti es teh?"
" Isssss jangan salah, es Teh adalah minuman terfavorit Suzy...meskipun sederhana dan murah harga 3000 an tapi itu sangat menyegarkan!"
" Hahahahahah, dasar nakal, bisa -bisanya kau menyamakan seorang Jendral ini dengan es teh 3000 an!" mencubit gemas hidung Suzy.
" Hihihihi pokoknya Jendral yang paling menyegarkan dihati Suzy!"
" Baiklah, sekarang jika kamu di suruh memilih, pilih aku atau es teh ?" dengan wajah yang berbangga karna jawaban Suzy pasti adalah dia , masak sih iya kalah sama es teh.
" tentu saja Suzy pilih es lemontea!"
Raut wajah Jendral petter seketika berubah mendengar jawaban yang tidak sesuai dengan ekspektasi Jendral Petter.
" Kok jadi Lemontea, kan pilihanya hanya 2 saja sayang?"
" Jendral, hidup itu banyak pilihan, soal ujian saja pilihanya sampai E ,masak Jendral hanya memberikan 2 pilihan, itu sangat tidak bervarian!"
" Astaga...!" masih dengan wajah terkejutnya
" Kenapa Jendral?"
" Sekarang aku tahu rasanya menjadi dirimu!" Ujar Jendral Petter yang menyadari, suatu hal.
"ha????" Suzy justru tak mengerti maksud Jendral Petter.
" Mmmm, jadi sangat tidak enak ya berhubungan dengan orang yang tidak peka ya, aku baru sadar betapa membosankannya hidupku ini!"
" Hahaahhaahaha, astaga, kenapa Jendral berpikir sampai sana ,Suzy mana ada maksud seperti itu, Suzy hanya bercanda receh saja Jendral!"
__ADS_1
'Iya aku tahu sayang, tapi itu membuatku sadar betapa membosakannya hidupku ini!"
" Justru jika Jendral tidak membosankan maka Suzy bukanlah satu-satunya wanita yang masuk ke dalam hati Jendral Petter!"
" Wah itu benar sekali, kau adalah wanita pertama yang mampu menerjang formasi pertahanan diriku!"
" sama halnya dengan Jendral, Jendral adalah yang pertama dihati Suzy!"
" Aiiihhhh kau ini kenapa bisa sangat semenggemaskan seperti ini?"
" kenapa Jendral baru menyadarinya?"
'Iiighhhhh" menggigit gemas pipi Suzy.
" Aiiiih Jendral sakit!"
" Siapa suruh menggemaskan!"
" huhuhu, jahat sekali Jendral...' merengek kesakitan.
" Ututututu, tayang tayang, muuuaaachhhh!, apa masih sakit?" mencium pipi yang di gigitnya tadi.
' Uhuhuhu, sebelahnya juga ikut sakit!" menunjuk pipi satunya untuk di cium
' Hahah, muuaach, ...mana lagi yang sakit?"
" ini si kening ...!"
" muach..., ada lagi?"
" adudududuh, hidungku juga sakit!"
' Astaga, muuuuachhhh"
tanpa menunggu arahan dari Suzy Jendral Petter segeran menyambar bibir Suzy yang sangat menggoda iman nya itu.
" hmmm" Suzy terkejut namun menikmatinya.
" Sudah lengkap apa masih ada lagi yang sakit?"
Suzy sengan wajah terkejutnya menggeleng kepala,
" Kenapa?"
" Tidak Jendral ,tidak...!"
' Hahahahah, dasar anak nakal, muach muach muach muach muach..." Jendral Petter mencium wajah rata Suzy dengan sangat gemas.
" Jendral Cukup-cukup, kau terlalu berenergi Suzy kualahan!"
' aih, kau sedari tadi menggodaku ,sekarang kau kualahan?"
' Iya iya ampun Suzy sudah lapar, kita masak saja yuk!"
" Ah benar juga!"
mereka berdua pun segera memasak...
dan lanjut makan sambil nonton tv menikmati waktu yang syahdu berdua tanpa ada gangguan dari meimei.
Bersambung...
Author..
Like dan komen nya jangan lupa ya kakak,.
__ADS_1