
" Sammy apa yang terjadi?"
Terlihat Sammy sudah keringat dingin
" Tan tolong hubungi Ria!" pinta Maya
Tania segera menghubungi Ria dengan segera,
Suzy segera melonggarkan sabuk pada celana Sammy,
" apa merasa mual?"
Sammy mengangguk...
" Kunyah permen karet!" Mengambil permen karet di dalam tasnya.
"apa itu tidak apa-apa?" tanya Maya
"Cara alami ini dapat meredakan gejala asam lambung naik dengan jalan mengencerkan dan membersihkan asam lambung dari kerongkongan ibu!"
" Oh baiklah, Ayo nak kunyahlah agar merasa lega!" ujar Maya.
" Sammy kau punya lambung kronis, jangan terlambat makan itu sangat berbahaya!" ujar Suzy mengingatkan.
" iyakah?" tanya Maya
" Malam semua,siapa yang sakit?, aku baru perjalanan pulang langsung ke sini bibi!" ujar Ria datang.
" cepat kau periksa Sammy!"
Ria segera memeriksa Sammy...
" Asam lambungnya naik bibi, dia memiliki lambung yang tidak baik, ya untunglah ada pertolongan pertama!"
" ah syukurlah apakah harus di rawat ?"
" mmm, Istirahat cukup, makan yang halus-halus dulu, hindari santan, gorengan, yang pedas-pedas dulu, jangan es!, aku akan menuliskan resepnya bibi nanti bisa ditebus"
" Ah, baiklah jika seperti itu terimakasih Ria!"
" Sama-sama bibi, lekas sembuh Sammy...!"
" Baik Tania dan Suzy ,Ria,jaga Sammy dulu ibu akan meminta orang untuk menebus obatnya!"
" Bibi Mei ikut!" mengikuti.
" Wah kakak ipar, dan nyonya Jendral...hari ini cantik sekali!" menggoda.
" Ria juga cantik, bagaimana perkembangan nya dengan Babangmu?" Tania balik menggoda.
Suzy hanya tersenyum sambil menggosok minyak pada perut Sammy.
Ria tersipu malu...
" 2 bulan lagi dia akan datang ke sini!"
" wah, sepertinya akan ada perubahan besar ini ya, aku akan menunggu kabar baiknya!"
" Iya kakak ipar doakan saja ya!" malu-malu.
Wah tidak menyangka kak Yulius tergerakan oleh Seorang dokter ini
hihihi aih semoga mereka berjodoh.
dalam hati Tania bahagia.
mereka berbincang sampai Maya dan Mei kembali membawa obat.
" Sammy ayo minum dulu!"
Maya memapah Sammy untuk duduk Mei segera mengambilkan segelas air putih .
Maya memberikan. beberapa butir obat pada Sammy untuk di minumnya.
" Ayo minum perlahan, mudah-mudahan lekas membaik!"
perlahan Sammy meminum satu persatu butir obat yang ada.
__ADS_1
" istirahat sebentar ya, kalau sudah enakan kita pulang ke rumah!"
" Kenapa tidak menginap di sini saja ibu?" ujar Tania.
" Ah baiklah, di sini banyak kamar maka tidur disini saja!" Maya langsung setuju.
" kakak ipar, Aku akan menemani Sammy di Sini boleh ?" tanya Mei.
" Iya boleh sekali!" Tania dan Maya menjawab serempak.
" Eh, kita pulang saja Mei nanti ibu panglima kerepotan!" Suzy tak enak hati.
" Ih Suzy kamu ini seperti sama siapa saja, biar saja Mei di sini itu akan membuat Sammy lebih baik!"
" ah, iya nyonya Jendral habiskan waktu bersama Jendral Petter dengan baik ya, Mei pasti aman dengan bibiku di sini terlebih ada kakak ipar!" sahut Ria yang mengerti maksud bibi nya itu .
" Ah tapi...!" Suzy masih berpikir.
" Aduh, nyonya Jendral aku akan mengantarmu ke paviliun, Bibi , kakak ipar aku sekalian pulang ya!" Menggandeng tangan Suzy keluar dari paviliun Panglima.
" Baik...!" Jawab Maya.
" Tantan, kau istirahat lah sayang pasti lelah!"
" Ibu aku akan membersihkan kamar untuk Sammy , Mei dan Ibu!" ujar Tantan
" Baiklah ibu merepotkan mu!"
Tania segera menyiapkan kamar ...
Di depan Paviliun Jendral Petter...
" Nyonya Jendral, lekas masuk bersihkan badan, siapkan makan malam untuk suamimu, Setelah itu siapkan dirimu dengan cantik!" mendorong masuk ke dalam.
" Selamat malam nyonya Jendral!" pergi berlalu
Haduh, bagaimana para bujang tua itu mengahadapi pasangan mereka yang masih sangat polos dan lugu, hihihi
Ria terkikik dalam hati.
Suzy pun masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri, ganti baju dan turu ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya.
" Ah, sudah selesai!"
tak lama terdengar suara pintu terbuka,
" Itu pasti Jendral!" Suzy segera berjalan ke pintu
" Sayang, kau belum tidur ?"tanya Jendral Patter pada istrinya.
" Masih jam 8 malam, aku sudah menyiapkan makan malam untukmu!, Ayo makan!" Menarik Jendral Petter. ke meja makan.
Haduh, aku lupa memberitahu istriku, aku tidak makan malam.
dalam hati Jendral.
" Sayang...!"
" Iya Jendral!"
melihat ekspresi sang istri yang terlihat sangat tulus itu tak sampai hati ingin mengatakannya.
" Bisa ambilkan makan untukku!" pinta Jendral terpaksa karna tidak tega mengecewakan hati istrinya.
Nantilah aku akan mengatakanya setelah makan...
Suzy dengan segera meladeni suaminya itu makan.
" sini duduk di samping ku!" pinta Jendral Petter.
" mmm...!'Suzy segera duduk di samping Suaminya.
" Buka mulutmu sayang, ayo kita makan bersama!"
Suzy menurut membuka mulut, dan Jendral Peter menyuapinya perlahan.
setelah selesai makan Jendral Petter baru sadar jika istri nya mengenakan pakaian yang tipis dan Sexy
__ADS_1
yang membuat sang Jendral menelan ludah melihatnya.
Astaga, apa dia sudah siap?, atau dia tidak mengerti pakaian ini sangat bisa membuat laki-laki tergoda.
pikiran pria yang sudah lama sendiri.
" Jendral?" Suzy menyadarkan lamunan suaminya.
" Iya sayang...!"
" Apa ingin mandi aku akan siapkan air hangat!"
" Boleh, tapi sayang pakaianmu sangat tipis apakah tidak dingin?" tanya Jendral petter.
" Ehmmmm...!" Wajah Suzy langsung memerah.
" Baiklah aku paham, tolong siapkan air untuk aku mandi!"
Jadi istriku sedang mencoba menggodaku?,
baiklah aku tidak akan mengecewakanmu istriku...
dalam hati Jendral Petter tersenyum puas.
" Haduh... bagaimana ini aku sangat malu!"
gumam Suzy di kamar mandi.
" Sudah hadapi saja, apapun itu, kita juga sudah sah...tidak ada yang perlu ditakutkan!"Suzy segera keluar kamar mandi.
" Jenderal sudah siap airnya!"
Jendral Letter segera melepas pakaianya dan masuk kekamar mandi.
Suzy berdebar-debar,
bagaimana ini memulainya, aduh...
aku harus merangkai kata-kata apa?
Suzy berpikir keras.
" Sayang, bisa bawakan handuk!" pinta Jendral.
" Oh baik!" Suzy segera mengambil handuk dan mengulurkan handuk dari luar.
" Masuk!" perintah Jendral.
" Apa???"Suzy terkejut.
Tak mau berlama-lama Jendral menarik tangan Suzy masuk kedalam.
" Aggggggggggggggghhhhhh!" Suzy berteriak histeris karna melihat apa yang belum pernah dilihatnya.
" sssssssstttttttt...!" Jendral petter mengambil handuk di tangan Suzy dan segera melingkarkan pada pinggangnya.
Suzy masih menutup mata dengan kedua tangan nya.
Jendral Petter segera menggendong istrinya keluar dari kamar mandi.
Suzy perlahan membuka tangan ya, terlihat suaminya sangat gagah dan tampan dengan rambut yang basah postur tubuh kekar dan senyumnya yang terlihat menawan meskipun itu jarang terjadi.
" Istriku apa kau sudah siap?" tanya Jendral dengan tegas.
Suzy langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami.
Senyum Jendral Petter semakin mengembang,
Jendral Petter meletakan istrinya perlahan di atas ranjang
Jantung Suzy semakin kencang berdebar-debar,
begitu juga dengan Sang Jendral, bagaimana pun ini adalah hal pertama untuk mereka.
Bersambung...
Author...
__ADS_1
hihihi lanjut Rabu ya hohoho