DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
174. Kecerdasan Istri Panglima


__ADS_3

Jimmie pun segera kembali ke kediaman Tantan.


Dia ingin memberitahu Tantan jika semua sarannya sangat tepat dan berhasil.


" Param ram para ram, dudududu, pararam pararam dududududu...!" Jimmie bersenandung bahagia memasuki kediaman Perwira itu.


" Jimmie kau sudah kembali??" Maya menyapa sahabat putranya yang terlihat bahagia itu.


" Eh, bibi... seperti yang bibi lihat, aku sudah berada di hadapan bibi itu artinya aku sudah kembali!"


" Hahahah, kau ini aneh sekali setelah m ngantar Ria!"


" Bibi, apa Tantan sudah tidur?"


" Dia masih di belakang,....!"


" Apa yang dia lakukan??"


" Entahlah, dia bilang dia sedang ingin konsentrasi!"


" Bibi menantumu itu lebih aneh bukan??"


" Hahahah, itulah yang bibi sukai dari dirinya!"


" Hahahah, karena bibi juga sama anehnya, hehehe, ya sudah aku mengganggunya sebentar!"


" Kau ini, belum pernah di makan kucing hamil??"


" Kucing hamil??"


" memang Tantan memelihara kucing kah bibi?, oh Tantan sedang menunggu kucingnya lahiran??"


" Terserahmu lah, bibi mengantuk mau tidur!" masuk ke dalam kamarnya.


" Baru kali ini, ibu hamil menunggu kucing mau melahirkan!" Jimmy segera menyusul Tantan. di halaman belakang.


" Tantan....woooiiiiii...Tantan....woiiiiii!"


Tantan yang mendengar suara berisik Jimiie langsung terbawa emosi.


" Monyet, sialan itu berisik sekali ya?, aku sedang berkonsentrasi memecahkan teka - teki ini dia malah membuatku kehilangan konsentrasi!"


" Tan....!"


klontang , klontang, klontang, duokkk duoookkk....pyurrrr pyarrrr....


" Jiiiiiiimiiiiiiieeeeeeeeeeeeeee !!" teriak Tantan sangat kesal.


" Tantan ada apa??, apa ada yang menyakiti mu??" khawatir.


" Menyakiti ??, kau membuatku kesal aku sedang ingin memecahkan teka - teki ini kau mengacau kan pikiranku!"


" Maaf, maaaf maaf!"


Jadi yang di maksud kucing hamil itu Tantan oleh bibi, bibi kenapa tidak bicara dengan jelas, mana aku paham kode alam ibu - ibu.


" Jimmi kau ini siaalan!!!!!"


" Eh, bunda...kau harus berkata beruntung 7x untuk menggugurkan kutukanmu itu, perkataan ibu hamil itu cepat terkabul!"


" Beruntung, , beruntung 7x dah selesai!"


" hei kau ini tidak percaya,...!'


" Berisik, sebenarnya kau ini ada apa sih, berisik sekali??"

__ADS_1


" maaf aku terlalu, bahagia...!"


" lalu kau mengganggu ku seenaknya mentang - mentang bahagia?"


" kan aku sudah minta maaf!, kau ini kenapa jadi pendemdam gini, aduh pasti bawakan orok ya udah deh aku maklumin lah!"


Tantan mrngabaikan Jimmie, dan kembali memecahkan teka teki di hadapannya.


" sudah larut malam, jangan begadang Tantan!, tidak baik untuk kandungan mu!"


Tantan masih konsetrasi dengan apa yang ingin di selasaikannya.


" Tantan, aku ingin mengatakan....!"


" cepat katakan dan pergi!" tegas Tantan


Astaga, ibu hamil apa akan menjadi sangat galak seperti ini?


" Terimakasih, karena saranmu, aku diterima oleh Ria!"


Tantan memainkan ponselnya, dan meletakkan nya


Broooookkkkk.....Tantan menggebrak mejanya, dan membuat Jimmie terkejut.


" Ah, baiklah aku tidak mengganggu lagi!"


" Wah, hebat kan ideku, aku memang luar biasa...huuuuuuuu....!" yang tiba - tiba berbangga diri.


" Itulah, istri Panglima, kita adalah saudara bukan, aku tidak akan pelit padamu lagi, aku akan memenuhi keinginan mu, minta apapun itu padaku jika kau membutuhkan!"


" Oh aku ingat Jimmi ini sangat kaya ya??, aku ingat Jimmie masih memilik 8 rekening hehehehe!" Ujar Tantan dengan mata bersinar.


Aku salah ambil langkah, ini tidak akan baik, jika aku di miskin kan oleh istri Panglima ini, aku malu datang melamar Ria .


" Eh, sebenarnya aku berbohong mengenai 8 rekeningku itu aku hanya mempunyai 2 rekening saja, yang paling banyak isinya sudah pindah ke rekening mu!"


" Eh, aku ada 3 deng...!"


" Hanya 3???"


" Ada 4 ya 4...!"


" 4 saja???"


" Kau mau berapa??"


" Pria sejati tidak akan berdusta!"


" Sebenarnya ada 10 rekening kau kuras satu, jadi tinggal 9, apa kau mau semua uangku??, tapi jika kau mengambil semua, bagaimana aku bisa menghadapi keluarga Ria, ...!" Jimmie di buat tak berdaya oleh Tania.


" Tunggu, kau ini apa juga seperti itu pada Panglima??"


" Tidak, Panglima memberikan semua kartu dan buku rekeningnya padaku tanpa aku minta, dan beberapa properti miliknya di ubah atas namaku semua!"


" Apaaaa???"


Panglima, sebegitu bucinnya kah pada Tania ?


" Aku juga bukan orang serakah, tanpa menguras rekening mu aku juga sudah kaya raya menjadi istri Panglima, aku hanya menguji kesungguhan mu terhadap Ria, dia adalah adik iparku yang baik,sebagai kakaknya , aku tidak akan memberikan dia kepada orang yang salah kedua kalinya!"


" Owalahhhhhhh....!" Jimmie merasa sangat lega.


"aku mengambil uangmu juga bukan untuk diriku, ...!"


" Lalu??"

__ADS_1


" Untuk Rialah...aku akan memberikan semua uang itu untuknya jika suatu saat kau berkhianat!!"


" Kau jangan menyamakanku pada orang asing itu, aku berbeda, setelah aku menikah dengan Ria aku akan melakukan hal yang sama seperti Panglima, semua, semua harta kekayaanku akan ku berikan padanya, semua aset juga akan ku ganti namanya!"


" Lalu bagaimana jika Ria yang menghianatimu?"


" Oh itu...itu aku pasti akan sangat kecewa, aku tidak siap dengan pertanyaanmu itu Tantan!"


" Seandainya ,apa yang akan kau lakukan?"


" Apa,,,? aku tidak bisa berbuat apa - apa, pada Ria,biarkan saja jika dia bahagia!"


" lalu apa kau akan mengambil kembali pemberian mu?"


" aku tidak pernah mengambil kembali apa yang telah aku berikan, ...!"


" Bagus, berarti uang yang ini aman dong!" Ujar Tantan gembira


" Aman, ambil saja itu...aku akan memberikan uangku sendiri pada Ria nanti, itu anggap saja hadiah dariku atas kehamilanmu!"


" Wah, kau memang pria baik, aku tidak salah menilaimu!"


" Lagian, uang itu tidak begitu berarti untukku, itu hanya formalitas dalam hidup agar di seganu saja!"


" Sialan kau bilang formalitas, kau kira makan minum itu tidak menggunakan uang?"


" Aku tidak terlalu memegang erat uang, makanya mereka yang datang sendiri padaku!"


" Woooo...jawabanmu luar biasa!"


" Uang itu bisa kita cari lagi jika habis, tapi Ria itu sesuatu yang tidak akan pernah aku dapatkan jika aku melewatkan nya!"


" Sempurna!"


Tantan kembali mainkan ponselnya.


" Tapi, Tantan...!"


" Apa??"


" Aku takut Ria berubah pikiran, apa kau bisa membantuku meyakinkanku??"


" aku bisa meyakinkan nya tapi aku juga tidak pernah bekerja cuma - cuma apa lagi aku sekarang sedang hamil!"


" kenapa kau sangat menyukai uang?"


" Bukan begitu, aku hanya mengikuti cara kerjamu!"


" Wah, kau membalas perlakuanku pada Panglima kan??"


" Hahahhahahahah!" Tantan Tertawa


" Kau kejam sekali, kau sudah membalasnya 10x lipat loe Tantan!"


" Biar ku beritahu, agar tidak ada orang yang menindas Panglima lagi di masa depan dengan alasan pekerjaan!"


" Baiklah, kau memang Layak menjadi istri Panglima!, aku akan memberikan 3 tabunganku, tolong beri jaminan padaku jika aku kembali Ria sudah benar-benar yakin padaku dan tidak berubah pikiran!"


Tantan menyetikan kelingkingnya, yang mengisaratkan itu hanya masalah sepele saja.


" Jika tidak, maka kau harus mengganti 10x lipat!"


" Barusan ada seorang pria mengatakan, dia tidak pernah mengambil kembali pemberiannya, oh bahkan orang itu belum bergerak dari duduknya sudah berubah lagi!"


" Hahahah, memang tidak ada yang bisa mengalahkanmu!"

__ADS_1


" Nak, kau harus belajar dari ibu tentang ini ya!" Sambil mengelus perutnya.


Jimmie hanya tersenyum melihat Tantan, yang terpenting adalah jaminan Ria tidak berubah pikiran Sudah di Acc Tantan, dia tidak khawatir lagi untuk pergi menyelesaikan tugasnya.


__ADS_2