
" Di mana keluarga mu tinggal ?,duduklah!" pinta Tantan.
Yesa pun duduk di sofa
" Keluarga saya tinggal di pinggiran kota dekat pabrik gula Nyonya!"
" Zero, amankan Keluarganya...!"
" Baik nyonya, nanti akan saya amankan!"
" Bang Jack aku lupa itu ibu dan yang lainnya pasti terkejut!"
" Oh ya aku ke sana!" Jack segera ke kamar Ria
tok tok tok...
Maya dan lainnya terkejut
" Siapa yang mengetuk?" Ria berbicara dengan lirih .
" Bibi...nyonya Ria?, istri Jendral??" Teriak Jack.
" Oh itu suara Jack!" Maya segera membuka pintunya
" Jack di mana Tantan?"
" Di ruang tamu!"
Maya segera berlari ke ruang tamu dengan panik begitu juga Ria dan Suzy.
" Tantanku, ada apa nak?, apa kau terluka?" Maya memeriksa tubuh menantunya itu.
" Maafkan Tantan ibu dan semua mengagetkan kalian tidur, itu tadi hanya mencoba senjata saja!"
" Astaga, Kenapa harus tengah malam??'
" Iya Tantan kau sungguh mengagetkan kami!"
" maaf ya, ibu dan yang lainnya kembalilah tidur aku ingin berbincang dengan mereka!"
" Baiklah, karena tidak ada apa-apa kami akan kembali ke. kamar, Tantan juga harus cepat istirahat!"
" Iya ibu!"
Setelah mereka kembali dengan tenang, Tantan kembali berbincang dengan Yesa dan Zero .
" Zero,bisa cerita kan bagaimana musuh kita?" pinta Tantan.
" Saya hanya tahu dia memiliki bisnis maskapai, dan juga memiliki beberapa Showroom mobil !"
" Wah....bagus sekali !"
" Nyonya anda bisa bertanya lebih detail pada Yesa!"
" Oh?? kenapa?"
" Karna Yesa adalah pembunuh bayaran yang di bayar oleh Tom!"
" Oh dia yang bernama Tom, ohya bagus jika begitu Yesa pasti pernah curi dengar tentang rencana Tom!"
" Benar nyonya, Tom ingin menuduh Panglima dan Jendral penghianat yang sebenarnya untuk negeri ini sehingga akan dihukum mati!"
" lalu?"
" Tom meminta seseorang untuk menghasut Jendral, agar mau bekerjasama untuk menjatuhkan Panglima, setiap kali mereka gagal aku diperintahkan membunuh mereka beserta keluarganya!"
" Wah Sadisnya...kau sangat kejam rupanya!"
" Ya karena saya memang seorang pembunuh!"
" Sekarang jika kau mengabdi padaku, kau hanya boleh membunuh orang yang jahat saja!"
"Baik nyonya!"
" Kau punya 2 identitas kan saat denganku kau dengan dandanan seperti ini saja, dan aku menugaskanmu menjadi seorang informan, jika kau di minta membunuh maka bunuh orang yang bekerjasama sama dengan tom itu, tapi lepaskaan keluarga nya!"
Yesa diam karena bimbang, jika dia tidak membunuh bersih dan ketahuan tom semua pasti tak terkendali.
" tenanglah, kami akan membantu memanipulasinya!"
" Oh... baik Nyonya!"
__ADS_1
" Ingat saat bertemu denganku kau harus menjadi wanita, jika diluaran itu terserah padamu!'
" baik nyonya!"
" Jadi semua yang terlibat dalam kasus penjebakan pada panglima berapa orang?"
" Saya sudah membunuh 7 keluarga!"
" Zero, apa kau hanya diam saja, saat melihatnya membunuh orang tidak bersalah?"
" Dia menyelamatkan bayi yang hampir aku bunuh!" Sahut Yesa
" Aku hanya 2 kali mengikuti Yesa membantai orang,aku hanya menolong 1 bayi dan 1 gadis yang hampir mati!"
" Apa kau menyelamatkan 2 orang?" Yesa terkejut
"aku hanya melihat situasi, tidak menyangka masih ada satu yang hidup, dan dia sangat ingin membalas dendam!"
" Apa dia akan balas dendam padaku?" Sahut Yesa.
" Ya pastilah, yang membunuh keluarganya dirimu!"
" Ya jika begitu kita duel saja jika dia mau balas dendam!"
" Sudah kau jangan berlagak, aku akan menjelaskannya pelan-pelan, dia anaknya sangat pengertian, tidak congkak seperti mu!"
" Apa?, kau bilang aku congkak?'
Haduh...dua orang ini kenapa seperti kucing dan Anjing.
dalam hati Tantan.
" Sudah, sudah, Karna sudah ada Yesa, menjadi seorang informan, kau bisa fokus pada orang yang kau tolong sampai mereka pulih!"
" Baik nyonya, oh ya nyonya...bolehkah minta foto bersama, teman - teman di bascamp sangat mengidolakan anda!"
" apa??" Tantan menggaruk kepala.
" Zero diluaranmu sangat menakutkan, tak disangka hatimu bagai hello Kitty!" Ujar Jack menertawai.
" Hahahahah, aku setuju!" Sahut Yesa.
" Karna Nyonya kita keren!" Zero mengabaikan ledekan Jack.
" Ehmmm...persiapan latihan nyonya!'
" vicall kaptennya!" pinta Tantan
" Sungguh boleh?"
" Ya...!'
Zero segera melakukan panggilan Vicall pada salah satu rekannya.
" Hai....Zero tidak biasanya kau memakai panggilan Video!"
" Lihat aku sedang bersama siapa?"
" Siapa?? pacarmu?? bohong...pasti itu sepupumu!"
" hallo!" Tantan menyapa dengan sangat ramah
"Dia adalah istri Panglima!"
" Istri panglima???"
" Ya, waaaaaaaah ,hei semua lihat ini istri Panglima lihat ini istri panglima!"
Sangat heboh memberitahu teman-teman yang lain.
" mana, aku mau lihat!"
"hei gantian, !"
" hei aku blm melihat!"
" Astaga, kalian...halo salam kenal...semangat ya!"
" Wah cantiknya,...!"
" Cantik ya!"
__ADS_1
" aku iri dengan Zero dia bisa sangat dekat!"
" Nyonya jika masalah selesai datang ke bascamp kami ya?"
" oh Ya tentu saja...kalian baik - baik berlatih suatu hari nanti aku ingin melihat kehebatan kalian!"
" Baik!" Semua serempak menjawab dengan girang .
" Ya sudab biarkan nyonya istirahat, kalian kembalilah berlatih!" Zero segera mematikan panggilannya.
" apa sudah cukup?" tanya Tantan.
" Sudah nyonya, mereka pasti lebih giat berlatih mulai dari sekarang!" Ujar Zero sangat senang.
" syukurlah jika begitu, kalian bisa kembali pada pekerjaan kalian, aku lelah ingin istirahat!"
" Baik Nyonya selamat istirahat!"
Tantan pun segera kembali ke kamarnya dan segera beristirahat.
Yesa dan Zero pun segera kembali.
" Kau tidak boleh meremehkan Nyonyaku lagi!" ujar Zeri di perjalanan.
" Ya aku terlalu mudah memandang remeh orang lain, namun aku sangat kagum pada Panglima dan Nyonya, mereka bisa satu pemikiran, apa yang dikatakan Panglima, nyonya juga mengatakan hal yang sama, apa mereka memiliki alat untuk berhubungan?"
" Tidaklah, ...mereka terkenal dengan pasang klik!"
" Apa itu pasangan Klik??"
" Seperti botol dan tutupnya, mereka bisa menutup satu sama lain, ini kali pertama selama aku mengikuti Panglima, aku bertatap muka langsung dengan Nyonya!"
" Berapa lama kau mengikuti Panglima?"
" Sangat lama, jauh sebelum dia diangkat menjadi panglima, sebenarnya aku dan orang-orang ku adalah orang suku pedalaman yang sangat anti dengan pemerintahan, kami hidup sangat primitif dulunya!"
" oh sungguh?"
" Ya, saat Panglima berlatih di tengah hutan bersama dengan kelompoknya kami bertemu, kami merasa terganggu melihat orang - orang asing , sehingga terjadilah baku hantam di antara kami dan pasukan loreng, kami kalah karena kami tidak bersenjata canggih, namun saat kami akan dihabisi panglima menghadang dan membela kami, panglima menjelaskan pada kelompoknya untuk tidak membunuh kami!"
" Lalu ?'
" Panglima sampai berkelahi dengan temannya untuk membela kami...kami memang anti pemerintahan namun kami bukan pemberontak selama tempat tinggal kami tidak terusik kami juga tidak akan melukai !"
" Padahal panglima tidak kenal ya dengan kalian, kenapa membela kalian begitu!"
" Hemm, panglima seperti dewa bagi kami, setelah kami dibebaskan, Panglima dan Jendral yang saat itu masih prajurit biasa, mengajari kita yang buta huruf dan tidak mengerti segala hal apalagi teknologi, mereka mengajari kami dengan sangat sabar, tanpa meminta imbalan apapun, sampai pada suatu hari beliau diangkat menjadi Panglima dan Jendral, panglima menawari kami menjadi pelindung bayanganya, saat itu di dalam hutan, terdapat 2 suku yang sering sekali konflik, karena panglima dan Jendral kami menjadi rukun, sebagian mengabdi pada Panglima dan sebagian lagi pada Jendral!"
" Berapa orang kalian ini terbentuk?"
" Untuk saat ini asli suku kami ada 500 orang, dan orang luar mungkin sedikit karena orang luar itu berpotensi besar berkhianat!"
" Kau menyindir ku???"
" Ha??, siapa kau kan bukan kelompok kami!, kepedean!"
" Ya bisa saja kan??"
" Mana ada aku begitu jika begitu kenapa aku merekrut mu?"
" Oh ya, itu yang menjadi pertanyaan didalam kepalaku?, kenapa?"
" Teknik menembakmu itu hebat, meski masih lebih hebat nyonya Tantan!"
" Jangan membandingkannya dengan istri Panglima sudah jelas dia mendapatkan pelatihan kusus!"
" Siapa bilang, Nyonya hanya belajar otodidak saja, dia sekali lihat sudah mengerti!"
" Aku tidak percaya!"
" Ya itu bukan urusan ku jika kau tidak percaya!"
" Ehm....nanti aku tanya sendiri saja pada nyonya, nyonya sangat baik!"
" Huh, bukankah kau meremehkan?"
" Ya, aku akan belajar merendah seperti nyonya!" Ujar Yesa girang.
" Okelah, semoga kita bisa menjadi partner seterusnya, kita berpisah di sini ya?"
" Oke bye!"
__ADS_1
Keduanya pun berpisah ditempat tujuan masing-masing.