DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
112. saling menyadari


__ADS_3

" Paman,sepertinya kakak Xian-xian kecewa!"


" Hmmm, lalu aku harus bagaimana?"


" Ya, bagaimana ya paman,...tapi Tania juga tak bisa mundur sekarang!" Tania mengutarakan isi hatinya dengan jujur.


" apa kau sedang menantangku secara terang - terangan?"


haduh, paman sungguh tidak pernah tersenyum, kata ibu aku harus tebal muka...


dalam hati Tania .


"Benar paman, aku juga ingin menunjukan bahwa aku adalah wanita yang pantas untuk menjadi menantumu!" sangat berapi-api...


" Pfttttttttttttt, hahahaha hahahaha hah" akhirnya Huan Zang tertawa lepas dihapadan Tania.


Namun Tania justru bingung, kenapa paman Huan tertawa?


wajahnya terlihat sangat kebingungan...


"Paman, paman apa meremehkan tantan?"


tania bertanya lirih...


" Tidak, kenapa kau sangat mirip dengan istriku, hahahahahah, apa jangan-jangan kau dan panglima tertukar saat dirumah sakit, jadi memang sebaiknya aku punya anak perempuan saja,...jika aku memiliki anak perempuan aku tidak akan kehilangan harga diriku sebagai ayah!"


"paman apa yang kau bicarakan?"


Tania semakin bingung...


" Hahahaha hah!" Huan Zang Tertawa lagi.


**Aduh, dia tidak hanya baik Dan polos...dia juga sangat bodoh hihihi...


tapi aku Sekarang..tahu kenapa mereka sangat menyukai gadis ini...


dia sangat jujur Dan. terus terang juga senyumnya membuat orang lain terasa sangat nyaman, aduh aku jadi ingin anak perempuan


tapi dia juga akan jadi putriku jika dia menikah dengan putraku...


dalam beberapa saat Huan zang terlena dalam pikirannya..


eh.....tunggu apa aku sudah berpikir menerimanya?


tidak tidak aku harus menjaga martabatku lebih lama...tidak semudah itu**...


" Ehem ehem...cukup, ingatlah aku hanya memberimu kesempatan untuk bersaing secara adil, aku belum mengatakan aku menerimamu!!, mengerti?"


sepertinya begini saja dulu, sambil aku menunggu bukti yang jelas...


aku harus menjaga image ku didepan anak ini...


" hey apa? kenapa kau berkaca - kaca?, aku tidak memarahimu Dan tidak membencimu!"


Apa aku salah bicara?, kenapa anak ini malah sedih?"


dalam hati Huan Zang sangat khawatiir jika melukai perasaan Tania.


" Paman, terimakasih hiks hiks hiks...!"


" apa, maaf jika perkataanku membuatmu terisnggung!"


" Tidak Paman, paman sangat baik, Tania sangat senang karna paman tidak membenciku, dulu sebelum Tania bertemu paman, bayangan tentang paman dipikiran Tania sangat menakutkan!"


" Astaga kau ini, apa aku sangat buruk?"


" Tidak paman sangat baik!"


" Hahaha hah, baiklah aku akan memberikan 2 jalan untukmu, kau bisa memilihnya...!"


" apa itu paman?"


" kau bisa bersaing menjadi menantuku atau kau bisa menjadi putri angkatku"


" paman aku ingin menjadi menantu kesayangan paman !"


" Pufffffffttttttttt...apa kau sangat percaya diri?"


" Ya tentu...tapi aku sedikit sedih karna paman

__ADS_1


terlambat mengenalku!"


" meski terlambat aku juga tidak membencimu, jika nanti kamu kalah bersaing kau masih bisa menjadi putriku,atau adik panglima...!"


" Pamaaaaaaannnnnnnnnnn, itu tidak lucu!!!!" Protes dengan keras.


" Hahahhahahha, hahaha a hahaha !"


Haduh sudah sangat lama aku tidak tertawa seperti ini...


dalam hati Huan sangat bahagia.


" andai saja kau ini adalah anakku, kau sangat menggemaskan!" mencubit kedua pipi Tania, Huan Zang tanpa sadar memang sudah kalah oleh Tania.


" Paman, ...!"


" Panggil aku ayah mulai Sekarang!!!"


" APA?, aku sudah diterima menjadi menantu ?"


" Jangan percaya diri, semantara kau jadi putriku!!"


" APA??"


" ya jika kau menang kau tinggal menambahkan mertua dibelakang kata ayah!"


" Setuju!!!"


Ya anak ini memang bodoh...


" Apa kau punya rencana ,setelah ini?" tanya Huan Zang


" Pulang Paman, eh Ayah!"


" Aku akan mengantar mu pulang...!"


" Boleh ayah!"


" Kalau begitu bersiaplah...!"


Tania pun bersiap untuk segera pulang,karna Ayahnya pasti sudah Menunggunya.


" Paman, eh ayah...terimakasih, besok aku akan bawa makan siang untukmu!"


" oke...masuklah!"


" Baik ayah sampai jumpa....!" Tania pun berlari Masuk ke dalam rumahnya dengan kegirangan.


...----------------...


" Bagaimana?"


" Maaf Nona , kami tidak berani memberi Pelajaran pada gadis itu, karna Tuan Zang yang mengantar langsung Gadis itu pulang!"


" Apa???, apa kau bilang?"


" Kami juga terkejut, Tuan Zang mengantar tanpa supir!"


" Huh, Wanita ****** itu...kenapa semua direbut olehnya dalam sekejab,tanpa usaha?, Sudahlah kalian boleh pergi!"


" Baik Nona...!"


"Huuuuuuuuuu...mereka sangat tidak berguna, aku harus lebih kejam lagi untuk menyingkirkanmu...!"


Aku tidak bisa Terima, aku bahkan lebih sempurna, aku juga memiliki pekerjaan, sedangkan ****** itu hanya pengangguran...apa yang mereka lihat? lihat saja siapa yang akan tertawa pada akhirnya...


...----------------...


sering kali banyak konflik dalam negeri, dimana pihak luar sering memicu pulau - pulau terpencil untuk memberontak karna ketidak adilan Dan pemberataan upaya pemerintah.


entah dari mana mereka mendapat info yang sangat detail untuk negeri ini , sebenarnya sudah jelas pasti Ada orang dalam yang berpengaruh yang terlibat dalam kerusuhan-kerusuhan yang sering terjadi.


awalnya hanya konflik-konflik kecil yang bermunculan di titik pulau atau daerah yang sangat terpencil, namun seiring berjalannya waktu konflik itu meleba dan sulit untuk dikendalikan lagi.


Dan membuat Sang Panglima harus turun tangan untuk menumpas sampai ke akarnya.


"Panglima, Ada laporan dari kota kota besar , terjadi teror bom di waktu yang Sama, di pos polisi...!"


" Oh, mereka sudah melebarkan sayapnya, kita tetap menjalankan rencana kita di sini!"

__ADS_1


" Saya sudah mengelompokan pasukan termuda dan yang memiliki postur tidak kekar panglima!"


" komando mereka untuk memasuki pulau terpencil secara terpisah, ingatkan mereka untuk membaur ke dalamnya, Dan harus slalu melaporkan apapun yang mereka ketahui, dan lagi utamakan keselamatan!"


" Siap!! Laksanakan!!"


" Apa berita lain?"


" Oo ooh???"


" Kenapa?"


" Ah saya lupa!!, tentang Nona menginap di kediaman Zang, setelah acara pertunangan nona Ria!"


" Lalu?"


" Hanya itu laporan yang saya dapat!"


" OK, kau bisa lakukan tugasmu!"


" Siap Laksanakan!!"


Woo oo...ibu dan Ayah sudah berbaikan rupanya,...


entah ayah suka atau tidak,dengan Tania, yang jelas ayah tidak akan membenci dan menyakitinya, namun Xian-xian tidak akan membiarkan Tania baik-baik!


he mm mm...


Anak itu sangat polos...namun setelah mengalami keadaan hidup dan mati, dia pasti lebih peka dan hati - hati ,aku sudah memberimu pelajaran , aku akan mempercayai kemampuanmu, dalam membalikan keadaan apapun yang menimpamu, karna kau adalah Wanitanya Panglima!


" Oke cukup sampai di sini memikirkanmu,saatnya fokus pada tugas!!"


...----------------...


" Suamiku, mm mm... "


" Ya, masakannya lumayan, dia juga anak yang periang dan jujur dengan niat dalam hatinya,ada lagi dia juga bodoh!"


" Wuaaaa... apa tidak salah suamiku, memuji menantuku ...?"


" Kau tidak dengar kata terakhir? dia Bodoh!"


" aku hanya menerima kata yang baik Saja, untuk yang buruk aku tidak mendengarnya!"


" Haissss...kau dengan nya sangat mirip!, saat bersama dengannya aku merasa sedang bersamamu diversi muda...!" sambil mencubit kedua pipi Maya.


" AAA...sakit rubah tua, aku bukan anak kecil!"


" Ya aku juga mencubitnya seperti ini, aku sampai berpikir jika dia adalah putri kita, sangking miripnya dengan sifatmu!"


" Ah, Kau juga berpikir bahwa dia putri kita, ah...itu sangat menyenangkan bukan, tapi sadarlah kau memberiku seorang putra yang sangat mirip denganmu, sangat menyebalkan, dari kecil hanya memasang wajah datar, tidak mau dicium dan dipeluk manja oleh ibunya!"


" Sayang, kau sudah melecehkan masa kecil putramu, mendandani nya seperti wanita,wajar jika dia dingin padamu...dia terlahir sebagai pria sejati namun ibunya, malah ingin merusaknya!"


" Heeeeee...itu bahkan kau juga mengatakan andai saja dia sungguhan wanita, itu pasti juga yang membuatnya tidak menghormatimu!"


" Aishhhh...ya aku salah itu pasti melukai harga dirinya, namun itu kan karna ulahmu!"


"aku ,aku...ya aku juga salah...tapi bagaimana pun sudah berlalu!"


" Ya dan untungnya dia tidak berbelok seperti anak buahmu!"


" Astaga...putraku sangat gantle man, lihat dia malah bermanja pada Tania...aku saja dipulangkan ke kediaman utara agar tidak mengganggunya!, anak itu apakah lupa dari mana dia terlahir!"


" Hahahahahahah...sayang apakah dia sangat mirip denganku?"


" Ya benar dulu ibumu juga mengatakan hal ini padaku, jika putranya sudah lupa dari mana dia berasal!"


" Hahahahahhahahah...jadi ini karmaku sekarang putraku juga menentangku karna seorang wanita!"


" Itu benar sekali...!, tapi apa kau menyesal karna menentang orangtuamu untuk bersamaKu?"


" Hahahaha tidak, nyatanya orangtuaku lebih menyayangimu dari semua anak menantunya...padahal itu pilihan mereka sendiri!"


" Iya aku juga heran,....!"


"Sini peluk...kita sudah lama tidak berdekatan!"


Maya segera memeluk suaminya yang sudah kembali seperti suaminya yang dulu, saat itu Huan sangat kesal pada Panglima karna tidak pernah patuh padanya, dan huan slalu menyalahkan maya untuk itu, hubungan mereka menjadi renggang, namun mereka tetap setia satu sama lain.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2