DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
272.Makhluk Terkuat Sesungguhnya Di Muka Bumi


__ADS_3

Pukul 3 tengah malam Panglima sampai dikediamannya.


Baru akan masuk, ke dalam rumahnya


bruuuuukkkkkkk....


" Dasar suami brengsekkkkk, kau berani pulang??"


Tantan menendang suaminya sampai terpental keluar.


" Oh ....kenapa Tantan sangat kuat" Gumam Dex dan Jack yang juga masih terjaga menemani Tantan.


Sial, tendangannya hampir mengenai organ Vital, sejak kapan istriku menjadi sangat mengerikan.


dalam hati Leon yang juga sangat terkejut.


" uhuk-uhuk...istriku, apa kau ingin membunuh suamimu??"


" kau berani mengatakan kau seorang suami??, suami macam apa menempatkan istri, ibu dan anaknya dalam bahaya!!"


" Maaf ,tapi bukankah kau bisa mengatasinya??"


" Masih berani bicara kau??, dasar suami gila" Tantan menghajar suaminya dengan membabi buta.


Dex dan Jack segera pergi ke kamar mereka masing-masing, dari pada malah kena sasaran.


" Hei...istriku, aku ini seorang Panglima, bagaimana bisa kau menghajar seorang Panglima??"


" Panglima kepalamu, mana ada panglima sangat gila sepertimu..."


" Oh sial memang benar kucing yang baru melahirkan itu akan menjadi macan kelaparan, hah...Ya Tuhan kembalikan istriku yang dulu..."


Panglima sudah babak belur dihajar oleh istrinya sendiri, dan masih tidak di ijinkan masuk ke dalam rumahnya.


" Oh sial... aku tidak menyangka dia akan sekejam ini padaku..."


Panglima duduk di emperan depan rumahnya, dia sedang berpikir bagaimana cara membuat istrinya tidak marah lagi padanya.


Petter yang juga baru saja pulang, terkejut melihat Panglima babak belur, karena seumur - umur Petter belum pernah melihat Panglima di hajar, mungkin luka tembak atau belati, ini siapa yang sudah berani menghajar Panglima sampai tidak berbentuk, pasti dia orang yang lebih hebat dari Panglima.


" Panglima??"


" hemmm" Leon terlihat murung meratapi nasibnya, baru kali ini dia tidak dihormati dengan gelarnya ,siapa lagi kalau bukan istrinya sendiri.


" apa yang terjadi??"


" tak apa..."

__ADS_1


" Apakah istriku di dalam??"


" tidak tahu ..."


" ah, baiklah...." Petter mengetuk pintu secara perlahan.


Panglima diam - diam terkikik.


Aku ingin tahu, apa Petter juga akan mengalami hal yang sama.


dalam hati Leon.


ceklekk....


" Apalagi, kau.... Jendral??"


" Ya aku.... Petter Tantan , apa ada masalah??" tanya Jenderal Petter.


" Kau juga sama saja, apa kau bodoh ...istrimu juga hampi mati, hari ini jangan harap kau bisa melihat anak istrimu, keluar!" Tantan segera mendorong Petter keluar lalu menutup pintu dengan keras.


Petter sangat terkejut, dia bingung apa salahnya, kenapa Tantan tidak mengijinkannya menemui anak dan istrinya.


" hahahahahahahh" Panglima sangat puas menertawakan sahabatnya.


" Panglima apa yang lucu??"


" Tunggu, apa kau di hajar oleh istrimu sendiri...?" Petter baru Sadar, memang tidak ada makhluk lebih kuat, yang bisa mengalahkan seorang suami kecuali istri sendiri.


" Hahahahahahaahahahahahha " sekarang Petter yang tertawa terbahak-bahak.


" Diam kau...brengggsek!"


" hahahahah , lihat wajahmu...hahahahahaha, hahahaja, istrimu sangat kejam, hahahahahah" Petter tak bisa berhenti tertawa.


"byuuuuuuurrrrr...."


" Diam berisik, jika tidak bisa diam kalian bisa tidur dijalan!!" teriak Tantan dari atas Balkon setelah mengguyur keduanya dengan air.


seketika Petter langsung menutup mulutnya.


" Sial, istrimu bahkan tidak memandangku sebagai seorang Jendral...."


" Gelar kita tidak akan berlaku terhadap istri kita!"


" oh sial dingin sekali, istrimu sangat pandai mencotoh perlakuanmu..."


" aku selalu lembut padanya, hiiiiih dengan sekali...."

__ADS_1


Petter dan Leon sudah menggigil kedinginan di depan rumah hingga Pagi mereka tertidur meringkuk di teras rumah.


Maya yang bangun pagi ,dan berniat menyapu di halaman depan terejut.


" Aggggggggggggghhhhh ada mayat..."


teriak Maya histeris san membuat semua orang dalam keluar.


" Ada apa bibi??" tanya Jack dan Dex.


" Ada mayat!, itu jangan - jangan mayat yang di bakar Tan tan kemarin, masih tersisa..."


" ha??"


" Itu... Panglima dan Jendral..." ujar Jack.


" Oh Putraku??, tidak apa dia meninggal???" Maya langsung memeluk putranya itu menangis histeris.


" tidakkkkkkkkk Leonnn bangun nak...siapa yang berani berbuat begini padamu, ibu akan membalasnya... Leon bangun, apa kau tidak sayang anak istrimu lagi, bagaimana mereka akan hidup tanpamu, huaaaaaaaaaaa"


Petter dan Leon langsung terbangun, mendengar tangisan yang mirip halilintar itu, memecahkan telinga mereka.


" Aagggg ibu, kenapa teriak-teriak..."


" Loeh hidup, loh hantuuu, Jack itu kenapa , hantuuuu" maklum sudah menjadi nenek jadi seperti itu.


" Bibi, panglima dan Jendral masih hidup!" tegas Dex.


" oh masih hidup??" Maya melihat di kaki keduanya masih menapak.


" Leon, siapa yang berani menghajarmu sampai begini??, kurang ajar sekali...."


Leon melirik ke arah Tantan...


" Loh siapa???, kenapa tidak jawab??"


" Aku ibu, aku yang menghajarnya semalam " sahut Tantan mengaku.


" Apa???"


" Ibu, dialah yang menempatkan kita dalam ,masalah kedua orang itu bagaimana bisa di sebut Panglima dan Jendral menempatkan kami di Distrik yang sudah di sabotase oleh musuh, kita hampir mati kan!"


" benar kau memang anak kurang ajar, sini biar kalian aku hajar ..memang kalian ini pantas babak belur..." Maya memukuli keduanya dengan batang sapu yang di bawanya.


lagi - lagi Jack dan Dex masuk untuk menghindari keterlibatannya.


" Istriku aku tidak tahu apa- apa sungguh maafkan aku, tolong aku...." Jenderal Petter meminta pertolongan sang istri.

__ADS_1


" Jangan percaya Dia dan suamiku sahabatan, dia pasti tahu, sudah ayo masuk!" Tantan mengakak Suzy masuk ke dalam


__ADS_2