DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
154. Pasangang Clik


__ADS_3

" Panglima, aku menyerah...!"


" Sekali lagi !"


" Dari tadi kau bilang sekali lagi tapi tidak selesai - selesai!"


" Bagaimana ya, kau juga menikmati!"


" please ,,,...!"


" Tidak ...!"


Drrrrrt drrrrrtttt ...


ponsel Tania bergetar...


" Oh, itu Abang Dex!" Tania segera mengambil ponselnya.


" Iya bang bagaimana?"


" Aku bisa membantu mematikan sensornya, namun, kalian harus memberikan kode pintu masuknya karena itu berhubungan dengan semua keamanan di dalam!"


" tapi mungkin keamanan di sini tidak memakai sandi, pakai lockcard!"


" Ah, begitu ya...jika begitu kau ambil lock cardnya, aku akan memadamkan listriknya!, kalian. bisa bergerak!"


" Abang, kita harus mencari lockcarnya dimana?, itu kan tempat rahasia pasti bukan orang sembarangan yang memegangnya!"


" Manager hotel ini, pasti dia!"


Sahut Panglima.


" Memang apa yang kau perlukan di lockcard itu Dex?" tanya Panglima.


" Disana pasti ada barcode, dari situ aku bisa membobol keamanannya!"


" Lalu apa yang harus aku lakukan?"


" Pikirkanlah dulu caranya!"


tittttt Dex mengakhiri panggilannya.


" Panglima, saatnya bergerak!'


" Okey,...!"


" Ahhh, kenapa malah lanjut?"


" Katanya suruh bergerak!,kok salah??"


" Bukan begini, aaagggghhh...!"


" Lanjut sekali lagi ya, biar aku bisa berpikir untuk membuat rencana!"


" Aggggg okkkk okehhhhhh!"


3 Jam kemudian...


Drrrtttt drtttttttt


" ya bang...!" Jawab Tania lemas.


" kenapa lama sekali woy??"


" Iya iya, bentar!'


" Sedikit cepat ya karena aku masih banyak pekerjaan!"


" Baik!, Panglima semua ini salahmu, sudah aku mau mandi!"


Tania segera berjalan ke kamar mandi.


Gedebruuuuuuk,...


" Sayang pelan - pelan!" Panglima segera menggendong Tantan yang terjatuh .


" hiks hiks hiks, Panglima kau kejam sekali!"


" Maaf, maaf...setelah ini kau istirahatlah biar aku yang menyelesaikan misi kita!"


" Tidak, tidak aku juga akan pergi menyelesaikan semuanya!"


" Apa kau yakin?"


" Hmmm, beri aku waktu 1 jam istirahat!"


" Baiklah!... istirahat sambil menyusun rencana!, segini apa cukup?"


" Ya cukup!"

__ADS_1


" Baiklah, berendamlah dulu dan bersihkan tubuhmu, aku pesankan makanan untukmu!"


" Hmmm!"


Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Tania dan Panglima pun makan bersama, kemudian mereka mengatur rencana, untuk mendapatkan lockcard itu.


" Abang coba padamkan listriknya!" pinta Tania lewat telepon.


" Okey, 1, 2 ,3...!"


Listrik pun padam...


Tania dan Panglima stay di atas plafon dan melihat dari atap Plafon ke pintu ruang rahasia itu.


" Apa kau yakin jika mereka akan kemari?"


tanya Panglima.


" Tidak tahu, aku hanya mencoba, jika tidak datang maka kita coba cara lain!"


"Baiklah kita tunggu!"


" Ehmm, Panglima tolong perhatikan baik - baik orang itu seperti apa dan di mana dia meletakkan lockcard nya!, mataku tidak begitu baik dalam kegelapan!"


" Tenanglah, mataku ini milikmu, kau tenang saja!"


" Hmmm, oke aku tenang!"


" Ada yang datang!"


Panglima melihat manager hotel itu membuka dengan Lockcardnya dan masuk...


" Dia menyimpan Lockcard di saku dada bagian kanan sayang!"


" Okey panglima Stay di sini ya, aku turun untuk beraksi!"


Tania segera melompat turun dan segera berganti Pijama.


" Abang, kau bisa menghidupkan kembali listrik nya!"Pinta Tania Dex, mereka masih terhubung bertiga.


setelah berganti baju tidur, Tania membuat rambutnya sedikit acak - acakan.


" Abang aktifkan Fire Alarm Syatem sekarang!"


ngeeeeeeeeuuuuuuuuuuuunggggggg ngeeeeeuuuuuuung...


alarm kebakaran terdengar,


" Sayang apa Manager itu sudah keluar, 50 langkah cepat ,dia akan melewati pintu kamar kita!"


" Abang aku hitung sampai 40 padamkan Listriknya lagi!"


" 1,2,3,4..............40!" Listrik pun padam kembali, segera membuka pintu,


" 8,9,10...!" Tania segera melangkah keluar.


" Bruuuuuuuuuukkkkk!"


Dengan kilat Tania mengambil lockcard dari saku manager itu..


" Aggggggghhhh, siaaapa?, aaaaghhh tolong!" Tania berteriak sangata kencang


" Oh?, nyonya ayo segera keluar!"


" Aku tidak bisa melihat di mana jalan keluarnya?"


" Aggggghhhhhh aggggghhhh" Suara gaduh pun terdengar dan semua penghuni berusaha menyelamatkan diri mereka.


Manager itu menarik Tania berlari keluar,


namun karna banyaknya orang ingin menuju tangga darurat, tangan Tania pun terlepas.


Tania segera balik arah, kembali ke kamarnya,


" Abang, aku tidak bisa melihat dengan baik, bisakah mengidupkan lagi!"


" Tidak bisa ,itu akan repot nanti!"


Panglima segera turun, dan menghampiri Tania yang gerayapan di pintu tangga darurat.


" Aah, siapa?" teriak tanua terkejut


" Ini aku sayang...!" Panglima menarik tangan istrinya, mana ponselmu kau ambil gambarnya, aku akan menyoroti dengan senter agar jelas.


Dengan gercep, mereka segera menngambil lock card, dan mengirim pada Dex


" Apa jelas abang?"


" Masih bisa kebaca!, kalian bersiaplah untuk menerobos tempat itu, jangan gunakan lockcard untuk masuk!"

__ADS_1


" Kami sudah menyiapkan jalan sendiri, hanya butuh sensor itu mati !"


" Ya, ya 3 menit lagi tunggu!"


" Go!!" Teriak Dex.


" Sayang lompatlah dulu!" Tania segera melompat masuk kedalam ruang rahasia, kemudian Panglima mengikuti.


" Pakai center ini!"


memberikan senter pada Tantan.


" Ayo cepat waktu kalian tidak lama loe, 15 menit saja, sebelum mereka menyadari keamanan mereka di bobol!"


Panglima dan Tania berpencar mencari.


" Aduh, ada 2 brangkas, bagaimana membukannya?"


" Lihat code di belakang Brangkas itu!"


" Panglima tolong lihat!"


" TG- 02- 21 CD!" panglima membacakan


" putar kanan 3x, kiri 2 x, kanan 1x, kiri 5 x!"


Tania segera memutar brangkas itu sesuai arahan Dex, dan Brangkas itu terbuka.


" Brangkas satunya apa?"


" CT 053 7G5HD"


" 777091864"


Tania menekan Sandi sesuai yang di ucapkan Dex.


" Cepatlah ambil dan keluar!"


Tania dan Panglima melihat satu persatu dokumen itu..


" Cepat, mereka sudah mulai memperbaiki! keamanannya!"


" Aku dapat!" ujar Tania.


" Aku juga dapat!, cepat naik lebih dulu sayang!"


Tania dengan lincah melompat ke atas Plafon dan di susul dengan Panglima.


" Sayang, aku pakai Center ini turun lewat tangga darurat, jangan lupa buang lockcard nya di depan tangga darurat!"


" Baik!, lalu panglima?"


" aku harus membereskan kerusakan kecil ini dulu!, dan membawa bukti ini pada anak buahku!"


" Oh ya, jika sudah sampai lantai dasar matikan senternya sebelum bergabung keluar dengan yang lain!"


" Mengerti!"


Tania segera menuju tangga darurat, sebelum menjatuhkan lockcard tania berjongkok meletakkan lockcard di pahannya dan menggosok - gosok dengan lengan bajunya baru menjatuhkan lockcard itu, untuk berjaga - jaga.


Tania segera turun dan bergabung dengan para tamu hotel yang panik keluar dari hotel.


Dan Lima menit kemudian Listrik kembali normal, semua mengehela nafas dengan lega.


Manager hotel itu segera menuju ruang keamanan, dan mencari tahu apa yang terjadi, dan untuk staf yang lain mencoba untuk menenangkan tamu hotel yang ribut - ribut.


" Apa yang terjadi?"


" Keamanan kita dibobol tuan!"


" Apa?, bagaimana dengan ruang rahasia?" Sambil meraba sakunya.


" Sial lockcardnya hilang!"


" Apa?"


" Coba kalian cek apa pintunya terbuka, sistem keamanan kita tinggi meski listrik padam, masih bisa mengakses lockcard!"


Mereka segera menelusuri ,


" pintu terbuka, terakhir saat lampu padam!"


" Itu aku yang membuka!"


" Iya setelah itu tidak ada akses masuk lagi!"


" Ah, pasti jatuh saat berdesakan turun tangga tadi, kalian coba cek lagi tempat itu adakah, barang yang hilang, dan sekalian cari lockcard itu di pintu - pintu tangga darurat.


" Baik tuan!"

__ADS_1


" Aku harus meminta maaf pada para tamu, aihhhh akhir - akhir ini terasa sangat merepotkan!" Gumam manager itu dan segera menuju halanan depan Hotel.


__ADS_2