DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
226. Aksi Jack


__ADS_3

Jack mengambil kunci di bawah pot, dan segera membukanya


benar saja semua sama persis dengan yang dikatakan Panglima,


saat 3 penjaga sedang berganti shift Jack segera membuka jendela, dan segera masuk dan berjalan menempel pada dinding,


Dan akhirnya Jack sampai, di dekat tangga, dia segera menembakan pistol berisikan bubble karet pada kamera - kamera yang tepasang Kediaman dia berjalan menaiki tangga, menembakan lagi Pistol ke setiap kamera, Jack menuju balkon untuk melihat semua tata letak kepresidenan dengan sempurna, dari ketinggianlah dia bisa mencari apa yang dia cari, karna panel kabel listrik pasti terhubung sampai ke atas.


Benar saja, genset itu berada di halaman belakang kepresidenan , menggunakan kaca mata canggihnya dia melihat urutan kabeli genset itu


" Jadi ini dia jalurnya...!"


" Hemm..." Tanpa ragu - ragu Jack memotong kabel jalur genset.


" Hei siapa kau??"


" Anjir aku terbawa suasana sampai lupa kanan kiri!" Gumam Jack.


Jack berbalik dan segera memukul tengkuk wanita yang akan menjemur pakaian di atas balkon .


" Huffft..."


Jack segera mengikat wanita itu dan menutup mulutnya, agar dia tidak menyusahkannya saat beraksi, dari pada tiba-tiba dia bangun dan teriak-teriak maling kan repot .


Jack kembali turun ke lantai bawah, dengan segera dia menekan sandi yang telah di beritahu panglima padanya, dan lantai itu terbelah sempurna, Jack melihat situasi sebelum lompat ke bawah tanah.


" Aman, saatnya terjun...!"


setelah Jack terjun pintu itu tertutup otomatis


Jack berjalan - jalan santai mengikuti lorong bawah tanah itu, dan mencari di mana .


Ternyata memang ada beberapa orang yang bertugas di tempatkan di ruang bawah tanah untuk mengurusi keperluan Jendral dan ayah Tantan.


Jack mendapati seragam yang sama dengan beberapa orang yang sedang sibuk di dalam dapur,Jack segera mengenakan nya dan bergabung masuk ke dalam.


" Loe kamu siapa??" tanya seorang ibu paru baya yang sedang memasak.


" Saya orang baru nyonya...saya bagian mengantar makanan, tapi saya belum tahu di mana ruangan yang harus saya antar!"


" Apa kau tidak mendapatkan brifingan sebelum datang ke sini?"


" Mereka meminta saya untuk bertanya langsung pada senior di sini!"


" Sangat merepotkan, di sini hanya ada 2 ruangan itu seorang perwira dan Jendral...di sana dan di sana...!"


" Baik...!"


" Kau bisa mengantarkan makanan ringan terlebih dulu...dan minuman!"


" Wah ini makanan yang cukup enak!"


" Jelas, mereka tidak boleh jatuh sakit...!"


" Hemmm baik nyonya saya antar sekarang!"


Jack mendorong kereta kecil berisi makanan.


Jack mengetuk pintu


tok tok tok...


" Snack makan malam...!"


Jack segera membuka pintu itu dengan kunci.


Jack mendorong masuk ke dalam dan menutup pintu, lalu membuka maskernya.


" Jenderal, ini aku...!"


" Jack...kau...!"


" Jenderal Panglima menunggu di luar, kita bersiap - siap keluar oke...?"


" bagaimana dengan paman Latif??"


"aku akan ke samping, bersiaplah hari kalian pasti sangat berat hanya makan tidur tidak dapat melihat siang dan malam...!"


" Hmmm, aku mengkhawatirkan Istriku...!"


" Istri anda dalam keadaan baik, sebentar lagi bayi kalian lahir bukan tidakkah kau ingin berada di sampingnya, semangat Jendral!"

__ADS_1


" Ehm.... terimakasih Jack, ayo kita keluar!"


" Pakailah ini Jendral,, kita akan keluar lewat pintu depan apa anda ingat ke arah mana??"


" Ingatlah, cepat kau beritahu paman, kita tidak bisa membuang waktu!"


" Baik!" Jack beralih ke kamar sebelah


"Snack malam...!"


teriak Jack sambil membuka pintu yang terkunci itu


" Ehmmmmmm....aku tidak lapar bawa kembali saja!"


Jack segera menerobos masuk, dan segera menutup pintu.


" hei kau mau apa??"


" Paman ini aku Jack, ayo cepat ganti pakaianmu kita keluar dari sini...!"


tanpa banyak tanya Hatta Latif segera berganti pakaian.


" Ehmmm...aku akan kembali nanti...!, karena masih ada makanan lanjutan!, setelah selesai makan kita akan beraksi!"


Jack segera keluar dan kembali ke dapur.


" Apa sudah siap?"


" Ya, berikan makanan pokok dan penutup, setelah itu kau bisa istirahat!"


" Baik nyonya...apa yang lainnya juga istirahat?"


" Ya, kami akan kembali ke atas...di sini tidak ada tempat istirahat, apa kau sudah mendapatkan kamar mu??"


" Sudah hehehe...!"


"Bagus, ini cepat antar dan istirahat!"


" Ya...!"


Jack mengantar segera pada Jendral dan juga Ayah Tantan., mereka ternyata sudah bersiap dengan pakaian pelayan.


Jack pun kembali ke dapur memastikan, semua orang pergi , jika sudah sepi maka dia akan membawa Jendral dan ayah Tantan keluar.


" hehehehe ...aku lapar nyonya...!"


" Tidak ada makanan di sini, kau bisa ke dapur atas!"


" Ehmmm...!"


" ayo...!"


" Sebentar aku mencari jam tanganku, aku lupa menaruhnya!"


" Kau baru saja bekerja tapi sangat ceroboh!"


" Maaf , maaf...!"


" Segera pergi setelah jam mu ketemu!"


" Baik nyonya, ...!"


Ibu paruh baya itu segera meninggalkan ruang bawah tanah.


" Sekarang!!"


Jenderal dan Ayah Tantan segera keluar dari kamarnya dan mengunci pintu dari luar kembali.


" Ke sana kan pintu keluar!" Jack menunjuk pintu besi di sebelah dapur.


" Ehmmm..." Jendral mengangguk.


mereka segera menuju pintu besi itu namun tidak aka tempat untuk menekan sandi.


" Sial...!"


" Ada apa Jack??"


" Panglima tidak memberitahuku, cara keluar dari sini ...!"


" Apa??, coba di cari dulu!"

__ADS_1


mereka bertiga sibuk meraba-raba pinggiran pintu dan muka pintu untuk menemukan sesuatu namun tidak ada yang mereka temukan.


" Dia hanya akan terbuka dengan barkode!" Ujar Petter.


" Ehmmm... yang bisa memecah hal seperti ini hanya Dex saja!"


" Hemmm...kita tidak bisa lewat pintu ini!"


ujar Hatta


" Kita kembali ke sana!" Jack memimpin jalan.


Petter dan Hatta mengikuti dari belakang


" Ini jalan buntu Jack...!"


Jack berdiam diri untuk berpikir, jika melewati pintu ini lagi kemungkinan besar akan ketahuan.


" Paman Jendral, pintunya di atas tapi kita akan ketahuan jika lewat pintu ini!"


" Apa kau membawa senjata??"


" bawa paman!"


" Ya udah, sekarang kita bertaruh saja...kita akan bertarung untuk keluar!"


" Begini aku hanya membawa 2 senjata...paman dan Jendral tolong lindungi aku, aku akan menghubungi Panglima jika kita sudah naik ke atas!"


"pertama Lepaskan pakaian ini, aku sangat tidak nyaman!" Jendral merobek baju pelayan yang sangat ketat di pakainya.


" Hemmm....baiklah ...tolong angkat aku Jendral!" Petter segera menyunggi Jack di bahunya,


" Paman, setelah pintu terbuka aku akan. menarik anda siapkan kuda-kuda untuk melompat keluar!"


" ehmmmm....!"


Jack segera menekan tombol Lcd ,


namun pintu tidak mau terbuka.


" Apa tidak berfungsi?? mungkin kau salah ingat!"


"tidak mungkin aku sangat ingat!"


" Coba telpon Panglima!" pinta Hatta.


" Tidak ada signal paman...!"


" Sepertinya tidak ada jalan keluar!". Gumam Petter.


" Sebentar biarkan aku berpikir, Jendral apakah masih kuat menopang??"


" Ya...!"


Jack mengulangi namun salah ...


" Jika ini terulang 3 kali maka kita tidak akan bisa keluar jika sampai terblokir!"


" Tenang Jack, ...kau pasti bisa!"


Jack mengingat pelajaran yang ia. dapat saat menemani Dex menjalankan misi.


" Bodoh aku ini, karna ini di balik pintu pasti sama seperti kata Dex , balik sandinya!"


" Apa kau yakin??" Tanya Hatta


" Paman , Jenderal kita tidak ada pilihan lain... maju mundur semuanya sama...kepentok!"


" Sudah lakukan saja, tidak ada salahnya mencoba!" tegas Petter.


" Ehmmm, Paman Jendral bersiaplah juga tidak ada salahnya!"


" Ya!" Petter dan Hatta menyiapkan dirinya untuk melompat, Hatta akan melompat lebih dulu sebelum Jack karena Hatta yang memegang Senjata .


" Baiklah, Tuhan tolong mudahkan jalan kami!" ujar Jack sebelum menekan sandi yang di baliknya.


" ehmm..." Jack membali sandi itu dengan sempurna.


Dan....


Bersambung....

__ADS_1


hehehe


tinggalkan komentar untuk menyemangati Author supaya bisa up lebih dari 1 bab di hari sabtu, Like nya juga boleh...


__ADS_2