
" Apa?, bagaimana bisa???" Tantan terkejut
" Oh, apa yang terjadi?" Hatta Latif menjadi bingung.
" Hhahaahahhah aduh paman Ziiie, kenapa kau mengenaliku sangat cepat?, aku belum puas bermain-main dengan tunangan panglima!"
" Jimmi kau ini dasar anak nakal!!, sebenarnya apa maksudmu dengan ini?" Zie meminta penjelasan pada Jimmie..
"Aihhh, maaf kan aku. karna sudah ketahuan bisakah lepaskan ikatanku ini dan anak buahku?"
" Paman?, apa kau tidak salah mengenali orang?, bagaimana bisa panglima dan jendral memiliki teman seorang pembunuh?"
" percaya padaku nona, tolong lepaskan ikatan mereka, anak ini memang sedikit luar biasa!"
" Baik aku percaya pada paman, ayah minta anak buahmu melepas ikatan mereka!"
" Lepaskan ikatan mereka!!" perintah Hatta Latif
ikatan Jimmie dan anak buahnya pun segera dilepaskan.
" Uuuhhh....lumayan sih dipukul hingga begini, aihhh sudah lama aku tidak merasakan terluka, aduh nona, bisa kau obati luka kami?"
" Ah , Jimmie sebaiknya kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi!" Zie sangat ingin tahu kejelasanya.
" Okey, maaf untuk Tuan perwira dan nona Panglima eh nyonya panglima, aku sangat usil!"
" Haduh jadi kau tidak ada hubunganya dengan Xian xian?" tanya Tantan
" Ada juga!"
" Apa?"
" Aku akan cerita tapi aku haus dan merasa sedikit perih!"
"Ambilkan kotak P3!, dan minim!" pinta Hatta Latif.
" Coba ceritakan pelan - pelan aku akan mengobatimu!" ujar Tantan.
" Hmm mm, aku mendapat tugas dari panglima, sehingga aku dari New York kembali ke sini!, seharus aku harus ke tempat jendral tapi anak buahku mendapat misi membunuh seseorang aku meminta anak buahku menyelidiki identitas mu, ternyata kau adalah anak perwira dan wanitanya panglima hahahah,kebetulan yang sangat kebetulan!, ahh...ssssh kenapa kau menekan lukanya?"
" Siapa suruh kau tidak tahu diri, dan kau pasti memilih uang dari pada pertemanan kan?"
" Salah!!!"
" Lalu kau memilih pertemanan?"
" aku memilih keduanya!"
" Mana bisa begitu???, kau ini !!" Tania emosi.
" Haduh anak ini!" Zie menepuk jidatnya, Zie sangat memahami sifat teman dekat panglima.
" Ya, kan...lumayan dapat uang muka 800 juta, aku tinggal mengatakan misi ini gagal, jadi dia tidak perlu membayar sisanya kan?"
" Kau, memang tidak bisa melihat uang lewat begitu saja !" ujar Zie tidak terkejut.
" paman, ini kan pekerjaan, yang sangat menguntungkan!"
" Hah, terserah padamu!" Zie tak mau tau.
__ADS_1
" Panglima, sangat menyayangi dan menjaga tunangannya!, panglima juga sudah bercerita banyak tentang semua, jadi aku datang untuk membantumu balas dendam!, aku sudah mengambil uangnya cuma-cuma, jadi uang itu tinggal kita pakai untuk membayar orang untuk memberinya pelajaran, heheh jadi senjata makan tuan!!, bagaimana?"
" Aku setuju!!!, aku merasa kita bisa menjadi teman baik!" Ujar Tania yang langsung menyetujui tanpa ragu-ragu..
Hatta dan Zie menggaruk kepala mereka yang tidak gatal.
" Haduh Tuan Ziie kita tinggalkan anak - anak muda ini, sepertinya kita yang tua ini terlalu khawatir!"
" Benar Tuan perwira, heheheheh saya rasa Jimie dan nona sangat sejalan, mereka tidak butuh bantuan kita!"
" Ya, kita telah meremehkan mereka! ,eh anak muda maafkan perlakuan tidak baikku tadi!" Hatta latif meminta maaf.
" Tuan perwira tidak perlu sungkan,anak itu memiliki kulit badak, dan juga dia mendapat uang 800juta untuk goresan kecil itu tidak seberapa!"
" A haha hah begitu juga masuk akal!"
Hatta Latif dan Zie meninggalkan ruang bawah tanah.
" Jadi namamu Jimmie, baiklah bagaimana kita akan memulainya?"
" Tenanglah Nona, pelan - pelan saja!, aku akan memberikan 2 anak ini untuk menjadi bawahanmu sementara!, mereka bisa melakukan apa saja!"
" Aduh, kau sungguh baik sekali!!!, kau sangat tulus membantu kau benar-benar teman baik panglima!" menyangjung berlebihan, jika saja Tania tahu panglima hampir kehabisan tabunganya untuk membayar temannya itu.
" Tentu saja..hehe hehe!"
Gadis ini tadi terlihat kejam, sekarang kenapa terlihat sangat polos?
sepertinya sifat kejamnya hanya muncul diwaktu tertentu atau saat terdesak.
" Lalu aku harus memulai dari mana?"
" Benarkah...?, wah oke kalau begitu jadi apa kau hanya akan diam saja?"
" Hehe heh tentu saja!, ini pekerjaan rendah bukan levelku untuk mengerjakannya, aku punya tugas penting, aku harus menemui Jendral Petter!"
" Oh ya, lalu bagaimana jika Xian-xian mencarimu?, kau tidak melakukan tugas dengan baik, dan kau sudah mengambil uangnya!"
" Nona, sangat mengkhawatirkanku?, aku sudah membuat kabar ,jika aku tertangkap oleh ayahmu dan mati tanpa sisa!"
" Apa?, bukankah itu ayahku akan dapat masalah?"
" Mana ada?, dia kan berencana membunuhmu tanpa terlibat, aku mati dan dia kehilangan uang 800juta itu lebih baik dari pada aku menyebut namanya!"
" Ah itu bisa diterima!, kalau begitu terimakasih!'
" Tidak perlu, di sini uang 800juta kau bisa gunakan untuk membalas dendam, aku tidak bisa meremehkan wanitanya panglima, aku akan menunggu performa mu!"
" Oh, bukankah ini uangmu?"
" Iya, ambil saja aku sudah dibayar lebih besar dari itu oleh panglima, itu hadiah kecil untuk perkenalan kita, aku harus pergi!, sampai jumpa!"
Jimmie pun bergegas pergi
Kini hanya tinggal 2 anak buah Jimmi dsn beberapa prajurit ayahnya .
" Jadi siapa nama kalian?"
"Saya, Dex dan teman saya jack!"
__ADS_1
" Baiklah, bisakah kita bekerja Sama mulai sekarang?"
" Ya bisa nona !"
" Tapi sepertinya kalian kesakitan ya?, apa perlu ku dokter untuk mengobati kalian?"
" Tidak perlu, ini hanya luka kecil nona!"
" Oh, baiklah, tapi bagaimana jika xian tahu kalian dipihakku?, dan belum mati?"
" Kami memiliki beberapa identitas nona tenanglah!"
" oh itu bagus sekali ya!, okey...kalian aku pulang ya, kalian harus berada disekitarku!"
" Baik!"
" ayo keluar dulu dari sini, aku kurang nyaman!"
mereka pun keluar dari ruang bawah tanah.
" Ayah, aku harus pulang!" ujar Tantan.
" Ya, di sini kurang baik situasinya pulanglah!"
"Ya ayah, paman ayo kita pulang, oh iya ayah aku membawa mereka pulang ya?"
"oh, Ya...!"
ya...sepertinya itu cukup baik, jika mendengar cerita tuan Zie tentang jimmi tadi cukup menarik.
dalam hati Hatta sedikit lega.
" Terimakasih ayah!, aku pulang dulu!'
" Tuan perwira, saya juga permisi!" Zie pun berpamitan.
" Baik!!, sekali lagi terimakasih Tuan!"
" Sama-sama!"
mereka pun segera masuk ke dalam mobil dan pergi .
**Yah, anak muda sekarang sangat hebat!,
pantas saja aku memukul mereka dengan sangat kuat mereka tidak merintih sedikit pun,
aku akan sangat lega karna banyaak yang ingin menjaga putriku,...
Hah, kembali ke tugas kali ini,
semoga kekacauan ini juga lekas teratasi,
aku sangat tahu, dibelakang semua ini pasti perbuatan orang-orang serakah yang memiliki kedudukan kuat,
orang-orang ini gila jabatan,harta,dan kehormatan...mereka lebih memilih uang dan kesejahteraan pribadi dari pada masyarakat,
hemmmm...menyedihkan!!!
dalam hati Hatta.
__ADS_1
Bersambung**....