DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
146. Orang - orang yang pengertian


__ADS_3

" apa yang kau pikirkan sayang, jangan memikirkan yang aneh -aneh, ayo tidur!"


" Ya, baiklah...!"


Malam pertama terlewatkan begitu saja...


...----------------...


Pagi - pagi sekali Maya datang berkunjung ke Paviliun Panglima.


Maya menerobos saja ke dalam kamar pengantin.


Terlihat anak dan menantunya, masih tidur pulas berpelukan.


" Aih, mereka belum melakukannya!" Maya merasa sangat kecewa tapi bagaimana lagi, 2 pasangan itu ternyata lebih polos dari yang dibayangkan.


Maya segera keluar menuju dapur, Maya memasakan sarapan untuk kedua anaknya itu.


" Gemas sekali, mereka padahal sudah begitu lama melewati suka duka bersama ,bagaimana bisa mereka melewatkan malam pertama begitu saja!" Bergumam sambil memasak .


" Seharusnya aku memberikan mereka obat perangsang,tapi itu bisa berpengaruh tumbuh kembang cucuku nanti!, aihhh sebaiknya aku bersabar!"


Maya melanjutkan memasaknya, dia mencoba menghibur hatinya dengan bersenandung.


Tantan pun terbangun karna mencium aroma ,yang membuat perutnya dangdutan.


" Siapa yang memasak???" dia melihat suaminya masih tertidur pulas, Tantan pun segera turun dari ranjang dan berjalan menuju dapur secara perlahan.


" Ibu ..."


" Eh anak menantu, sudah bangun, tidurlah nak jika masih mengantuk ,nanti ibu bangunkan jika sudah matang!"


" Ibu perutku sudah keroncongan, mana bisa tidur!"


Tania berjalan ke wastafel dan mencuci mukanya.


" Ibu masak apa?"


" Panglima sangat menyukai gulai, jadi ibu masakan, Tantan suka tidak?"


" apa saja suka bu...aku bukan pemilih makanan!"


" Oh bagus..."


" Ibu, kenapa repot - repot memasak untuk kami?"


" Ibu khawatir kalian kelelahan ,jadi ibu datang untuk memasak"


" Ibu terimakasih!"


" Sama - sama"


" Ayah sekarang sibu apa ibu?"


" Di rumah saja, perusahaan Ayah Bangkrut, tapi itu adalah jalan terbaik"


" Kenapa begitu?"


" Ya kan selama ini Ayah, dibantu oleh Luxian mendirikan perusahaan Zang!"


"jadi secara tidak langsung Luxian membantu keluarga Zang hihihi"


" Ya, jika Perusahaan Zang masih berdiri, ayah juga tidak akan lepas dari pemeriksaan, itu pasti akan membuat Panglima lebih kesulitan lagi,meskipun ayahmu itu tidak tahu jika Luxian adalah pengkhianat negara!"


" Dia membuat rakyat menderita dan memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingannya sendiri, aku berharap dia dihukum mati!"


" Ya, jika seumur hidup takutnya dia masih ada kemungkinan kabur!"


"Ya karna istrinya berhasil kabur, aku juga ingin Luxian di hukum mati bu!"


" Dia juga wanita jahat, semoga saja hukum di negara ini benar-benar bisa menegakan keadilan!"

__ADS_1


" Jika dia bisa kabur aku akan melenyapkannya sendiri saja!"


" Oh menantuku, kau membuat ibu takut!"


" Hehehe maaf ibu...bukannya aku tidak pemaaf namun, justru aku meringankan karmanya!"


" Oh kenapa bisa begitu?"


" Ya, aku masih berbaik hati dia mendapat balasan dariku dari pada Tuhan sendiri yang menghukumnya kan bu?"


" Hohohihhihi, setuju menantuku"


" Wah sudah matang, baunya enak sekali bu...!"


" Nah,ayo bangunkan suamimu!, ajak di sarapan bersama, ibu pulang dulu ya!"


" Loe ibu tidak sarapan dengan kami?"


" tidak, ibu belum memasak untuk ayah dan Seon"


" Hmmm, ibu seharusnya tidak perlu repot-repot memasak untuk kami!"


" Tak apa, ibu senang...kalau begitu ibu pulang dulu ya!"


Maya sangat pengertian pada sepasang pengantin baru, jadi tidak ingin mengganggu mereka.


Tania pun segera kembali ke kamarnya, ternyata suaminya sudah bangun dan baru selesai mandi.


" oh tampan sekali!" Tania terpanah dengan aura ketampanan Panglima.


" Heh, kau baru tahu jika suamimu ini sangat tampan?"


" huh, percaya diri sekali, ibu barus saja pulang"


" aku tahu..."


" Ibu sangat baik sekali ,mertuaku ini memang tiada duanya"


" Tidak perutku sudah lapar, ayo kita makan!"


Tania menarik Panglima ke meja makan.


" Kambing lagi???" Panglima terkejut.


" Kata ibu kau sangat menyukainya!"


" Astaga, staminaku kemarin saja belum terpakai ini makan lagi daging kambing!"


" Oh, ya?? lalu bagaimana?"


" Ya bagaimana, lawannya masih belum siap!"


" oh begitu, kalau begitu aku akan memasakan yang lain untukmu!"


" Tidak usah sayang, kita makan masakan ibu saja!"


" Jadi bagaimana jika berlebihan Stamina?"


" Ya, paling - paling juga kau akan menjadi sapi panggang!"


Tania menelan ludah,


" Hahahahahahahaha" Panglima tertawa lepas melihat ekspresi Istrinya itu.


" Menyebalkan"


" Kau lucu sekali sayang hehehe"


...----------------...


setelah sarapan bersama, meraka berjalan - jalan keluar Paviliun.

__ADS_1


Terlihat Jendral Petter sedang membantu Suzy menyapu halaman depan paviliunnya.


" Suzy...!" Teriak Tantan sambil berlari menghampiri Sahabat nya itu.


"Tantan, kau sangat energik!, pagi Panglima" ujar Suzy menyapa.


" Kalian mau kemana?" tanya Jendral Petter.


" Ehmmm...jalan - jalan saja!"


" Aduh, kau mau berkeliling distrik bergandengan tangan, kau sungguh tidak punya hati panglima!"


"kenapa?"


" Kau akan membunuh tanpa menyetuh para jomblowers!"


" Pufffffftttttt...."


" kata - kata Jendral kekinian. sekali ya!" Tania memberikan kedua jempolnya.


" itu, pasti yang mengajari Memei" Ujar panglima menebak.


" oh ya panglima, Tantan ..aku akan segera menjadi ayah loe!"


" Whattttt???" Tania terkejut.


"Syukurlah, selamat Jendral!" ujar Panglima juga merasa bahagia


" Eh , Suzy kau sudah dijadikan Babi panggang oleh Jendral?"


" eh kok babi panggang?" Ujar Jendral dan Suzy bingung.


" iya kan membuat anak itu seperti memasak daging panggang dibolak balik ditusuk!"


" Astaga Tantan!" Suzy terkejut


" Panglima, apa yang kau ajarkan pada Tantan?, kenapa dia sangat tidak sopan?" ujar Jendral Petter yang juga terkejut.


Panglima segera membungkam mulut Tantan yang tidak berhenti nyerocos mencoba menjelaskan.


" Ini ajaran anak buah Jimmie, aku sendiri belum berpengalaman bagaimana menjelaskan hal senonoh ini padanya!"


" Hmmm hmmm hmmm" masih berusaha berbicara.


" Oh astaga, Tantan...jangan katakan hal seperti itu pada orang lain ya!"


Jendral menasehati dengan lembut.


Panglima melepas bungkamannya


" Ya Jendral siap!!" jawab Tantan Patuh.


" Ya sudah kami tidak mengganggu kalian, kami jalan dulu" Panglima segera menarik tangan Tantan pergi.


" Istriku, kau harus mengajari nya menjadi istri yang baik, semua perilaku istri seorang tentara slalu diperhatikan, jangan sampai Sahabatmu membuat masalah untuk Panglima, karna semua perilaku buruk seorang istri akan berimbas pada suami dan jabatannya!,kau nasehati dia pelan - pelan jika ada kesempatan!"


" iya suamiku, Tantan pola berpikir nya masih seperti anak - anak!"


" Panglima akan slalu mentoleransi kenakalan anak itu, namun orang yang tidak menyukainya akan slalu menjadikan itu senjata untuk menjatuhkan Panglima!"


" Aku mengerti suamiku, bukankah dulu akau juga sangat nakal sepertinya?, aku yakin Tantan juga akan berubah!"


" oh ya aku hampir melupakan itu ,tapi kau jangan meremehkan sahabatmu, dia dalam berstrategi berperang dia sangat diluar dugaan meskipun idenya diluar kewajaran, aku sempat khawatir jika Tania akan menjadi kelemahan Panglima, siapa sangka anak nakal itu menjadi senjata tersembunyi untuk kemenangan Panglima, mereka pasangan diluar kewajaran!"


" tentu saja dia Tantanku Jendral!"


" Hmmm, anak itu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain!"


" Aku senang mereka akhirnya bisa bersama, setelah melalui banyak kesulitan yang begitu banyak dan bertubi - tubi, mereka bertahan sampai sekarang!"


" Ehm...mereka pasangan yang diberkati Tuhan!"

__ADS_1


mereka berdua sangat bahagia melihat Tantan dan Panglima akhirnya bersama, meskipun semua masalaj belum terselesaikan dengan tuntas,tapi mereka yakin keduanya akan dengan mudah melewati semua itu.


__ADS_2