DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
48 Mendapat tugas


__ADS_3

" Lapor panglima, nona Xian-xian tadi sebelum datang kemari, nona ke butik ibu panglima terlebih dahulu baru kemari namun terjadi sesuatu yang membuatnya kembali!"


" Hahahah ... biarkan saja, tetap awasi gerak-geriknya!'


Ibu. itu pasti ulahmu...


Leon tersenyum dalam hati.


terlihat Tania datang terengah-engah.


" Panglima ... aku lelah sekali ...!"


menjatuhkan tubuhnya ke pelukan Leon. Leon segera mendekap dan mencium pucuk kepala Tantan.


"apa wanitaku sudah menyerah?"


masih mendekap erat.


" Panglima aku aku tak bisa bernafas jika kau memelukku sekencang ini!"


"hmmmm siapa suruh kau sangat menggemaskan!" semakin mengeratkan pelukan.


" Panglima apa kau tidak bosan padaku?"


Leon mencubit hidung Tania gemas.


" Menurutmu?"


" mana ku tahu, cepat jawab!"


" tidak mau!"


" jawab!!!"


" tidak mau!!"


" iggggggggggh" Tania menggigit lengan Leon karna kesal.


" auuuuuuuh, kenapa kau menggigit?"


" Jawab! "


" mmmmm, tidak akan pernah bosan!"


" awas sampai kau bosan padaku aku akan meminta paman Anton menghajarmu!"


"Kenapa tidak kau sendiri saja yang menghajarku?"


tok tok tok


" Panglima, Komandan memanggil anda segera!"


" Ya!"


" Apa kau akan menerima tugas lagi?"


" Sepertinya ..."


"kenapa cepat sekali mendapat tugas?, kan baru saja selesai bertugas!"


" Jika aku harus turun tangan, berarti keadaanya rumit dan tidak sederhana!"


" Apa aku boleh ikut?'


" Tidak!!! "


" aku belum puas melepas rindu padamu, Panglima sudah harus pergi lagi!"


" aku juga belum tahu kapan harus berangkat,tenanglah jika aku pergi kau hanya harus tetap menungguku dengan baik!, aku akan segera kembali! "


" Janji"


" aku janji, sekarang mandi dan istirahat!, aku akan segera kembali!"


"mmmm"


Tania menurut....


Aku sudah terbiasa dengannya dan dia akan pergi bertugas lagi...


Tania merasa sangat sedih, namun itulah resikonya mencintai seorang panglima.


Di kediaman Hatta Latif.


" Apa?, jadi benar itu Tania?"


" Ya komandan, nona sudah hampir 2 bulan ikut pelatihan di sana, namun namanya tidak masuk dalam anak didik militer!"


" apa yang anak itu lakukan di sana, bagaimana dia bisa masuk ?"


" Sepertinya nona kenal orang dalam komandan"


" Jendral Petter, ada hubungan apa dia dengan Jendral Petter? aku harus memastikannya sendiri!"

__ADS_1


Beraninya anak itu, Jika tidak ada yang mengirimkan foto ini , aku tidak akan tahu, aku sudah sangat curiga sejak saat itu tapi mereka bisa menutup i dengan baik.


****


" Apa kau sudah mengirimkan fotonya?"


" sudah nona Xian, perwira itu sudah melihat dan segera memerintah anak buahnya untuk menyelidiki langsung! "


" kerja bagus!, kucing Liar itu tidak tahu dia sedang berhadapan dengan siapa?"


Tidak ada satu orang pun yang bisa berebut Panglima denganku, kita tunggu sampai mana kau bisa bertahan.


....................................................................................


" Panglima,...." melompat ke pelukan Leon.


" kenapa belum tidur?"


" aku menunggu panglima kembali"


" aku sudah kembali ayo tidur! "


"Panglima kapan berangkat bertugas?"


" Satu minggu lagi sayang, kau masih punya waktu satu minggu denganku,apa kau ingin ke suatu tempat?"


" aku aku ingin ikut dengan Panglima bertugas aku janji tidak akan menjadi beban untuk Panglima!"


"kau adalah satu-satunya kelemahanku, Menurut lah jaga dirimu baik-baik, akan ada orangku yang diam- diam menjagamu mulai sekarang,Micel juga akan bersamamu, di sini tidak akan ada yang berani menyentuh mu!"


" hiks hiks,hiks hiks berjanjilah kau akan kembali dengan selamat!"


"kau menangisiku?,kau tidak percaya dengan kemampuanku? ingatlah janjiku, aku akan segera kembali dengan selamat!"


memberikan Tania ketenangan dalam pelukannya,


Tania pun terlelap dalam pelukan Panglima.


jika seperti ini, rasanya seperti 5 tahun yang lalu,


hmmmmm seharusnya aku ini menjadi om mu bukan?


satu minggu ini Leon dan Tania menghabiskan waktu mereka bersama.


"apa kau suka berbelanja?"


" tidak!"


" lalu apa yang kau suka?"


" Haha, gadis nakal mulutmu itu bisa tidak satu hari saja tidak menggodaku?" mencubit gemas bibir Tania.


Leon bermanja di pangkuan Tania,


Tania membelai lembut rambut panglima,mencubit hidung dan pipi panglima, menarik-narik ke dua daun telinga Panglima.


sedangkan Panglima sangat suka memainkan rambut Tania, kadang sangking gemasnya Panglima menarik rambut Tania sampai Tania mengomel karna kesakitan.


" Panglima, besok kau sudah berangkat..."


"Hmmm..."


" malam ini kau harus tidur memelukku sampai pagi!"


" Ya...tenanglah!"


" Janji, kau suka menghilang tengah malam itu menyebalkan!"


astaga, anak ini aku menghilang tengah malam karna aku harus mandi untuk menyegarkan pikiranku, sungguh dia tidak mengerti penderitaanku ditengah malam untuk menahan diri.


" Okey ..., kau sungguh tidak ingin kemana-mana?"


" tidak, aku hanya ingin dengan Panglima saja! "


" Oke, sayang kita masak sesuatu yuk!, apa kau bisa memasak?"


"jangan meremehkanku, tentu saja tidak bisa!"


" ahahahah, kau ini...tapi aku ingin kau memasakan sesuatu untukku,apa kau mau?"


" Ya mau, tapi Panglima mau makan apa? ,kita tidak ada bahan untuk di masak!"


"kita keluar berbelanja bahan yang banyak!"


" Oke! " mereka pun segera pergi untuk membeli bahan - bahan yang mereka butuhkan.


"Wah, lama sekali aku tidak masuk toko sualayan, Panglima apa yang akan kau beli?"


" Sayur tentunya, daging ayam, ikan tuna, mmmm apalagi ya?"


"ah itu semua bagaimana cara memasaknya?"


" aku juga mana tahu, pokonya masakan untukku!"

__ADS_1


" Panglima kau benar-benar menyebalkan! "


" hahahah, tidak juga!"


setelah mereka merasa cukup dengan apa yang dibelinya, mereka pun segera kembali ke distrik.


" ayamnya mau di apain?"


" terserah Tantanku, aku akan menunggu di ruang tamu, silahkan memasaknya!"berlalu pergi.


" Sialan kau panglima, lihat saja aku akan memberikan racun pada makanamu!!"


"Tak masalah racun pun akan ku makan!"


Baik jika kau memang menginginkannya


Tania kesal.


Namun mana mungkin tantan memberikan racun sungguhan pada Panglima.


Tania membuka resep - resep dari google, dan mencoba memasak sebisa mungkin.


setelah lamanya bergelut dengan dapur, makanan pun tersaji di meja makan.


" Panglima, makanan sudah siap! "


" Wokey...!" Panglima segera duduk untuk makan.


" heheheh,bagaimana? apa aku ini sangat luar biasa untuk menjadi istri panglima?"


Panglima tak menggubris perkataan Tania, dis segera mengambil makanan dan memakanya,


setelah memakan masakan Tania, keringat Panglima pun bercucuran.


" apa kau memakai bubuk cabe?"


" Ya benar aku sangat menyukai makanan pedas, apa panglima Tidak suka?, makan yang lain saja!"


" boleh, aku coba itu!" menunjuk ayam tepung


Tania pun mengambilkan.


" Bagaimana Panglima?"


" ini kenapa pedas juga?, tapi bukan bubuk cabe,, apa ini?'


" mmm itu aku tadi terlena ... memasukan satu botol merica bubuk ke adonan tepung!" sambil memainkan kedua telunjuknya.


" coba yang lain!" Panglima mencoba satu persatu semua masakan yang ada.


" ini enak, apa ini balado kentang?"


" sungguh?, iya itu balado kentang, apa panglima suka? "


" mmm ... saat aku kembali, kau harus sudah bisa memasakan semua jenis makanan untukku!"


" Ya, maaf Panglima jika kali ini aku gagal memanjakan lidahmu!"


Leon menarik tangan Tania duduk di pangkuannya.


" kau bisa memanjakan ku dengan yang lain untuk kali ini!"


" oh ya bagaimana caranya?"


" cium aku sampai aku puas!" sambil mendekatkan wajahnya ke Tania.


Tania segera mendorong jauh muks Panglima


" kau hanya mau untung sendiri menyebalkan!, aku mau membereskan ini!" Tania segera bangkit.


" apa kau tidak makan?"


" Lidahku tidak cocok dengan masakan ku!"


segera membereskan sisanya di dapur.


" ahahahahahahahahah, kau anak nakal, kau bilang kau sangat suka pedas sekarang masakan mu tidak cocok di lidahmu,kau benar-benar sengaja meracuniku, katakan bagaimana aku menghukumu?" Panglima tertawa lepas.


" aku akan mengadu pada Paman Anton jika panglima berani menghukumku!"


" ahahahahahahahshahhahah, aduh, aduh..."


tiba - tiba panglima merintih kesakitan.


" jangan pura - pura Panglima, aku tidak mudah fi bohongi!" berlalu ke dapur.


bruuuuukkkkkkk...


" Panglima..... "


bersambung....


Author

__ADS_1


aduh Panglima kenapa?


__ADS_2