DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
206. Siuman


__ADS_3

" Apa ini tidak apa - apa??" Tanya Dex khawatir.


" pindahkan satu ruangan dengan Panglima,...!" Ujar Doney.


" Ya aku akan mengaturnya...!"


setelah berunding dengan dokter yang menangani Panglima, Akhirnya Tantan di pindah ke ruangan yang sama dengan Panglima.


" Kenapa Tantan juga belum bangun??"


" Hemmm...dia sudah menanggung beban yang sangat berat sendiri, biarkan dia beristirahat sedikit lebih lama...!"


"Apa kau memberikannya obat tidur??"


" Hemmm, jika tidak dia pasti tidak akan memikirkan diri dan kandungannya!"


" Apa itu tidak berbahaya?"


" Tidak...aku akan memeriksa keadaan Panglima....!" Doney segera berjalan ke tempat Panglima dan segera memeriksa keadaan Panglima.


" Bagaimana keadaan Panglima??" Ujar Dex bertanya.


Doney diam tidak menjawab, Doney mendekat pada telinga Panglima, entah apa yang di bisikan pada Panglima, Doney lumayan lama berbisik di telinga Panglima.


" Apa yang kau lakukan??" Dex bertanya lagi.


" umhh rahasia...kepo sekali kau ini...!"


" Hais...tidak jelas...!" Dex pun mendahului keluar ruangan.


Doney pun mengikuti dari belakang.


" Dex ,kami sudah mengetahui keberadaan keluarga mereka aku meminta beberapa orang mengawasi mereka ,lalu bagaimana selanjutnya??"


" Aku tidak tahu, bagaimana jika salah langkah lagi, Tantan sedang istirahat, aku pusing...!" Dex memegangi kepalanya.


" sekarang keduanya terbaring, apa yang harus kita lakukan...?"


" Hemmm...entahlah...apa pasukan Jendral dan Panglima masih dalam perjalanan??"


tanya Doney.


" masih mereka akan sampai 2 hari lagi...karna tranportasi pribadi kita tidak bisa masuk kota, itu akan bermasalah, kita memakai jalur aman saja!"


" Lalu bagaimana dengan barang bukti??"


" Itu sangat banyak butuh waktu 3 hari!"


" Sebenarnya kita di beri waktu sampai satu bulan, namun takutnya mereka membalikkan keadaan lebih cepat sebelum semuanya siap!"


" Kalau begitu kita tunggu Tantan membaik saja... pasti sempat...!"


" Ehmm, Jack kau awasi Tom dan kawannya!"


" Baik aku pergi dulu!' Jack pun segera pergi


" Doney istirahatlah aku yang akan menjaga mereka di dalam...!"


" Baiklah, aku juga sangat lelah...aku istirahat dulu!"


Dex segera masuk ke dalam, Dex duduk di Sofa sambil memantau layar laptopnya.


sambil sesekali dia melihat ke arah Tantan dan Panglima,


Dex sangat berharap salah satu dari kedua orang dihadapannya itu terbangun.


"Panglima, Tantan...jangan terlalu lelap dalam istirahat kalian, saat ini musuh kita sudah di ujung tanduk, bisakah kalian tidak menyerah begini saja??" Gumam Dex.


Dex pun kelelahan, diapun tertidur dengan posisi duduk.

__ADS_1


" Tuan, saya dokter pengganti sementara, bolehkah saya memeriksa pasien di dalam??"


sambil menunjukkan identitasnya, dan kartu ijin masuk.


" Baik silahkan!"


Dokter itu pun masuk ke dalam dengan perlahan, segera menghampiri Panglima yang masih terbaring.


Dokter itu menyiapkan 2 suntikan yang akan di suntikan ke selang Infuse Panglima, dokter itu terus melihat ke arah Dex yang masih terlelap dan juga ke arah Tantan yang masih berbaring, suntikam itu sudah menembus selang Infuse Panglima.


" Berhenti!!" Dokter itu terkejut, namun dia tetap berusaha menekan suntikan itu dengan tergesa-gesa


" Broooookkkkkkklll!" Dokter itu terpental karna dorongan yang begitu kuat.


Dex pun segera terbangun, dan terkejut


" panglima kau sudah sadar??"


" Tangkap dia!!!" teriak panglima segera melepaskan jarum infuse ditangannya dan melepaska. semua peralatan yang ada pada tububnya.


Dex dengan sigap menghampiri Dokter.yang ketakutan itu.


" Sialana siapa kau ??'


Dex memukul dokter itu tanpa ampun lalu menyeretnya keluar.


" Salah satu dari kalian panggil Doney, untuk memeriksa Panglima!" ujar Dex masih menyeret dokter itu keluar dari rumah sakit itu.


" Jack, tolong datang ke rumah sakit sekarang, aku menunggu di depan pintu utama!'


" Oke!" Dex masih menyeret dokter yang sudah lemas tak berdaya itu.


Sementara Doney segera berlari memasuki ruangan.


" Syukurlah Panglima kau sudah sadar, tetaplah di tempat duduk kau harus hati-hati dengan bekas operasimu!"


" Kau periksalah, suntikan itu apa yang ada di dalamnya!'


" Aku tidak apa-apa hanya luka kecil...!"


tegas panglima.


" Oh baik - baik...!" Doney memungut 2 suntikan itu, dan membawanya keluar untuk dibawa ke lab.


" Tunggu, apa yang terjadi dengan istriku??"


"Panglima tenang saja dia sedang tertidur, temanilaj istrimu, tapi jangan bergerak!"


" hmmm...!"


Doney segera keluar ruangan...


Astaga, terapinya berhasil heheheh, dia tidak akan membiarkan Tantan menjanda dalam hati Doney.


Panglima menahan nyeri di dadanya berjalan perlahan mendekati istrinya yang terbaring.


Panglima mengambil tangan mungil itu dan menciumnya,


"istriku maafkan aku yang sudah membuatmu menderita, kau harus istirahat dengan benar, sisanya biar aku yang mengurusnya!"


Panglima menggenggam erat tangan mungil istrinya yang terlihat sangat kurus.


" Panglima, aku sudah mengirim Dokter tadi pad Jack untuk di introgasi!"


Ujar Dex yang muncul.


" Hmmm!"


" Panglima anda kembalilah ke ranjang anda dulu, apa Doney sudah datang?"

__ADS_1


" Sudah,dia sedang memeriksa cairan yang ada di suntikan tadi!"


Panglima menarik ranjang pasien berdekatan dengan ranjang Tantan, dan kemudian kembali duduk di ranjangnya yang kini sangat rapat dengan istrinya.


" Ceritakan semua rencana istriku Dex!"


" Kami.sudah menemukan bukti-bukti ,dan pasukan anda dan Jendral sudah dalam perjalanan!"


" Lalu??"


" Tantan meminta kami mengawasi semua keluarga yang terlibat dalam kejahatan ini...!"


" Baiklah aku mengerti...!"


" Panglima lalu apa yang selanjutnya kita lakukan??"


"tunggu saja, bila bukti dan pasukanku sudah sampai maka, simpan mereka lebih dulu...biarkan mereka menang sekali lagi, agar damai sebelum menemui ajal!"


" Maksudnya...??"


".Awasi lebih dulu keluarga mereka, jika sudah tepat waktunya tangkap semua keluarga mereka, dan bawa mereka ke markas yang sudah disabotase istriku itu...apa begitu maksud rencana istriku...?"


" Saya juga kurang mengerti Panglima...!"


" Baiklah, kita tunggu istriku bangun nanti saja...!"


" Ya Panglima, tapi sebaiknya anda berbaring kembali, sambil menunggu Doney datang!"


" Aku tidak apa-apa...!" sambil menggenggam tangan istrinya kembali.


" Panglima, saya mengkhawatirkan anda!"


"Apa kau tidak dengar??'


" Iya - iya dengar...!'


Astaga suami istri sama-sama keras kepalanya.


dalam hati Dex.


" Dex terimakasih sudah menjaganya dengan baik...!"


" Tantan sangat pintar dan bijak, dia bisa memgambil keputusan terbaik untuk dirinya dan orang yang dia cintai!"


"Hmmm tanpa ku perhatikan dia tumbuh menjadi dewasa !'


" Panglima, anda jangan duduk dulu!" Doney yang tiba-tiba datang, membaringkan panglima dengan perlahan.


" Apa hasilnya??" Tanya Panglima.


" Saya periksa dulu Apakah cairan itu sudah masuk pada tubuh anda apa belum...!"


" Apa itu berbahaya??" tanya Dex sangat khawatir.


" Itu kan cairan untuk suntik mati dengan 2 varian, yang akan di suntikan sekaligus, itu efeknya akan seperti terbakar dan suntikan terakhir akan berdampak seperti serangan jantung...!"


" Lalu apa itu berefek?, jika masuk???" ujar Dex bertanya


" Aku tidak apa-apa...aku segera mencabut selang Infus ku!"


"Ah syukurlah Panglima...!" Dex merasa lega.


" Tapi Panglima, sebaiknya anda pakai cairan ini untuk mengantisipasi ...!" Doney memasang jarum dan selang infus yang baru.


" Apa ini??"


" Bukan apa-apa Panglima, selamat beristirahat!"


seketika Panglima menutup matanya.

__ADS_1


" Doney apa yang kau lakukan?????" Teriak Dex menarik baju Doney.


Bersambung...


__ADS_2