
" Katakan Jimmie!!" tegas Panglima.
" Baik, aku memutuskan untuk memilih diriku sendiri!!!"
" Appppaaaaaaaaaaaaaaaa???"
semua terkejut dengan jawaban Jimmie
"jangan bercanda!" Panglima tak habis pikir
" aku tidak bercanda, aku adalah wakil presiden, aku akan maju selangkah di depan..."
" Jimmie kau tidak bisa membuat lelucon..." Hatta pun juga gemas dengan Jimmie.
" Kalian meremehkan ku ??"
" Bukan, Jimmie... bukankah kau ingin kebebasan???" ujar Petter
" Jika aku masih di bawah kendali Panglima aku tidak akan mendapatkan kebebasan..."
Firasatku tidak enak, semenjak aku di ajak untuk pertemuan ini...dalam hati Panglima.
panglima sangat tahu dengan sifat temannya ini, jika dia hanya ingin berniat balas dendam dengannya.
" Jimmie, jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang ada di pikiranmu...!!!"
" apa??, aku sudah menyelesaikan misiku bukan??"
" kau tidak bisa main-main dengan kursi pimimpin...."
" apa kau kira aku main- main??, jika aku main-main kau tidak akan pernah menemukan kedamaian untuk Negeri ini, aku bisa memberontak lebih dari para pemberontak yang terdanai dan terorganisasi itu...!"
__ADS_1
" Panglima, jika itu memang sudah keputusan Jimmie ya sudah,,, dia mungkin sudah mulai tercerahkan..." sahut Doney.
" Tercerahkan kepalamu!, dia tidak akan tercerahkan sama sekali..."
" Menantuku, dia sudah menikah dan akan memiliki seorang anak, dia akan menjadi Ayah, mungkin memang Jimmie sudah tercerahkan, kita juga sangat tahu kemampuan Jimmie sama sepertimu!"
" hei paman aku lebih smart dari panglima, jika aku mau menyaingi dia itu sangatlah mudah..."
" Sudah kalian ini kenapa slalu begitu keras, kita ambil poin penting dan poin buruknya...jika Jimmie menjadi Pemimpin, siapa wakilnya??"
ujar Petter bertanya.
" Aku belum menyetujui Jimmie menggantikan posisi ayah mertua!"
" Panglima tolong buang egomu.... Jimmie juga berkontribusi sangat banyak untuk negara ini, tidak diragukan. untuk kesetiaannya " Petter mencoba menenangkan 2 sahabatnya yang slalu kontra itu.
" Kau dengar itu Panglima, kau tidak mengingat pengorbanan orang lain...."
" hemmm , baiklah..." Panglima pun dan semua pun kembali duduk.
" katakan padaku siapa yang pantas menjadi wakil mu??" tanya Leon
" Zero..."
" Brraaaaakkkkkkkkkk!!" panglima mengebral meja sampai menjadi 2.
" Brengsek!!! kau mau memonopoli tentara bayanganku!!!"
" Jimmie kau tidak bisa menarik Zero..." ujar Petter.
" Kenapa??"
__ADS_1
" Dia senjata tersembunyi milik kami..." sahut Petter.
" Apa??, kita akan bekerja sama menyejahterahkan negara kita, kalau begitu aku tidak tahu selain Zero siapa..."
" Jack dan Dex kan ada..."
" tidak bisa...mereka adalah tangan kanan kiriku, mereka harus berkeliaran tidak bisa tetap di samping ku..."
" Tunggu...aku masih punya kandidat untukmu, dia sangat setia pada negara, berkat dia aku Petter dan ayah tidak akan hidup sampai sekarang!"
" siapa Panglima??"
" Letjend Pras...!"
" oh benar dia sudah menjadi orang Panglima dia menjadi tangan kedua Zero!" Petter mengangguk.
"apa dia pantas??" Tanya Jimmie...
" Baiklah aku akan setuju jika dia menjadi wakilmu..." ujar Panglima.
Hah memang dia sangat sulit di hadapi
dalam hati Jimmie.
"Dia pantas kau tenang saja..." sambung Petter.
" Okelah, tidak masalah... jadi deal aku akan maju menjadi presiden dan wakil itu adalah Pras...apa tidak apa-apa tanpa pendapat Masyarakat??"
" Di coba saja, itu adalah tugasmu untuk meyakinkan masyarakat, bahwa kau pantas menjadi seorang pemimpin!!!" ujar Panglima santai.
" kau memang sialan Panglima, lihat saja nanti aku akan menunjukkan padamu, jika aku pantas menjadi pemimpin!"
__ADS_1
lagi lagi Jimmie masih kalah untuk berdebat dengan panglima.