DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
196. Nyonya hebat


__ADS_3

Zero yang sedang menuju ke bascamp , langsung mendapat notifikasi masuk.


"ehmmm seharusnya notif ini sampai juga ke Jack dan Dex bukan?, tapi nyonyaku seharusnya sudah sampai di basecamp kan?, aku telpon bagian Informan dulu!"


Zero segera mengubungi orang bascamp bagian informasi.


" 167 menerima!"


" jika istri Panglima sudah sampai maka, segera hubungi aku lagi!"


" Baik di terima!"


Barulah Zero menghubungi Jimmie ...


" Haloo apa?"


" Panglima mengirimkan pesan!"


" Apa??, berbentuk File aku tidak bisa membukanya!"


" Telpon Dex...!"


" Sudah...tapi tidak aktif!'


" Basecamp??"


" Menunggu konfirmasi lagi!"


" Ya sudah hanya bisa menunggu, jika sudah bisa dibuka cepat hubungi aku!"


" Baiklah!"


Zero tetap melanjutkan perjalanannya, sambil menunggu panggilan balik dari basecamp.


25 menit dalam perjalanan ponsel Zero pxun berbunyi.


" oh ya bagaimana??"


" Aku Dex ... !"


" Bagaimana apa isi pesan Panglima?"


" Panglima meminta melacak kode milik kita, Lck, Cd. 20061, Itu masih berjalan terus , mereka menuju daerah pesisir....!"


" Dex, bisakah kau mengirim signal keberadaan mereka pada Jimmie??"


" Tentu saja, namun aku tidak bisa memutuskan semuanya...kita tunggu sampai Tania datang aku sudah meminta seseorang membawanya ke tempat Informasi!"


" Baik, ini aku dalam perjalanan ke basecamp!"


setelah menunggu beberapa jam Tantan yang baru sampai itu segera di bawa ke ruang Informasi.


" Nyonya Panglima, silahkan masuk...abang anda menunggu di dalam!"


Tantan pun segera masuk ke dalam ruangan di hadapannya dengan hati -hati.


Baru satu kaki menginjak masuk ke dalam.


" Tantan, kau sudah datang!"


" Oh abang Dex kau sudah di sini?"


" Beberapa Jam lebih dulu darimu!"


" Oh syukurlah itu berarti keluarga kami sudah di sini semua kan?"


" Ya, sekarang duduklah... panglima memberi perintah pada kami untuk melacak alat milik kita , dan area ini menuju pesisir ...mereka masih bergerak terus!"


" Bisakah kita lihat itu tempat pesisir seperti apa keadaannya di sana?"


" Sebentar, ini masuk wilayah pesisir selatan...!"


" Alat apa itu yang kalian lacak apakah bisa mengambil rekaman suara??"


" Tentu saja bisa, hanya saja perlu dijernihkan untuk bisa mendapatkan hasil yang jelas!"


" apa abang bisa melakukannya?"


" Itu sedikit memakan waktu...!"


" berapa lama??"


" 5 jam an untuk mendapatkan hasil yang jernih!"


" apa itu seperti penyadap??"


" Ya, namun kami mendesignnya dengan mengunggulkan pada signalnya, sehingga kami tetap bisa melacaknya meski di hutan dalam, atau gua, untuk rekaman suara itu kelamahan alat itu, karena alat itu sangat kecil lebih kecil dari kancing baju!"


" Kalau begitu, Kirim titik koordinat alat ini di mana alat ini berjalan pada Jimmie!"

__ADS_1


" lalu??"


" apa kau tahu pasti berapa hari lagi Panglima dan Jendral akan di eksekusi?"


" Tidak tahu aku...tunggu Zero kembali dulu, sebentar lagi pasti datang!"


" Aku lelah, bolehkah aku tidur sebentar?" ujar Tantan yang terlihat sangat kelelahan.


" Di sana ada ruangan, ada Sofa besar tidurlah lebih dulu!"


Tantan pun segera masuk ke dalam ruangan itu, dengan perlahan Tantan merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah itu pada Sofa .


" Sudah sampai di sini, aku sebenarnya sangat ketakutan jika aku tidak bisa membantu suamiku untuk membersihkan namanya!"


Tanpa terasa air mata Tantan mengalir begitu deras,


" Anakku, tolong kuatkan ibu nak...kuat kan ibu untuk bertahan lebih lama, ayo kita berjuang bersama membebaskan ayahmu dan Jendral...!"


Tantan pun tertidur karena terlalu lelah .


.Satu jam kemudian Zero pun tiba di ruang Informasi.


" Di mana nyonya??"


" Biarkan dia tidur, dia sangat kelelahan!"


" Baik, Dex ini adalah catatan asli orang - orang yang terlibat yang di pegang oleh ayah nyonya!" ujar Zero menyerahkan lembaran kecil pada Dex.


" Di mana paman Latif??"


" Dia mengatakan akan menghadapi semua bersama Jenderal dan menantunya!"


" Apa??" Dex menggebrak meja karena terkejut.


" Ini memang hal buruk ,karna semua yang berhubungan dengan keluarga Panglima ikut terlibat, itu perwira pasti akan segera di tangkap!"


" Bagaimana kau ini dengan mudah mengiyakan hal seperti ini??"


" Dex, beliau mengatakan, jika dia ikut bersembunyi maka apalah arti seorang perwira baginya, jika hanya berdiri di belakang Jenderal dan menantunya!"


" Tapi ini akan semakin buruk!"


" Beliau mengatakan itu dan memintaku memberikan ini pada putrinya !"


" Oh apa?"


" kumpulan nama orang yang terlibat dalam konspirasi ini!"


" Ya...!"


" Apa??, ayahku kenapa?" Aina terbangun karena suara yang sangat gaduh.


" Nyonya...!"


" Tantan...!"


" Abang, Zero, ayahku kenapa??"


" Ehmm, paman mungkin saat ini sudah ditangkap!"


" Apa??, abang bukankah kau mengatakan akan mengurus ayahku??"


" Maafkan aku nyonya tidak berhasil membujuk ayah anda!"


" kenapa kau yang minta maaf?"


" Karna saya mengambil alif menemui Ayah anda, ...!"


" Apa yang dikatakan ayahku??"


" Ayah anda mengatakan, tidak akan bersembunyi ,karna bagaimana pun dia seorang abdi negara, pantang baginya bersembunyi!"


" Dan kau meninggalkan ayahku!"


" Beliau memintaku untuk pergi, dan mengatakan anda untuk tidak khawatir, dan Lembaran ini di serahkan ke anda!"


" Apa ini?"


" itu daftar orang yang terlibat dalam konspirasi ini!"


Tantan duduk untuk menenangkan dirinya, dan mengumpulkan semuanya nyawanya karena baru bangun tidur.


Zero segera berlari mengambil air putih hangat untuk Tantan.


" Nyonya minumlah dulu agar lebih tenang!"


" Ah, terimakasih....!" Tantan pun segera meminum air hangat itu perlahan sampai habis.


" nyonya tenangkan diri kita masih ada sisa waktu 19 hari untuk membalikan keadaan!"

__ADS_1


" Hal terburuknya, apa yang bisa kita lakukan jika tidak bisa membalikkan keadaan?" tanya Tantan.


" Nyonya...maka kita akan menyerang membabi buta, dan menyelamatkan Panglima, Jendral dan ayah anda!"


" Lalu kita hidup di sini??"


" Untuk selamanya??"


" Tidak tahu, tapi itu cara terakhir untuk menyelamatkan mereka!"


" Zero, dengan karakter Panglima apa kau kira dia mau di selamatkan seperti itu?"


Zero pun terdiam, memang benar cara seperti itu akan di anggap Panglima sangat rendahan.


" Mmmmm...lalu bagaimana nyonya...!"


" Aku punya cukup uang, bagaimana jika kita membayar mereka untuk di pihak kita, kita mengikuti cara mereka membuat bukti palsu untuk membersihkan nama mereka!"


" Lalu apa bedanya kita dengan mereka abang??"


" Beda karna kita adalah yang benar!"


" Tidak Itu terlalu mudah di tebak pihak lawan karena mengikuti caranya!"


" Lalu 19 hari ini apa yang kita lakukan?"


" Bagaimana dengan Jimmie??"


" masih mengikuti signal yang di pancarkan alat itu, karena belum berhenti!"


" Dia ke pesisir, mau apa??"


" Tidak tahu...!"


" aku tahu, pasti dia memiliki tempat di suatu pulau terpencil, mungkin di sanalah Jimmie bisa menemukan akarnya!"


" ah..benar kenapa tidak terpikir olehku sedari tadi!"


" Nyonya sangat pintar!" Zero semakin mengaggumi nyonyanya itu.


" Abang, takutnya alat itu tertangkap oleh alat pendeteksi dan ketahuan jika kita mengikutinya!"


" Memangnya di pulau itu apakah mampu mendapatkan Signal?"tanya Hero


" Di Basecamp ini, saja bisa di tengah hutan dalam dan sangat dalam, mereka memiliki alat yang sama canggihnya di sini!"


" Oh ya benar nyonya!"


" Lalu apa kita matikan alat itu dari sini??"


" Tidak kita telusuri dulu abang, ada berapa pulau di pesisir selatan itu dan cari tahu bagian mana pulau yang paling terpencil dan tidak di jangkau oleh manusia !"


" Baiklah, itu kerjanya Zero, menggunakan Drone mu untuk mendapatkan gambar yang bagus!"


"tenang saja ini keahlianku...!"


" Kalau begitu kau ke pesisir selatan, untuk mengambil gambar lewat drone itu!"


" Tenang Tantan bos kami ahli dalam perhitungan skala banding!"


" Bagus, jadi Zero kau susul Jimmie bekerjasama lah dengannya, kami menunggu laporan mu segera!"


" Baik nyonya...!"


" Lalu bagaimana ini?"


" Jangan matikan dulu sebelum mereka masuk ke perairan!"


" Lalu Zero siapkan anak buahmu untuk standby di dekat perairan!"


" Baik nyonya...!"


" Saya berangkat sekarang!"


" Oke hati - hati...!"


Zero pun segera pergi


" Tantan makanlah dulu, aku akan minta orang menyiapkan makan!"


" Baik abang sementara aku di sini saja, sampai semua benar - benar terpecahkan!"


" Okey, aku akan mengatur tempat istirahat untukmu yang nyaman!"


" Terimakasih abang...abang bisakah kirimkan kabar pada Ibu dan yang lainnya aku baik-baik saja, minta mereka untuk tidak perlu khawatir!"


" Ya nanti aku akan menyuruh orang, kau tenang saja!"


Semoga tebakkanku ini tidak meleset,

__ADS_1


dalam hati Tantan .


__ADS_2